Tag: Stres

  • 4 Langkah Ubah Stres Jadi Sukses

    4 Langkah Ubah Stres Jadi Sukses

    TIKTAK.ID – Agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan, maka diperlukan hasrat dan gairah yang kuat. Tidak akan ada kesuksesan, jika Anda tidak bekerja keras mencapainya dan menginginkannya.

    Namun, stres bisa muncul di saat Anda bekerja keras mencapai tujuan dan inilah yang bisa menjadi pendorong Anda mencapai tujuan tersebut.

    Hal penting untuk diingat adalah jangan pernah membiarkan stres melumpuhkan Anda mencapai kesuksesan dan tujuan.

    Simak 4 langkah terbaik berikut yang bisa dilakukan untuk mengubah stres menjadi kesuksesan yang luar biasa.

    1. Mulai dengan Menentukan Peran Anda

    Mengetahui apa yang Anda lakukan atau apa yang ingin Anda lakukan di masa depan akan menjadi faktor yang menentukan langkah kesuksesan.

    Misalnya saja, Anda merasa bingung karena tidak mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang pengusaha. Tidak memiliki pengalaman bisnis dan tidak juga memiliki permodalan yang kuat untuk mendukung terwujudnya mimpi tersebut.

    Baca juga: Waspadai Beberapa Masalah Kesehatan Akibat Stres

    Saat merasa cemas akan hal tersebut, maka Anda mulai berjuang dan menentukan apa saja yang perlu dilakukan agar impian yang diinginkan bisa terwujud.

    Inilah yang dimaksud dengan stres yang bisa membawa Anda menuju perjalanan yang lebih baik.

    2. Mengidentifikasikan Jenis Stres yang Dirasakan

    Stres yang Anda Anda hadapi akan meningkatkan pertumbuhan karakter, pertumbuhan emosi, pertumbuhan rohani, dan juga tubuh Anda.

    Saat sedang mengejar impian yang diinginkan, Anda akan merasakan masa naik dan turun, biarkan hal ini terjadi sebagai bentuk pertumbuhan yang akan membuat Anda lebih kuat dari sebelumnya.

    Jangan sampai stres yang dihadapi membuat Anda tidak bergairah dan merasa salah. Jangan pernah menjadi lemah hanya karena stres yang sedang Anda hadapi.

    Halaman selanjutnya…

  • Waspadai Beberapa Masalah Kesehatan Akibat Stres

    Waspadai Beberapa Masalah Kesehatan Akibat Stres

    TIKTAK.ID – Saat stres, tak hanya kondisi lemah mental saja yang akan menyerang, tapi kesehatan fisik pun bakal terganggu.

    Dalam kondisi mental lemah itulah biasanya masalah kesehatan akan muncul dan menyerang tubuh kita. Bukan hanya serangan ringan, melainkan bisa juga berdampak panjang.

    Menurut Care2, berikut beberapa masalah yang akan terjadi akibat stres:

    1. Merusak Kulit
    Pada saat stres, tubuh bakal melepaskan hormon seperti kortisol yang membuat produksi minyak tubuh meningkat. Hal seperti ini akan memicu masalah pada kulit, misalnya eksim. Bahkan ketika stres makin berat, masalah kulit akan semakin parah, termasuk akan lebih sensitif pada kosmetik.

    Baca juga: Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi

    2. Rambut Rontok
    Setiap hari, dalam kondisi normal setidaknya ada 50 hingga 100 helai rambut yang rontok. Namun dalam kondisi stres berat, jumlah rambut rontok akan bertambah hingga empat kali lipat. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya segera konsumsi makanan seimbang, misalnya ikan salmon yang mengandung vitamin D, protein, dan asam lemak omega 3.

    3. Nyeri Otot
    Selama ini, banyak yang menyangkal bahwa stres tak ada kaitannya dengan nyeri otot, padahal ternyata kedua hal itu saling berkaitan. Sebab, stres meningkatkan tekanan otot dan kemudian memicu nyeri otot pada tubuh. Bahkan stres berat dapat membuat rasa sakit pada leher, pundak, punggung, dan rahang.

    Baca juga: 6 Cara Mudah Atasi Stres Akibat Lelah Badan dan Pikiran

    4. Pikun
    Stres dapat membuat orang kehilangan fokus dan mudah pikun. Hal ini karena hormon stres, kortisol, dan membuat kinerja otak pre frontal cortex menurun, terkait penyimpanan ingatan jangka pendek.

    Selain itu, stres berat bahkan dapat menyebabkan pikun dalam jangka panjang dan membuat proses penyimpanan informasi pada otak terganggu.

    5. Merosotnya Libido
    Hormon stres dan kortisol ternyata dapat menurunkan libido atau hasrat seksual pada wanita. Untuk mencegahnya, lakukan olahraga ringan agar masalah ini tidak semakin berat.

  • Tanpa Disadari, 8 Hal ini Ternyata Bisa Membuatmu Dehidrasi

    Tanpa Disadari, 8 Hal ini Ternyata Bisa Membuatmu Dehidrasi

    TIKTAK.ID – Masalah kesehatan yang kerap dialami oleh manusia, salah satunya adalah dehidrasi. Hal ini biasanya disebabkan kurangnya asupan air atau munculnya masalah kesehatan dan kondisi lain yang juga berpengaruh terhadap dehidrasi, seperti keluar keringat yang sangat banyak pada saat berolahraga.

    Bila kondisi seperti ini tidak segera ditangani dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan yang lebih berat, bahkan berisiko kematian.

    Seperti dirilis Boldsky, kejadian sederhana sehari-hari dan tanpa kamu sadari dapat menjadi penyebab terjadinya dehidrasi di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Diare
    Diare merupakan hal yang rentan dialami oleh banyak orang dan berpotensi dehidrasi, sebab banyaknya cairan tubuh yang juga ikut keluar. Inilah yang membuat diare kronis bisa memunculkan masalah kesehatan yang fatal.

    Baca juga: Manfaat Mandi Air Dingin untuk Kesehatan

    2. Menstruasi
    Menstruasi yang dialami oleh wanita juga menjadi salah satu penyebab dehidrasi. Hal ini karena hormon yang tidak seimbang pada saat menstruasi dapat membuat terjadinya masalah dehidrasi.

    3. Stres
    Pada saat stres, maka hormon kortisol akan berpengaruh pada tubuh. Sebab, hormon stres dapat membuat lemah semua cairan di dalam tubuh. Hal tersebut yang kemudian membuatmu mengalami dehidrasi.

    Halaman selanjutnya…

  • Hati-hati Terserang Gangguan Psikosomatis, Ketika Kusut Pikiran Nyata-nyata Merusak Badan

    Hati-hati Terserang Gangguan Psikosomatis, Ketika Kusut Pikiran Nyata-nyata Merusak Badan

    TIKTAK.ID – Stres merupakan hal lumrah yang terjadi pada setiap orang. Namun, hati-hati jika stres dibiarkan karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikosomatis. Penyakit pun bisa bermunculan atau bahkan memperparah gejala atau keluhan fisik tertentu, seperti munculnya rasa nyeri.

    Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, ketika pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah.

    Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor psikis atau mental, seperti stres dan rasa cemas.

    Sedangkan dalam istilah psikologi, psikosomatis atau penyakit “fungsional” merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh, walaupun tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang seperti Rontgen atau tes darah.

    Baca juga: Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi

    Bagaimana Kusut Pikiran Berbuah Penyakit?

    Seperti diketahui, pikiran dapat menyebabkan munculnya gejala atau perubahan pada fisik seseorang. Contohnya, ketika merasa takut atau cemas, bisa memunculkan tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung.

    Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh.

    Selain itu, pelepasan zat adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas.

    Halaman selanjutnya…

  • Bisa Dicoba! Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana Ini Bisa Atasi Stres

    Bisa Dicoba! Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana Ini Bisa Atasi Stres

    TIKTAK.ID – Stres bisa muncul gara-gara banyaknya pekerjaan dan deadline yang menumpuk. Pikiran galau karena memikirkan banyak hal seringkali membuat orang bingung mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Saat stres, pikiran jernih dan tenang sangat sulit didapatkan. Padahal, pikiran jernih justru diperlukan untuk bermeditasi guna menghilangkan stres.

    Mungkin belum banyak yang tahu bahwa meditasi sebenarnya tidak perlu dilakukan di tempat khusus, di tempat jauh dan sepi. Asal pikiran jernih dan tenang, meditasi di rumah pun juga bisa.

    Baca juga: Yoga Mata, Olahraga Sederhana Jaga Kesehatan Mata

    Koordinator Tegar Meditation Centre Jakarta, dr Yudhi H Gejali mengatakan bahwa meditasi sederhana dapat dimulai dengan duduk dan posisi tulang belakang tegak. Setelah itu, diharuskan menutup mata dan mengatur napas dengan sadar. Hal ini penting dilakukan karena kebanyakan manusia tidak sadar saat menarik atau menghembuskan napas.

    “Setiap Anda menarik napas dan hembuskan napas, Anda menyadari tarikan napas. Hal seperti ini yang jarang disadari manusia, kita sering bernapas namun tidak menyadarinya. Bahkan kita lagi makan, kita menyadari hal lain,” kata dr Yudhi.

    Baca juga: Demi Pencernaan Sehat, Hindari Yogurt Berkadar Gula Tinggi

    Halaman selanjutnya…

  • Survei Membuktikan: Penyebab Sulit Tidur adalah Karena Tak Punya Uang

    Survei Membuktikan: Penyebab Sulit Tidur adalah Karena Tak Punya Uang

    TIKTAK.ID – Tak sedikit orang mengalami kesulitan untuk tidur tanpa tahu pasti apa penyebabnya. Meski kondisi tubuh terasa lelah dan kantuk datang menyerang, tapi sering kali justru mata yang sulit dipejamkan. Jika mata bisa terpejam, kadang tetap saja tak bisa tidur karena pikiran terus melayang-layang. Begitulah, kesulitan tidur menjadi masalah yang umum dialami oleh hampir setiap orang, namun masing-masing masih bingung dan tak tahu pasti penyebab yang sebenarnya.

    Namun untungnya, sebuah survei yang baru-baru ini diterbitkan oleh Bankrate melaporkan bahwa 78 persen orang dewasa Amerika Serikat mengalami insomnia karena tekanan sehari-hari seperti masalah keuangan, pekerjaan, hubungan dan banyak lagi. Setidaknya, dari hasil survei ini kita bisa tahu, ternyata penyebab dominan orang sulit tidur adalah karena mereka tidak punya uang.

    Baca juga: Tanda Kekurangan Zat Besi Bisa Dilihat Pada Perubahan di Area Mulut Seseorang

    Persisnya, survei ini menunjukkan bahwa lebih dari 56 persen responden berusia 18 tahun ke atas kekurangan tidur karena masalah uang yang meliputi pengeluaran sehari-hari, tabungan untuk pensiun dan perawatan kesehatan. Hampir 1 dari 3 atau 32 persen responden mengatakan bahwa pengeluaran sehari-hari adalah salah satu penyebab stres terbesar.

    Meskipun orang dewasa paruh baya (39-54) adalah yang paling jarang tidur, setiap generasi juga dipengaruhi oleh masalah keuangan dan menderita insomnia. Anggota Gen X (berusia 39-54) adalah yang paling terpengaruh oleh masalah keuangan.

    Sebanyak 64 dari Gen X mengatakan bahwa mereka kerap kali tidak bisa tidur dan gelisah setidaknya karena satu kekhawatiran terkait uang. Kekhawatiran ini termasuk kemampuan membayar tagihan hipotek dan sewa bulanan.

    Baca juga: 6 Cara Sederhana Atasi Langit-Langit Mulut Serasa Terbakar

    Sementara itu, generasi millenial (berusia 23-38 tahun) adalah kelompok tertinggi kedua yang menderita insomnia akibat masalah uang. Sekitar 58 persen dari millenial mengatakan bahwa mereka khawatir tentang menabung untuk pensiun.

    Beberapa dari mereka juga menunjukkan bahwa biaya perumahan dan utang kartu kredit akan membuat mereka kesulitan tidur juga. Sementara itu, 54 persen baby boomer (usia 55-73) menjawab bahwa mereka tidak bisa tidur karena stres terkait uang juga.

    Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa mereka khawatir tentang pengeluaran sehari-hari, sementara 25 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka akan sering stres karena tabungan pensiun, perawatan kesehatan, dan tagihan asuransi.

    Meskipun Gen Z (berusia 18-22) tampaknya yang paling tidak terpengaruh oleh kekhawatiran akan uang, ini tidak berarti bahwa mereka tidak terpengaruh. Bahkan, 33 persen dari mereka khawatir tentang pengeluaran sehari-hari mereka, karena biaya kuliah mulai naik dan beban ini mulai turun di pundak mereka.

    Baca juga: Benarkah Minum Jeruk Nipis Bisa Bikin Wanita Lebih Cepat Hamil?

    Berdasarkan hasil survei Bankrate tersebut dapat diketahui, bahwa semua orang dari generasi berbeda, baik dari kalangan Gen X, Gen Z, millenial, hingga baby boomers, tetap saja memiliki satu kesamaan bahwa penyebab utama mereka sulit tidur adalah karena tak punya uang.