TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Jenderal yang Kudeta Myanmar Angkat Dirinya Sendiri sebagai Perdana Menteri

Jenderal yang Kudeta Myanmar Angkat Dirinya Sendiri sebagai Perdana Menteri

By Bagas F Sinaga
6 Agustus 2021
638
0
Jenderal yang Kudeta Myanmar Angkat Dirinya Sendiri sebagai Perdana Menteri

TIKTAK.ID – Jenderal yang menggulingkan kekuasaan melalui kudeta militer di Myanmar pada Februari lalu telah mengangkat dirinya sendiri sebagai perdana menteri dan menetapkan aturan darurat di negara itu dapat diperpanjang hingga Agustus 2023.

Dalam pidato selama satu jam itu, Min Aung Hlaing berjanji untuk mengadakan “pemilihan multi-partai yang bebas dan adil” namun, ia juga mencap partai pemenang Pemilu yang disingkirkannya sebagai “teroris”.

Ratusan orang tewas ketika melakukan protes lanjutan menentang kudeta militer.

Bahkan banyak pengunjuk rasa berada dalam sistem perawatan kesehatan, yang telah runtuh di tengah lonjakan besar infeksi Covid-19.

Myanmar sejauh ini melaporkan 300.000 kasus dan 9.300 kematian, meskipun pengujian terbatas yang tersedia menunjukkan angka-angka itu terlalu rendah.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Hlaing menuduh mereka yang menentang kudeta sengaja menyebarkan Covid-19.

Ia juga menyebut sebaran tentang “berita palsu dan informasi yang salah melalui jejaring sosial” tentang kebijakan Covid pemerintahnya, dan menyebutnya sebagai “alat bioterorisme”.

Wartawan BBC, Jonathan Head di Bangkok mengatakan pidato ini merupakan bagian dari pidato yang aneh, mulai dari kebutuhan untuk menanam lebih banyak kapas dan bawang bombai hingga kecaman terhadap mereka yang dituduh mencoba menghancurkan negara dan tradisi Myanmar.

Jenderal mengatakan Covid akan ditanggulangi dengan lebih banyak vaksin, libur nasional yang diperpanjang dan apa yang disebutnya kerja sama yang harmonis dari rakyat.

Akan tetapi koresponden BBC mengatakan lusinan personel medis telah ditangkap dan lebih banyak lagi yang bersembunyi sejak kudeta, sementara orang-orang yang mencari perawatan mengatakan militer menolak mereka di rumah sakit, dan membatasi akses oksigen, yang menyebabkan banyak orang meninggal di rumah mereka.

Setelah militer merebut kekuasaan pada Februari, aturan darurat satu tahun diumumkan.

Namun kampanye pembangkangan sipil nasional terus berlanjut, dengan puluhan ribu pekerja dipecat atau mogok.

Jenderal Min Aung Hlaing bersikeras negara itu stabil, menambahkan, “Saya berjanji untuk mengadakan pemilihan multi-partai tanpa kegagalan.”

Tidak jelas apa partai-partai itu, dengan jenderal yang menyebut Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang digulingkan dan para pendukungnya “ekstremis [yang] memilih tindakan terorisme daripada melakukan atau menyelesaikannya sesuai dengan hukum”.

Pemimpin NLD, Aung San Suu Kyi telah ditahan sejak kudeta dan menghadapi berbagai tuduhan kriminal.

Aktivis hak asasi manusia Burma, Aung Kyaw Moe mengatakan kepada BBC bahwa janji pemilihan umum adalah “kebohongan dan itu tidak akan terjadi … rakyat Myanmar tidak akan memercayai janji semacam itu”.

TagsAung San Suu KyiBerita Dunia Hari IniKonflik MyanmarKudeta militerMin Aung HlaingMyanmar

Related articles More from author

  • Pandemi Kekang Perayaan Malam Tahun Baru di Seluruh Dunia
    Internasional

    Pandemi Kekang Perayaan Malam Tahun Baru di Seluruh Dunia

    3 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • China Rilis 24 'Tuduhan Tak Masuk Akal' Politisi AS Soal Virus Corona
    Internasional

    China Rilis 24 ‘Tuduhan Tak Masuk Akal’ Politisi AS Soal Virus Corona

    15 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Menteri Luar Negeri China, Wang Yi
    Internasional

    China Harap Hubungannya dengan AS Kembali Pulih Saat Biden Gantikan Trump

    10 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Kejahatan Bermotif Kebencian di Amerika Tertinggi dalam Satu Dekade Terakhir
    Internasional

    Kejahatan Bermotif Kebencian di Amerika Tertinggi dalam Satu Dekade Terakhir

    22 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Gencatan Senjata Armenia dan Azerbaijan Tak Sepenuhnya Terjadi
    Internasional

    Gencatan Senjata Armenia dan Azerbaijan Tak Sepenuhnya Terjadi

    14 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran
    Internasional

    Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran

    17 Mei 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Internasional

    Kedubes AS di Baghdad Dibakar Massa

  • Jubir Luhut Bantah Bosnya Jadi Otak Usulan Penundaan Pemilu 2024
    Nasional

    Jubir Luhut Bantah Bosnya Jadi Otak Usulan Penundaan Pemilu 2024

  • Nasional

    Jokowi dan Ma’ruf Amin Tegaskan Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

  • Popularitas Jenderal yang Jadi Idola Ahok ini Bikin Soeharto Iri, Pernah Gebrak Meja di Rumah Cendana
    Nasional

    Popularitas Jenderal yang Jadi Idola Ahok ini Bikin Soeharto Iri, Pernah Gebrak Meja di Rumah Cendana

  • Ini Lima Janji Anies untuk Warga Sumatera Barat Jika Menang Pilpres 2024
    Nasional

    Ini Lima Janji Anies untuk Warga Sumatera Barat Jika Menang Pilpres 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.