TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Olahraga
Home›Olahraga›Masa Terbaiknya Dianggap Sudah Lewat, Valentino Rossi Diminta Pensiun dari MotoGP

Masa Terbaiknya Dianggap Sudah Lewat, Valentino Rossi Diminta Pensiun dari MotoGP

By Mahdi Yahya
3 April 2021
606
0
Masa Terbaiknya Dianggap Sudah Lewat, Valentino Rossi Diminta Pensiun dari MotoGP

TIKTAK.ID – Valentino Rossi telah diminta agar pensiun dari dunia MotoGP, dan bersedia memberikan kesempatan kepada para rider muda. Pasalnya, The Doctor dinilai telah habis masa jayanya di MotoGP.

Seperti diketahui, Rossi merupakan pembalap paling senior di ajang MotoGP 2021 dengan usianya yang menginjak 42 tahun. Ini menjadi kompetisi ke-25 di sepanjang karier rider Petronas Yamaha tersebut, sejak pertama kali debut balapan pada 1996 silam.

Kemudian dalam seri pertama di MotoGP Qatar 2021, Rossi sempat berjanji akan menduduki posisi keempat dalam kualifikasi. Akan tetapi, di saat race, rider Italia itu justru melempem dan harus merasa puas finish di urutan ke-12.

Valentino Rossi pun mengklaim dirinya gagal menembus posisi terdepan akibat ban belakangnya yang bermasalah. Namun juara dunia MotoGP 1981 500cc, Marco Lucchinelli, melontarkan pendapat berbeda. Ia mengatakan bahwa Rossi sudah tak bertaring lagi di lintasan.

Lucchinelli menilai Rossi sudah melewati masa terbaiknya di dunia balapan. Untuk itu, ia menyarankan Rossi agar pensiun. Ia juga menyatakan The Doctor sudah kalah bersaing dengan para rider muda.

“Dulu di Kejuaraan Dunia, dia merupakan sosok jenius dengan cara balapan yang berbeda layaknya alien dari Mars. Tetapi sekarang dia sudah kembali ke tanah, sehingga tidak perlu banyak alasan lagi,” tegas Lucchinelli, seperti dikutip detik.com dari Marca.

“Rossi harus mau memberikan tempat kepada anak muda. Untuk sang juara dunia sembilan kali, sudahlah, lebih baik tinggalkan saja balapan dan serahkan motornya ke para pemuda,” ucap Lucchinelli.

Lantas Lucchinelli menyinggung Rossi yang belum pernah menang lagi balapan selama lebih dari tiga tahun. Ia menyebut Rossi terakhir kali menjadi juara pada 2009.

“Dulu dia memang selalu balapan untuk menang, tapi sekarang dia susah payah mencapai itu,” ujar Lucchinelli.

“Saya tidak marah dengan Rossi. Tapi dia selalu saja mencari-cari alasan,” lanjut Lucchinelli.

Menurut Lucchinelli, kini Rossi tidak bertarung untuk gelar juara MotoGP, melainkan hanya sekadar mencapai finish saja.

Sebelumnya, dalam ajang MotoGP Qatar 2021 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (28/3/21), Rossi finish di posisi ke-12. Padahal, dua pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo, berhasil finish lima besar.

TagsBerita MotoGPMotoGPThe DoctorValentino Rossi

Related articles More from author

  • Gabung Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi: Tim Paling Ideal TIKTAK.ID - Beberapa pekan ini, masa depan Valentino Rossi di kelas utama MotoGP masih menjadi topik hangat. Usai dipastikan tak lagi membalap bersama tim pabrikan Yamaha, pembalap berjuluk The Doctor itu dikaitkan dengan beberapa spekulasi terkait kelanjutan kariernya. Merujuk performa Rossi pada beberapa musim terakhir, ia sebenarnya masih cukup kompetitif untuk bersaing dengan pembalap pabrikan lain. Namun, usianya yang tak lagi muda tentu sedikit banyak berpengaruh pada kualitasnya di sirkuit. Meski terdapat berbagai spekulasi mengenai masa depannya, Rossi sepertinya sudah punya pilihan sendiri terkait langkah mana yang akan diambil. Rekan satu tim Maverick Vinales itu memberikan isyarat untuk tetap membalap meski bersama Petronas Yamaha SRT yang berstatus sebagai tim satelit Yamaha. Namun, Rossi sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia menilai Petronas Yamaha SRT merupakan tim paling ideal baginya untuk melanjutkan karier musim depan. “Saya pikir ini adalah tim teratas, mereka menunjukkan itu tahun lalu dengan Quartararo dan Franco (Morbidelli). Itu adalah tim dengan banyak anak muda, tetapi pada saat yang sama juga ada orang yang sudah saya kenal,” ujar Rossi, seperti dilansir laman Speedweek, Kamis (21/5/20). Rossi menyebut Petronas juga memiliki sponsor yang hebat. Ia pun merasa bergabung dengan Petronas merupakan pilihan yang sangat bagus untuknya. “Saya sekarang hanya perlu mendengarkan diri sendiri, dan memutuskan apakah saya cukup termotivasi untuk melanjutkan,” imbuhnya. Perlu diketahui, tim pabrikan adalah tim utama yang mendapat dukungan penuh dari pabrikan. Tim itu biasanya memiliki sponsor utama yang menjadi titel sponsor tim. Mengutip Gridoto.com, tim pabrikan memiliki dana sangat besar. Oleh karena itu, mereka lebih unggul dalam hal teknis seperti untuk riset dan pengembangan motor mereka, serta dalam membayar pembalap hebat yang jadi pilihannya. Sementara tim satelit memiliki dana terbatas, dan mendapat dukungan dari tim pabrikan. Motor yang digunakan tim satelit, ada yang speknya sama dengan tim pabrikan, ada juga yang spek motornya lebih tua, tergantung kesepakatan kerja sama mereka.
    Olahraga

    Gabung Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi: Tim Paling Ideal

    23 Mei 2020
    By Mahdi Yahya
  • Simak Kronologi Marquez Tabrak Oliveira dalam MotoGP Portugal
    Olahraga

    Simak Kronologi Marquez Tabrak Oliveira dalam MotoGP Portugal

    30 Maret 2023
    By Mahdi Yahya
  • Penonton Boleh Bawa Tikar dan Kursi ke Sirkuit Mandalika
    Olahraga

    Penonton Boleh Bawa Tikar dan Kursi ke Sirkuit Mandalika

    12 Maret 2022
    By Mahdi Yahya
  • Patah Lengannya Sembuh, Marc Marquez Senang Bisa Kembali Latihan
    Olahraga

    Patah Lengannya Sembuh, Marc Marquez Senang Bisa Kembali Latihan

    15 Maret 2021
    By Mahdi Yahya
  • Marquez Janji Tampil Luar Biasa di MotoGP Catalunya
    Olahraga

    Marquez Janji Tampil Luar Biasa di MotoGP Catalunya

    31 Agustus 2023
    By Mahdi Yahya
  • Usai Tes MotoGP Mandalika, Ini 3 Keluhan Pembalap
    Olahraga

    Usai Tes MotoGP Mandalika, Ini 3 Keluhan Pembalap

    20 Februari 2022
    By Mahdi Yahya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PSSI Wajibkan Tes PCR untuk Liga 1, Setiap Klub Tanggung Biaya 60 Juta
    Olahraga

    PSSI Wajibkan Tes PCR untuk Liga 1, Setiap Klub Tanggung Biaya 60 Juta

  • Yusril Dikabarkan Bakal Tinggalkan PBB
    Nasional

    Yusril Dikabarkan Bakal Tinggalkan PBB

  • Handphone Buatan Dalam Negeri
    Teknologi

    5 Smartphone Lokal yang Sering Disangka Merek China

  • Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik
    Internasional

    Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik

  • Ganjar-Mahfud Berpeluang Salip Prabowo-Gibran Usai Polemik Putusan MK Soal Batas Usia Cawapres
    Nasional

    Ganjar-Mahfud Berpeluang Salip Prabowo-Gibran Usai Polemik Putusan MK Soal Batas Usia Cawapres

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.