
TIKTAK.ID –Militer AS menjatuhkan serangan udara ke basis kelompok Taliban di Provinsi Helmand, Afghanistan Selatan pada Rabu (4/3/20). Serangan ini dilakukan hanya selang empat hari sejak kedua belah pihak menandatangani kesepakatan “damai” pada Sabtu (29/2/20).
Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah komunikasi Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Juru Runding Taliban, Mullah Baradar via telepon. Percakapan ini menjadi yang pertama dalam sejarah yang pemimpin AS dan petinggi Taliban berkomunikasi secara langsung.
Juru Bicara militer AS beralasan pihaknya melakukan serangan kepada basis gerilyawan Taliban sebagai bentuk pertahanan diri, dalih yang sama seperti yang digunakan kala membunuh petinggi militer Iran, Qassem Soleimani pada awal tahun ini.
Baca juga: Anggota Parlemen Turki Adu Jotos Terkait Kasus Suriah
“(Para pejuang Taliban) Secara aktif menyerang pos keamanan (Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan). Ini adalah serangan defensif untuk mengacaukan serangan itu,” kata Kolonel Sony Leggett dalam sebuah tweet.
Ia menegaskan bahwa Washington berkomitmen untuk perdamaian, tapi akan melakukan pembelaan terhadap mitranya jika diperlukan.
Leggett juga meminta kepada Taliban untuk menghentikan “serangan yang tidak perlu” dan menjunjung tinggi komitmen mereka, merujuk pada kesepakatan damai yang telah dibuat.
Baca juga: Mantan Pejabat Pemerintah AS: Trump Bohong Soal Virus Corona
Halaman selanjutnya…










