
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait siapa yang akan menerima hibah kapal-kapal tersebut. Entah untuk nelayan, Pemda, ataupun kampus-kampus yang perlukan kapal untuk pelatihan.
“Sampai saat ini kampus sudah ada yang minta untuk pelatihan dan bisa juga digunakan untuk pendidikan. Bisa juga diperuntukkan warga pesisir, untuk koperasi. Tapi kan juga harus kita pastikan orang yang kita pilih ini bisa memanfaatkan kapal tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Ini Dia Daftar Kekayaan Anggota Kabinet Indonesia Maju
Edhy kembali menegaskan, penenggelaman kapal masih tetap menjadi opsi penanganan kapal eks maling ikan yang sudah inkracht. Namun dia ingin ada solusi yang lebih konkret dibanding dengan hanya menenggelamkan kapal.
“Kalau secara kondisi harus ditenggelamkan, kita juga siap menenggelamkan. Intinya kalau para pencuri itu ketahuan nyuri terus lari ya pasti kita tenggelamkan. Kenapa harus takut, gitu loh. Cuma jangan membuat seolah-olah jargon tenggelamkan adalah segala-galanya sebagai solusi masalah negara ini, gitu loh,” katanya.
Baca juga: Siap Bantu Pulangkan Habib Rizieq, Prabowo Akan Segera Temui Jokowi










