TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›MUI Bela ACT, Gara-gara ACT Giat Sumbang Uang dan Kendaraan untuk Ulama?

MUI Bela ACT, Gara-gara ACT Giat Sumbang Uang dan Kendaraan untuk Ulama?

By Joni Sitohang
7 Juli 2022
480
0
Sesalkan Pagelaran Wayang Gus Miftah, MUI: Ini Dakwah yang Kontraproduktif

TIKTAK.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mendapat sorotan lantaran aksi kerja samanya dengan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Hal itu terkait anjuran MUI yang pada 2021 lalu meminta publik agar percaya dalam memberi sedekah melalui ACT, untuk selanjutnya dikelola.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan Majalah Tempo, ACT sendiri diduga melakukan penyelewengan dana sumbangan dari masyarakat.

Pada 2021, MUI dan ACT berkolaborasi dengan menyelenggarakan program Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia dalam hal pengumpulan dana. Program tersebut merupakan gerakan nasional yang dananya bakal disalurkan kepada para dai atau ulama di beberapa daerah.

Baca juga : Kemensos Tegaskan Siap Cabut Izin ACT Jika Terbukti Selewengkan Donasi

Situs resmi ACT menyatakan terdapat 14.000 penerima manfaat dari program yang digalakkan secara nasional tersebut. Adapun bantuan diberikan, karena sejumlah dai atau ulama dianggap layak untuk memperoleh bantuan, sebagai imbas dari Covid-19.

Saat itu, mantan Presiden ACT, Ahyudin menyebut ulama adalah orang yang harus dimuliakan. Bantuan dan beberapa prorgam yang telah berjalan sejak 15 September 2021 itu, berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan para dai. Mulai dari makanan, kendaraan, perlengkapan mengajar, pengembangan kapasitas, hingga renovasi tempat tinggal.

Menurut Ahyudin, pihaknya terus memperhatikan upaya pemberian bahan makanan untuk para dai berupa beras dan sembako. Dia menilai hal itu supaya para dai tidak berhenti berdakwah.

Baca juga : PPATK Temukan Dugaan ACT Alirkan Dana ke Teroris, Densus 88 Bergerak

”Kami berikhtiar dalam membantu kebutuhan-kebutuhan untuk kendaraan. Sebab, masih banyak para dai yang memerlukan kendaraan untuk berdakwah, khususnya dai yang berada di pedalaman,” terang Ahyudin, seperti dikutip IDN Times dari laman resmi MUI.

MUI sendiri mendukung adanya program tersebut. Senada dengan ACT, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis menyatakan keadaan pandemi Covid dikhawatirkan membuat banyak dai yang mengalami krisis ekonomi.

Terlebih, Cholil mengklaim para dai tidak pernah memberi tarif ketika mengisi sebuah acara keagamaan. Dia juga menganggap para dai tidak pernah meminta kebutuhannya terpenuhi karena mereka punya harga diri. Oleh sebab itu, Cholil menyebut masyarakat seharusnya memperhatikan kebutuhan para dai, sehingga tidak berhenti memberi dakwah pada masyarakat.

Baca juga : Jokowi Minta Polri Fokus Soal Pemindahan Ibu Kota dan Pengawalan Pemilu 2024

“Hal seperti ini sering kali dilakukan oleh teman-teman saya yang dai agama. Mereka memiliki keahlian dalam bidang membaca Alquran, tapi memilih untuk berhenti berdakwah, karena mengalami kesulitan dalam hal ekonomi. Hal ini sekaligus menjadi dakwah bilhal, dalam artian secara nyata kami membantu dai agar terus berdakwah,” tutur Cholil.

Cholil pun mengajak masyarakat atau lembaga lainnya supaya membantu program pengumpulan dana tersebut dengan berinfak atau memberi sedekah, yang nantinya dikelola lembaga ACT dengan bekerja sama melalui majelis taklim, masjid, dan pondok pesantren.

Cholil menjelaskan, ACT merupakan lembaga yang bisa dipercaya, dan memiliki jaringan luas yang bisa dimaksimalkan untuk membantu kalangan ulama.

Baca juga : Pernah Kerja Sama dengan Pemprov DKI, Apa Kata Anies Soal ACT Terkini?

“ACT juga punya kriteria dai yang harus dibantu seperti apa. Kriteria dai yang harus dibantu yakni fakir dan miskin, terlebih lagi harus seorang dai. Selain itu, guru ngaji dan imam-imam salat rawatib yang kesulitan dalam ekonominya harus dibantu,” ungkapnya.

TagsACTAksi Cepat TanggapMUIUlama

Related articles More from author

  • PBNU dan MUI Kompak Serukan Boikot Israel di Semua Bidang
    Nasional

    PBNU dan MUI Kompak Serukan Boikot Israel di Semua Bidang

    9 Oktober 2024
    By Joni Sitohang
  • Yahya Staquf Respons Tudingan 'Kemenag Intervensi Muktamar NU'
    Nasional

    PBNU Dukung Miftachul Akhyar Mundur dari MUI

    16 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Datangi Ponpes di Madura, Anies Dapat Restu Ulama dan Habaib untuk Nyapres
    Nasional

    Datangi Ponpes di Madura, Anies Dapat Restu Ulama dan Habaib untuk Nyapres

    20 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Soal Kriteria Penceramah Radikal, MUI ke BNPT: Blunder!
    Nasional

    Soal Kriteria Penceramah Radikal, MUI ke BNPT: Blunder!

    10 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Isu Pembubaran MUI Menguat, Begini Saran DPP Nasdem ke MUI
    Nasional

    Isu Pembubaran MUI Menguat, Begini Saran DPP Nasdem ke MUI

    26 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Anggap Terowongan Istiqlal-Katedral ala Jokowi Tak Berguna, MUI Usul Mending Tembus Monas dan Pasar Baru Saja
    Nasional

    Anggap Terowongan Istiqlal-Katedral ala Jokowi Tak Berguna, MUI Usul Mending Tembus Monas dan Pasar Baru Saja

    19 Februari 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gerindra Bulat Capreskan Prabowo, Sandiaga Bakal Pindah Partai?
    Nasional

    Gerindra Bulat Capreskan Prabowo, Sandiaga Bakal Pindah Partai?

  • Apriyani Ungkap Makna Cium Tangan Greysia Saat Olimpiade Tokyo
    Olahraga

    Apriyani Ungkap Makna Cium Tangan Greysia Saat Olimpiade Tokyo

  • Waduh! IDI Ungkap Angka Kematian Covid-19 dari Data RS Dua Kali Lipat Data Pemerintah Pusat
    Nasional

    Waduh! IDI Ungkap Angka Kematian Covid-19 dari Data RS Dua Kali Lipat Data Pemerintah Pusat

  • PDIP dan Istana Buka Suara Soal Kabar Jokowi Minta Bertemu Megawati
    Nasional

    PDIP dan Istana Buka Suara Soal Kabar Jokowi Minta Bertemu Megawati

  • Yusril Sebut Putusan MK Bikin Aturan Jabatan Polisi Aktif Sah Secara Hukum
    Nasional

    Yusril Sebut Putusan MK Bikin Aturan Jabatan Polisi Aktif Sah Secara Hukum

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.