TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Hashim Bilang Ada Mark Up Proyek Alutsista di Kemenhan, Anak Buah Prabowo Tak Terima

Hashim Bilang Ada Mark Up Proyek Alutsista di Kemenhan, Anak Buah Prabowo Tak Terima

By Joni Sitohang
26 Juli 2020
481
0
Hashim Bilang Ada Mark Up Proyek Alutsista di Kemenhan, Anak Buah Prabowo Tak Terima

TIKTAK.ID – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) angkat suara mengenai kabar adanya dugaan mark up pembelian senjata hingga lebih dari 1.000 persen yang disampaikan oleh adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Kepala Biro Humas Kemenhan, Brigjen Djoko Purwanto, membantah informasi tersebut. Ia memastikan tidak ada mark up proyek hingga lebih dari 1.000 persen.

“Mark up itu tidak ada, tidak ada itu yang Rp50 triliun itu,” ujar Djoko di Jakarta, beberapa waktu lalu, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id.

Baca juga : Serangan ke Erick Thohir Makin Keras, Adian: Jokowi itu Presiden atau Pengantar Surat?

Karena tidak ada mark up, Djoko pun enggan mengomentari lebih jauh soal dugaan mark up tersebut. Ia mengaku belum mengetahui informasi soal mark up proyek yang disebut Hashim. Ia mengatakan baru akan menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan Hashim.

“Itu kan Pak Hashim yang menyampaikan. Tapi dari kami belum monitor berita itu, nanti saya pelajari dulu,” terang Djoko.

Sebelumnya, Hashim mengungkapkan adanya mark up pembelian alutsista saat menggelar pertemuan dengan wartawan, Jumat (17/7/20). Ketika itu, ia mengklarifikasi tudingan nepotisme dalam ekspor benih lobster. Ia menyatakan kalau benar mau korupsi dan rakus, maka akan main di Kemenhan, bukan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga : Soal Isu Anaknya Mau Jadi Menteri Jokowi, Amien Rais: Nauzubillahiminzalik!!

Kemudian Hashim menceritakan bagaimana Prabowo membatalkan kontrak-kontrak alutsista di Kemenhan yang nilainya mencapai lebih dari Rp50 triliun. Menurutnya, proyek tersebut dibatalkan karena berbau korupsi; di-mark up sampai 1.250 persen.

Ia menyebut Prabowo membatalkan karena tak mau terlibat dalam kasus korupsi. Namun Hashim tak merinci proyek-proyek apa saja yang dibatalkan itu. Ia menyampaikan, anggaran itu kemudian dikembalikan Kemenhan ke Kementerian Keuangan.

Tidak hanya soal mark up, Kemenhan juga disorot Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena menjadi satu dari lima lembaga yang masuk temuan BPK atas penggunaan rekening pribadi dalam pengelolaan dana APBN. Hal itu disampaikan ketua BPK Agung Firman Sampurna, Selasa (21/7/20).

Baca juga : DKI Pecah Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Anies Baswedan Malah Sangat Bersyukur. Lho?

Agung menyebut total temuan pengelolaan dana APBN dengan menggunakan rekening pribadi mencapai Rp71,78 miliar. Ia menilai hal itu tidak diperbolehkan dan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana jika ditemukan kerugian negara.

Meski begitu, lanjut Agung, hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi kerugian negara. Pasalnya, belum ditemukan penyalahgunaan dari uang negara yang masuk ke rekening pribadi tersebut.

TagsHashimKemenhanMenteri PertahananPrabowoProyek Alutsista

Related articles More from author

  • Rocky Gerung: Sinyal Politik Penangkapan Edhy, Tanda Jokowi Tak Butuh Prabowo Lagi
    Nasional

    Rocky Gerung: Sinyal Politik Penangkapan Edhy, Tanda Jokowi Tak Butuh Prabowo Lagi

    26 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Laporan Prabowo ke Wapres Soal Lumbung Pangan: Semua Negara Bakal Berebut Pangan
    Nasional

    Laporan Prabowo ke Wapres Soal Lumbung Pangan: Semua Negara Bakal Berebut Pangan

    4 September 2020
    By Joni Sitohang
  • PDIP Tak Terima Prabowo Sebut Alutsista Era Soekarno Juga Bekas
    Nasional

    PDIP Tak Terima Prabowo Sebut Alutsista Era Soekarno Juga Bekas

    13 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024
    Nasional

    Pengamat: Elektabilitas Prabowo Murni Penilaian Publik, Bukan Pencitraan

    14 Oktober 2022
    By Joni Sitohang
  • Gemira Ajak Tokoh PA 212 Kembali Dukung Prabowo di 2024
    Nasional

    Gemira Ajak Tokoh PA 212 Kembali Dukung Prabowo di 2024

    12 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Heboh Mobil Pelat Merah Angkut Baliho Ganjar, Kubu Prabowo: Selama Ini Kami Dituduh Gunakan Fasilitas Negara
    Nasional

    Heboh Mobil Pelat Merah Angkut Baliho Ganjar, Kubu Prabowo: Selama Ini Kami Dituduh Gunakan Fasilitas Negara

    28 November 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dulu RI Berani Tenggelamkan Kapal China, Susi: Kenapa Sekarang Tidak Bisa?
    Nasional

    Dulu RI Berani Tenggelamkan Kapal China, Susi: Kenapa Sekarang Tidak Bisa?

  • Cegah Diabetes dan Kolesterol, Pahami Batas Aman Konsumsi Kue Kering Lebaran
    Tips & Tutorial

    Cegah Diabetes dan Kolesterol, Pahami Batas Aman Konsumsi Kue Kering Lebaran

  • Ekonom Muda Indef Tantang Debat Terbuka Staf Milenial Jokowi
    Nasional

    Ekonom Muda Indef Tantang Debat Terbuka Staf Milenial Jokowi

  • Pramono Klaim Tak Berambisi Jadi Gubernur Jakarta Dua Periode
    Nasional

    Pramono Klaim Tak Berambisi Jadi Gubernur Jakarta Dua Periode

  • Spotify Gandeng Stripe, Podcaster Kini Bisa Dapat Cuan
    Teknologi

    Spotify Gandeng Stripe, Podcaster Kini Bisa Dapat Cuan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.