
Trik Dapur Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Mudah
Baru pulang dari pasar dengan ikan kembung segar, tapi begitu dibersihkan, dapur langsung tercium bau yang bikin hidung mengernyit? Bau amis memang musuh bebuyutan saat mengolah ikan. Kalau dibiarkan menempel sampai masak, bau itu ikut terbawa ke daging dan akhirnya mengalahkan rasa bumbu yang sudah kamu racik susah payah.
Kabar baiknya, menghilangkan bau amis pada ikan tidak butuh bahan mahal. Sebagian besar sudah tersedia di dapur: jeruk nipis, garam, cuka, sampai tepung beras. Kuncinya cuma satu — lakukan sebelum ikan dimasak, bukan berharap bumbu kuat menutupi bau nanti di wajan.
Kenapa Ikan Bisa Bau Amis?
Bau amis bukan bawaan ikan, melainkan hasil perubahan kimia di dagingnya. Ikan segar mengandung senyawa trimetilamina oksida (TMAO) yang nyaris tak berbau. Begitu ikan kehilangan kesegaran, bakteri mengubah senyawa itu menjadi trimetilamina — inilah sumber bau tajam yang kita kenal sebagai amis. Ditambah lagi, darah yang tertinggal di sepanjang tulang punggung, lendir di kulit, dan sisa isi perut menjadi “pakan” bagi bakteri yang mempercepat proses tersebut. Karena itu, cara paling efektif bukan menutupi bau dengan bumbu, melainkan membersihkan sumbernya sejak awal.
Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan sebelum Dimasak
1. Periksa Kesegaran Ikan sebelum Dibersihkan
Sebagus apa pun trik dapur, semuanya tidak akan berguna kalau ikannya memang sudah menurun kualitasnya. Periksa tiga hal: mata ikan harus jernih dan menonjol, insang berwarna merah cerah, serta daging terasa kenyal saat ditekan. Ikan segar hanya menyisakan bau laut yang ringan, bukan bau tajam menyengat. Kalau mata sudah cekung dan insang kecokelatan, segenap jeruk nipis tidak akan banyak menolong. Memilih ikan yang tepat di awal menghemat setengah pekerjaanmu, karena langkah menghilangkan bau amis jadi lebih ringan pada ikan yang masih segar.
2. Bersihkan Darah, Lendir, dan Isi Perut dengan Tuntas
Sumber bau terbesar sering berada di bagian yang terlewat: darah beku di sepanjang tulang belakang, lendir di kulit, dan sisa isi perut. Buang isi perut sampai bersih, lalu kerok lapisan hitam di sepanjang tulang punggung memakai pisau atau ujung sendok. Bilas ikan di bawah air dingin mengalir, bukan air yang ditampung, supaya darah dan lendir benar-benar terangkat. Untuk ikan berlendir tebal seperti bandeng, gosok permukaannya sambil dibilas hingga tidak terasa licin lagi. Pembersihan tuntas di tahap ini adalah fondasi utama untuk menghilangkan bau amis dengan sukses.
3. Lumuri Ikan dengan Perasan Jeruk Nipis
Asam sitrat dalam jeruk nipis bekerja menetralkan trimetilamina, senyawa utama penyebab bau amis. Caranya, balur ikan dengan perasan satu buah jeruk nipis, diamkan 10–15 menit, lalu bilas dengan air bersih. Jangan merendam terlalu lama karena asam yang terlalu lama menempel bisa membuat daging pucat dan bertekstur lembek. Sebagai langkah menghilangkan bau amis, jeruk nipis paling ampuh dipakai setelah ikan benar-benar bersih. Tidak punya jeruk nipis? Cuka dapur menggantikan perannya dengan baik — cukup satu sendok makan cuka yang dilarutkan dalam segelas air, lumurkan sebentar, lalu bilas.
4. Rendam Ikan dalam Larutan Air Garam
Rendaman air garam selama 10–15 menit membantu mengikat sisa lendir dan darah yang lolos dari pencucian. Siapkan larutan dari satu sendok makan garam per liter air, celupkan ikan, lalu bilas lagi dengan air bersih. Rendaman garam juga membantu menghilangkan bau amis sambil membuat daging lebih padat sehingga tidak mudah hancur saat digoreng, cocok untuk ikan kembung atau nila. Bisa digabungkan pula: rendam di air garam dulu, lanjut lumuri perasan jeruk nipis sebagai langkah penutup.
5. Gunakan Air Kapur Sirih untuk Bau Amis yang Parah
Untuk ikan dengan bau amis kuat seperti tongkol atau cakalang, air kapur sirih adalah trik para pedagang ikan. Campurkan satu sendok teh kapur sirih ke segelas air, aduk, lalu ambil air beningnya saja. Rendam ikan di air kapur itu selama 15–20 menit sebelum dibilas tuntas — pilihan ampuh menghilangkan bau amis yang sudah terlalu tajam. Sifat basanya menetralkan senyawa asam penyebab bau sekaligus membuat daging lebih awet bentuknya saat dimasak. Jangan berlebihan dengan takaran — kapur yang terlalu banyak justru meninggalkan rasa pahit di daging.
6. Balur Ikan dengan Tepung Beras atau Maizena
Tepung beras atau maizena bekerja seperti magnet yang menyerap lendir di permukaan ikan. Taburkan tepung ke ikan yang masih basah, gosok perlahan ke seluruh kulit, diamkan lima menit, lalu bilas. Lendir akan ikut terangkat bersama tepung dan ikan tidak lagi licin saat dibumbui. Cara ini populer untuk ikan laut bersisik seperti kerapu dan kakap yang kulitnya cenderung berlendir tebal. Untuk menghilangkan bau amis lewat tekstur, tepung memang paling praktis — bumbu lebih mudah meresap dan ikan tidak licin saat dibumbui.
7. Simpan Ikan dengan Benar jika Belum Segera Dimasak
Langkah menghilangkan bau amis jadi sia-sia kalau ikan ditunda tanpa pendinginan karena bau makin tajam. Kalau belum mau dimasak hari itu, keringkan ikan, bungkus dengan plastik food grade atau wadah kedap udara, lalu simpan di freezer. Sebagai gambaran, ini kisaran lama ikan tetap layak masak — dengan syarat ikan masih segar dan cara simpannya benar:
| Cara Penyimpanan | Suhu Umum | Lama Ikan Tetap Layak Masak |
|---|---|---|
| Suhu ruang | 25–30°C | Maksimal 2–3 jam |
| Chiller kulkas | 0–4°C | 1–2 hari |
| Freezer | −18°C atau lebih dingin | 2–3 bulan |
Semakin lama ikan menginap, semakin besar peluang bau amis muncul lagi meski sudah dibersihkan. Kulkas yang dinginnya tidak merata atau freezer yang sering bermasalah juga membuat ikan cepat rusak tanpa sadar. Kondisi kulkas di rumah ikut menentukan hasilnya, sama seperti saat menyimpan daging di freezer agar tahan lama.
Kesalahan yang Bikin Ikan Tetap Bau Amis
Kadang ikan tetap amis bukan karena triknya salah, tapi karena ada langkah yang terlewat. Cek apakah kamu melakukan salah satu kebiasaan ini saat menghilangkan bau amis:
-
Mencuci ikan dengan air hangat. Suhu hangat mempercepat kerja bakteri dan membuat daging lembek; yang dibutuhkan justru air dingin mengalir.
-
Melewatkan darah di tulang punggung. Bagian ini paling banyak menyimpan senyawa bau, tapi sering dianggap cukup dicuci biasa.
-
Menyimpan ikan mentah dan makanan matang di satu rak tanpa wadah tertutup. Cairan ikan mentah bisa menetes dan menularkan bau, bahkan bakteri, ke makanan lain.
-
Mengandalkan bumbu kuat untuk menutupi bau. Kunyit dan asam bisa menyamarkan sebentar, tapi kalau sumbernya masih ada, amis tetap terasa di suapan pertama.
-
Menunda memasak terlalu lama. Ikan yang sudah dibersihkan pun tetap punya batas waktu sebelum bau amis kembali.
Pertanyaan Umum seputar Bau Amis pada Ikan
Apakah jeruk nipis benar-benar menghilangkan bau amis?
Ya, tapi bukan sihir instan. Asam sitratnya menetralkan trimetilamina sehingga bau berkurang signifikan — bukan hilang seratus persen pada ikan yang sudah sangat tidak segar. Kombinasi terbaik tetap pembersihan tuntas dulu, baru perasan jeruk nipis sebagai langkah penutup. Untuk ikan yang masih segar, satu buah jeruk nipis biasanya sudah lebih dari cukup.
Apakah rendaman susu membantu menghilangkan bau amis?
Bisa, dan teknik ini layak dicoba saat menghilangkan bau amis pada ikan terasa belum tuntas. Rendam ikan di susu segar selama 20 menit sebelum dimasak karena protein susu mengikat senyawa penyebab bau sehingga daging jadi lebih netral. Teknik ini sering dipakai pada ikan beku yang bau amisnya lebih menyengat dibanding ikan segar. Sisa rendamannya buang saja karena sudah menampung bau dari ikan. Setelah itu, bilas ringan dan lanjutkan dengan bumbu seperti biasa.
Kenapa ikan dari freezer tetap bau amis setelah dicuci?
Bau pada ikan beku biasanya muncul karena penyimpanan terlalu lama atau proses mencairkan yang salah. Ikan yang dibiarkan mencair di suhu ruang semalaman memberi waktu bagi bakteri berkembang sebelum sempat dimasak. Cairkan ikan di dalam chiller kulkas atau rendam wadah tertutupnya di air dingin, lalu langsung olah begitu lunak. Aturan simpan-dingin-dan-cepat-diolah ini juga berlaku untuk telur agar tetap tahan lama.
Bagaimana menghilangkan bau amis di tangan dan peralatan dapur?
Gosok tangan dengan perasan jeruk nipis atau garam kasar sambil dibilas air dingin, lalu cuci dengan sabun seperti biasa. Untuk pisau dan talenan, cuci dengan air sabun lalu gosok memakai sisa kulit jeruk nipis. Wajan dan wadah yang menyerap bau bisa direndam air hangat campur cuka selama 15 menit sebelum dicuci seperti biasa.
Kenapa ikan goreng bisa amis lagi saat sudah dingin?
Bau amis yang muncul kembali biasanya bukan karena cara menghilangkan bau amis gagal, melainkan karena oksidasi lemak. Minyak bekas dan penyimpanan yang tidak tertutup mempercepat proses tersebut. Simpan ikan goreng dalam wadah kedap udara begitu menghangat, tumpuk maksimal dua lapis agar uap tidak mengembun, lalu panaskan ulang di teflon kering atau oven kecil, bukan microwave. Cara ini menjaga tekstur tetap renyah sekaligus membatasi bau rendah saat makanan menginap semalaman.
Ikan yang bau amisnya sangat tajam, masih layak dimasak?
Lebih baik tidak. Bau tajam yang menyertai daging lembek, mata cekung, dan insang kecokelatan adalah tanda ikan sudah membusuk, bukan sekadar kurang segar. Memasaknya dengan bumbu kuat tidak menghilangkan risiko keracunan makanan. Kalau bau amisnya ringan dan kondisi ikan masih bagus, langkah-langkah di atas biasanya sudah menyelesaikan masalah.
Panduan keamanan pangan resmi Food safety – WHO menekankan pentingnya suhu penyimpanan yang tepat untuk bahan mentah.
Intinya ada tiga hal yang perlu diingat: bersihkan sumber bau sampai tuntas, netralkan sisanya dengan asam atau air kapur. Lalu jaga ikan tetap dingin sampai saat dimasak, dan urutan itulah yang membuat ikan goreng atau sup ikan wangi tanpa jejak amis. Dengan urutan ini, menghilangkan bau amis tidak lagi memakan waktu lebih dari sepuluh menit.
Oh iya, ikan segar sekalipun bisa cepat rusak tanpa sadar kalau kulkas di rumah mulai tidak dingin merata. Mungkin saatnya cek koleksi kulkas terbaru di tiktak.id yang dirancang menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama.
Baca juga: 7 Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Tahan Lama dan Tidak Jamuran dan Resep Ayam Rica-rica Khas Sulawesi Utara.
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










