Bobby Nasution Enggan Tanggapi Usulan Copot Iparnya dari Kursi Wapres

TIKTAK.ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution enggan berkomentar banyak mengenai usulan Forum Purnawirawan TNI-Polri ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) agar Gibran Rakabuming Raka dicopot jabatannya dari Wakil Presiden RI.
Bobby yang merupakan kakak ipar Gibran Rakabuming Raka tersebut mengatakan bahwa usulan itu telah dijawab oleh berbagai pihak. Untuk itu, Bobby tidak mau lagi berkomentar tentang permasalahan tersebut.
“Saya rasa sudah dijawab itu ya, sudah dijawab,” ujar Bobby buru-buru, setelah menghadiri acara DPD IKA UNDIP Sumut, pada Sabtu (26/4/25), seperti dilansir CNN Indonesia.
Baca juga : Prabowo Ogah Dicap Dibohongi Menteri-menterinya
Seperti telah diberitakan, Forum Purnawirawan TNI-Polri pada Kamis (17/4/25) mengusulkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk mencopot Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Desakan tersebut dilakukan karena keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu sudah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.
Forum Purnawirawan TNI-Polri yang mengusulkan pencopotan Gibran terdiri dari beberapa tokoh senior, termasuk sebanyak 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel.
Baca juga : Cak Imin Sentil PAN yang Beri Sinyal Dukung Prabowo di Pilpres 2029
Adapun sejumlah tokoh yang turut menandatangani usulan ini yaitu Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) periode 1988-1993, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Kemudian merespons tuntutan tersebut, Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan, Wiranto menyebut Prabowo menghormati aspirasi yang disampaikan oleh Forum Purnawirawan TNI-Polri.
Namun Wiranto menyatakan Prabowo juga menyadari soal pentingnya memahami batasan kewenangan dalam sistem pemerintahan yang menganut prinsip Trias Politika.
Baca juga : Kaesang Ikut Buka Suara Soal Desakan Copot Gibran dari Wapres
“Beliau perlu mempelajari dulu isi dari pernyataan itu, isi dari usulan-usulan itu. Dipelajari satu per satu. Sebab, itu masalah-masalah yang tidak ringan, masalah yang sangat fundamental,” terang Wiranto dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Lebih lanjut, terkait keputusan Pemerintahan, Wiranto menegaskan, Prabowo tidak akan mengambil langkah hanya berdasarkan satu sumber informasi.
“Harus ada banyak sumber lain yang beliau dengarkan. Juga beliau memberi keputusan bukan hanya fokus kepada satu bidang, melainkan banyak bidang lain yang harus dipertimbangkan Presiden sebelum mengambil keputusan,” tutur Wiranto, mengutip Kompas.com.










