TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Olahraga
Home›Olahraga›Menpora: Usia Ideal Awal Pembibitan Atlet adalah 6 Tahun

Menpora: Usia Ideal Awal Pembibitan Atlet adalah 6 Tahun

By Mahdi Yahya
11 September 2020
672
0
Menpora: Usia Ideal Awal Pembibitan Atlet adalah 6 Tahun

TIKTAK.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengungkapkan untuk meraih prestasi olahraga layaknya negara lain, harus ada pembibitan atlet yang dimulai sejak dini. Ia pun menilai usia ideal untuk memulai proses tersebut sejak seorang anak baru masuk SD atau ketika usianya menginjak 6 tahun.

Meski begitu, Zainudin menyebut porsi pembinaan yang diberikan oleh anak-anak di rentang umur 6 tahun masih harus menyesuaikan dengan jiwa anak-anaknya atau masih porsi main-main. Sebab, kata Zainudin, pada saat itu mereka masih berada di masa pertumbuhan dan lebih senang untuk bermain.

“Tidak boleh misalkan porsi latihan untuk orang dewasa atau junior diterapkan sama, itu gak boleh. Bentuk-bentuk olahraga yang akan mereka geluti nanti itu harus lebih banyak diberikan dalam bentuk-bentuk permainan,” ujar Zainudin dikutip dari acara Blak-blakan yang tayang di detikcom, Rabu (9/9/20).

Kemudian Zainudin juga menyatakan perlu adanya penanaman disiplin, karakter, dan mental yang kuat secara perlahan. Ia menjelaskan, setelah mulai mengenal olahraga yang ingin digeluti, mulailah pada umur 10 atau 11 tahun, anak-anak tersebut bisa mulai ditempa agar bisa menghasilkan bibit atlet terbaik.

Zainudin menyebut dalam menjalankan proses tersebut, Kemenpora tidak bisa berjalan sendirian. Menurutnya, harus ada kolaborasi dengan berbagai pihak, baik itu lintas kementerian/lembaga maupun pihak swasta.

“Misalnya kita meminta Kementerian lainnya, seperti Kementerian Pendidikan, berarti anak-anak (sekolah) itu harus diajak bekerja sama. Jadi lebih berpikir bahwa kalau kita kreatif dan punya inovasi yang bagus, maka pasti akan dapat sambutan,” terang Zainudin.

Zainudin mengklaim Kemenpora tidak mempunyai anggaran yang besar terkait pembinaan ini. Namun dengan program yang benar dan kreatif, ia pun mengaku optimis hal tersebut bisa dilakukan.

“Anggaran yang besar, tidak menjamin untuk kita bisa melakukan itu (pembibitan usia muda), tetapi kemampuan kita dengan anggaran yang ada itu akan lebih (bisa dijalankan),” ucapnya.

Ia melanjutkan, bukan berarti tidak ada tantangan lainnya untuk menjalankan misi pembinaan usia muda dengan minimnya prasarana olahraga yang ada di berbagai sekolah. Ia menegaskan, Kemenpora siap untuk menjalin kerja sama dengan Kemendikbud dengan langsung menyentuh ke masalahnya dan memfokuskan apa yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah.

TagsAtlet IndonesiaMenporaMenteri Pemuda dan OlahragaPembibitan AtletZainudin Amali

Related articles More from author

  • Anthony Ginting Bocorkan Rahasia di Balik Kemenangan Singapore Open
    Olahraga

    Anthony Ginting Bocorkan Rahasia di Balik Kemenangan Singapore Open

    13 Juni 2023
    By Mahdi Yahya
  • Persipura Jayapura Umumkan Bubar, Menpora Maklum
    Olahraga

    Persipura Jayapura Umumkan Bubar, Menpora Maklum

    8 Januari 2021
    By Mahdi Yahya
  • Misi Jokowi Evakuasi Ahsan/Hendra dkk Berhasil, Ini Selanjutnya
    Nasional

    Misi Jokowi Evakuasi Ahsan/Hendra dkk Berhasil, Ini Selanjutnya

    21 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Tegaskan Israel Tak Ikut World Beach Games di Bali, Menpora Dito: Jadi Clear
    Nasional

    Tegaskan Israel Tak Ikut World Beach Games di Bali, Menpora Dito: Jadi Clear

    29 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Usai Olimpiade Tokyo, Ini 3 Target Badminton Indonesia Sampai Akhir 2021
    Olahraga

    Usai Olimpiade Tokyo, Ini 3 Target Badminton Indonesia Sampai Akhir 2021

    7 Agustus 2021
    By Mahdi Yahya
  • Alami Cedera, Apri/Fadia Batal Ikut India Open
    Olahraga

    Alami Cedera, Apri/Fadia Batal Ikut India Open

    18 Januari 2023
    By Mahdi Yahya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Akhirnya! Kapolri Beri Izin Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021
    Olahraga

    Akhirnya! Kapolri Beri Izin Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

  • Pemain 'Space Sweepers' Sapa Penggemar di Indonesia
    Selebriti

    Pemain ‘Space Sweepers’ Sapa Penggemar di Indonesia

  • Gabung Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi: Tim Paling Ideal TIKTAK.ID - Beberapa pekan ini, masa depan Valentino Rossi di kelas utama MotoGP masih menjadi topik hangat. Usai dipastikan tak lagi membalap bersama tim pabrikan Yamaha, pembalap berjuluk The Doctor itu dikaitkan dengan beberapa spekulasi terkait kelanjutan kariernya. Merujuk performa Rossi pada beberapa musim terakhir, ia sebenarnya masih cukup kompetitif untuk bersaing dengan pembalap pabrikan lain. Namun, usianya yang tak lagi muda tentu sedikit banyak berpengaruh pada kualitasnya di sirkuit. Meski terdapat berbagai spekulasi mengenai masa depannya, Rossi sepertinya sudah punya pilihan sendiri terkait langkah mana yang akan diambil. Rekan satu tim Maverick Vinales itu memberikan isyarat untuk tetap membalap meski bersama Petronas Yamaha SRT yang berstatus sebagai tim satelit Yamaha. Namun, Rossi sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia menilai Petronas Yamaha SRT merupakan tim paling ideal baginya untuk melanjutkan karier musim depan. “Saya pikir ini adalah tim teratas, mereka menunjukkan itu tahun lalu dengan Quartararo dan Franco (Morbidelli). Itu adalah tim dengan banyak anak muda, tetapi pada saat yang sama juga ada orang yang sudah saya kenal,” ujar Rossi, seperti dilansir laman Speedweek, Kamis (21/5/20). Rossi menyebut Petronas juga memiliki sponsor yang hebat. Ia pun merasa bergabung dengan Petronas merupakan pilihan yang sangat bagus untuknya. “Saya sekarang hanya perlu mendengarkan diri sendiri, dan memutuskan apakah saya cukup termotivasi untuk melanjutkan,” imbuhnya. Perlu diketahui, tim pabrikan adalah tim utama yang mendapat dukungan penuh dari pabrikan. Tim itu biasanya memiliki sponsor utama yang menjadi titel sponsor tim. Mengutip Gridoto.com, tim pabrikan memiliki dana sangat besar. Oleh karena itu, mereka lebih unggul dalam hal teknis seperti untuk riset dan pengembangan motor mereka, serta dalam membayar pembalap hebat yang jadi pilihannya. Sementara tim satelit memiliki dana terbatas, dan mendapat dukungan dari tim pabrikan. Motor yang digunakan tim satelit, ada yang speknya sama dengan tim pabrikan, ada juga yang spek motornya lebih tua, tergantung kesepakatan kerja sama mereka.
    Olahraga

    Gabung Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi: Tim Paling Ideal

  • Peran Penting Jokowi di Balik Ditekennya Perjanjian Dagang 15 Negara
    Nasional

    Peran Penting Jokowi di Balik Ditekennya Perjanjian Dagang 15 Negara

  • Tablet Anyar Lenovo ini Bisa Jadi Monitor Eksternal
    Teknologi

    Tablet Anyar Lenovo ini Bisa Jadi Monitor Eksternal

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.