TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Tetap Bercokol dengan Dalih Perangi Teroris, Amerika Terus Mencuri Kekayaan Alam Suriah

Tetap Bercokol dengan Dalih Perangi Teroris, Amerika Terus Mencuri Kekayaan Alam Suriah

By Bagas F Sinaga
14 Agustus 2021
541
0
Tetap Bercokol dengan Dalih Perangi Teroris, Amerika Terus Mencuri Kekayaan Alam Suriah

TIKTAK.ID – Sedikitnya 55 kendaraan termasuk tanker bermuatan minyak dan kendaraan pengawal telah keluar dari Suriah ke Irak melalui penyeberangan perbatasan al-Waleed selama 24 jam terakhir, Kantor Berita Arab Suriah melaporkan.

Pada Jumat (13/8/21), sumber-sumber lokal di pedesaan di luar kota al-Yarubiyah, provinsi al-Hasakah mengatakan bahwa konvoi 25 kendaraan, termasuk tanker, truk tertutup dan lemari es dikirim ke timur menuju perbatasan, seperti yang dilaporkan Sputniknews.

Sebelum itu, sumber juga melaporkan bahwa 30 kendaraan, termasuk tanker, truk dan kendaraan lapis baja, juga menuju pos pemeriksaan al-Waleed.

Pemerintah Suriah menyatakan penyeberangan al-Waleed adalah ilegal, karena tidak menguasai pos pemeriksaan perbatasan di darat di tempat itu.

Peristiwa Jumat itu hanyalah contoh terbaru dari penyelundupan minyak Suriah secara ilegal oleh AS dan sekutu Kurdi yang dilaporkan oleh media Suriah.

Selasa lalu, SANA mengatakan bahwa konvoi 80 kendaraan dari wilayah al-Jazeera telah dibawa ke luar negeri, sekali lagi menggunakan penyeberangan al-Waleed. Sebelum itu, 25 kapal pengangkut minyak lainnya terlihat melaju melalui perbatasan yang melintasi Irak itu.

Media Suriah secara konsisten melaporkan kegiatan penyelundupan AS, yang selain minyak kadang-kadang juga pencurian pasokan makanan.

Suriah Timur adalah rumah bagi sebagian besar kekayaan minyak dan gas negara itu, dan berfungsi sebagai lumbung rotinya, dan pasukan AS beserta sekutu mereka telah mengeksploitasi wilayah itu sebanyak-banyaknya dan menghalangi pengembaliannya ke Pemerintah Damaskus selama lebih dari empat tahun.

Wilayah-wilayah ini dirampok, kehilangan energi dan swasembada pangan yang dinikmatinya sebelum terjadinya pemberontakan yang didukung asing pada 2011. Kini Suriah bergantung pada Iran dan Rusia untuk mendapatkan bantuan bahan bakar dan makanan dalam beberapa tahun terakhir karena sedang membangun kembali negerinya usai perang.

Kehadiran AS di Suriah timur tidak memiliki dasar hukum internasional, tetapi Pemerintahan Biden tidak memiliki niat untuk menghapus “jejak”-nya dari negara itu, menurut pejabat senior Pemerintah yang berbicara kepada Politico akhir bulan lalu.

Damaskus telah berulang kali menuntut agar semua pasukan asing yang tidak secara eksplisit diundang ke negara itu oleh Pemerintah yang sah, termasuk AS dan Turki, ditambah pasukan Israel yang menduduki wilayah Golan di Suriah, untuk segera angkat kaki dari daerah yang mereka duduki.

AS diperkirakan memiliki sekitar 900 tentara, termasuk pasukan khusus Baret Hijau, di Suriah saat ini.

Tidak seperti pendahulunya Donald Trump, yang secara terbuka membual tentang “mengambil” dan “menyimpan” minyak Suriah, Presiden Joe Biden telah membingkai pendudukan bagian timur negara itu sebagai persoalan “memerangi terorisme”. Namun, Suriah dan sekutunya secara teratur menuduh AS bertindak dan berkoordinasi dengan para teroris selama bertahun-tahun sebagai sarana untuk membenarkan pendudukan mereka yang terus berlanjut.

Awal musim panas ini, selama kunjungan ke kawasan industri di luar Damaskus, Presiden Suriah Bashar Assad meyakinkan rekan-rekannya bahwa Suriah pada akhirnya akan mengatasi semua kesulitan yang dihadapinya dan memulihkan kembali basis industrinya, terlepas dari kesulitan saat ini yang disebabkan, antara lain, oleh sanksi dari Barat.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahPasukan ASSuriah

Related articles More from author

  • Metode Iran Tekan Laju Kematian Akibat Corona Ditiru Amerika dan Negara-negara Eropa
    Internasional

    Metode Iran Tekan Laju Kematian Akibat Corona Ditiru Amerika dan Negara-negara Eropa

    16 April 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Navalny Tuding Putin yang Meracunnya
    Internasional

    Navalny Tuding Putin yang Meracunnya

    3 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pulang dari AS, Tentara Thailand Positif Covid-19
    Internasional

    Pulang dari AS, Tentara Thailand Positif Covid-19

    3 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Biden Sebut Trump Tak Bertanggung Jawab dan Bahayakan Nyawa Warga Amerika
    Internasional

    Biden Sebut Trump Tak Bertanggung Jawab dan Bahayakan Nyawa Warga Amerika

    22 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Wali Kota Rio de Janeiro, Brasil Ditangkap Polisi dengan Tuduhan Korupsi
    Internasional

    Wali Kota Rio de Janeiro, Brasil Ditangkap Polisi dengan Tuduhan Korupsi

    23 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Ngaku Positif Corona, Hanya Akal Bulus Trump Tuai Simpati dan Menang Pilpres dengan Segala Cara?
    Internasional

    Ngaku Positif Corona, Hanya Akal Bulus Trump Tuai Simpati dan Menang Pilpres dengan Segala Cara?

    5 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PM Selandia Baru: Teror Christchurch, Ubah Fundamental Bangsa
    Internasional

    PM Selandia Baru: Teror Christchurch, Ubah Fundamental Bangsa

  • TIKTAK.ID - Uji Coba Rudal Korea Utara Bikin Gerah Jepang
    Internasional

    Uji Coba Rudal Korea Utara Bikin Gerah Jepang

  • Sufmi Dasco Ahmad Soal Sandiaga Jadi Ketum Gerindra
    Nasional

    Gerindra Minta Kepastian Prabowo Maju Capres Jelang Rakernas

  • Airlangga Temui Prabowo, Bahas Pilpres 2024?
    Nasional

    Airlangga Temui Prabowo, Bahas Pilpres 2024?

  • Guyonan Admin Twitter NU Kelewatan, PBNU Era Gus Yahya Ultimatum Keras
    Nasional

    Guyonan Admin Twitter NU Kelewatan, PBNU Era Gus Yahya Ultimatum Keras

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.