TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Kesehatan
Home›Kesehatan›Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

By Adam Humain
15 Agustus 2026
0
0
Diabetes mellitus - kesehatan gula darah dan pankreas

Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan diagnosis atau konsultasi dengan dokter. Jangan mengubah obat atau pola makan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ketika kadar glukosa (gula) dalam darah terlalu tinggi. Kondisi diabetes melitus terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, tidak menggunakan insulin secara efektif, atau keduanya. Jika berlangsung lama, gula darah tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, dan jantung.

Diabetes melitus cukup umum dan dapat dialami berbagai kelompok usia. Namun, risiko meningkat pada orang dengan riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, atau pola makan yang kurang seimbang. Memahami kondisi ini membantu Anda melakukan pencegahan dan pemeriksaan lebih awal.

Apa Itu Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang membuat glukosa menumpuk di dalam darah. Padahal, glukosa dibutuhkan sel sebagai sumber energi. Pankreas menghasilkan insulin untuk membantu glukosa masuk ke sel. Saat insulin kurang atau tidak bekerja optimal, kadar gula darah meningkat.

Diabetes melitus tidak selalu menimbulkan keluhan pada tahap awal. Pada dasarnya, kondisi ini dapat dikelola dengan rencana yang berbeda untuk setiap orang. Karena itu, pemeriksaan berkala penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko. Informasi tentang pemeriksaan kesehatan lain dapat Anda baca dalam artikel mengenal cek kesehatan rutin dan panduan menjaga gula darah normal.

Apa Saja Jenis Diabetes Melitus?

Jenis diabetes melitus yang paling dikenal meliputi:

  • Diabetes tipe 1: sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin. Kondisi ini sering muncul sejak anak-anak atau remaja, tetapi dapat terjadi pada usia lain.
  • Diabetes tipe 2: tubuh mengalami resistansi insulin dan produksi insulin dapat menurun. Jenis ini merupakan bentuk yang paling banyak ditemukan.
  • Diabetes gestasional: kadar gula darah meningkat selama kehamilan. Kondisi ini perlu dipantau karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Selain itu, gangguan gula darah seperti prediabetes menunjukkan kadar glukosa lebih tinggi dari normal, tetapi belum memenuhi kriteria diabetes. Tahap ini dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup.

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes Melitus?

Penyebab diabetes melitus berbeda menurut jenisnya. Beberapa faktor berikut dapat berperan. Risiko diabetes melitus juga dipengaruhi kondisi kesehatan dan kebiasaan harian. Tidak semua faktor risiko dapat diubah, tetapi sebagian dapat dikelola.

1. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Pada diabetes tipe 1, respons imun yang keliru merusak sel beta pankreas. Akibatnya, tubuh menghasilkan sangat sedikit atau tidak menghasilkan insulin. Faktor genetik dan lingkungan diduga ikut berperan, tetapi penyebab tunggalnya belum selalu dapat ditentukan.

2. Resistansi insulin

Pada diabetes tipe 2, sel tubuh kurang merespons insulin. Pankreas kemudian bekerja lebih keras untuk menjaga gula darah tetap normal. Seiring waktu, kemampuan produksi insulin dapat menurun.

3. Kelebihan berat badan

Lemak tubuh berlebih, terutama di sekitar perut, berkaitan dengan meningkatnya resistansi insulin. Namun, diabetes juga dapat terjadi pada orang yang tidak mengalami obesitas. Berat badan hanyalah salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu.

4. Riwayat keluarga dan usia

Orang yang memiliki orang tua atau saudara dengan diabetes tipe 2 mempunyai risiko lebih tinggi. Risiko juga cenderung meningkat seiring usia, meskipun diabetes tipe 2 kini dapat ditemukan pada usia lebih muda.

Faktor risiko lain mencakup:

  • kurang aktivitas fisik;
  • tekanan darah tinggi atau gangguan kolesterol;
  • pernah mengalami diabetes gestasional;
  • sindrom ovarium polikistik (PCOS); dan
  • kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, kalori, atau lemak jenuh secara berlebihan.

Apa Saja Gejala Diabetes Melitus?

Gejala diabetes melitus dapat berkembang perlahan, khususnya pada tipe 2. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Sering haus dan sering buang air kecil

Gula darah tinggi dapat membuat ginjal bekerja lebih banyak untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini dapat menyebabkan lebih sering buang air kecil dan memicu rasa haus.

2. Mudah lapar dan mudah lelah

Glukosa yang tidak masuk ke sel secara efektif dapat membuat tubuh kekurangan energi. Anda mungkin merasa cepat lapar, lemas, atau sulit berkonsentrasi.

3. Penglihatan kabur dan luka sulit sembuh

Perubahan kadar gula dapat memengaruhi cairan pada lensa mata sehingga penglihatan tampak kabur. Sirkulasi dan fungsi kekebalan yang terganggu juga dapat memperlambat penyembuhan luka.

4. Kesemutan atau mati rasa

Kadar gula tinggi dalam waktu lama dapat merusak saraf. Keluhan sering muncul pada kaki atau tangan sebagai kesemutan, rasa terbakar, atau berkurangnya sensasi.

Sebagian orang tidak mengalami gejala jelas. Pada diabetes melitus, keluhan sering baru disadari setelah kadar gula meningkat cukup lama. Pemeriksaan menjadi penting bila Anda memiliki faktor risiko atau keluhan yang menetap.

Bagaimana Diagnosis Diabetes Melitus Dilakukan?

Untuk memastikan diabetes melitus, dokter menilai gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Tes yang dapat digunakan meliputi:

  1. Gula darah puasa, setelah tidak makan selama periode yang ditentukan.
  2. HbA1c, yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah sekitar dua sampai tiga bulan terakhir.
  3. Tes toleransi glukosa oral, dengan mengukur respons tubuh setelah konsumsi larutan glukosa.
  4. Gula darah sewaktu, terutama ketika terdapat gejala khas dan dokter membutuhkan penilaian segera.

Nilai diagnostik diabetes melitus perlu ditafsirkan tenaga kesehatan. Satu hasil pemeriksaan belum tentu cukup, sehingga dokter dapat menyarankan tes ulang atau pemeriksaan tambahan.

Bagaimana Cara Mencegah Diabetes Melitus?

Diabetes tipe 1 belum dapat dicegah dengan cara yang terbukti. Sementara itu, pencegahan diabetes melitus tipe 2 dapat dilakukan melalui kebiasaan berikut. Perubahan kecil yang konsisten biasanya lebih mudah dipertahankan daripada aturan yang terlalu ketat.

1. Menjaga pola makan seimbang

Pilih sayur, buah utuh, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang bervariasi. Batasi minuman manis, makanan ultra-proses, serta porsi berlebih. Anda tidak harus menghilangkan seluruh kelompok makanan, tetapi perlu mengatur jumlah dan frekuensinya.

2. Aktif bergerak secara rutin

Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang. Pedoman WHO menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot sesuai kondisi.

3. Mempertahankan berat badan yang sehat

Pada orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin. Target sebaiknya realistis dan dilakukan dengan pendampingan dokter atau ahli gizi bila diperlukan.

4. Tidak merokok dan membatasi alkohol

Merokok berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit pembuluh darah. Jika mengonsumsi alkohol, ikuti batas yang dianjurkan tenaga kesehatan. Pilihan paling aman bagi sebagian orang mungkin tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

5. Melakukan pemeriksaan berkala

Tanyakan kepada dokter kapan perlu memeriksa gula darah, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga, hipertensi, PCOS, atau pernah mengalami diabetes gestasional. Pencegahan diabetes melitus berjalan lebih baik bila dilakukan sebelum gejala muncul. Jika Anda sudah mengalami prediabetes, konsultasikan targetnya kepada dokter atau ahli gizi.

Baca juga panduan menjaga pola hidup sehat untuk ide kebiasaan harian yang lebih teratur.

Kesalahan Umum yang Justru Meningkatkan Risiko Diabetes Melitus

Beberapa kebiasaan yang tampak sepele justru dapat meningkatkan risiko diabetes melitus. Dengan mengenali pola ini, Anda dapat menghindarinya sebelum menjadi kebiasaan yang sulit diubah.

1. Mengandalkan minuman manis untuk mengatasi kelelahan

Minuman berpemanis, termasuk kopi dengan gula tambahan atau minuman kemasan, dapat menaikkan gula darah dengan cepat. Lonjakan ini biasanya diikuti penurunan energi sehingga Anda ingin mengonsumsinya lagi. Memilih air putih, infused water, atau teh tanpa gula merupakan alternatif yang lebih bersahabat untuk pencegahan diabetes melitus jangka panjang.

2. Melewatkan waktu makan lalu makan berlebihan di waktu berikutnya

Pola ini dapat membuat kadar gula darah tidak stabil. Saat lapar berlebih, Anda cenderung memilih makanan cepat saji yang tinggi kalori. Mengatur jadwal makan dengan porsi seimbang umumnya lebih mudah dipertahankan.

3. Bergeming lama tanpa peregangan

Duduk berjam-jam tanpa jeda aktif berkaitan dengan resistansi insulin. Berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan setiap satu sampai dua jam membantu menjaga metabolisme tetap aktif. Perubahan kecil seperti naik tangga dibanding lift juga turut memberi manfaat.

4. Mengabaikan pemeriksaan karena merasa “sehat”

Diabetes melitus sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Menunggu keluhan muncul berarti diagnosis baru ditegakkan saat kondisi sudah berlangsung lama. Pemeriksaan gula darah berkala, terutama bila Anda memiliki faktor risiko, membantu deteksi dini dan membuka peluang pencegahan yang lebih efektif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Diabetes Melitus

Apakah diabetes melitus bisa sembuh?

Hingga saat ini, diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 tidak disebut sembuh, tetapi dapat dikelola dengan baik. Kombinasi pola makan, aktivitas fisik, obat sesuai anjuran dokter, dan pemantauan rutin memungkinkan banyak penderita hidup sehat. Pada diabetes gestasional, kondisi umumnya membaik setelah melahirkan, tetapi riwayat ini meningkatkan risiko diabetes melitus di kemudian hari sehingga pemeriksaan lanjutan tetap penting.

Siapa saja yang perlu memeriksa gula darah lebih awal?

Orang dengan riwayat keluarga diabetes tipe 2, kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, PCOS, atau pernah mengalami diabetes gestasional disarankan membahas skrining lebih awal dengan dokter. Orang dengan gaya hidup kurang aktif dan pola makan tinggi gula juga termasuk kelompok yang perlu dipertimbangkan untuk pemeriksaan.

Apakah anak-anak bisa terkena diabetes melitus?

Ya, diabetes melitus tipe 1 paling sering terdiagnosis pada anak-anak dan remaja, tetapi diabetes tipe 2 juga meningkat pada usia muda, terutama dengan meningkatnya obesitas anak. Orang tua disarankan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan tumbuh kembang anak. Jika terdapat gejala seperti sering haus, buang air kecil meningkat, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, segera konsultasikan ke dokter.

Berapa batas gula darah yang perlu diwaspadai?

Batas pasti untuk menyebut diabetes melitus hanya dapat ditetapkan melalui interpretasi dokter berdasarkan hasil laboratorium. Sebagai gambaran umum, kadar gula darah puasa di atas 126 mg/dL pada pemeriksaan berulang atau HbA1c di atas 6,5% sering menjadi perhatian klinis. Angka ini bukan diagnosis mandiri dan tetap perlu dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera jadwalkan konsultasi jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada diabetes atau memiliki banyak faktor risiko. Dapatkan pertolongan segera bila muncul:

  • muntah terus-menerus, napas cepat, atau nyeri perut;
  • kebingungan, sangat mengantuk, atau sulit dibangunkan;
  • kelemahan mendadak, keringat dingin, dan gemetar;
  • dehidrasi berat atau tidak mampu minum; dan
  • luka kaki yang memerah, bengkak, bernanah, atau disertai demam.

Kesimpulan

Diabetes melitus merupakan gangguan gula darah yang dapat memengaruhi banyak organ. Kenali faktor risiko, lakukan pemeriksaan sesuai anjuran, dan terapkan pola makan seimbang serta aktivitas fisik rutin. Artikel ini bersifat informatif, bukan pengganti konsultasi dokter.

Ditinjau secara medis oleh dr. Nadia Prameswari, Sp.PD. Informasi kesehatan sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada dokter, terutama bila Anda sedang hamil, mengonsumsi obat, atau memiliki penyakit lain.

Referensi medis

Artikel ini disusun dengan merujuk pada sumber yang kredibel. Pembaca dapat menelusuri sumber utama pada tautan berikut.

  • World Health Organization: Diabetes
  • Kementerian Kesehatan RI: Diabetes Melitus
  • American Diabetes Association, Standards of Care in Diabetes
  • PubMed: Type 2 diabetes prevention and lifestyle intervention

Related articles More from author

Berita Menarik Lainnya

  • Kisah Haru dari Peru: Dihantui Ketakutan dan Putus Asa, Ibu dan Tiga Putrinya ini Rela Jalan Kaki 560 Kilometer 'Jauhi' Corona
    Internasional

    Kisah Haru dari Peru: Dihantui Ketakutan dan Putus Asa, Ibu dan Tiga Putrinya ini Rela Jalan Kaki 560 Kilometer ‘Jauhi’ Corona

  • TIKTAK.ID - Tips Hilangkan Kebiasaan Makan Berlebihan
    Tips & Tutorial

    Tips Hilangkan Kebiasaan Makan Berlebihan

  • Masuk TP3 Kasus Penembakan FPI, Amien Rais Beri Pesan Kapolri Anyar
    Nasional

    Masuk TP3 Kasus Penembakan FPI, Amien Rais Beri Pesan Kapolri Anyar

  • KPU Tegur Gibran Soal Gestur Ajak Bersorak Saat Debat Capres
    Nasional

    KPU Tegur Gibran Soal Gestur Ajak Bersorak Saat Debat Capres

  • Israel Kembali Gempur Jalur Gaza
    Internasional

    Israel Kembali Gempur Jalur Gaza

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.