TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Jaksa ICC Disanksi AS Gara-gara Selidiki Kejahatan Perang Militer AS di Afghanistan

Jaksa ICC Disanksi AS Gara-gara Selidiki Kejahatan Perang Militer AS di Afghanistan

By William Putra Wijaya
4 September 2020
590
0
Jaksa ICC Disanksi AS Gara-gara Selidiki Kejahatan Perang Militer AS di Afghanistan

TIKTAK.ID – Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fatou Bensouda, kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Rabu (2/9/20), atas upaya penyelidikannya terhadap kemungkinan pasukan Amerika melakukan kejahatan perang di Afghanistan.

Selain Bensouda, Pompeo mengatakan bahwa Kepala Divisi Yurisdiksi, Komplementaritas dan Kerjasama ICC, Phakiso Mochochoko juga telah masuk daftar hitam di bawah sanksi yang disahkan oleh Presiden Donald Trump pada Juni yang memungkinkan pembekuan aset dan larangan perjalanan ke Amerika.

“Hari ini kami mengambil langkah berikutnya, karena ICC terus menargetkan Amerika,” kata Pompeo kepada wartawan, tulis Reuters.

Pompeo juga mengatakan bahwa individu dan entitas yang terus mendukung Bensouda dan Mochochoko secara material akan berisiko juga terkena sanksi.

ICC menolak sanksi Amerika itu dan menyebutnya sebagai “upaya lain untuk mengganggu independensi peradilan dan penuntutan pengadilan” dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung pekerjaan stafnya.

“Tindakan koersif ini, yang ditujukan kepada lembaga peradilan internasional dan pegawai sipilnya, belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan serangan serius terhadap pengadilan, sistem peradilan pidana internasional Statuta Roma, dan supremasi hukum secara lebih umum,” katanya dalam pernyataan atas nama seluruh anggota ICC di sebuah pertemuan yang jarang terjadi.

Departemen Luar Negeri Amerika juga membatasi penerbitan visa bagi individu yang menurut Pompeo terlibat dalam upaya pengadilan untuk menyelidiki personel Amerika, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka yang terdampak.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres prihatin dengan pengumuman Pompeo, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.

Dia mengatakan bahwa “kami percaya bahwa setiap pembatasan yang diambil terhadap individu akan diterapkan secara konsisten” dengan kesepakatan Amerika yang telah berlangsung puluhan tahun dengan PBB untuk menjadi tuan rumah markas Badan dunia tersebut di New York.

Bensouda diberi izin oleh pengadilan pada Maret lalu untuk menyelidiki apakah ada kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan di Afghanistan oleh Taliban, militer Afghanistan, dan pasukan Amerika.

Amerika Serikat mencabut visa masuk Bensouda pada tahun lalu atas keterlibatannya dalam penyelidikan kemungkinan kejahatan perang Amerika di Afghanistan. Tetapi berdasarkan kesepakatan antara PBB dan Washington, dia masih dapat melakukan perjalanan secara teratur ke New York untuk memberi pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB tentang kasus-kasus yang dirujuk ke pengadilan di Den Haag.

Kelompok hak asasi manusia segera mengutuk langkah Amerika itu.

Direktur keadilan internasional Human Rights Watch, Richard Dicker mengatakan bahwa hal itu adalah “penyimpangan sanksi Amerika yang menakjubkan”.

“Pemerintahan Trump telah memutarbalikkan sanksi ini untuk menghalangi keadilan, tidak hanya untuk korban kejahatan perang tertentu, tetapi untuk korban kekejaman di mana pun yang mencari keadilan ke Pengadilan Kriminal Internasional,” katanya.

TagsAfghanistanFatou BensoudaJaksa ICCkejahatan perangMiliter ASPengadilan Kriminal InternasionalSanksi AS

Related articles More from author

  • ISIS-K Serang Rumah Sakit di Kabul Afghanistan
    Internasional

    ISIS-K Serang Rumah Sakit di Kabul Afghanistan

    9 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Taliban Terus Berupaya Dapatkan Pengakuan Internasional
    Internasional

    Taliban Terus Berupaya Dapatkan Pengakuan Internasional

    9 Oktober 2021
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Taliban Culik 27 Aktivis Perdamaian dari Jalan Raya
    Internasional

    Taliban Culik 27 Aktivis Perdamaian dari Jalan Raya

    25 Desember 2019
    By William Putra Wijaya
  • Tony Blair Salahkan AS Atas Penarikan Pasukannya dari Afghanistan
    Internasional

    Tony Blair Salahkan AS Atas Penarikan Pasukannya dari Afghanistan

    23 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Bom Meledak di Upacara Pembacaan Quran di Afghanistan, 15 Orang Tewas
    Internasional

    Bom Meledak di Upacara Pembacaan Quran di Afghanistan, 15 Orang Tewas

    19 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Serangan Roket di Kabul, Afghanistan Tewaskan 8 Orang
    Internasional

    Serangan Roket di Kabul, Afghanistan Tewaskan 8 Orang

    24 November 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Indonesia Ditahan Thailand, Shin Tae Yong Beri Pesan Serius untuk PSSI
    Olahraga

    Indonesia Ditahan Thailand, Shin Tae Yong Beri Pesan Serius untuk PSSI

  • LIPI: Teh Indonesia Lebih Sehat dari Teh Impor
    Nasional

    LIPI: Teh Indonesia Lebih Sehat dari Teh Impor

  • Moskow Ingatkan London Tak Buat Provokasi 'Bodoh dan Berbahaya'
    Internasional

    Moskow Ingatkan London Tak Buat Provokasi ‘Bodoh dan Berbahaya’

  • Punya Fisik Luar Biasa, Ronaldo Diklaim Mampu Main Bola Sampai Usia 50 Tahun
    Olahraga

    Punya Fisik Luar Biasa, Ronaldo Diklaim Mampu Main Bola Sampai Usia 50 Tahun

  • Agus Mulyono Eks Ketum PMII Siap Hadapi Kaesang Jadi Bos PSI
    Nasional

    Agus Mulyono Eks Ketum PMII Siap Hadapi Kaesang Jadi Bos PSI

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.