
TIKTAK.ID – Buang air besar (BAB) adalah salah satu cara tubuh membuang sisa makanan yang tak lagi dibutuhkan. Tidak hanya frekuensinya, waktu seseorang buang air besar juga kerap menjadi pertanyaan, khususnya bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan pencernaan.
Spesialis gastroenterologi Will Bulsiewicz, MD mengatakan tidak ada satu waktu yang dianggap paling ideal untuk semua orang. Akan tetapi, bagi sebagian besar orang, pagi hari menjadi waktu yang paling baik, lantaran selaras dengan ritme alami tubuh. Menurut dr. Bulsiewicz, yang paling penting bukanlah waktu spesifik untuk buang air besar, melainkan punya pola yang teratur.
“Seperti hampir semua kehidupan lain di planet ini, tubuh kita bekerja mengikuti ritme yang selaras dengan terbit dan terbenamnya matahari,” ujar dr. Bulsiewicz, seperti dikutip Kompas.com dari EatingWell, pada Senin (6/7/26).
Baca juga : Lelah Berlebih Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Simak Penjelasannya
Kemudian dr. Bulsiewicz menjelaskan, ritme tubuh itu berperan dalam mengatur berbagai fungsi, termasuk proses pencernaan dan pergerakan usus. Dia mengatakan saat ritme ini berjalan dengan baik, maka buang air besar pun menjadi lancar dan teratur.
Lantas mengapa pagi hari dianggap waktu terbaik untuk BAB? Dokter spesialis gastroenterologi Kenneth Brown, MD, menyebut usus besar umumnya paling aktif pada pagi hari, sehingga banyak orang merasakan dorongan untuk buang air besar usai bangun tidur.
Lebih lanjut dr. Brown memaparkan, ada beberapa alasan mengapa pagi hari menjadi waktu yang ideal:
1. Ritme sirkadian membuat usus lebih aktif
Baca juga : Kenali Gejala Cacar Api, Diawali Nyeri di Bagian Tubuh Tertentu
Tubuh punya jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur berbagai proses fisiologis, termasuk aktivitas saluran cerna. Saat pagi hari, aktivitas usus besar meningkat. Di saat yang sama, kadar hormon kortisol secara alami juga mengalami peningkatan sehingga bisa membantu merangsang pergerakan usus.
2. Usus mengumpulkan tinja selama tidur
Selama tidur, aktivitas sistem pencernaan melambat sehingga usus besar mempunyai waktu untuk mengumpulkan sisa makanan yang bakal dikeluarkan sebagai tinja. Usai bangun tidur, aktivitas usus kembali meningkat sehingga tubuh lebih siap melakukan proses buang air besar.
Baca juga : Mengenal Fenomena Super Flu
3. Sarapan memicu refleks buang air besar
Ketika makan atau minum, lambung akan meregang dan memicu refleks gastrokolik, yakni respons alami tubuh yang merangsang usus besar untuk berkontraksi dan mendorong tinja menuju rektum. Oleh sebab itu, banyak orang merasa ingin buang air besar setelah sarapan atau minum secangkir kopi pada pagi hari.










