Tag: tips memasak

  • Resep Cimol dan Tips Menggoreng Anti-Meledak

    Resep Cimol dan Tips Menggoreng Anti-Meledak

    TIKTAK.ID – Cimol adalah salah satu camilan yang cocok disantap beramai-ramai bersama keluarga di rumah. Umumnya, Cimol ditaburi dengan keju bubuk atau bumbu bubuk lain. Namun kini terdapat pula kreasi Cimol dengan isian keju mozzarella.

    Sebetulnya cara membuat Cimol terbilang mudah. Namun ada tantangan tersendiri dalam membuat Cimol, yakni tidak jarang Cimol meledak saat digoreng.

    Meski begitu, Anda tidak perlu mengurungkan niat untuk membuat Cimol sendiri karena ada solusinya. Tips pertama, Cimol harus dimasukkan ke dalam minyak ketika minyak masih dingin. Jangan menyalakan kompor hingga seluruh adonan Cimol sudah terendam minyak goreng. Baru kemudian Anda bisa menyalakan api kompor kecil saja.

    Selanjutnya goreng Cimol sambil diaduk terus supaya tidak meledak. Jika Cimol sudah tampak mengapung, maka bisa segera diangkat.

    Seperti dilansir Kompas.com dari Sobat Cookpad Imaimey_ @dapur_imaimey, berikut ini resep lengkap Cimol anti-meledak.

    Bahan biang:
    30 gram tepung tapioka
    200 ml air
    1 sdt bawang putih bubuk
    2 sdt garam
    1 sdt kaldu bubuk
    1/2 sdt lada bubuk

    Bahan kering:
    250 gram tepung tapioka
    30 gram tepung terigu

    Bahan pelengkap:
    Keju bubuk siap pakai atau bumbu bubuk rasa lain sesuai selera
    Minyak goreng secukupnya

    Cara membuat Cimol anti-meledak:

    • Langkah pertama, siapkan panci berukuran sedang. Masukkan semua bahan biang ke dalam panci dan aduk hingga seluruh bahan tercampur rata.
    • Kemudian masak menggunakan api sedang sambil terus diaduk hingga adonan berubah menjadi bening. Jika sudah, matikan api.
    • Selanjutnya campur bahan biang dengan bahan kering. Aduk hingga rata, tapi jangan diuleni karena hal itu akan membuat Cimol menjadi keras.
    • Setelah itu diamkan adonan di suhu ruang. Ambil sedikit adonan, bulatkan, dan lakukan hingga adonan habis.
    • Berikutnya, siapkan wajan cekung dan letakkan di atas kompor. Jangan dulu menyalakan api, dan tuang minyak goreng cukup banyak.
    • Masukkan Cimol, lalu nyalakan api kecil cenderung sedang. Goreng Cimol sampai terlihat mengapung dan teksturnya menjadi ringan. Angkat dan tiriskan Cimol.
    • Terakhir, taburi Cimol dengan keju bubuk.

    Cimol pun siap disantap selagi hangat.

  • Resep Ayam Kremes, Renyah Tahan Lama

    Resep Ayam Kremes, Renyah Tahan Lama

    TIKTAK.ID – Ayam Kremes cocok menjadi menu makan siang atau makan malam keluarga. Apalagi jika disantap bersama nasi hangat, lalapan, dan sambal, akan terasa makin nikmat.

    Umumnya, untuk membuat Ayam Kremes menggunakan tambahan baking powder supaya renyah tahan lama. Namun sebetulnya kamu bisa tidak memakai baking powder. Asalkan konsisten adonan kremesannya cair, maka kremes ayam akan renyah dan kriuk. Namun kamu perlu menambahkan telur supaya cripsy lebih lama.

    Seperti dikutip Kompas.com dari “Usaha Boga Resep Ny Liem – Masakan Ayam Populer” oleh Chendhawati terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, berikut ini resep Ayam Kremes.

    Bahan Ayam Kremes:
    1 ekor ayam pejantan, belah menjadi dua tidak putus
    1/2 sdt garam
    1/4 sdt merica bubuk
    1/2 sdt penyedap rasa
    1 sdt kaldu bubuk instan rasa ayam
    2 sdm air jeruk nipis
    30 ml untuk menumis
    10 gram bawang putih cincang
    20 gram bawang cincang
    100 gram kemiri, haluskan
    2 batang serai, memarkan
    30 gram lengkuas, memarkan
    2 lembar daun salam
    4 lembar daun jeruk, buang bagian tulang daunnya
    30 gram kunyit, haluskan
    1,5 lt air
    100 ml santan
    1,5 sdt garam
    3 sdt kaldu bubuk
    5 sdt gula pasir
    1 sdt penyedap rasa
    1/4 sdt merica bubuk

    Bahan kremes:
    450 ml air
    2 butir telur, kocok sebentar
    8 sdm tepung tapioka
    1/2 sdt garam
    1/2 sdt penyedap rasa
    1 sdt kaldu bubuk instan
    2 sdt gula pasir
    1/4 sdt merica bubuk

    Cara membuat Ayam Kremes:

    1. Cuci bersih ayam, lumuri menggunakan garam, merica bubuk, penyedap rasa, kaldu bubuk, dan air jeruk nipis hingga rata. Diamkan selama 14 menit sampai bumbu meresap.
    2. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, lalu masukkan kemiri, serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan kunyit. Aduk sampai rata.
    3. Kemudian tuang air dan santan, masak hingga mendidih. Masukkan ayam, tambahkan garam, kaldu bubuk, gula pasir, dan merica, aduk rata. Masak sampai bumbu meresap dan kuah menyusut, lalu angkat dan biarkan hingga dingin.
    4. Goreng ayam menggunakan minyak panas cukup banyak, sampai terendam. Goreng hingga berwarna kuning kecokelatan dan kering, angkat lalu tiriskan.
    5. Selanjutnya membuat kremes. Caranya, campur air, telur, tepung tapioka, garam, penyedap rasa, kaldu bubuk, gula pasir, dan merica menjadi satu. Aduk rata sampai menjadi adonan licin.
    6. Tuang delapan sendok makan adonan di atas minyak panas hingga berwarna kuning kecokelatan dan kering, lalu angkat dan tiriskan.
    7. Pindahkan ayam goreng di atas piring saji, beri kremesan di atasnya, dan sajikan selagi hangat.
  • Cara Memasak Pasta Hingga ‘Al Dente’, Apa Maksudnya?

    Cara Memasak Pasta Hingga ‘Al Dente’, Apa Maksudnya?

    TIKTAK.ID – Saat melihat resep pasta atau sedang menonton demo masak dari koki, kita sering mendengar istilah “al dente”.

    Mengutip Thespruceeats.com, istilah “al dente” berasal dari frasa Italia yang diterjemahkan sebagai ‘sampai ke gigi’ (to the tooth). Hal itu berarti pasta memiliki tingkat kematangan sempurna.

    Chef Hotel Salak Heritage Bogor, Ihsan Hadi mengatakan bahwa pasta disebut “al dante” ketika tekstur pasta terasa empuk dan terigu yang ada pada pasta sudah hilang.

    “Jadi kita mengambil satu bagian pas. Kalau tekstur sudah empuk, dan terigunya sudah hilang dari dalam, itu sudah bisa dinyatakan matang,” ujar Chef Ihsan, dalam Live Instagram @kompas.travel bersama Hotel Salak Heritage Bogor di program #MasakdiRumahAja, Kamis (30/4/20) pukul 15.30 WIB, seperti dilansir Kompas.com.

    “Jadi tidak terlalu matang atau kurang matang, melainkan benar-benar ada di titik pas,” imbuh Chef Ihsan.

    Menurut Ihsan, orang italia yang pertama memopulerkan istilah “al dente” dan juga dikenal sebagai pembuat pasta. Ia pun menyatakan jika hendak memasak pasta di rumah, tidak harus selalu menggunakan pasta berjenis spaghetti. Ia memaparkan, ada banyak jenis pasta selain spaghetti, seperti fettucini, fusilli, penne, makaroni, dan masih banyak lagi.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Thespruceeats.com, beberapa koki menyarankan bahwa saat kamu menggigit pasta yang dimasak “al dente”, maka akan terlihat titik putih kecil di tengah pasta. Namun ada juga yang berpendapat “al dente” adalah ketika titik tersebut sudah tidak ada lagi, karena titik tersebut mewakili bagian tengah pasta yang agak setengah matang.

    Meski begitu, pasta “al dente” harus terasa empuk, teksturnya tidak terlalu keras, dan tidak terlalu lembek.

    Untuk mengetahui pasta “al dente”, kamu dapat mulai menggigit pasta satu atau dua menit sebelum instruksi waktu kematangan pasta pada kemasan. Jika kamu menggigitnya dan gigi terasa sedikit tertahan, namun pastanya sudah empuk, maka kamu sudah mencapai “al dente”.

    Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa “al dente” akan terasa berbeda dengan pasta segar dibandingkan dengan pasta kering. Sebab, pasta segar hanya memerlukan waktu memasak yang sebentar.

  • Ketahui Bahan, Kalori dan Cara Memasaknya Agar Nasi Goreng jadi Santapan Lebih Sehat

    Ketahui Bahan, Kalori dan Cara Memasaknya Agar Nasi Goreng jadi Santapan Lebih Sehat

    TIKTAK.ID – Kalori pada sepiring nasi goreng bisa berbeda-beda, tergantung bahan yang digunakan dan cara memasaknya. Bahan tambahan seperti ayam, udang, sayur, hingga jenis minyak yang digunakan pun dapat memengaruhi jumlah lemak sampai kalori nasi goreng.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Fat Secret, berikut ini perbandingan kalori nasi goreng ayam, nasi goreng udang, dan nasi goreng tanpa daging.

    Kalori Nasi Goreng Ayam
    Satu porsi atau 149 gram nasi goreng ayam memiliki 247 kalori. Lebih detailnya, sebanyak 52 persen karbohidrat, 33 persen lemak, dan 15 persen protein.

    Kalori Nasi Goreng Udang
    Terdapat 241 kalori pada seporsi atau 149 gram nasi goreng udang. Rinciannya, sebanyak 53 persen karbohidrat, 33 persen lemak, dan 14 persen protein.

    Kalori Nasi Goreng tanpa Daging
    Seporsi atau 123 gram nasi goreng tanpa daging mempunyai 186 kalori. Dengan rincian, sebanyak 56 persen karbohidrat, 33 persen lemak, dan 11 persen protein.

    Jika melihat perbandingan kalori nasi goreng di atas, maka makanan ini tergolong tinggi kalori dan potensial banyak lemak.

    Live Strong menyatakan tingginya kalori dan lemak nasi goreng berasal dari bahan dan proses pembuatan nasi goreng.

    Pada dasarnya, sebagian besar hindangan nasi goreng dibuat dengan cara yang sama, yakni menggunakan nasi putih yang digoreng atau ditumis dengan minyak dalam wajan bersuhu tinggi. Bahan tambahan nasi goreng di antaranya sayur, kecap atau saus, telur, daging, bumbu, dan rempah.

    Kemudian jumlah minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat memengaruhi kandungan lemak dan kalori nasi goreng.

    Memasukkan tambahan daging berlemak, jeroan, atau bahan lain, akan meningkatkan kandungan lemak dan kalori nasi goreng. Apalagi jika sebelum dimasak bersama nasi, bahan-bahan tersebut digoreng terlebih dahulu.

    Untuk mengurangi jumlah kalori pada nasi goreng, Anda dapat menyiapkan nasi goreng dengan resep yang lebih sehat, dengan menurunkan kandungan lemak dan meminimalkan natrium dan garam. Caranya, kurangi jumlah minyak yang digunakan dan masak tanpa mentega.

    Selain itu, untuk tambahan protein, sebaiknya menggunakan telur atau daging tanpa lemak sebagai topping nasi goreng.

    Batasi pula tambahan saus seperti saus tiram, kecap asin, kecap ikan, atau saus asam manis untuk meminimalkan tambahan natrium. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan banyak rempah agar lebih kaya rasa.

  • Masak dengan Air Fryer Lebih Sehat, Mitos atau Fakta?

    Masak dengan Air Fryer Lebih Sehat, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu terakhir, popularitas air fryer melonjak. Pasalnya, alat memasak air fryer digadang-gadang bisa memberikan kenikmatan gurih dan renyah setara gorengan, namun lebih minim lemak dan kalori ketimbang gorengan biasa.

    Mengutip Healthline, air fryer merupakan alat dapur dengan tenaga listrik yang dapat digunakan untuk menggoreng bahan masakan dengan penggunaan minyak yang minim. Alat tersebut dapat digunakan untuk menggoreng daging, kentang, sampai kue kering.

    Meski sama-sama bisa menghasilkan tampilan dan tekstur renyah pada masakan, cara kerja air fryer berbeda dengan penggorengan biasanya. Air fryer bekerja dengan mengedarkan udara panas di sekitar makanan, serta menghasilkan reaksi kimia yang dalam dunia kuliner dikenal sebagai efek Maillard.

    Efek Maillard melibatkan asam amino dan gula, sehingga menyebabkan perubahan warna dan rasa makanan.

    Air fryer hanya butuh satu sendok makan minyak untuk mendapat rasa dan tekstur yang sama dengan gorengan biasa yang menggunakan banyak minyak goreng.

    Oleh karena itu, gorengan dari air fryer diklaim sebagai gorengan alternatif yang lebih sehat karena lebih minim lemak dan kalori. Contohnya, dada ayam yang digoreng dengan minyak banyak, mengandung lebih banyak lemak sekitar 30 persen daripada ayam panggang.

    Sejumlah produsen air fryer menyebut alat memasak modern ini bisa mengurangi kandungan lemak gorengan sampai 75 persen.

    Proses menggoreng makanan dengan minyak berlimpah juga dapat memicu timbulnya senyawa berbahaya akrilamida. Senyawa itu dapat terbentuk dalam makanan kaya karbohidrat yang dimasak dengan suhu tinggi.

    International Agency for Research on Cancer menyatakan akrilamida adalah senyawa yang berpotensi memicu kanker ginjal, endometrium, dan ovarium.

    Namun, menggoreng makanan dengan air fryer dapat menurunkan kadar akrilamida dari gorengan. Satu studi memaparkan, kandungan akrilamida dari gorengan air fryer lebih rendah 90 persen ketimbang gorengan biasa.

    Meski begitu, ahli juga memperingatkan senyawa berbahaya lain masih bisa terbentuk selama memasak dengan menggunakan suhu tinggi, termasuk air fryer. Di antaranya aldehida, amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik, yang dapat meningkatkan risiko kanker (karsinogenik).

    Ahli diet dari Cleveland Clinic Ariana Cucuzza, RD menjelaskan, mengonsumsi gorengan dari air fryer secara umum memang lebih baik karena kandungan kalori dan lemaknya lebih minim ketimbang gorengan biasa.

    Tetapi Cucuzza mewanti-wanti agar konsumsi segala jenis gorengan tetap diminimalkan. Menurutnya, gorengan dari air fryer dan deep fried dimasak dengan suhu tinggi, sehingga masih memiliki risiko karsinogenik. Ia pun menyarankan agar mengonsumsi makanan yang dipanggang, dikukus, atau direbus ketimbang digoreng.

  • Kesalahan Saat Memasak yang Berdampak Buruk pada Kesehatan

    Kesalahan Saat Memasak yang Berdampak Buruk pada Kesehatan

    TIKTAK.ID – Memasak merupakan kegiatan sehari-hari yang sering dilakukan di rumah. Namun sayangnya, sangat jarang sekali orang tahu cara memasak dengan benar.

    Sebab, seseorang terkadang lalai dalam cara memasak dengan tepat. Bahkan hal seperti ini tidak hanya dalam rasa atau kenikmatannya, melainkan juga pada kesehatan makanan. Sebab, makanan sehat sangat penting bagi kalian yang menginginkan berat badannya menurun.

    Selain itu, makanan kurang sehat juga berdampak pada usaha seseorang dalam berolahraga. Bahkan olahraga untuk menurunkan berat badan menjadi sia-sia.

    Berdasarkan informasi dari The Health Site, berikut sejumlah kesalahan pada saat memasak dan membuat makanan menjadi tidak sehat:

    Penggunaan Minyak Berlebih
    Ketika memasak, terkadang seseorang memasukkan minyak yang berlebih. Hal tersebut memberikan masalah baru pada makanan. Terutama pada saat menyukai makanan kategori gorengan. Ternyata, penggunaan minyak berlebih dapat berdampak buruk pada seseorang. Sebab, ketika minyak terlalu banyak bakal membuat seseorang tanpa sadar memberikan lemak berlebih pada tubuh.

    Protein Terlalu Banyak
    Menghabiskan makanan tersisa dan kemudian memasaknya ulang atau bahkan mencampurnya dengan makanan lain ternyata dapat menyebabkan masalah. Hal tersebut biasanya terjadi pada makanan seperti daging dan seafood. Sebab, terdapat kandungan protein yang lebih tinggi dari kebutuhan kita.

    Pada dasarnya, konsumsi protein ideal bagi wanita hanyalah sebesar kepalan tangan. Kemudian bagi pria, jumlah yang dibutuhkan adalah seukuran tangan.

    Terlalu Banyak Penggunaan Saus
    Supaya makanan terasa lebih nikmat dan lezat, biasanya makanan tersebut ditambahkan dengan sejumlah jenis saus dan bahkan dalam jumlah banyak. Namun ternyata, hal tersebut malah berdampak buruk. Sebab, tubuh kita akan bertambah jumlah garam, kalori, dan gula di dalamnya.

    Penggunaan saus dalam jumlah sedikit juga tidak berdampak pada kesehatan. Namun ketika berlebihan, hal tersebut dapat berdampak pada upayamu untuk menurunkan berat badan.

    Mencampur Bahan Makanan
    Ternyata, mencampur makanan dengan bahan lainnya dapat menimbulkan risiko yang buruk bagi kesehatan. Meski rasanya menjadi lezat, namun hal tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan.

    Memasak Menggunakan Mentega
    Pada saat memasak, penggunaan mentega dapat mempercepat proses pemasakan. Akan tetapi, penggunaan secara berulang kali bisa menimbulkan risiko yang tidak baik bagi tubuh.