TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pengamat: SBY-Mega Tak Harmonis, Demokrat Lebih Mungkin Merapat ke Prabowo

Pengamat: SBY-Mega Tak Harmonis, Demokrat Lebih Mungkin Merapat ke Prabowo

By Joni Sitohang
6 September 2023
458
0
Pengamat: SBY-Mega Tak Harmonis, Demokrat Lebih Mungkin Merapat ke Prabowo

TIKTAK.ID – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menduga Partai Demokrat lebih condong untuk bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto, setelah menarik dukungan dari Anies Baswedan.

Burhanuddin menilai peluang Demokrat untuk merapat ke PDIP yang sudah mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres lebih kecil, akibat terganjal hubungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Jadi potensi Demokrat untuk bergabung memang lebih besar ke arah Pak Prabowo. Walaupun lagi-lagi kita perlu lebih sabar untuk menunggu pergerakan Partai Demokrat ke depan,” ujar Burhanuddin dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Minggu (3/9/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Terkait Deklarasi Anies-Cak Imin, Begini Tanggapan Ganjar Pranowo

Namun Burhanuddin menegaskan bahwa ada langkah yang harus dipenuhi Demokrat bila memutuskan bergabung dengan salah satu dari dua koalisi itu. Dia menyebut Demokrat harus mengubah narasi perubahan yang selama ini disuarakan.

Burhanuddin menjelaskan bahwa Prabowo yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PAN maupun Ganjar sama-sama menjadi bagian dari Pemerintah Presiden Joko Widodo. Padahal Demokrat selama ini menyuarakan narasi perubahan dengan mengusung Anies Baswedan yang berasal dari luar Pemerintahan untuk menjadi calon presiden.

“Misalnya masuk ke dalam salah satu koalisi pendukung Pemerintah, berarti Partai Demokrat harus melakukan packaging ulang terhadap narasi perubahan yang selama ini sudah mereka suarakan,” tutur Burhanuddin.

Baca juga : Pengamat Nilai Koalisi Pendukung Anies Lebih Kuat Bersama PKB Ketimbang Demokrat

Menurut Burhanuddin, partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut sebetulnya masih punya alternatif lain usai berpisah dari Partai NasDem dan PKS. Dia menyatakan Partai Demokrat bisa membentuk poros baru bersama PPP dan PKS seperti yang dicita-citakan Sandiaga Uno.

Akan tetapi, Burhanuddin memprediksi opsi itu cukup sulit terwujud, karena PKS masih berat meninggalkan Koalisi Perubahan. Pasalnya, basis massa PKS adalah pendukung Anies Baswedan, sehingga terlalu berisiko kalau PKS malah pindah gerbong dengan mengusung Capres baru.

“PKS ini basis massanya sudah terlalu Anies. Jadi bila mereka mengusung Capres baru bersama Demokrat, tentu akan menimbulkan bumerang dari kalangannya sendiri,” jelas Burhanuddin.

Baca juga : Anies Tegaskan Hormati Keputusan Demokrat Tinggalkan Koalisi Perubahan

Burhanuddin melanjutkan bahwa Partai Demokrat juga semakin berisiko jika memutuskan tidak mengusung siapa pun dalam Pilpres 2024. Dia memaparkan bahwa berdasarkan UU Pemilu, partai yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon bisa dijatuhi sanksi tidak mengikuti Pemilu berikutnya jika tidak mengajukan Capres-Cawapres.

TagsDemokratGolkarPANPemilu 2024Pilpres 2024PrabowoSBYSusilo Bambang Yudhoyono

Related articles More from author

  • Kader Nasdem Ramai-ramai Usulkan Ganjar Jadi Capres Nasdem, Begini Kata PDIP
    Nasional

    Kader Nasdem Ramai-ramai Usulkan Ganjar Jadi Capres Nasdem, Begini Kata PDIP

    19 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • 17 Juta Lapangan Kerja Baru Jadi Target Ganjar-Mahfud Lewat Hilirisasi dan Industrialisasi
    Nasional

    17 Juta Lapangan Kerja Baru Jadi Target Ganjar-Mahfud Lewat Hilirisasi dan Industrialisasi

    20 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Cak Imin Tetap Yakin Dirinya Bakal Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
    Nasional

    Cak Imin: Saya Tetap Dukung Prabowo Meski Tak Dipilih Jadi Cawapres, Tapi…

    31 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    MK Disebut Akan Putuskan Sistem Pemilu Tertutup, SBY Ingatkan Potensi ‘Chaos’

    30 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Setuju Luas Kompleks Istana Presiden 100 Hektare
    Nasional

    Begini Pandangan Prabowo, Ganjar, Anies dan Ridwan Kamil Soal Pemindahan IKN

    10 Februari 2022
    By Joni Sitohang
  • LPJ Anies yang Diwarnai Aksi Walk-Out dan Hujan Interupsi Tetap Disahkan DPRD DKI
    Nasional

    LPJ Anies yang Diwarnai Aksi Walk-Out dan Hujan Interupsi Tetap Disahkan DPRD DKI

    10 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Politikus Senior Nasdem Bahas Peluang Jika Jokowi Jadi Cawapres Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
    Nasional

    Politikus Senior Nasdem Bahas Peluang Jika Jokowi Jadi Cawapres Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

  • KIB Sindir Balik NasDem yang Belum Dapat Rekan Koalisi
    Nasional

    PPP Sebut Zulhas Offside Soal Dukung Ganjar-Erick, PAN: Justru Mas Rommy Kartu Merah

  • PDIP Tegaskan Suami Puan Tak Terlibat Kasus Korupsi BTS dan Tidak Ada Aliran Dana ke Partai
    Nasional

    PDIP Tegaskan Suami Puan Tak Terlibat Kasus Korupsi BTS dan Tidak Ada Aliran Dana ke Partai

  • Politikus PDIP Ungkap Andika Perkasa dan Yaqut Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar
    Nasional

    Politikus PDIP Ungkap Andika Perkasa dan Yaqut Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar

  • Ini 4 Rekomendasi Ombudsman ke Jokowi Usai Temuan Penyimpangan TWK KPK
    Nasional

    Ini 4 Rekomendasi Ombudsman ke Jokowi Usai Temuan Penyimpangan TWK KPK

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.