TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Dunia Kecam Perlakuan Macron terhadap Islam

Dunia Kecam Perlakuan Macron terhadap Islam

By William Putra Wijaya
28 Oktober 2020
723
0
Dunia Kecam Perlakuan Macron terhadap Islam

TIKTAK.ID – Penghinaan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terhadap Islam memicu reaksi keras sejumlah pemimpin di duina Islam. Bahkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan kesehatan mental Presiden Prancis, sementara sejumlah negara Islam menyerukan boikot terhadap produk-produk Prancis.

Pada Minggu kemarin, Erdogan menyebut Presiden Prancis telah “kehilangan akal sehatnya” setelah berkomentar “pedas” soal Islam. Pernyataan Erdogan itu membuat Menteri Luar Negeri Prancis menarik Duta Besarnya dari Ankara.

Dikutip dari Al-Jazeera, perdebatan tentang Islam di Prancis semakin gencar pasca pemenggalan kepala seorang guru yang mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad yang sebelumnya diterbitkan majalah Charlie Hebdo di dalam kelas untuk mengajarkan kebebasan berekspresi. Sementara, umat Muslim meyakini karikatur itu adalah gambaran penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Sementara, merespons pemenggalan kepala guru oleh seorang remaja itu, Prancis pada Jumat kemarin mempertontonkan kartun tersebut dengan memproyeksikan ke gedung-gedung Pemerintah di Prancis.

Awal bulan ini, Macron juga menggambarkan Islam sebagai agama yang mengalami “krisis” di seluruh dunia dan berjanji untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang pada Desember besok untuk memperkuat Undang-Undang yang secara resmi memisahkan agama dan negara di Prancis.

Sejak Jumat, media sosial dibanjiri kritik terhadap Macron dari negara-negara Barat hingga Timur, termasuk Inggris, Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

Orang-orang mencurahkan perasaan mereka dengan tagar #BoycottFrenchProducts, #Islam dan #NeverTheProphet.

Kampanye media sosial juga membuat asosiasi perdagangan Arab mengumumkan boikot mereka terhadap produk Prancis.

Bukan hanya para pedagang, namun juga para pemimpin dunia, serta orang-orang di negara-negara mayoritas Muslim mengorganisir protes dengan turun ke jalan.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menulis di Twitter: “Muslim adalah korban utama dari ‘kultus kebencian’ -yang diberdayakan oleh rezim kolonial & diekspor oleh klien mereka sendiri. Menghina 1.9 M Muslim -& kesucian mereka- untuk kejahatan menjijikkan dari ekstremis seperti itu adalah penyalahgunaan kebebasan berbicara oportunistik dan hal Itu hanya menyulut ekstremisme”.

Kementerian Luar Negeri Iran juga memanggil kuasa hukum Prancis atas komentar Macron dengan seorang pejabat kementerian Iran mengatakan kepada diplomat itu dengan tegas menolak “penghinaan dan penghinaan terhadap Nabi Islam…, dan nilai-nilai murni Islam oleh siapa pun terlepas dari apa pun posisi mereka”, menurut media lokal.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Senin (26/10/20), juga memanggil Duta Besar Prancis di Islamabad untuk memprotes komentar Macron.

“Benih kebencian yang ditanam hari ini akan mempolarisasi masyarakat dan memiliki konsekuensi serius,” kata Menteri Luar Negeri, Shah Mehmood Qureshi dalam sebuah pernyataannya.

Langkah tersebut dilakukan sehari setelah Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menulis surat kepada pemilik Facebook Mark Zuckerberg yang meminta pelarangan konten Islamofobia, serupa dengan tindakan situs web tersebut terhadap penyangkal Holocaust.

Qureshi mengatakan Pakistan telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa “untuk memperhatikan dan mengambil tindakan terhadap narasi berbasis kebencian terhadap Islam”.

Demonstran memprotes Presiden Prancis juga terjadi pada Minggu kemarin di wilayah Suriah yang sedang dilanda perang. Para demonstran membakar gambar Macron, menurut monitor perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Sekitar 70 orang juga melakukan protes di Ibu Kota Libya, Tripoli, kata seorang koresponden AFP.

Beberapa demonstran juga membakar bendera Prancis.

“Sebagai Muslim, adalah kewajiban kami untuk menghormati semua nabi, jadi kami mengharapkan hal yang sama dari semua agama lain,” kata ibu rumah tangga Fatima Mahmud, 56 tahun, menjelang protes di Tripoli.

TagsBerita Dunia Hari IniCharlie HebdoEmmanuel MacronPelecehan IslamPenghinaanPresiden PrancisPresiden TurkiRecep Tayyip Erdogan

Related articles More from author

  • Iran Tangkap Pembunuh Ilmuwan Nuklir Syahid Fakhrizadeh
    Internasional

    Iran Tangkap Pembunuh Ilmuwan Nuklir Syahid Fakhrizadeh

    10 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Meski Ditikam Lehernya, Wali Kota Bruges di Belgia Dikabarkan Selamat dari Maut
    Internasional

    Meski Ditikam Lehernya, Wali Kota Bruges di Belgia Dikabarkan Selamat dari Maut

    23 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan
    Internasional

    Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan

    6 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Intelijen Irak Klaim Tangkap Petinggi ISIS Pengganti Al-Baghdadi
    Internasional

    Intelijen Irak Klaim Tangkap Petinggi ISIS Pengganti Al-Baghdadi

    25 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Moskow Nyatakan Siap Putus Hubungan dengan Eropa, Ada Apa?
    Internasional

    Moskow Nyatakan Siap Putus Hubungan dengan Eropa, Ada Apa?

    13 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Senator AS Hasut Rakyat Rusia 'Habisi' Putin
    Internasional

    Senator AS Hasut Rakyat Rusia ‘Habisi’ Putin

    8 Maret 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Aktivis 98 Kecam Jokowi, Kenapa?
    Nasional

    Aktivis 98 Kecam Jokowi, Kenapa?

  • Sri Mulyani Curcol Sering Sakit Perut Lantaran Beban Penuhi Janji Jokowi Saat Kampanye Pilpres
    Nasional

    Sri Mulyani Curcol Sering Sakit Perut Lantaran Beban Penuhi Janji Jokowi Saat Kampanye Pilpres

  • Jokowi Berharap PAN Bisa Hindari Politik Sektarian
    Nasional

    Jokowi Berharap PAN Bisa Hindari Politik Sektarian

  • Gerindra Bulat Capreskan Prabowo, Sandiaga Bakal Pindah Partai?
    Nasional

    Gerindra Bulat Capreskan Prabowo, Sandiaga Bakal Pindah Partai?

  • Bawaslu Gandeng Polri-BNN Selidiki Pembiayaan Pemilu 2024 dari Peredaran Narkoba
    Nasional

    Bawaslu Gandeng Polri-BNN Selidiki Pembiayaan Pemilu 2024 dari Peredaran Narkoba

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.