TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Bandingkan Sistem Pemilu, Peneliti BRIN: Proporsional Tertutup Lebih Baik

Bandingkan Sistem Pemilu, Peneliti BRIN: Proporsional Tertutup Lebih Baik

By Joni Sitohang
12 Juni 2023
250
0
Bandingkan Sistem Pemilu, Peneliti BRIN: Proporsional Tertutup Lebih Baik

TIKTAK.ID – Peneliti Ahli Utama pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro mengatakan bahwa Sistem Proporsional Tertutup alias Sistem Coblos Partai lebih baik digunakan dalam Pemilu di Indonesia ketimbang Sistem Proporsional Terbuka. Kesimpulan itu berdasarkan hasil kajian secara ilmiah atas penerapan Sistem Proporsional Terbuka dalam gelaran Pemilu 2019 lalu.

“Kebaikan Proporsional Terbuka masih kalah jauh daripada kebaikan Proporsional Tertutup. (Kesimpulan) ini sama sekali tak ada nuansa politik, ya, karena ini tahun politik. Ini merupakan hasil kajian setelah Pemilu 2019,” ujar Siti dalam webinar yang digelar Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, pada Rabu (7/6/23), seperti dilansir Republika.co.id.

Sebagai gambaran, jika dalam Sistem Proporsional Tertutup, pemilih hanya mencoblos partai. Pemenang kursi anggota dewan yaitu calon anggota legislatif (Caleg) dengan nomor urut teratas. Sistem yang bertumpu kepada partai tersebut dipakai sejak Pemilu 1955 hingga Pemilu 1999.

Baca juga : Soal Upaya Jegal Anies, Pengamat: Itu Biasa dan Pasti Ada dalam Politik

Sedangkan dalam Sistem Proporsional Terbuka, pemilih bisa mencoblos Caleg maupun partai yang diinginkan. Caleg dengan suara terbanyak pun berhak duduk di parlemen. Sistem yang menitikberatkan personal Caleg tersebut digunakan sejak Pemilu 2004 sampai Pemilu 2019.

Menurut Siti, kebaikan dari Sistem Proporsional Terbuka “kalah” bila dibandingkan dengan Proporsional Tertutup, usai dianalisis secara komprehensif menggunakan kriteria memadai. Salah satu kelemahan Sistem pr Proporsional Terbuka yakni terkait derajat keterwakilan konstituen terhadap anggota dewan.

Siti menjelaskan bahwa penerapan Proporsional Terbuka yang bertujuan memberikan ruang kepada pemilih supaya dapat mencoblos Caleg yang diinginkan, ternyata tidak terbukti. Argumen soal Sistem Proporsional Terbuka bakal mendorong pemilih untuk mencoblos wakilnya atas dasar preferensi atau pengetahuannya pun tidak terbukti.

Baca juga : Kaesang Muncul Bareng Giring Pakai Kaos PSI, Isu Maju Cawalkot Depok Kian Santer

“(Penyebabnya) karena sebagian besar pemilih sulit menentukan pilihan dan kurangnya preferensi yang dimiliki. Pada akhirnya, pemilih justru memilih lambang partai atau calon nomor urut satu,” jelas Siti.

Perlu diketahui, ukuran kertas suara dalam Sistem Proporsional Terbuka selebar koran lantaran banyaknya jumlah Caleg. Pada Pemilu 2019, di daerah pemilihan (Dapil) dengan jumlah kursi 10, misalnya, memiliki 160 Caleg DPR.

TagsBRINCapres 2024Pemilu 2024Pilpres 2024

Related articles More from author

  • Gerindra Ingin Prabowo Didampingi Khofifah di Pilpres 2024, Bagaimana Nasib Muhaimin?
    Nasional

    Gerindra Ingin Prabowo Didampingi Khofifah di Pilpres 2024, Bagaimana Nasib Muhaimin?

    11 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Tolak Tegas Usulan Tunda Pemilu, Hanura Tantang Cak Imin Buka-Bukaan Big Data
    Nasional

    Tolak Tegas Usulan Tunda Pemilu, Hanura Tantang Cak Imin Buka-Bukaan Big Data

    6 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Mahfud MD Jelaskan Pola Kecurangan Horizontal Pemilu Mirip Orde Baru yang Terjadi di 2024
    Nasional

    Mahfud MD Jelaskan Pola Kecurangan Horizontal Pemilu Mirip Orde Baru yang Terjadi di 2024

    19 Mei 2024
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Petinggi Majelis Rasulullah Titip Pesan ke Capres Prabowo

    30 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • maskapai Susi Air
    Nasional

    Ini Jawaban Susi Pudjiastuti Saat Ditanya Kesiapannya Nyapres 2024

    27 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024
    Nasional

    Pengamat: Elektabilitas Prabowo Murni Penilaian Publik, Bukan Pencitraan

    14 Oktober 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Anies: Wabah Covid-19 Nasional Lebih Bahaya dari Jakarta!
    Nasional

    Anies: Wabah Covid-19 Nasional Lebih Bahaya dari Jakarta!

  • Komedian Bopak Castello Kuliah Jurusan Hukum di Umur 53
    Selebriti

    Komedian Bopak Castello Kuliah Jurusan Hukum di Umur 53

  • Messi Akui Situasi Sulit Memaksanya Pergi dari Barcelona
    Olahraga

    Messi Akui Situasi Sulit Memaksanya Pergi dari Barcelona

  • Mengenal Karakter Danil di Serial 'Jack dan Danil' yang Diperankan Tanta Ginting
    Selebriti

    Mengenal Karakter Danil di Serial ‘Jack dan Danil’ yang Diperankan Tanta Ginting

  • Jokowi Beberkan Isi Pertemuan dengan Megawati: Soal Capres Hingga Koalisi PDIP
    Nasional

    Jokowi Beberkan Isi Pertemuan dengan Megawati: Soal Capres Hingga Koalisi PDIP

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.