Tag: Berita MotoGP

  • Valentino Rossi Jatuh di MotoGP Portugal

    Valentino Rossi Jatuh di MotoGP Portugal

    TIKTAK.ID – Pembalap Valentino Rossi sebenarnya memerlukan satu podium lagi agar bisa menggenapi podium ke-200 dalam kariernya di kelas primer. Akan tetapi, hasil-hasilnya sejauh ini mencerminkan misi tersebut tampaknya kian jauh saja dari genggaman The Doctor.

    Teranyar, Valentino Rossi tampak tidak kuasa menuntaskan balapan di Portimao dalam MotoGP Portugal 2021, Minggu (18/4/21) malam WIB. Pasalnya, Rossi menjadi salah satu rider yang DNF alias tidak mencapai finis dalam race seri ketiga di MotoGP 2021 tersebut.

    Seperti dilansir detik.com, ketika balapan menyisakan 11 putaran lagi, Valentino Rossi terjatuh di posisi ke-11. Hal itu usai ia menyalip Luca Marini dan membuntuti Marquez bersaudara -Marc dan Alex. Rossi pun terlihat tidak kuasa melanjutkan balapan, melanjutkan tren negatifnya di MotoGP 2021 sejauh ini.

    Perlu diketahui, sebelum DNF di MotoGP Portugal, tepatnya pada race di seri MotoGP Doha 2021 lalu, Valentino Rossi hanya terklasifikasi finis di posisi ke-16 alias di luar zona poin. Kemudian di Sirkuit Losail pada seri pembuka di MotoGP Qatar 2021, Valentino Rossi masih mampu meraih poin di posisi finis ke-12 guna meraih 4 poin. Jumlah 4 poin itu pula yang berhasil Rossi kantongi dari tiga seri MotoGP 2021 sejauh ini.

    Hal itu pun menunjukkan betapa Valentino Rossi terus mencatatkan kecenderungan yang makin negatif dari seri ke seri pada gelaran musim ini. Hasil di Portimao malam ini juga sekaligus menegaskan awal musim terburuk dalam karier Rossi di MotoGP.

    Padahal, rider kawakan itu masih perlu memburu podium ke-200 dalam kariernya di ajang balap motor grand prix kelas primer (500cc dan MotoGP). Hingga saat ini, Rossi sudah memiliki 199 podium, alias kurang satu saja untuk menggenapinya menjadi 200.

    Sebetulnya Rossi sempat menyambangi MotoGP Portugal 2021 dengan asa tersendiri, mengingat seri balapan tersebut menjadi awal dari rangkaian race di Eropa. Ia menyatakan terdapat sejumlah sirkuit yang mebuat dirinya percaya diri karena punya rekam jejak oke di sana. Namun faktanya, Rossi gagal meraih apa yang diharapkannya.

  • Masa Terbaiknya Dianggap Sudah Lewat, Valentino Rossi Diminta Pensiun dari MotoGP

    Masa Terbaiknya Dianggap Sudah Lewat, Valentino Rossi Diminta Pensiun dari MotoGP

    TIKTAK.ID – Valentino Rossi telah diminta agar pensiun dari dunia MotoGP, dan bersedia memberikan kesempatan kepada para rider muda. Pasalnya, The Doctor dinilai telah habis masa jayanya di MotoGP.

    Seperti diketahui, Rossi merupakan pembalap paling senior di ajang MotoGP 2021 dengan usianya yang menginjak 42 tahun. Ini menjadi kompetisi ke-25 di sepanjang karier rider Petronas Yamaha tersebut, sejak pertama kali debut balapan pada 1996 silam.

    Kemudian dalam seri pertama di MotoGP Qatar 2021, Rossi sempat berjanji akan menduduki posisi keempat dalam kualifikasi. Akan tetapi, di saat race, rider Italia itu justru melempem dan harus merasa puas finish di urutan ke-12.

    Valentino Rossi pun mengklaim dirinya gagal menembus posisi terdepan akibat ban belakangnya yang bermasalah. Namun juara dunia MotoGP 1981 500cc, Marco Lucchinelli, melontarkan pendapat berbeda. Ia mengatakan bahwa Rossi sudah tak bertaring lagi di lintasan.

    Lucchinelli menilai Rossi sudah melewati masa terbaiknya di dunia balapan. Untuk itu, ia menyarankan Rossi agar pensiun. Ia juga menyatakan The Doctor sudah kalah bersaing dengan para rider muda.

    “Dulu di Kejuaraan Dunia, dia merupakan sosok jenius dengan cara balapan yang berbeda layaknya alien dari Mars. Tetapi sekarang dia sudah kembali ke tanah, sehingga tidak perlu banyak alasan lagi,” tegas Lucchinelli, seperti dikutip detik.com dari Marca.

    “Rossi harus mau memberikan tempat kepada anak muda. Untuk sang juara dunia sembilan kali, sudahlah, lebih baik tinggalkan saja balapan dan serahkan motornya ke para pemuda,” ucap Lucchinelli.

    Lantas Lucchinelli menyinggung Rossi yang belum pernah menang lagi balapan selama lebih dari tiga tahun. Ia menyebut Rossi terakhir kali menjadi juara pada 2009.

    “Dulu dia memang selalu balapan untuk menang, tapi sekarang dia susah payah mencapai itu,” ujar Lucchinelli.

    “Saya tidak marah dengan Rossi. Tapi dia selalu saja mencari-cari alasan,” lanjut Lucchinelli.

    Menurut Lucchinelli, kini Rossi tidak bertarung untuk gelar juara MotoGP, melainkan hanya sekadar mencapai finish saja.

    Sebelumnya, dalam ajang MotoGP Qatar 2021 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (28/3/21), Rossi finish di posisi ke-12. Padahal, dua pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo, berhasil finish lima besar.

  • Patah Lengannya Sembuh, Marc Marquez Senang Bisa Kembali Latihan

    Patah Lengannya Sembuh, Marc Marquez Senang Bisa Kembali Latihan

    TIKTAK.ID – Pembalap Marc Marquez diketahui sudah bisa kembali mengendarai motornya dalam sesi latihan. Latihan tersebut pun menjadi kali pertama The Baby Alien menggeber motor di lintasan sejak dibekap akibat cedera.

    Perlu diketahui, Marquez sempat mengalami patah lengan kanan usai mengalami kecelakaan pada seri pertama MotoGP 2020 Juli silam. Kemudian rider tim Repsol Honda itu sempat mejalani operasi, lalu dia memaksakan diri mengikuti seri kedua di Andalusia.

    Akan tetapi, lengan kanan Marquez membengkak saat mengikuti sesi latihan bebas, sehingga memaksa rider Spanyol itu untuk mundur dari ajang MotoGP Andalusia. Operasi kedua Marquez lantas dilakukan pada Agustus 2020.

    Lebih lanjut, pemulihan cedera Marc Marquez berjalan cukup lamban. Hal itu menyebabkan juara dunia delapan kali tersebut kembali menjalani operasi untuk ketiga kalinya di bulan Desember. Imbasnya, Marquez terpaksa absen lagi di sisa kompetisi MotoGP 2020.

    Delapan bulan usai crash di Spanyol, Marquez pun mulai dapat menggunakan lengan kanannya untuk melakukan aktivitas. Pada awal Maret 2021, abang dari Alex Marquez tersebut menyatakan bahwa lengannya sudah terasa normal lagi.

    Kemajuan positif pemulihan Marquez dibuktikan pada sesi latihan yang diikutinya, pada Jumat (13/3/21), saat dia kembali berada di lintasan dan menggeber motor untuk pertama kalinya sejak dirinya mengalami cedera.

    Mengutip Speedweek, Marquez berlatih di trek karting Circuito de Alcarras, Spanyol. The Baby Alien tampak mengendarai motor mini berwarna merah dengan nomor MM93.

    Marquez tidak menutupi kebahagiaannya karena bisa menggeber motor lagi setelah sekian lama. Meski hanya mengendarai motor mini, namun Marquez mengaku tetap gembira dengan latihannya.

    “Kemarin, setelah delapan bulan dan mendapatkan persetujuan para dokter saat pemeriksaan terakhir, saya merasakan sensasi ini lagi, meski hanya menggunakan motor mini!” terang Marc Marquez melalui akun Twitter miliknya @marcmarquez93.aa, seperti dilansir detik.com.

    Kabar sembuhnya Marquez pun seperti angin segar bagi Repsol Honda, mengingat Marquez selama ini telah menjadi andalan. Harapan Marquez tampil pada seri pembuka musim ini juga semakin tinggi, setelah dia dikabarkan terbang ke Qatar.

    Laman Tuttomotoriweb menyebut Marc Marquez terbang ke Doha pada Sabtu (13/3/21), untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 bagi semua pembalap MotoGP. Program itu sudah dimulai sejak Jumat (12/3/21) atas kerja sama dari pihak Dorna Sports dan Pemerintah Qatar.

  • Gara-gara Insiden MotoGP 2015, Hingga Kini Rossi Belum Bisa Maafkan Marquez

    Gara-gara Insiden MotoGP 2015, Hingga Kini Rossi Belum Bisa Maafkan Marquez

    TIKTAK.ID – Pembalap Petronas Yamaha, Valentino Rossi mengungkapkan bahwa dirinya masih belum bisa memaafkan Marc Marquez terkait insiden yang terjadi di MotoGP 2015 silam. Rossi mengatakan perasaannya masih tetap sama terkait insiden di MotoGP Malaysia tersebut. Ia melanjutkan, hal itulah yang membuat The Doctor merasa sulit untuk membuka pintu maaf bagi Marquez.

    Untuk diketahui, Rossi dan Marquez sempat terlibat dalam perseteruan sengit di ajang MotoGP 2015. Ketika itu, Rossi menuding Marquez telah dengan sengaja membantu Jorge Lorenzo untuk memuluskan langkah kompatriotnya itu menjadi juara dunia MotoGP.

    “Hal itu tidak mungkin bisa dilupakan. Apa yang dia lakukan kepada saya, saya tidak akan bisa memaafkannya,” ujar Rossi seperti dikutip CNN Indonesia dari Marca.

    “Saat saya kembali memikirkan masa itu, perasaan saya pun tetap sama dan enam tahun telah berlalu. Saya juga tidak yakin suatu hari nanti perasaan ini dapat berubah,” imbuh Rossi.

    Sebelumnya, pada MotoGP 2015, Rossi harus puas menempati posisi runner up di klasemen pembalap. Pembalap berusia 41 tersebut diketahui gagal untuk menjadi juara dunia akibat berselisih lima poin dari Lorenzo.

    Kemudian peluang Rossi menjadi juara dunia telah kandas usai adanya insiden dengan Marquez di Sirkuit Sepang. Bahkan tensi panas antara Rossi dan Marquez di sepanjang musim MotoGP 2015 mencapai puncaknya di MotoGP Malaysia.

    Di awal balapan MotoGP Malaysia, Marquez dan Rossi sudah bersaing sengit. Setelah itu pada lap ketujuh, Rossi menyenggol The Baby Alien hingga ia terjatuh dan di akhir lomba Rossi bisa finis ketiga.

    Akan tetapi, senggolan yang dilakukan Rossi kepada Marquez tersebut lantas berbuah sanksi dari Federasi Motor Internasional (FIM). Imbasnya, Rossi harus memulai balapan dari posisi paling belakang saat seri terakhir di MotoGP Valencia.

    Oleh sebab itu, juara dunia sembilan kali itu pun akhirnya hanya bisa finis keempat, sedangkan Lorenzo bisa keluar sebagai juara. Tidak hanya itu, Lorenzo juga berhak atas gelar juara dunia ketiganya di MotoGP 2015.

  • MotoGP Thailand 2021 Terancam Batal, Peluang MotoGP Indonesia Terbuka

    MotoGP Thailand 2021 Terancam Batal, Peluang MotoGP Indonesia Terbuka

    TIKTAK.ID – MotoGP Thailand 2021 diketahui terancam batal digelar. Hal itu lantas membuka jalan bagi Sirkuit Mandalika untuk masuk sebagai pengganti.

    Seperti dikutip Detik.com dari Sky Sport Italia, MotoGP Indonesia menjadi opsi yang paling memungkinkan. Sebab, tidak hanya menjadi satu-satunya sirkuit cadangan saat ini, lokasi Sirkuit Mandalika pun tidak jauh dari Thailand.

    Kemudian jadwal sementara MotoGP Thailand juga berdekatan dengan seri lain yang digelar di kawasan Asia Pasifik, yakni MotoGP Jepang, Malaysia, dan Australia. Untuk itu, jika MotoGP Thailand memang dihapus, maka MotoGP Indonesia dinilai tepat untuk masuk menjadi pengganti.

    Akan tetapi, organisasi penyelenggara balapan MotoGP, Dorna Sports sempat mengumumkan bahwa MotoGP Indonesia baru bisa digelar tahun ini apabila telah memenuhi dua syarat. Syarat pertama, ada balapan lain yang batal digelar. Sementara syarat kedua dan yang terpenting adalah Sirkuit Mandalika sudah selesai dibangun dan lolos homologasi.

    Untuk diketahui, syarat terakhir sejauh ini masih belum aman karena masih harus dikebut pengerjaannya.

    Sebelumnya, MotoGP Thailand yang seharusnya digelar pada 10 Oktober 2021 di Sirkuit Buriram akan ditiadakan. Keputusan itu menyusul situasi dunia yang belum kunjung aman dari pandemi virus Corona (Covid-19).

    Pemerintah Thailand secara resmi menyampaikan menunda kontrak penyelenggaraan MotoGP pada Selasa (2/2/21) lalu. Negeri Gajah Putih tersebut lebih memilih untuk mundur dari MotoGP 2021 dan menggeser kontraknya bersama Dorna selama lima tahun pada 2022 hingga 2026.

    Sedangkan dari pihak Dorna sendiri masih belum secara resmi mengonfirmasi pembatalan MotoGP Thailand 2021. Mereka pun diklaim ingin “menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk penyelenggaraan balapan tersebut”.

    Sekadar informasi, MotoGP Argentina dan Amerika Serikat yang dijadwalkan menjadi tuan rumah seri kedua dan ketiga sudah memutuskan mundur. Keduanya merasa belum siap menggelar balapan di tengah pandemi.

    Oleh sebab itu, sirkuit Losail Qatar ditunjuk untuk menjadi seri pembuka dan kedua dengan nama GP Qatar yang diselenggarakan 20 Maret dan GP Doha 4 April. Sedangkan untuk seri ketiga sendiri akan diisi oleh GP Portugal.

  • Petronas Yamaha Yakin Timnya Bisa Bikin Valentino Rossi Gas Pol

    Petronas Yamaha Yakin Timnya Bisa Bikin Valentino Rossi Gas Pol

    TIKTAK.ID – Pembalap Valentino Rossi akan membela Petronas Yamaha di MotoGP pada 2021 mendatang. Tim barunya itu pun mengaku yakin dapat membuat Rossi gas pol dan melaju kencang lagi.

    Seperti diketahui, tahun depan Rossi sudah tidak lagi berkiprah untuk tim pabrikan Yamaha yang sudah menaunginya sejak 2013. Ia akan membela panji tim satelitnya, yakni Petronas Yamaha SRT.

    Di MotoGP 2020 sendiri, Valentino Rossi disebut mengalami musim terburuknya di sepanjang keikutsertaan dirinya di kejuaraan dunia balap motor grand prix sejak 1996 di kelas 125cc. pasalnya, pada tahun ini Rossi harus rela finis di posisi ke-15 papan klasemen.

    Dengan usia Rossi yang saat ini telah menginjak 41 tahun, maka tak sedikit yang menilai kehebatan peraih sembilan titel juara dunia grand prix itu memang sudah luntur akibat usia. Meski begitu, Petronas Yamaha tetap menyambut Valentino Rossi dengan optimisme besar, bahkan yakin mampu bikin Rossi gas pol lagi.

    “Akan menjadi perasaan luar biasa dengan masuknya Valentino. Sebuah perasaan yang berbeda karena ia datang dari sebuah tim pabrikan,” ujar Direktur Tim Petronas, Johan Stigefelt, seperti dikutip Detik.com dari Crash.net.

    “Sudah lama sekali sejak ia berada di sebuah tim satelit. Untuk itu, kami akan memberikan dukungan penuh kepada dirinya dan berharap ia merasa nyaman. Menurut saya, kalau kami bisa melakukan itu, ia pun bisa melaju dengan sangat kencang,” lanjut Johan.

    Sementara itu, prinsipal Tim Petronas Yamaha, Razlan Razali mengklaim memiliki antusiasme serupa dengan kedatangan The Doctor ke timnya. Ia memprediksi kedua pihak akan memiliki kerja sama yang berdampak positif satu sama lain.

    “Di sini Valentino akan merasakan atmosfer yang sangat berbeda. Sebab, kami benar-benar seperti keluarga besar dan juga ada kebersamaan bagaikan satu tim di seluruh tiga kelas, di mana kami sepenuhnya saling mendukung satu sama lain,” ucapnya.

    “Saya berharap dapat belajar banyak darinya. Selain itu, di saat yang sama saya juga yakin ia bisa belajar dari kami. Oleh sebab itu, menurut saya tahun depan bakal sangat menarik,” imbuhnya.

  • Tak Masuk 10 Besar di FP 1 & 2 MotoGP Valencia, Valentino Rossi Keluhkan Kondisi Motor

    Tak Masuk 10 Besar di FP 1 & 2 MotoGP Valencia, Valentino Rossi Keluhkan Kondisi Motor

    TIKTAK.ID – Pembalap Valentino Rossi diketahui mengeluhkan kondisi motor yang ditungganginya. Rider tim Monster Energy Yamaha tersebut mengungkapkan bahwa motornya kini tak lebih cepat dari yang sebelumnya.

    Sebelumnya, Rossi sempat meraih hasil kurang memuaskan pada saat sesi latihan pertama dan kedua MotoGP Valencia 2020 di Sirkuit Riccardo Tormo, Jumat (13/11/20). Bahkan The Doctor terlempar dari 10 besar catatan waktu terbaik.

    Ketika sesi Free Practice (FP) pertama, Rossi menduduki posisi ke-13 dengan catatan waktu 1 menit 31,545 detik. Kemudian posisi rider 41 tahun itu melorot dalam sesi latihan bebas kedua. Ia pun harus merasa puas di peringkat ke-18.

    Selesainya dua sesi tersebut, Valentino Rossi menyampaikan keluhan yang ia alami selama menggeber motor YZR-M1. Ia menyatakan tunggangannya itu kurang memuaskan. Rossi juga mempertanyakan apakah motornya tersebut lebih baik daripada motor A-spec yang digunakan oleh Franco Morbidelli di tim Petronas Yamaha.

    Perlu diketahui, Morbidelli merupakan satu-satunya pembalap tim Yamaha yang masih menggunakan motor A-spec keluaran 2019. Sedangkan Rossi, Maverick Vinales, dan Fabio Quartararo sudah memakai motor YZR-M1 2020 yang memiliki level satu tingkat di atas kepunyaan Morbidelli.

    Meski begitu, Morbidelli tetap berhasil tampil lebih baik ketimbang The Doctor. Jebolan VR46 Academy itu bahkan sempat meraih posisi kedua di sesi latihan pertama. Namun akhirnya dia melorot ke peringkat ke-13 pada Free Practice kedua.

    “Saya baru saja berbicara dengan Maverick. Kami memiliki masalah yang kurang lebih sama, yakni pergerakan motor terlalu besar di belakang dan kami memiliki sedikit cengkeraman di ban depan,” tutur Rossi, seperti dikutip Detik.com dari Speedweek.

    “Saya memang masih belum mendengar kabar dari Quartararo. Saya hanya berbicara sebentar dengan Franco, yang cukup puas, dan Franco sangat cepat sekali,” imbuh Rossi.

    “Saya pikir dia memiliki kecepatan terbaik, apalagi dia menggunakan motor tua. Kami masih memperdebatkannya. Tapi menurut saya sendiri performa kedua motor tersebut tidak terlalu berbeda,” tutup Rossi.

  • Prediksi Balapan MotoGP Aragon 2020

    Prediksi Balapan MotoGP Aragon 2020

    TIKTAK.ID – MotoGP Aragon diketahui berlangsung pada Minggu (18/10/20). Seperti dilansir CNN Indonesia, diprediksi Fabio Quartararo akan menempati pole position, kemudian disusul Maverick Vinales dan Cal Crutchlow melengkapi baris pertama. Balapan MotoGP Aragon sendiri bakal krusial untuk perburuan gelar juara dunia MotoGP 2020.

    Fabio memiliki kans besar untuk memenangi MotoGP Aragon usai meraih pole di babak kualifikasi. Usai mengalami kecelakaan di FP3, pembalap asal Prancis tersebut berhasil bangkit dan menunjukkan ambisi besar untuk menjuarai MotoGP 2020. Jika sukses tampil secara konsisten dan beradaptasi dengan cuaca di Aragon, Quartararo bisa tampil sebagai pemenang.

    Kemenangan di Aragon itu akan memperbesar peluang Quartararo untuk menjuarai MotoGP 2020 yang diwarnai dengan cedera panjang Marc Marquez. Dengan kondisi suhu trek yang rendah, drama pun berpeluang terjadi di MotoGP Aragon.

    Vinales juga layak difavoritkan finis di depan Quartararo. Sebab, Vinales memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam menghadapi trek suhu rendah di MotoGP. Hal itu berbeda dengan Quartararo yang berpeluang gagal finis atau finis di belakang Vinales.

    Quartararo pun tampak belum mampu untuk mengatasi tekanan di MotoGP meski masih difavoritkan menjadi juara dunia. Akan tetapi, jika tidak berhati-hati, maka Quartararo bisa terjatuh di Aragon, namun jika terlalu hati-hati Quartararo bisa terpuruk seperti di MotoGP Prancis.

    Redaksi CNN Indonesia juga memprediksi Yamaha mendominasi podium MotoGP Aragon dengan Vinales finis pertama, disusul Quartararo dan Franco Morbidelli. Walaupun gagal meraih pole position, tapi Maverick Vinales tetap layak jadi favorit. Pasalnya, Fabio Quartararo sempat mengalami kecelakaan dan hal itu berpotensi memengaruhi kondisi fisik Quartararo saat balapan.

    Tidak hanya itu, Quartararo juga kemungkinan besar bakal lebih bermain aman dan tidak ngotot untuk menang ketika di pertengahan balapan ia mendapatkan tekanan besar dari Vinales.

    Balapan MotoGP Aragon pun dinilai bakal menarik karena Joan Mir bakal berusaha menyeruak ke rombongan depan setelah start dari baris kedua.

    Tanpa kendala pada motor, seharusnya MotoGP Aragon dapat menjadi tempat Vinales bersinar dan meramaikan persaingan perburuan gelar juara dunia.

    Lebih lanjut, Yamaha mendominasi latihan bebas dan kualifikasi dengan menempatkan pembalap-pembalapnya di posisi terdepan. Namun Quartararo, Vinales, dan Morbidelli tak bisa melupakan Mir. Konsistensi Mir dalam balapan cukup teruji, karena beberapa kali tampil dengan gerilya dan naik podium.

    Pada musim yang unik seperti tahun ini, bukan tidak mungkin akan hadir lagi juara seri yang baru.

  • Marc Marquez Bagi Tips Sukses di MotoGP untuk Sang Adik

    Marc Marquez Bagi Tips Sukses di MotoGP untuk Sang Adik

    TIKTAK.ID – Pembalap Marc Marquez memahami kesulitan adik sekaligus tandemnya, Alex, dalam ajang MotoGP 2020. Marquez pun tidak pelit berbagi tips untuk membantu Alex agar sukses di lintasan.

    Sebelumnya, duet saudara kandung ini tidak berjalan sesuai harapan. Marquez diketahui absen di sebagian besar kejuaraan usai kecelakaan di seri pertama, sedangkan Alex Marquez gagal bersinar di musim pertamanya di kelas premier.

    Perlu diketahui, juara dunia Moto2 2019 tersebut baru dua kali finis di 10 besar dalam delapan seri pertama di musim ini. Namun ia sudah dua kali gagal mengantongi poin yang terjadi di Styria dan San Marino.

    Alhasil, Alex pun terpuruk di posisi 16 klasemen sementara MotoGP dengan perolehan 27 poin. Pembalap Spanyol itu juga tertinggal jauh dari Brad Binder, pembalap rookie KTM, yang telah mengumpulkan 57 poin.

    “Kejuaraan ini bukan hanya sulit untuk seorang pembalap rookie, tapi juga untuk semua pembalap,” ujar Marquez, seperti dikutip Detik.com dari Speedweek.

    “Gap waktunya begitu dekat, yakni 17 atau 18 pembalap hanya dalam sedetik. Hal itu kan luar biasa karena kupikir Kejuaraan Dunia MotoGP di musim ini cukup seimbang,” imbuhnya.

    Marquez menjelaskan, banyaknya balapan dalam waktu yang singkat, terlalu cepat untuk seorang rookie.

    “Apalagi kurangnya tes. Kami biasanya menjalani empat atau lima hari tes, hal itu sangat membantu,” ucapnya.

    Berbeda dengan Alex, Marquez justru menjalani karier di MotoGP yang sangat mulus. Sejak debut pada 2013, Marquez sukses merebut enam gelar juara dunia dalam tujuh musim pertamanya.

    Oleh sebab itu, Marquez membantu Alex dengan memberinya sejumlah tips. Akan tetapi, ia mengaku tidak dapat banyak mendukung adiknya itu karena mesti tetap profesional.

    “Aku mencoba membantu Alex. Ketika mereka mendapatkan pilihan ban pada hari Kamis, dia akan mengirimiku foto-foto, kemudian aku memberi dia tips-tips. Namun kami memiliki aturan karena yang pertama dan utama dia harus bekerja dengan timnya,” tutur rider berusia 27 tahun itu.

    “Kami harus tetap profesional. Kalau dia ragu tentang gaya membalapnya atau apa pun, dia bisa meneleponku, tapi aku enggak pernah sih menelepon dia. Dia toh harus melapor karena dia yang ada di lintasan dan bekerja di sana dengan timnya, yang adalah orang-orang sarat pengalaman. Sudah pasti kami berbincang, terkadang hingga tiga kali sehari,” lanjutnya.