TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PAN Bela Prabowo Soal Data Pertahanan RI

PAN Bela Prabowo Soal Data Pertahanan RI

By Joni Sitohang
13 Januari 2024
274
0
PAN Bela Prabowo Soal Data Pertahanan RI

TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengaku setuju dengan Capres Prabowo Subianto yang tidak mengungkapkan secara terbuka data sistem pertahanan nasional dalam Debat Ketiga Pilpres 2024. Dia menganggap sikap Prabowo sudah berhati-hati karena data itu berkaitan dengan kepentingan nasional.

Yandri mengatakan Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanannya dalam sesi debat. Dia pun memuji Prabowo yang tidak sembarangan mengobral data pertahanan yang bersifat rahasia.

“Karena ini menyangkut kepentingan nasional, maka perlu hati-hati dalam mengekspose permasalahan ini,” ujar Yandri dalam keterangan pers pada Senin (8/1/24), seperti dilansir Republika.co.id.

Baca juga : Politisi PAN Tuding Anies Merasa Paling Bermoral tapi Kritiknya Jauh dari Moralitas

Yandri lantas mengungkapkan keprihatinannya terhadap Capres lain yang mengindikasikan data pertahanan negara tak perlu dirahasiakan. Yandri menilai tindakan itu berbahaya, lantaran menganggap data pertahanan nasional tidak perlu dijaga kerahasiaannya.

“Sangat berisiko bila ada calon presiden yang merasa bahwa data mengenai pertahanan nasional tidak harus dijaga kerahasiaannya. Calon seperti ini mestinya tidak pantas menjadi presiden,” ucap Yandri.

Kemudian Yandri menyebut Prabowo terus berkomitmen memperbaiki sektor pertahanan Indonesia. Yandri sendiri meyakini Prabowo mampu melakukannya dengan lebih optimal jika terpilih sebagai Presiden Indonesia.

Baca juga : Hasto Tegaskan Jokowi Tak Diundang di HUT PDIP, Kenapa?

“Kami sudah melihat berulang kali Prabowo mengungkapkan bahwa kita harus menjaga ketangguhan kita, tak boleh rentan terhadap tekanan. Untuk itu, peningkatan kualitas pertahanan nasional menjadi suatu keharusan,” tegas Yandri.

Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah menyampaikan bahwa Prabowo selaku Menhan tak bisa sembarangan membuka data Kemenhan kepada publik, lantaran mengandung informasi yang bersifat rahasia.

Rezasyah menyatakan Prabowo pasti punya akses ke data tersebut sehingga memahami dengan jelas kalau data tersebut berkarakter konfidensial.

Baca juga : Begini Tanggapan Jokowi Usai Disentil Anies Saat Debat Lawan Prabowo

“Prabowo pasti memiliki data, dan dia dengan jelas menganggap data tersebut bersifat rahasia. Sebenarnya, dia bisa saja memutuskan untuk membagi data tersebut menjadi dua bagian, yaitu yang dapat diakses oleh publik dan yang harus tetap tertutup di dalam negeri,” terang Rezasyah.

Untuk diketahui, Capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan beberapa kali mengkritik kebijakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) oleh Prabowo yang masih menjabat Menhan dalam sesi debat Capres. Kedua Capres rival Prabowo tersebut juga kompak mengkritik proses perencanaan pertahanan Kementerian Pertahanan sampai masalah kesejahteraan prajurit TNI.

Namun Prabowo mengeklaim data yang disampaikan oleh Ganjar dan Anies keliru. Prabowo pun mengaku siap transparan, tapi mengajak keduanya bertemu di luar sesi debat. Dia berpendapat membahas masalah internal pertahanan negara tidak pantas dilakukan secara terbuka.

Baca juga : Tegaskan Dirinya Tak Masuk TKN, Gus Miftah: Saya dan Prabowo Hubungan Tanpa Status

Menanggapi ajakan Prabowo, calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD berpandangan bahwa data pertahanan yang dibuka oleh calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo bukanlah data rahasia negara.

Menurut Mahfud, Ganjar justru meminta Prabowo yang saat ini masih menjabat Menteri Pertahanan membuka data terkait anggaran belanja pertahanan yang bisa diakses publik, salah satunya lewat situs Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

“Menurut saya, ndak ada rahasia negara yang diminta dibocorkan kemarin,” kata Mahfud ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/1/24).

Baca juga : Kubu AMIN Ingatkan Jokowi usai Temui Elite Parpol Pengusung Prabowo-Gibran

“Rahasia negara itu, misalnya, temuan intelijen, rencana intelijen, rencana penyerangan, rahasia tentang tempat-tempat vital. Nah, itu namanya rahasia negara,” ujar Menko Polhukam yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan ini.

TagsMenteri PertahananPANPemilu 2024Pilpres 2024Prabowo

Related articles More from author

  • Petinggi PPP Tuding Sandiaga Uno yang Kebelet dan Nafsu Pindah Partai
    Nasional

    Petinggi PPP Tuding Sandiaga Uno yang Kebelet dan Nafsu Pindah Partai

    10 Januari 2023
    By Joni Sitohang
  • Cak Imin: Jika Prabowo-Ganjar Maju Pilpres, Koalisi KIR Bubar
    Nasional

    Cak Imin: Jika Prabowo-Ganjar Maju Pilpres, Koalisi KIR Bubar

    19 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • FormasNU Nilai Gibran Suul Adab, Apa Maksudnya?
    Nasional

    FormasNU Nilai Gibran Suul Adab, Apa Maksudnya?

    26 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • PSI: Ganjar-Prabowo Belum Tentu Rival, Siapa Tahu Jadi Duet
    Nasional

    PSI: Ganjar-Prabowo Belum Tentu Rival, Siapa Tahu Jadi Duet

    8 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Prabowo Perkenalkan 3 Anggota Keluarga yang Baru Diadopsinya
    Nasional

    Prabowo Perkenalkan 3 Anggota Keluarga yang Baru Diadopsinya

    14 September 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Wamenhan, Wahyu Sakti Trenggono
    Nasional

    Bertemu Wamenhan, Prabowo: Kamu yang Kerja, Aku yang Tidur

    25 Oktober 2019
    By Rusli Qomar

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mahfud MD Tanggapi Said Aqil yang Desak Larangan Buka Puasa Bersama Pejabat Dicabut
    Nasional

    Mahfud MD Tanggapi Said Aqil yang Desak Larangan Buka Puasa Bersama Pejabat Dicabut

  • Menkumham Beri Demokrat Kubu Moeldoko Waktu Tujuh Hari Lengkapi Dokumen
    Nasional

    Menkumham Beri Demokrat Kubu Moeldoko Waktu Tujuh Hari Lengkapi Dokumen

  • Diisi Tokoh Lama, Front Persaudaraan Islam Klaim Tak Berkorelasi dengan FPI Rizieq
    Nasional

    Diisi Tokoh Lama, Front Persaudaraan Islam Klaim Tak Berkorelasi dengan FPI Rizieq

  • Survei JRC: Risma-Anies-Ahmad Riza Pimpin Elektabilitas Pilkada DKI Mendatang
    Nasional

    Survei JRC: Risma-Anies-Ahmad Riza Pimpin Elektabilitas Pilkada DKI Mendatang

  • Jokowi Dinilai Cawe-cawe Pilpres 2024, Rocky Gerung: Untuk Beri Jalan Oligarki
    Nasional

    Jokowi Dinilai Cawe-cawe Pilpres 2024, Rocky Gerung: Untuk Beri Jalan Oligarki

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.