TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Taliban Kembali Bantah Tuduhan Berkolusi dengan Intelijen Rusia dalam ‘Memburu’ Tentara Amerika

Taliban Kembali Bantah Tuduhan Berkolusi dengan Intelijen Rusia dalam ‘Memburu’ Tentara Amerika

By Bagas F Sinaga
20 Juli 2020
906
0
Taliban Kembali Bantah Tuduhan Berkolusi dengan Intelijen Rusia dalam 'Memburu' Tentara Amerika

TIKTAK.ID – Taliban kembali menegaskan bantahannya atas laporan The New York Times yang melaporkan bahwa intelijen militer Rusia menawarkan hadiah kepada anggota kelompok Taliban yang berhasil membunuh tentara Amerika di Afghanistan.

Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen kembali menegaskan sikap kelompoknya terkait dugaan kolusi dengan Rusia, yang menurutnya tak lain adalah “berita palsu”.

“Laporan hadiah dari Rusia itu tidak benar; ini adalah tuduhan yang tidak berdasar. Kami tidak bertarung untuk siapa pun atau untuk mendapatkan uang. Orang-orang kami memiliki ideologi sendiri dan mereka berjuang dan berkorban untuk itu,” kata Shaheen kepada RT News, Minggu (19/7/20).

Mengacu pada kesepakatan perdamaian Amerika-Taliban yang ditandatangani pada awal tahun ini di Doha, ia menyebut bahwa laporan itu bermotivasi politik dan berkaitan dengan para perusak proses perdamaian dan perjanjian yang disebutkan di atas.

Tujuannya adalah untuk “merusak proses perdamaian ini”, Shaheen menggarisbawahi, mematahkan tuduhan tak berdasar tentang kesepakatan itu.

Pernyataan itu menyusul penolakan Shaheen sebelumnya terhadap laporan The New York Times tentang intelijen militer Rusia yang diduga menawarkan hadiah kepada Taliban untuk membunuh serdadu Amerika di Afghanistan.

“Kami sedang melanjutkan investigasi kami sendiri berdasarkan informasi di media. Tuduhan ini palsu dan tidak berdasar, dan ini diluncurkan oleh agen intelijen di Kabul untuk menggagalkan dan menunda proses perdamaian serta pembentukan pemerintahan baru,” katanya dalam sebuah pernyataannya awal bulan ini.

Rusia, yang menyambut baik perjanjian damai Doha, dan Pentagon juga membantah klaim “hadiah” itu, karena kurangnya bukti yang berkaitan dengan tuduhan tersebut. Terakhir, bahkan Presiden Trump juga tak memercayai laporan itu dan menuduhnya sebagai “tipuan palsu”.

Tuduhan itu muncul setelah Amerika dan Taliban menandatangani perjanjian perdamaian yang sudah lama dinanti-nantikan di Ibu Kota Qatar, Doha pada akhir Februari, sebuah kesepakatan yang mempertimbangkan penarikan sekitar 13.000 tentara Amerika dari Afghanistan.

Perjanjian tersebut juga menetapkan pembebasan hingga 5.000 tahanan Taliban dan kerja sama Amerika dengan Pemerintah Islam Afghanistan pasca-penyelesaian perundingan baru dan tanpa campur tangan Washington dalam urusan internal Kabul.

Sebagai imbalannya, Taliban wajib mengambil langkah-langkah untuk mencegah kelompok-kelompok teroris, seperti al-Qaeda, menggunakan tanah Afghanistan untuk mengancam keamanan Amerika dan sekutunya.

TagsAmerikaBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahIntelijenRusiaTalibanTentara AS

Related articles More from author

  • Putin: Polandia Berkolusi dengan Hitler Pada Perang Dunia II
    Internasional

    Putin: Polandia Berkolusi dengan Hitler Pada Perang Dunia II

    25 Desember 2019
    By Bagas F Sinaga
  • Partai Berkuasa Zimbabwe Sebut Duta Besar AS ‘Penjahat’
    Internasional

    Partai Berkuasa Zimbabwe Sebut Duta Besar AS ‘Penjahat’

    2 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • WHO: Satu dari Tiga Wanita di Dunia Jadi Sasaran Kekerasan dan Pelecehan
    Internasional

    WHO: Satu dari Tiga Wanita di Dunia Jadi Sasaran Kekerasan dan Pelecehan

    11 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - Lagi, Beijing Tolak Kunjungan Kapal Militer AS ke Hongkong
    Internasional

    Lagi, Beijing Tolak Kunjungan Kapal Militer AS ke Hongkong

    3 Desember 2019
    By William Putra Wijaya
  • Sudan Ogah Didekte AS untuk Normalisasi dengan Israel
    Internasional

    Sudan Ogah Didekte AS untuk Normalisasi dengan Israel

    28 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Inggris Kewalahan Hadapi 'Tsunami' Hoaks Soal Vaksin di Medsos
    Internasional

    Inggris Kewalahan Hadapi ‘Tsunami’ Hoaks Soal Vaksin di Medsos

    17 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ada Jejak Militer Amerika di Deretan Penyokong Dana Besar untuk Perusahaan Pembuat Vaksin Corona
    Internasional

    Ada Jejak Militer Amerika di Deretan Penyokong Dana Besar untuk Perusahaan Pembuat Vaksin Corona

  • Manchester City Tidak Akan Cari Pengganti Sergio Aguero
    Olahraga

    Manchester City Tidak Akan Cari Pengganti Sergio Aguero

  • Tak Khawatir Safari Politik Anies, Cak Imin: Nggak Ngaruh!
    Nasional

    Tak Khawatir Safari Politik Anies, Cak Imin: Nggak Ngaruh!

  • Pengamat: Wacana Tunda Pemilu Strategi Parpol untuk Kerek Elektabilitas
    Nasional

    Pengamat: Wacana Tunda Pemilu Strategi Parpol untuk Kerek Elektabilitas

  • TIKTAK.ID - Atasi Kemacetan, Uber dan Hyundai Motor Kolaborasi Kembangkan Taksi Terbang
    Teknologi

    Atasi Kemacetan, Uber dan Hyundai Motor Kolaborasi Kembangkan Taksi Terbang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.