TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Mantan Pejabat Pentagon Akui AS Kalah dari China Soal Kecerdasan Buatan

Mantan Pejabat Pentagon Akui AS Kalah dari China Soal Kecerdasan Buatan

By Bagas F Sinaga
14 Oktober 2021
497
0
Mantan Pejabat Pentagon Akui AS Kalah dari China Soal Kecerdasan Buatan

TIKTAK.ID – Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin sebelumnya mengakui bahwa China adalah saingan utama AS untuk mengembangkan program kecerdasan buatan (AI); namun, seorang mantan pejabat pertahanan AS kini mengatakan bahwa Washington telah dikalahkan Beijing terkait pengembangan program AI.

Seorang mantan Kepala Bagian Perangkat Lunak yang bekerja di Departemen Pertahanan AS (DoD) mengindikasikan bahwa China telah mengalahkan AS dalam hal kecerdasan buatan, menggarisbawahi bahwa kurangnya dukungan dari Badan Pemerintah memainkan peran besar dalam kemunduran pengembangan perangkat AI tersebut, seperti yang dilansir Sputniknews, Rabu (13/10/21).

Nick Chaillan menjabat sebagai Chief Software Officer Angkatan Udara AS, pada Mei 2019. Ia berhenti dari jabatannya pada awal September, dan menulis postingan berapi-api di LinkedIn-nya yang merinci alasan pengunduran dirinya.

Salah satu poin utama Chaillan dalam postingannya itu adalah pernyataannya bahwa pimpinan senior dalam Badan tersebut gagal bertindak saat dibutuhkan, dan bahwa ada kekurangan dana yang sangat menghambat proyek.

Menyinggung kemampuan China yang melampaui AS, Chaillan baru-baru ini menyampaikan kepada Financial Times bahwa AS sedang bergerak menuju kondisi yang “tidak memiliki peluang untuk bertarung, bersaing melawan China”.

“Kami tidak memiliki peluang bertarung melawan China dalam 15 hingga 20 tahun ke depan,” katanya kepada outlet tersebut. “Saat ini, itu sudah menjadi kesepakatan; persaingan itu sudah berakhir menurut saya.”

Ia menggambarkan beberapa sistem pertahanan dunia maya AS sebagai “tingkat taman kanak-kanak”.

Lebih lanjut ia menyarankan bahwa apa yang disebutnya sebagai perilaku stagnan yang ditunjukkan oleh raksasa teknologi seperti Google telah berkontribusi pada masalah tersebut.

Pernyataan Challian sebagian besar merujuk poin-poin yang dia buat dalam postingan di LinkedIn bulan September, yang merinci keyakinannya bahwa pejabat senior di Pentagon menghalangi pekerjaan agensi dengan menunjuk individu yang mengawasi program perangkat lunak yang tidak memiliki pengetahuan di lapangan.

“Departemen Pertahanan harus berhenti berpura-pura bahwa mereka ingin orang-orang industri datang dan membantu, jika mereka tidak akan membiarkan mereka melakukan pekerjaan itu. Sementara kita membuang-buang waktu dengan birokrasi, musuh kita bergerak lebih jauh ke depan,” kata Chaillan saat itu.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin pada Juli lalu mengakui bahwa China adalah “tantangan terbesar” AS dalam hal pengembangan AI, tetapi menambahkan bahwa Washington akan “bersaing untuk menang” dengan “cara yang benar”. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa AS tidak akan “mengambil jalan pintas terhadap keselamatan, keamanan, atau etika”.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniChinaKecerdasan BuatanKonflik AS-ChinaPejabat Pentagon

Related articles More from author

  • Trump: Jika Tuduhan Kami Benar, Joe Biden Tak Bisa Jadi POTUS
    Internasional

    Trump: Jika Tuduhan Kami Benar, Joe Biden Tak Bisa Jadi POTUS

    4 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Lagi, Serangan Udara Agresor Saudi Tewaskan Anak-anak Yaman
    Internasional

    Lagi, Serangan Udara Agresor Saudi Tewaskan Anak-anak Yaman

    9 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Korea Utara Sebut Kerja Sama Militer AS-Inggris- Australia 'Berbahaya'
    Internasional

    Korea Utara Sebut Kerja Sama Militer AS-Inggris- Australia ‘Berbahaya’

    23 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik
    Internasional

    Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik

    7 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Trump Tinggalkan Gedung Putih tapi Berjanji untuk Kembali
    Internasional

    Trump Tinggalkan Gedung Putih tapi Berjanji untuk Kembali

    21 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Ulama Irak: Bila AS Tak Hengkang, Irak akan Jadi Vietnam Baru Bagi AS
    Internasional

    Ulama Irak: Bila AS Tak Hengkang, Irak akan Jadi Vietnam Baru Bagi AS

    7 Januari 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Terungkap di Persidangan, Alasan Rizieq Larang Dokter Buka Hasil Lab dan Pemeriksaan Kesehatan
    Nasional

    Terungkap di Persidangan, Alasan Rizieq Larang Dokter Buka Hasil Lab dan Pemeriksaan Kesehatan

  • Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi
    Tips & Tutorial

    Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

  • Jokowi Kesal, 10 Jenderal ini Ikut Kena Damprat Saat Sidang Kabinet Paripurna
    Nasional

    Jokowi Kesal, 10 Jenderal ini Ikut Kena Damprat Saat Sidang Kabinet Paripurna

  • Hormati Hak Cipta, Instagram Perketat Aturan Penyematan Konten Antarpengguna
    Teknologi

    Hormati Hak Cipta, Instagram Perketat Aturan Penyematan Konten Antarpengguna

  • Sentil Gus Ipul, Cak Imin: Tak Konsisten dengan Sikap Netral PBNU
    Nasional

    Sentil Gus Ipul, Cak Imin: Tak Konsisten dengan Sikap Netral PBNU

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.