TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Azyumardi Azra Soal PJ Gubernur dan Wali Kota: Demokrasi Makin Cacat, Merajalela Cukongisme

Azyumardi Azra Soal PJ Gubernur dan Wali Kota: Demokrasi Makin Cacat, Merajalela Cukongisme

By Joni Sitohang
24 Mei 2022
501
0
Azyumardi Azra Soal PJ Gubernur dan Wali Kota: Demokrasi Makin Cacat, Merajalela Cukongisme

TIKTAK.ID – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, buka suara terkait penunjukan penjabat (Pj) gubernur dan wali kota saat ini. Azyumardi menilai penunjukan itu menjadi kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

Menurut Azyumardi, Indonesia memiliki sistem otonomi daerah. Akan tetapi, kata Azyumardi, penunjukan penjabat tersebut malah dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

“Demokrasi kita ini semakin cacat dengan adanya proses resentralisasi,” ujar Azyumardi dalam acara peringatan dan refleksi 24 tahun Reformasi di Jakarta Selatan pada Sabtu (21/5/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Usai Gus Yahya Temui Kiai Jatim, Giliran Cak Imin Kumpulkan Ribuan Ulama-Habaib

Kemudian Azyumardi mengatakan bahwa sentralisasi merupakan permasalahan utama Indonesia selama berpuluh tahun. Untuk itu, dia menyebut masyarakat memperjuangkan Reformasi pada 1998 silam.

Azyumardi lantas mengklaim salah satu buah Reformasi adalah otonomi daerah. Dia pun menyayangkan kemunduran dengan penunjukan penjabat daerah itu.

“Hal ini bertolak belakang dengan Reformasi. Jika kita belajar dari sejarah, sentralisasi itulah yang kuat dijadikan perlawanan,” tutur Azyumardi.

Baca juga : Pengamat Soal Jokowi Hadiri Rakernas Projo: Kode Keras Dukung Ganjar

“Apakah dalam bentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) atau dalam bentuk perlawanan Daud Beureh, termasuk Permesta. Tapi sepertinya kita sudah amnesia, tidak ingin belajar dari sejarah,” sambung Azyumardi.

Azyumardi menilai demokrasi di Indonesia harus direformasi, lantaran kini terus mengalami kemunduran. Dia juga berharap agar Reformasi kali ini dapat dilakukan dengan damai.

“Demokrasi kita harus direformasi, karena demokrasi kita semakin koruptif, mahal, dan semakin merajalela praktik cukongisme,” tegas Azyumardi.

Baca juga : Jokowi Tegaskan Akan Ajak Musyawarah Seluruh Relawan Putuskan Capres 2024

“Jadi kita sekarang perlu adanya Reformasi jilid II yang damai,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sudah melantik lima penjabat (Pj) gubernur untuk lima provinsi pada Kamis (12/5/22) lalu. Penunjukan penjabat gubernur di sejumlah daerah tersebut dilakukan supaya tidak terjadi kekosongan kekuasaan, usai masa jabatan kepala daerah tersebut habis.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sempat meminta jajaran menterinya agar menyiapkan penjabat pengganti gubernur, bupati, dan wali kota yang masa jabatannya habis pada 2022. Jokowi memaparkan, tahun ini terdapat 101 pengganti kepala daerah yang mesti disiapkan dengan rincian 7 gubernur, 76 bupati, dan 18 wali kota.

TagsAzyumardi Azra

Related articles More from author

  • Sorot Kemunduran Demokrasi dan Kuasa Oligarki, Puluhan Tokoh Pendukung Jokowi Tolak Pemindahan IKN Lewat Petisi
    Nasional

    Cendekiawan Sebut Jokowi Bakal Jadi ‘Bebek Lumpuh’ Usai Pilpres 2024, Maksudnya?

    27 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Begini Respons Ahok Usai Direksi Pertamina Disunat Erick Thohir
    Nasional

    Wow! Benarkah Munculnya Usulan Super Holding BUMN Bertujuan Jadikan Ahok sebagai CEO-nya?

    24 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Anies Ridwan Kamil dan Wahidin Mangkir Rapat Banjir
    Nasional

    Mangkir Rapat Bahas Banjir di DPR, Anies, Ridwan Kamil dan Wahidin Dicap Tak Punya Hati

    26 Februari 2020
    By Adam Humain
  • Penyatuan Tanah Gusuran Ahok dan Tanah dari Rumah Pengasingan Bung Karno di IKN Nusantara
    Nasional

    Mantan Anak Buah Anies Yakin Proyek IKN Bakal Mangkrak seperti Hambalang, Apa Sebabnya?

    20 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
    Nasional

    Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    14 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Sufmi Dasco Ahmad Soal Sandiaga Jadi Ketum Gerindra
    Nasional

    Gerindra Tegaskan Sudah Koalisi dengan PKB Untuk Pilpres 2024

    3 Juli 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gerilya Juventus Gaet Sandro Tonali, MU Terancam Gigit Jari?
    Olahraga

    Gerilya Juventus Gaet Sandro Tonali, MU Terancam Gigit Jari?

  • Bungkam Nyinyiran Anak Buah Hendropriyono di PKPI, Demokrat Rilis 12 Fakta Prestasi SBY
    Nasional

    Bungkam Nyinyiran Anak Buah Hendropriyono di PKPI, Demokrat Rilis 12 Fakta Prestasi SBY

  • Ketua NU dan Muhammadiyah Jatim Doakan Demokrat dan AHY untuk 2024
    Nasional

    Ketua NU dan Muhammadiyah Jatim Doakan Demokrat dan AHY untuk 2024

  • MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak
    Nasional

    MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak

  • PAN Minta Menteri Jokowi Mundur jika Jabat Kepala Otorita IKN
    Nasional

    PAN Minta Menteri Jokowi Mundur jika Jabat Kepala Otorita IKN

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.