
KSP Listyo Kawal Program Industrialisasi: Buka Lapangan Kerja Baru
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong industrialisasi dan percepatan hilirisasi agar semakin banyak industri baru tumbuh dan berkembang di tanah air. Langkah ini diyakini mampu membuka peluang lapangan kerja baru secara luas bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan penguatan regulasi, percepatan hilirisasi, dan pengembangan industrialisasi nasional, kita berharap ribuan bahkan ratusan ribu industri baru dapat tumbuh dan berkembang, sehingga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan secara luas,” ujar Listyo dalam keterangan resminya, Selasa (20/10) malam.
Dorongan Industrialisasi Nasional
Listyo menuturkan bahwa pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto akan konsisten mendorong industrialisasi nasional dengan sejumlah tujuan utama, yaitu:
- Memperkuat daya saing ekonomi Indonesia
- Meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri
- Menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya
Selain itu, ia menegaskan pemerintah juga tidak akan berhenti pada aspek pertumbuhan industri semata. Upaya menjaga keberlangsungan usaha, mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK), serta memperkuat perlindungan hak-hak pekerja menjadi perhatian yang tak kalah penting dalam agenda ini.
Tiga Pilar Keberhasilan Industrialisasi
Menurut Listyo, keberhasilan program industrialisasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia menyebut setidaknya ada tiga penopang utama yang harus hadir, yakni tenaga kerja yang kompeten, industri yang berdaya saing, dan hubungan industrial yang harmonis.
Untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan sinergi yang kuat antara tiga unsur utama: pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Sinergi ini dinilai penting agar pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja — bukan saling melepas tanggung jawab.
Peningkatan Keterampilan Pekerja jadi Kunci
Listyo juga menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan pekerja sebagai bagian integral dari pengembangan industri bernilai tambah. Menurutnya, SDM yang unggul akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
Ia menekankan bahwa agenda industrialisasi ini perlu berjalan beriringan dengan tiga hal: peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perlindungan tenaga kerja, dan kesejahteraan pekerja Indonesia. Dengan kata lain, pertumbuhan industri tidak boleh mengorbankan nasib buruh.
Dalam kesempatan yang sama, Listyo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyatukan langkah demi mewujudkan cita-cita besar bangsa.
“Mari kita satukan tekad, perkuat sinergi, dan terus berkarya untuk wujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Program industrialisasi dan hilirisasi ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Baca juga: program hilirisasi mineral Indonesia dan prospek ekonomi Indonesia 2025.
Kebijakan penguatan industri ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah. Dukungan regulasi yang kuat dipandang sebagai kunci agar investasi dan pengembangan industri baru dapat berjalan lancar. Simak juga pemberitaan lain seputar kebijakan ekonomi pemerintah di situs ini.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










