TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ternyata ini Penyebab 7 Pejabat DKI Mengundurkan Diri Saat Dipimpin Anies

Ternyata ini Penyebab 7 Pejabat DKI Mengundurkan Diri Saat Dipimpin Anies

By Johan Arif
24 Mei 2021
958
0
Ternyata ini Penyebab 7 Pejabat DKI Mengundurkan Diri Saat Dipimpin Anies

TIKTAK.ID – Pejabat eselon II di Pemprov DKI Jakarta, Pujiono, diketahui telah mundur dari jabatannya pada 17 Mei 2021. Pujiono sendiri menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.

Pujiono mengatakan bahwa alasan pengunduran dirinya karena tidak sanggup dengan target yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, Pujiono merasa dirinya tidak sanggup mengelola aset DKI yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp500 triliun itu.

“Jadi dia merasa kurang sanggup mengatasi persoalan aset kita,” ujar Mujiyono, Selasa pekan lalu, seperti dilansir Kompas.com.

Kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matalii mengonfirmasi hal itu. Ia menjelaskan, pejabat yang tidak memenuhi target kinerja diberikan dua jalan. Jalan pertama yakni dicopot dari jabatan atau memilih jalan kedua yaitu mengundurkan diri.

“Kami memberikan kesempatan kedua untuk mengoreksi dan mencapai target. Tapi jika tetap tidak berhasil, maka kami harus sudah siap untuk dievaluasi dan diberikan dua pilihan, yakni mengundurkan diri atau diberhentikan pimpinan,” terang Marullah, Minggu (23/5/21).

Selain Pujiono, terdapat sejumlah pejabat lain di Pemprov DKI Jakarta yang mundur dari jabatannya dengan beragam alasan. Berikut ini di antaranya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi
Edy Junaidi memutuskan mundur dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang kini berganti nama menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) pada 31 November 2019. Hal itu usai ramai beredar isu ada alokasi anggaran untuk membiayai influencer dari luar negeri.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta yang saat itu dijabat Chaidir, mengklaim bahwa pengunduran diri Edy adalah keinginan pribadi. Ia pun menampik adanya tekanan yang mendesak Edy mundur setelah berita tentang anggaran senilai Rp5 miliar itu mencuat ke publik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sri Mahendra
Mahendra sempat menjadi sorotan publik lantaran banyak anggaran janggal terungkap dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020. Di antaranya, anggaran untuk lima orang influencer senilai Rp5 miliar, pembangunan jalur sepeda Rp73,7 miliar, pembelian lem Aibon Rp82,8 miliar, pembelian bolpoin Rp124 miliar, serta pembelian komputer Rp121 miliar.

Meski begitu, Anies menyanggah pengunduran diri Mahendra akibat anggaran-anggaran janggal yang sedang menjadi sorotan. Menurutnya, hal itu karena Mahendra ingin kembali menjadi widyaswara.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat DKI Jakarta, Kelik Indriyanto
Kepala BKD Chaidir menyatakan bahwa Kelik mundur karena kinerja yang kurang baik seperti pembangunan Rumah DP 0 Rupiah yang tidak maksimal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Jakarta Subejo
Subejo memutuskan mundur dengan alasan ingin menjadi widyaswara, atau PNS yang diangkat sebagai pejabat fungsional yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mendidik dan mengajar PNS di lembaga pelatihan atau Diklat Pemerintah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Mohammad Tsani
Tsani menyebut pengunduran dirinya tidak bisa dijelaskan dengan gamblang. Namun dia menolak bahwa pengunduran dirinya dikaitkan dengan kinerja yang kurang. Ia pun mengaku telah bekerja semaksimal mungkin.

Direktur Transjakarta, Agung Wicaksono
Agung Wicaksono mengaku mundur karena ingin memprioritaskan keluarga. Sebelum meninggalkan jabatannya, Agung sempat menyampaikan sanjungan kepada Anies sebagai “Bapak Integrasi”.

TagsAnies BaswedanGubernur DKI JakartaPejabat TKIPemprov DKI

Related articles More from author

  • Beda dengan Jokowi yang Utamakan Dampak Ekonomi Virus Corona, Puan dan Anies: Keselamatan Warga Negara Lebih Utama
    Nasional

    Beda dengan Jokowi yang Utamakan Dampak Ekonomi Virus Corona, Puan dan Anies: Keselamatan Warga Negara Lebih Utama

    4 Maret 2020
    By Johan Arif
  • 7 Kader PAN Riau Kena Semprot Usai Nekat Deklarasi Capres Anies
    Nasional

    7 Kader PAN Riau Kena Semprot Usai Nekat Deklarasi Capres Anies

    10 Desember 2022
    By Joni Sitohang
  • DKI Jakarta Raih Harmony Award dari Kemenag, Anies Apresiasi Kerja Serius Jajaran Pemprov, Tokoh Agama dan FKUB
    Nasional

    DKI Jakarta Raih Harmony Award dari Kemenag, Anies Apresiasi Kerja Serius Jajaran Pemprov, Tokoh Agama dan FKUB

    20 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Nama Ahok Trending Topic Saat Jakarta Banjir Lagi, Pendukung Anies Bilang Begini
    Nasional

    Nama Ahok Trending Topic Saat Jakarta Banjir Lagi, Pendukung Anies Bilang Begini

    22 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Putra Haji Lulung Tegaskan Dukung Anies Jadi Capres 2024 Demi Lanjutkan Perjuangan Sang Ayah
    Nasional

    Putra Haji Lulung Tegaskan Dukung Anies Jadi Capres 2024 Demi Lanjutkan Perjuangan Sang Ayah

    30 Januari 2023
    By Joni Sitohang
  • Partai Ummat Gamang Dukung Anies atau Prabowo, PKS: Dukung Anies Mesti Tegas!
    Nasional

    Partai Ummat Gamang Dukung Anies atau Prabowo, PKS: Dukung Anies Mesti Tegas!

    20 April 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Berikut Deretan HP dengan Chipset Tercepat Snapdragon 865
    Teknologi

    Berikut Deretan HP dengan Chipset Tercepat Snapdragon 865

  • Sambut Ramadan dengan Aplikasi Belajar Quran Berteknologi Kecerdasan Buatan
    Teknologi

    Sambut Ramadan dengan Aplikasi Belajar Quran Berteknologi Kecerdasan Buatan

  • Relawan Puan Maharani Deklarasi Nasional untuk Pilpres 2024
    Nasional

    Relawan Puan Maharani Deklarasi Nasional untuk Pilpres 2024

  • Persaingan Ponsel Fast Charging Saat Pandemi Covid-19
    Teknologi

    Persaingan Ponsel Fast Charging Saat Pandemi Covid-19

  • Jokowi Peringatkan Kepala Daerah: Kebebasan Beragama Dijamin Konstitusi
    Nasional

    Jokowi Peringatkan Kepala Daerah: Kebebasan Beragama Dijamin Konstitusi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.