Tag: Vaksinasi Covid-19

  • Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak

    Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, Mulyanto mengungkapkan bahwa pemindahan Ibu Kota belum menjadi sesuatu yang mendesak saat ini. Dia mengatakan daripada melakukan hal itu, lebih baik Pemerintah fokus mengejar target vaksinasi Covid-19.

    “Selain itu, mulai menata kembali pergerakan ekonomi di sektor-sektor prioritas, serta mencegah kemungkinan gelombang ketiga pandemi Covid-19. Pembiayaan fiskal Pemerintah seharusnya dapat diarahkan pada sektor ini,” terang Mulyanto melalui keterangan tertulisnya, seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (6/10/21).

    Mulyanto menyatakan di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum selesai, sebaiknya Pemerintah tidak memaksakan kehendak memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Terlebih, kata Mulyanto, bila sumber pembangunan berasal dari utang.

    Baca juga : Said Aqil Siradj Mantap Masuk Bursa Ketum PBNU Usai Ketemu Jokowi

    “Ibu Kota Negara sekarang ini masih layak dan tidak mendesak untuk dipindahkan. Jadi tidak tepat jika program pemindahan Ibu Kota Negara dimasukkan sebagai prioritas pembangunan,” tutur Mulyanto.

    Mulyanto pun menyarankan Pemerintah agar secara bertahap memulihkan industri pariwisata. Dia juga meminta Pemerintah membangun kembali industri pengolahan yang berorientasi ekspor, pasar domestik, dan industri yang menyerap tenaga kerja tinggi.

    Menurut Mulyanto, mestinya utang diarahkan pada sektor yang mempercepat pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi rakyat, bukan untuk proyek mercusuar atau sekadar warisan Pemerintah berupa Ibu Kota Negara baru.

    Baca juga : Bocoran Jubir Jokowi soal Panglima TNI yang Baru

    “Apalagi umur Pemerintahan rezim sekarang tinggal beberapa tahun lagi, sehingga tidak tepat mengambil keputusan yang strategis seperti pemindahan Ibu Kota Negara ini,” tegas Mulyanto.

    Di sisi lain, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menilai pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur adalah simbol transformasi progresif menuju Indonesia Maju.

    “Ibu Kota Negara baru berada di tengah wilayah geografis Nusantara, merupakan simbol transformasi progresif menuju Indonesia Maju,” ucap Fadjroel, Jumat (1/10/21).

    Baca juga : Berikut Perbedaan Partai Buruh yang Lama dan Baru

    Fadjroel menjelaskan, transformasi progresif tersebut di antaranya transformasi dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang berprinsip pada Indonesia sentris atau pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, dan perlindungan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim. Kemudian kualitas baru tata kelola pemerintahan, serta transformasi progresif yang menyeluruh dalam kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.

  • Wapres Sebut KSAL Yudo Sebagai Panglima, Salah Ucap atau Sengaja?

    Wapres Sebut KSAL Yudo Sebagai Panglima, Salah Ucap atau Sengaja?

    TIKTAK.ID – Wakil Presiden, Ma’ruf Amin diketahui sempat salah bicara ketika menyebut Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono sebagai “Panglima”.

    Hal itu terjadi saat Ma’ruf memberikan sambutan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, pada Kamis (16/9/21). Gelaran vaksinasi tersebut diadakan oleh TNI AL dan dihadiri langsung oleh Yudo.

    “Hari ini saya hadir di pondok pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan TNI AL. Bersama dengan Pemerintah Daerah, dan ada Bapak Panglima hadir di sini,” ujar Ma’ruf saat itu, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Anies Diperiksa KPK, Novel Baswedan Buka Suara

    Kemudian Ma’ruf sempat menghentikan sambutannya beberapa detik. Ia pun langsung mengoreksi ucapannya.

    “Eh, bapak KSAL. Kepala Staf Angkatan Laut berada di sini,” ucap Amien.

    Setelah Ma’ruf mengoreksi ucapannya, Jubir Wapres, Masduki Baidlowi, tiba-tiba ikut buka suara.

    “Doa itu berarti,” kata Masduki sambil menepuk-nepuk lengan Yudo.

    Baca juga : Polisikan Haris Azhar, Luhut: Tidak Ada Kebebasan Absolut!

    Namun Ma’ruf tidak merespons celetukan Masduki, melainkan melanjutkan sambutannya. Tidak hanya menyapa Yudo, Ma’ruf juga menyapa Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Kepala BNPB, Ganip Warsito yang ikut hadir langsung dalam acara tersebut.

    Sambutan Ma’ruf itu juga diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden pada Jumat (17/9/21) kemarin. Akan tetapi, pernyataan Ma’ruf yang salah ucap terkait KSAL Yudo menjadi panglima seperti dipotong.

    Untuk diketahui, Yudo adalah salah satu nama kandidat kuat pengganti Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada November 2021 mendatang. Nama kuat lainnya yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa.

    Baca juga : Giring Tuding Anies Pembohong, Jubir PSI Jelaskan Alasannya

    Lebih lanjut, peluang Yudo akan semakin kuat bila presiden dan DPR mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

    Dalam UU itu, panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

    Hadi Tjahjanto sendiri berasal dari TNI Angkatan Udara. Sebelumnya, posisi Panglima TNI dijabat oleh Gatot Nurmantyo dan Moeldoko yang berasal dari Angkatan Darat.

  • Gelak Tawa Warnai Perjumpaan Jokowi dengan Joko Widodo

    Gelak Tawa Warnai Perjumpaan Jokowi dengan Joko Widodo

    TIKTAK.ID – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Klaten, Jawa Tengah, tampak diwarnai gelak tawa warga. Sebab, ketika Presiden Jokowi sedang meninjau vaksinasi Covid-19 dari pintu ke pintu (door to door), ia bertemu dengan warga bernama Joko Widodo.

    Melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi terlihat sedang berbincang dengan seorang pria peserta vaksinasi. Kemudian di tengah perbincangan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut nimbrung.

    “Mas namanya siapa? Namanya jenengan sinten?” ujar Ganjar bertanya ke pria itu, seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Joko Widodo, Pak,” jawab pria tersebut.

    Baca juga : Acara Ilegalnya Dibubarkan, Demokrat Moeldoko Malah Tuding Kubu AHY Suka Pakai Cara Preman

    Sontak warga yang hadir dalam acara itu tidak mampu menahan tawa. Suasana pun menjadi riuh, lantaran mengetahui bahwa peserta vaksinasi itu memiliki nama sama dengan sang Presiden.

    “Oh ternyata namanya kembar ya,” ucap Ganjar.

    Tidak lama setelah itu, warga bernama Joko Widodo tampak menitikkan air mata. Dia merasa terharu karena bisa bertemu dengan presiden. Jokowi lantas hanya tertawa saat melihat Joko Widodo menangis haru.

    Baca juga : Mengintip Kenaikan Harta Kekayaan Pejabat Mulai dari Anies hingga Jokowi

    “Aku ora ngerti loh iki (saya enggak tahu lo ini),” kata Presiden Jokowi berseloroh.

    Mendengar candaan Presiden Jokowi, warga semakin riuh. Bahkan seorang warga ikut melontarkan guyonan kepada Joko Widodo yang sedang menangis.

    “Ora sah nangis (enggak usah menangis), awas nanti disuntik,” tutur seorang perempuan yang diikuti gelak tawa warga. Setelah itu, Joko Widodo mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

    Baca juga : Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

    Untuk diketahui, Presiden Jokowi berkunjung ke Jawa Tengah pada Senin (13/9/21) untuk meninjau proses vaksinasi Covid-19. Biro pers menyebut setibanya di Kabupaten Klaten, Jokowi meninjau kegiatan vaksinasi dari pintu ke pintu bagi masyarakat di Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu.

    Selanjutnya Jokowi dijadwalkan meninjau kegiatan vaksinasi serupa di Dukuh Brontowiryan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, dan Kabupaten Sukoharjo.

    Mantan Wali Kota Solo tersebut juga akan berkunjung ke SMAN 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo untuk meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar se-Kabupaten Sukoharjo. Ia pun menyapa peserta vaksinasi pelajar di sejumlah lokasi lainnya di seluruh Indonesia melalui konferensi video.

  • WHO Apresiasi Upaya BTS Army di Sentra Vaksinasi Covid-19

    WHO Apresiasi Upaya BTS Army di Sentra Vaksinasi Covid-19

    TIKTAK.ID – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyoroti upaya Senyum Army, komunitas penggemar BTS, yang menghadirkan pameran instalasi seni bertajuk Stay Gold is for The Vaccinated dalam pelaksanaan Sentra Vaksinasi Covid-19 Nasional. Tedros mengapresiasi BTS Army Indonesia melalui sebuah cuitan di akun Twitter resmi.

    “Terima kasih, INDOMYS, atas kontribusi kalian demi #VaccinEquality (keadilan vaksin). Pertahankan kinerja hebatnya,” cuit Tedros, seperti dilansir detik.com.

    Untuk diketahui, GoTix dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menggandeng Senyum Army dalam pelaksanaan sentra vaksinasi pada Sabtu, 31 Juli lalu. Sepanjang acara itu, para peserta terhibur dengan penampilan video musik grup idol asal Korea Selatan, Bangtan Boys (BTS). Para peserta juga bisa berpose di depan instalasi seni bernuansa bunga-bunga cantik yang menghiasi salah satu sudut lokasi.

    Sentra vaksinasi tersebut menyasar anggota masyarakat berusia 12 tahun ke atas. Dukungan komunitas Senyum Army pun menjadi salah satu upaya untuk menggaet lebih banyak lagi peserta vaksinasi, khususnya sesama BTS Army.

    Kemudian suasana sentra vaksinasi semakin meriah dengan adanya sajian Senang Tenang Online Show, yaitu hiburan online persembahan GoTix yang hadir baik melalui layar LED raksasa di lokasi sentra vaksinasi maupun di aplikasi GoPlay.

    Para peserta bisa menikmati penampilan artis-artis papan atas seperti Isyana Sarasvati, Dewa Budjana, Danilla Riyadi, Reality Club, dan lainnya, melalui aplikasi GoPlay via smartphone.

    Kegiatan vaksinasi itu diikuti oleh masyarakat yang sebelumnya telah mendaftar melalui GoTix di aplikasi Gojek. Hal itu membuat antrean di sentra vaksinasi GoTix dan Polda Metro Jaya dapat diminimalkan.

    Menurut Head of GoTix, Tubagus Utama, sebagai bagian dari ekosistem Gojek, maka pihaknya terus mendukung Pemerintah dalam upaya percepatan vaksinasi. Ia turut mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu mendorong minat peserta vaksinasi berusia 12 tahun ke atas, termasuk komunitas Senyum Army.

    “GoTix sangat berterima kasih atas partisipasi Senyum Army yang mendirikan instalasi seni Stay Gold for The Vaccinated karya Art Exhibition for BTS, demi meningkatkan antusiasme masyarakat, terutama para BTS Army, untuk memperoleh vaksinasi. Jika semakin banyak anggota masyarakat yang bisa mendapat vaksinasi, semakin cepat pula tercapai target Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19,” tutur Tubagus, Jumat (6/8/21).

  • Jokowi Batalkan Program Vaksinasi Berbayar, Begini Kata Mahfud MD

    Jokowi Batalkan Program Vaksinasi Berbayar, Begini Kata Mahfud MD

    TIKTAK.ID – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menjabarkan alasan konkret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas membatalkan program vaksinasi berbayar. Melalui aku Twitter @mohmahfudmd, seperti dilansir CNBC Indonesia, Sabtu (17/7/21), Mahfud mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada vaksin yang berbayar. Artinya, kata Mahfud, semua vaksin digratiskan bagi seluruh masyarakat.

    “Presiden menetapkan tidak ada vaksin berbayar, jadi semua vaksinasi gratis untuk rakyat. Sejak awal kebijakannya memang seperti itu,” cuit Mahfud.

    Mahfud menilai semua ide vaksin berbayar itu muncul akibat ledakan Covid-19 yang berasal dari varian Delta. Ia menyatakan sejak saat ini, upaya Pemerintah yakni menggencarkan pelaksanaan vaksinasi.

    Baca juga : Ahok Berbagi Rahasia Cepat Sembuh dari Covid

    Menurut Mahfud, meski stok vaksin aman, tetapi tenaga medis terbatas yang pada akhirnya menyebabkan terjadi antrean vaksinasi. Ia menyebut aparat TNI, Polri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan harus ikut turun tangan untuk melatih vaksinator, demi mempercepat program vaksinasi.

    “Tapi tetap banyak yang tak terlayani, banyak ada yang sudah antre tapi tak bisa terlayani saking banyaknya,” terang Mahfud.

    Mahfud menilai melihat fenomena tersebut, kemudian muncul ide dari sektor swasta yang akan membeli vaksin untuk karyawannnya. Ia berpendapat ide ini agar industri dan berbagai sektor esensial bisa bekerja tanpa rasa takut.

    Baca juga : Prabowo Kenakan Masker Berselang di Istana, Ada Apa?

    “Pelaksanaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan vaksin Pemerintah. Namun timbul reaksi penolakan yang keras. Menampung aspirasi tersebut, Presiden pun telah melarang program vaksinasi berbayar,” tutur Mahfud.

    Di sisi lain, Jokowi juga geram dengan banyaknya stok vaksin yang masih menumpuk dan tak kunjung disuntikkan ke masyarakat. Jokowi menyampaikan hal itu dalam Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, Jumat (16/7/21), dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

    “Tolong dilihat betul angka-angkanya karena yang saya melihat data yang masuk, baik itu berupa vaksin jadi maupun bulk yang sudah masuk ke negara kita ada 137 juta. Padahal yang sudah disuntikkan dalam vaksinasi itu hanya kurang lebih 54 juta,” ungkap Jokowi.

    Baca juga : Datangi TPU Rorotan, Anies: Semua Mata Berkaca-kaca

    “Artinya stok yang ada, baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian Kesehatan atau di provinsi, di kabupaten, di kota, di rumah sakit, di Puskesmas-Puskesmas itu terlalu besar,” imbuhnya.

    Lantas Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin untuk segera menghabiskan stok yang ada.

  • Pemerintah Akhirnya Resmi Larang Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, Berlaku Umum untuk Semua Kalangan

    Pemerintah Akhirnya Resmi Larang Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, Berlaku Umum untuk Semua Kalangan

    TIKTAK.ID – Setelah sekian lama ditunggu banyak orang, akhirnya Pemerintah memutuskan secara resmi untuk meniadakan mudik Lebaran tahun 2021. Larangan ini tidak hanya berlaku untuk ASN dan karyawan BUMN, tapi juga karyawan swasta dan masyarakat umum.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri yang diselenggarakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa tahun 2021, mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/21).

    “Sehingga upaya vaksinasi yang sedang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin sesuai yang diharapkan,” sambungnya.

    Nantinya, akan ada aturan-aturan terkait peniadaan mudik. Muhadjir menyatakan cuti bersama Idulfitri tetap ada namun tidak untuk mudik.

    “Cuti bersama Idulfitri 1 hari tetap ada namun tidak boleh ada aktivitas mudik,” ucap Muhadjir.

    Muhadjir mengatakan seluruh kementerian dan lembaga akan melakukan komunikasi publik yang baik tentang peniadaan mudik ini. Larangan ini berlaku pada 6-17 Mei 2021.

    “Larangan mudik akan dimulai pada 6-17 Mei 2021 dan sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau pada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu,” pungkasnya.

  • YouTube Hapus 30 Ribu Video Terkait Hoaks Vaksinasi Covid-19

    YouTube Hapus 30 Ribu Video Terkait Hoaks Vaksinasi Covid-19

    TIKTAK.ID – YouTube mengatakan telah menghapus lebih dari 30 ribu video terkait hoaks soal vaksinasi Covid-19 dalam lima bulan terakhir.

    Seorang Jubir YouTube mengatakan video-video tersebut bertentangan dengan informasi vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau otoritas kesehatan seperti NHS, lansir BBC.

    Pada Oktober lalu, YouTube membuat larangan konten informasi vaksin yang tak sesuai dalam upaya untuk menekan upaya mendiskreditkan suntikan vaksinasi.

    Ia menambahkan bahwa dalam setahun terakhir, mereka telah menghapus lebih dari 800.000 video karena informasi yang salah terkait virus Corona.

    Angka itu mencakup lebih dari sekadar persoalan vaksin, tetapi klaim yang lebih luas yang “secara medis tidak berdasar” tentang virus tersebut.

    Ini termasuk klaim palsu bahwa vaksin itu membunuh orang, menyebabkan kemandulan, atau mengandung microchip rahasia yang akan ditanamkan ke penerima.

    Pada tahap awal pandemi, YouTube adalah rumah bagi banyak teori konspirasi tentang penyakit tersebut dan bahkan klaim palsu tentang virus yang “tidak ada obatnya”.

    Meskipun ada larangan atas konten semacam itu, menemukan dan menghapusnya tetap menjadi perjuangan bagi YouTube dan platform sosial lainnya.

    Kritik universal terhadap situs media sosial selama pandemi adalah karena lambatnya mereka bertindak atas disinformasi yang berbahaya.

    Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian telah beralih ke seberapa banyak mereka telah membiarkan kebohongan tentang vaksin berkembang biak di platform mereka.

    YouTube umumnya berada di kurva terdepan dalam hal memperkenalkan kebijakan untuk mengatasi hal ini.

    “Tetapi saya telah menyelidiki dampak konten anti-vaksin secara online selama beberapa bulan, dan tidak ada keraguan bahwa hal itu telah membuat orang takut jauh sebelum pengumuman ini,” klaim Jubir YouTube.

    Lebih buruk lagi, minoritas aktivis berkomitmen yang menyebarkan konten anti-vaksin berbahaya secara online menggunakan taktik semakin canggih yang menimbulkan masalah untuk platform video seperti YouTube.

    Reporter spesialis disinformasi BBC, Marianna Spring mengatakan bahwa dirinya melakukan investigasi untuk BBC Panorama mengungkapkan bagaimana video yang menampilkan orang-orang yang mengaku sebagai petugas medis untuk mempromosikan klaim vaksin palsu sangat efektif dalam mempermainkan masalah yang sudah ada sebelumnya.

    Jenis video ini telah berkembang pesat di platform seperti YouTube -dan sejumlah penyebar utama masih menggunakan YouTube untuk menarik ratusan ribu pelanggan.