TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Teknologi
Home›Teknologi›Baru Berusia 17 Tahun, Peretas Akun Twitter para Pesohor Dunia ini Sudah Didakwa 30 Tindak Pidana Berat

Baru Berusia 17 Tahun, Peretas Akun Twitter para Pesohor Dunia ini Sudah Didakwa 30 Tindak Pidana Berat

By Alfan Mahardika
3 Agustus 2020
666
0
Baru Berusia 17 Tahun, Peretas Akun Twitter para Pesohor Dunia ini Sudah Didakwa 30 Tindak Pidana Berat

TIKTAK.ID – Pengadilan di Amerika Serikat (AS) memutuskan dakwaan terhadap tiga orang terkait kasus peretasan terbesar sepanjang sejarah Twitter terhadap akun milik sejumlah pesohor beberapa waktu lalu. Diketahui salah satu terdakwa, Graham Ivan Clark yang ditangkap di kawasan Tampa, Florida, AS diketahui masih berusia 17 tahun.

Pihak berwenang di Florida menyebut Clark mendalangi peretasan hampir 130 akun Twitter. Tidak hanya itu, dia juga menipu pengikut akun para pesohor yang diretasnya untuk mentransfer lebih dari US$100 ribu atau Rp1,47 miliar dalam bentuk Bitcoin ke akun yang terkait dengan Clark.

Dikutip CNNIndonesia.com dari NPR, Clark didakwa 30 tindak pidana berat di negara bagian itu, termasuk penipuan, pencurian identitas, dan peretasan. Clark pun dapat dituntut karena berdasarkan hukum negara bagian Florida, ia sudah termasuk orang dewasa.

Sementara dua terdakwa lain terkait kasus tersebut yakni Nima Fazeli berusia 22 tahun dari Orlando dan Mason Sheppard berusia 19 tahun dari Inggris. Mereka berdua diduga membantu Clark menjual akses ke beberapa akun yang diretas.

Ketika menjalankan aksinya, Clark menelepon karyawan Twitter untuk menyerahkan informasi yang memberi para peretas akses ke sistem internal. Ia juga diduga mengaku dirinya sebagai anggota tim IT Twitter kepada karyawan Twitter yang dihubunginya.

Setelah itu, Clark meyakinkan karyawan tersebut untuk menyerahkan kredensial perusahaan, sehingga bisa mengambil kendali atas akun yang diretasnya. Beberapa akun yang diretas oleh Clark adalah mantan Presiden AS Barack Obama, calon Presiden AS Joe Biden, CEO Amazon Jeff Bezos, penyanyi Kanye West, pendiri Microsoft Bill Gates, Apple, hingga CEO Tesla Elon Musk.

Melalui akun tokoh-tokoh tersebut, Clark menawarkan penggandaan uang dalam 30 menit dengan mengirim US$1.000 dalam bentuk Bitcoin. Berdasarkan hasil penyelidikan, sebanyak 400 orang telah mentransfer uang dengan total US$117 ribu atau Rp1,7 miliar.

Seperti diketahui, Twitter memaparkan telah menjadi korban dari “serangan phishing telepon”. Padahal berdasarkan laporan sebelumnya, peretas menemukan jalan ke internal Twitter setelah berhasil menyuap seorang karyawan.

TagsAkun TwitterGraham Ivan ClarkHackerPengadilan ASPeretasTindak Pidana Berat

Related articles More from author

  • China Ditiduh Retas Equifax
    Internasional

    Amerika Tuduh Militer China Retas Perusahaan Kredit Raksasa Equifax

    13 Februari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Akun Instagramnya Diretas, Anjasmara Diminta Tebusan Rp23,7 Juta
    Selebriti

    Akun Instagramnya Diretas, Anjasmara Diminta Tebusan Rp23,7 Juta

    18 April 2020
    By
  • Jika Benar Data yang Dibocorkan Bjorka ‘Ecek-ecek’ Kenapa Jokowi Bentuk Tim Khusus?
    Nasional

    Jika Benar Data yang Dibocorkan Bjorka ‘Ecek-ecek’ Kenapa Jokowi Bentuk Tim Khusus?

    15 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS
    Internasional

    Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS

    23 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pengadilan AS Kirim Surat Panggilan ke Putra Mahkota Saudi terkait Kasus Penyiksaan dan Upaya Pembunuhan
    Internasional

    Pengadilan AS Kirim Surat Panggilan ke Putra Mahkota Saudi terkait Kasus Penyiksaan dan Upaya Pembunuhan

    3 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya
    Nasional

    Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

    13 September 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Terpaksa Negosiasi Qatar, Arab Saudi Ingin Perlancar Akuisisi Newcastle
    Olahraga

    Terpaksa Negosiasi Qatar, Arab Saudi Ingin Perlancar Akuisisi Newcastle

  • Meningkatkan Kesehatan Jantung
    Tips & Tutorial

    Sudah Tahu Sayur Kubis Kaya Manfaat?

  • Bakal Latih Arsenal, Mikel Arteta Diminta Lepas 5 Pemain Senior Termasuk Ozil dan Aubameyang
    Olahraga

    Bakal Latih Arsenal, Mikel Arteta Diminta Lepas 5 Pemain Senior Termasuk Ozil dan Aubameyang

  • TIKTAK.ID - Merasa Negaranya Diperas Trump, Warga Korea Selatan Demo Kedutaan Amerika di Seoul
    Internasional

    Merasa Negaranya Diperas Trump, Warga Korea Selatan Demo Kedutaan Amerika di Seoul

  • Tragedi Kanjuruhan Tempati Urutan Kedua Kejadian Paling Mematikan dalam Sejarah Sepak Bola Dunia
    Nasional

    Tragedi Kanjuruhan Tempati Urutan Kedua Kejadian Paling Mematikan dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.