TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›RUU Baru Prancis Usulan Kubu Macron Dikhawatirkan Munculkan Masalah Baru

RUU Baru Prancis Usulan Kubu Macron Dikhawatirkan Munculkan Masalah Baru

By Bagas F Sinaga
24 November 2020
523
0
RUU Baru Prancis Usulan Kubu Macron Dikhawatirkan Munculkan Masalah Baru

TIKTAK.ID – Rencana aturan baru di Prancis yang dirancang setelah peristiwa pemenggalan mengerikan terhadap seorang guru sejarah pada bulan lalu dikhawatirkan akan menjadi kejahatan yang dapat mengintimidasi pegawai negeri atas dasar agama.

Bagian legislatif, yang dilihat oleh kantor berita AFP pada Rabu kemarin dan akan dipresentasikan di hadapan Kabinet pada 9 Desember, juga menyatakan suatu pelanggaran terhadap penyebaran informasi pribadi seseorang yang memungkinkan mereka untuk diidentifikasi atau ditemukan oleh orang yang ingin menyakiti mereka.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron telah menekan apa yang disebutnya sebagai “Islam radikal” setelah pembunuhan Samuel Paty, yang menjadi sasaran kampanye kotor di media sosial dengan kejam karena menunjukkan kartun yang menghina Nabi Muhammad kepada siswanya di kelas kebebasan berbicara.

Nama Paty dibagikan secara online oleh ayah salah satu siswanya, yang melabeli guru itu sebagai “preman” dalam sebuah video yang menyerukan pemecatannya karena telah menunjukkan kartun tersebut.

RUU yang dirancang oleh Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin dan Menteri Kehakiman, Eric Dupond-Moretti mengatur agar setiap anak diberi nomor identitas yang akan digunakan untuk memastikan mereka pergi ke sekolah.

“Kita harus menyelamatkan anak-anak kita dari cengkeraman para Islamis,” kata Darmanin kepada surat kabar Le Figaro pada Rabu kemarin.

RUU tersebut juga akan menindak ujaran kebencian online yang sempat menimpa Paty dengan mengizinkan tersangka diadili dengan cepat.

“Undang-undang ini, ‘membebaskan guru saya, membebaskan nilai-nilai Republik’,” kata Dupond-Moretti kepada radio RTL.

Tetapi aktivis HAM dan sipil Prancis, Yasser Louati mengatakan bahwa dia meragukan rancangan undang-undang itu akan melindungi warga negara, sebaliknya undang-undang itu lebih tentang melindungi pembuat kebijakan dari kritik dan mobilisasi online terhadap kebijakan mereka.

Louati mengatakan, menghadirkan undang-undang baru bukanlah solusi, mengingat undang-undang untuk menangani pelecehan online dan ujaran kebencian sudah ada.

“Masalah dengan Emmanuel Macron adalah setiap kali ada masalah sosial, mereka membuat undang-undang baru,” kata Louati kepada Al Jazeera.

“Saya ragu mereka akan menerapkannya untuk melindungi warga negara biasa, apalagi Muslim biasa, atau wanita Muslim yang dilecehkan secara online.”

Setelah beberapa serangan, Prancis juga mulai menutup masjid dan menindak organisasi yang diduga menyebarkan kebencian. Namun, ada kekhawatiran hukuman kolektif dan meningkatnya Islamofobia.

TagsBerita Dunia Hari IniEmmanuel MacronEropaPrancisRUU Baru

Related articles More from author

  • Dukung Trump Terpilih Kembali, Taliban: Dia Konyol untuk Seluruh Dunia tapi Waras untuk Kami
    Internasional

    Dukung Trump Terpilih Kembali, Taliban: Dia Konyol untuk Seluruh Dunia tapi Waras untuk Kami

    14 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Terancam Gagal Bayar Utang Triliunan Dolar, Ekonomi AS di Ujung Tanduk
    Internasional

    Terancam Gagal Bayar Utang Triliunan Dolar, Ekonomi AS di Ujung Tanduk

    9 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Taliban Minta Kesempatan Bicara di Sidang PBB Minggu Ini
    Internasional

    Taliban Minta Kesempatan Bicara di Sidang PBB Minggu Ini

    23 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Terus Bertambah, Korban Serangan Teror ke Kampus di Kabul Jadi 35 Orang
    Internasional

    Terus Bertambah, Korban Serangan Teror ke Kampus di Kabul Jadi 35 Orang

    5 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Puluhan Negara Eropa Desak Saudi Bebaskan Sejumlah Aktivis Perempuan Pembela HAM dari Tahanan
    Internasional

    Puluhan Negara Eropa Desak Saudi Bebaskan Sejumlah Aktivis Perempuan Pembela HAM dari Tahanan

    17 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Perusahaan Raksasa Perhiasan Inggris Diretas, Data Donald Trump dan Beckham Dicuri
    Internasional

    Perusahaan Raksasa Perhiasan Inggris Diretas, Data Donald Trump dan Beckham Dicuri

    2 November 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka dengan Ancaman Hukuman Enam Tahun Bui
    Nasional

    Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka dengan Ancaman Hukuman Enam Tahun Bui

  • Setelah Dikudeta, Aung San Suu Kyi Didakwa Langgar UU Ekspor-Impor
    Internasional

    Setelah Dikudeta, Aung San Suu Kyi Didakwa Langgar UU Ekspor-Impor

  • Jokowi Beri Kejutan, Buruh Tak Jadi Turun ke Jalan
    Nasional

    Jokowi Beri Kejutan, Buruh Tak Jadi Turun ke Jalan

  • Poster Duet Anies-Puan untuk Pilpres 2024 Viral, Pengamat: Kombinasi Religius dan Nasionalis
    Nasional

    Poster Duet Anies-Puan untuk Pilpres 2024 Viral, Pengamat: Kombinasi Religius dan Nasionalis

  • Meski Tinggi Lemak, Lima Makanan ini Ternyata Menyehatkan
    KulinerTips & Tutorial

    Meski Tinggi Lemak, Lima Makanan ini Ternyata Menyehatkan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.