Tag: Spanyol

  • Delegasi MPR RI Datangi Parlemen Spanyol Demi Perkuat Kerja Sama Dukung Kemerdekaan Palestina

    Delegasi MPR RI Datangi Parlemen Spanyol Demi Perkuat Kerja Sama Dukung Kemerdekaan Palestina

    TIKTAK.ID – Delegasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada Rabu (22/5/24) telah melakukan kunjungan ke Parlemen Spanyol, dengan tujuan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Spanyol serta membahas isu kemerdekaan Palestina.

    Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI yang memimpin delegasi tersebut, mengeklaim kedua belah pihak sudah setuju untuk terus memajukan perdamaian dan keamanan global berdasarkan prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan hak asasi manusia.

    “Secara khusus kedua parlemen membicarakan upaya mewujudkan kedamaian bagi rakyat Palestina lewat gencatan senjata segera dan dukungan kolektif negara-negara di dunia dalam mewujudkan kemerdekaan rakyat Palestina,” ujar Hidayat dalam keterangan resmi, seperti dilansir TIMES Indonesia, Kamis (23/5/24).

    Baca juga : Makan Bergizi Gratis Jadi Nama Baru Program Unggulan Prabowo

    Sementara itu, Anggota MPR RI, Jazuli Juwaini menyebut kedua lembaga legislatif punya perspektif serupa, yakni kemerdekaan Palestina dan penghentian penjajahan Israel atas Palestina merupakan langkah terbaik untuk mengatasi konflik di Timur Tengah dan mencapai perdamaian global.

    “Kedua parlemen juga sepakat agar gencatan senjata segera dilakukan demi menyelamatkan warga sipil,” tutur Jazuli.

    Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten II itu lantas memberikan penghargaan terhadap dukungan yang tegas dari Pemerintah dan Parlemen Spanyol terhadap kemerdekaan Palestina. Bahkan, pengakuan tersebut secara resmi diumumkan oleh Perdana Menteri Spanyol di Gedung Parlemen ketika kunjungan delegasi Indonesia.

    Baca juga : Andika Perkasa Tegaskan Siap Jadi Cagub DKI Jika Diperintah PDIP

    “Alhamdulillah delegasi MPR RI ikut menjadi saksi pengakuan resmi Pemerintah Spanyol atas kemerdekaan Palestina. Kami sampaikan secara langsung apresiasi melalui Parlemen Spanyol dan kami berkomitmen untuk saling menguatkan dan menggalang diplomasi global demi pengakuan kemerdekaan tersebut,” jelas Jazuli.

    Jazuli pun optimis dukungan untuk kemerdekaan Palestina semakin bertambah dari berbagai negara, didasarkan pada prinsip kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia. Dia juga menyebut tindakan Israel di luar batas kemanusiaan yang wajar.

    “Kedua parlemen telah bersepakat mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam penjajahan Israel atas Palestina. Selain itu, kedua parlemen sepakat agar gencatan senjata segera dilakukan untuk menyelamatkan warga sipil,” tegas Jazuli.

    Baca juga : Menantu Jokowi Resmi Gabung Gerindra, Bagaimana Respons PDIP

    Jazuli menjelaskan bahwa kini Israel tengah menghadapi kekurangan dukungan dari komunitas internasional. Dirinya turut menyoroti fakta soal 143 negara yang secara terbuka mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB, meninggalkan hanya sedikit negara yang diduga menjadi pendukung rezim Zionis.

    “Maka, diplomasi global bakal terus kita lakukan sampai Israel hengkang dari Palestina dan Palestina meraih kemerdekaannya,” terang Wakil Ketua MPR RI tersebut.

  • Tak Pakai Dasi, Cara PM Spanyol Hemat Energi

    Tak Pakai Dasi, Cara PM Spanyol Hemat Energi

    TIKTAK.ID – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengungkapkan pada Jumat (29/7/22) bahwa ia telah berhenti mengenakan dasi sebagai upaya untuk menghemat energi dan mendesak para menteri untuk mengikuti jejaknya.

    Sanchez muncul pada konferensi pers yang didedikasikan untuk rencana penghematan energi pemerintah dengan mengenakan kemeja putih, tanpa kancing di bagian atas, dan jaket biru.

    Dilansir Russia Today, dia sengaja menyebutkan penampilannya yang kurang resmi itu dengan mengatakan: “Saya tidak memakai dasi, itu berarti bahwa kita semua dapat menghemat dari sudut pandang energi dan saya telah meminta semua menteri dan semua pejabat publik untuk melakukan hal yang sama.”

    Dia mendesak perusahaan swasta untuk mengizinkan staf mereka bekerja tanpa dasi, “selama mungkin”, menambahkan bahwa dengan cara ini seluruh bangsa “akan terselamatkan”. Penghematan energi, menurut Sanchez, adalah prioritas nasional karena membantu mengurangi ketergantungan pada Rusia dan “membengkokkan kurva inflasi”.

    Sanchez tidak merinci bagaimana tepatnya melepaskan dasi bisa membantu menghemat energi, tetapi langkahnya terjadi beberapa hari setelah Kementerian Transisi Lingkungan mengeluarkan rekomendasi untuk menyetel AC ke 27 derajat Celcius – jauh lebih tinggi daripada yang biasanya digunakan masyarakat, terutama ketika Spanyol dilanda gelombang panas, ketika suhu udara bisa melebihi 40 derajat Celcius.

    “Jika digabungkan dengan kipas angin, konsumsi listrik akan berkurang hampir setengahnya,” kata Kementerian.

    Pemerintah Sanchez diperkirakan akan menyetujui program hemat energinya pada 1 Agustus.

    Dengan melakukan itu, ia akan bergabung dengan Pemerintah Eropa lainnya yang menerapkan langkah-langkah serupa di tengah krisis energi yang berkembang yang diperburuk oleh penurunan pasokan gas alam Rusia.

    Tak hanya Spanyol, negara Eropa lainnya, Jerman, juga mengambil langkah-langkah tertentu untuk menghemat energi mereka, salah satunya yang dilakukan di kota Hanover. Kota tersebut kini mulai memutus aliran air panas di gedung-gedung publik, kolam renang, gedung olahraga, dan pusat kebugaran karena kekhawatiran akan krisis energi pada musim dingin.

    Kota ini juga akan mematikan air mancur umum dan menghentikan penerangan gedung-gedung besar di malam hari.

    “Ini adalah reaksi terhadap kekurangan gas yang akan terjadi, yang merupakan tantangan besar bagi kotamadya – terutama untuk kota besar seperti Hanover,” kata Wali Kota Hanover, Belit Onay.

  • Krisis Energi, Spanyol Bakal Kurangi Pasokan Listrik ke Prancis

    Krisis Energi, Spanyol Bakal Kurangi Pasokan Listrik ke Prancis

    TIKTAK.ID – Spanyol menginformasikan kepada Komisi Eropa bahwa mereka berencana melakukan pengurangan harga bersama dengan Portugal mungkin akan berdampak pada pembatasan penjualan energi ke Prancis, El Pais melaporkan pada Senin (18/4/22).

    Madrid merupakan pemasok listrik impor terbesar di tetangga utaranya, dan potensi pembatasan penjualan energi terjadi ketika seluruh UE bergulat dengan melonjaknya biaya energi.

    Spanyol dan Portugal sepakat pada akhir Maret untuk membatasi harga gas yang digunakan dalam pembangkit listrik setara dengan 30 Euro per megawatt/jam atau sekitar 450 ribu rupiah. Sementara Brussel memberikan kepada kedua negara itu pengecualian aturan normalnya dan membiarkan pengaturan ini berlanjut. Madrid dan Lisbon kemudian menyampaikan kabar buruk kepada Eurocrats.

    Menurut dokumen yang dikutip oleh surat kabar tersebut, Spanyol dan Portugal perlu memberlakukan “beberapa pembatasan” pada penjualan energinya ke Prancis sebagai dampaknya, seperti yang dilansir Russian Today.

    Di bawah sistem alternatif yang awalnya diusulkan oleh Madrid, listrik yang diekspor ke Prancis akan dikenakan tarif yang lebih tinggi daripada yang dikonsumsi di Semenanjung Iberia. Menurut El Pais, para pejabat di Brussel mengaku khawatir bahwa pengaturan ini akan melanggar aturan pasar blok tersebut, dan Jerman serta negara-negara Nordik dilaporkan sangat menentang gagasan ini.

    Dewan Komisaris Uni Eropa dilaporkan akan membahas masalah ini pada pertemuan mereka berikutnya, yang biasanya berlangsung setiap minggu.

    Meskipun Prancis adalah pengekspor listrik bersih, namun Prancis masih mengimpor sekitar 34 persen dari listriknya, hal ini merujuk pada data dari tahun 2020. Spanyol, lebih dari negara mana pun lainnya, menyediakan sebagian besar dari listrik yang digunakan di Prancis.

    Harga listrik kini telah melonjak di seluruh UE, dengan para pelanggan harus membayar 45 persen lebih mahal di bulan Maret dibandingkan tahun sebelumnya.

    Melonjaknya harga ini telah didorong oleh ketidakpastian apakah Uni Eropa akan mengembargo impor gas dari Rusia, dan guncangan ke pasar energi global sebagai akibat dari konflik di Ukraina.

    Melonjaknya inflasi di seluruh dunia Barat juga telah mendorong tagihan listrik di Blok itu lebih tinggi.

  • Timnas Indonesia U-19 Akan Jalani Latihan Perdana di Spanyol

    Timnas Indonesia U-19 Akan Jalani Latihan Perdana di Spanyol

    TIKTAK.ID – Pemain Timnas Indonesia U-19 tiba di Bandara Internasional Barcelona-El Prat pada Minggu (27/12/20) siang waktu setempat atau sore WIB. Pemain Timnas U-19 pun siap untuk menjalani latihan perdana di Spanyol.

    Meski suhu dingin di Spanyol mencapai 8 derajat celcius, namun hal itu tidak membuat para pemain merasa gentar. Kapten Timnas U-19, David Maulana, mengaku merasa rekan-rekannya siap dalam beradaptasi di suhu yang dingin.

    “Alhamdulillah kami sudah tiba di Spanyol dan siap untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di sini. Soal cuaca memang di sini sedang dingin, tapi saya rasa tidak masalah dan kami juga harus cepat beradaptasi,” ujar David Maulana, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Untuk diketahui, perjalanan dari Jakarta menuju Spanyol memakan waktu selama 18 jam. Sebelum pesawat mendararat di Spanyol, Skuad Garuda Muda sempat transit di Istanbul, Turki.

    Sebanyak 24 orang pemain yang berangkat ke Spanyol dari Indonesia untuk mengikuti TC. Sementara itu, terdapat tiga pemain Timnas U-19 Indonesia yang harus mengubur keinginan mereka berangkat ke Spanyol bersama rekan-rekannya. Pasalnya, tiga pemain tersebut dinyatakan reaktif Covid-19, pada Jumat (25/12/20).

    “Usai melakukan perjalanan panjang ke Spanyol dan tiba di hotel, pemain langsung makan siang dan istirahat. Besok, rencananya kami akan melakukan latihan,” terang asisten pelatih Timnas U-19, Nova Arianto, mengutip situs resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    Sebelumnya, pada latihan Senin (28/12/20), tim Merah Putih masih belum ditangani oleh pelatih Shin Tae Yong yang masih berada di Jakarta hingga 2 Januari. Pelatih asal Korea Selatan tersebut diketahui masih memimpin latihan Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk tampil di SEA Games 2021.

    Tidak hanya Nova, Timnas Indonesia U-19 saat ini juga didampingi Direktur Teknik Indra Sjafri, serta dua pelatih lain, yaitu Alex Alda dan Sahari Gultom.

    Sama seperti saat Timnas Indonesia U-19 berada di Kroasia, mereka akan menjalani latihan serta mengikuti sejumlah uji coba di Spanyol. Pelatnas di Spanyol itu menjadi persiapan Timnas U-19 untuk mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan mengikuti TC di Spanyol hingga akhir Januari.

  • Eropa Mulai Dihantui Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Eropa Mulai Dihantui Penyebaran Varian Baru Covid-19

    TIKTAK.ID – Varian baru Covid-19 mulai menyebar ke sejumlah negara di Eropa. Virus yang pertama kali dideteksi di Inggris ini, kini mulai masuk ke Spanyol.

    Dilansir dari BBC, Sabtu (26/12/20), Pemerintah Spanyol mengonfirmasi empat kasus varian Covid-19 terbaru yang disebut lebih mudah menular dibandingkan Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China akhir tahun lalu.

    Keempat kasus Covid-19 varian baru di Madrid, Spanyol itu terkait dengan perjalanan penderita ke Inggris baru-baru ini, kata Wakil Kepala Kesehatan Regional Madrid.

    Negara Eropa lainnya, seperti Prancis, Denmark, Belanda, dan Italia juga telah melaporkan kasus yang sama dalam beberapa hari terakhir.

    Detail yang diberikan seminggu yang lalu dari varian baru di Inggris memicu pembatasan perjalanan lusinan negara Eropa.

    Para ilmuwan mengatakan varian baru jauh lebih mudah menular daripada jenis sebelumnya, tetapi belum tentu lebih berbahaya bagi mereka yang terinfeksi.

    Wakil Kepala Kesehatan Regional Madrid, Antonio Zapatero mengatakan kasus yang dikonfirmasi melibatkan tiga kerabat seorang pria yang terbang dari Inggris pada Kamis kemarin.

    Kasus keempat menyangkut pria lain, juga melakukan perjalanan dari Inggris.

    Zapatero mengatakan tidak ada pasien yang sakit parah dan “tidak perlu khawatir”.

    Dia mengatakan ada tiga kasus yang diduga dampak lebih lanjut dari varian baru tersebut, meskipun hasil tes belum akan siap sebelum Selasa atau Rabu besok.

    Berita tentang kasus di Spanyol terjadi hanya beberapa jam setelah Prancis mengonfirmasi pasien pertamanya yang diketahui terinfeksi varian baru Covid-19.

    Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan orang itu adalah warga negara Prancis di pusat kota Tours yang tiba dari London pada 19 Desember.

    Kementerian tersebut mengatakan pria itu, yang telah menetap di Inggris, tidak menunjukkan gejala apa pun, dan saat ini melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

    Prancis menutup perbatasannya dengan Inggris setelah varian baru itu dikonfirmasi namun kemudian mengakhiri larangannya untuk warga negara UE pada Rabu kemarin, dan mengharuskan mereka yang akan bepergian untuk dinyatakan negatif lebih dulu melalui tes.

    Tak hanya Eropa, negara lain juga telah melaporkan kasus varian baru tersebut: pada Jumat kemarin, Jepang mengonfirmasi lima infeksi pada penumpang yang semuanya tiba dari Inggris, sementara kasus di Denmark, Jerman, Italia, Belanda dan Australia telah dilaporkan sebelumnya.

    Varian baru pertama kali terdeteksi di Inggris selatan pada bulan September lalu. Hal ini dituding akibat peningkatan sangat tajam infeksi positif dalam beberapa pekan terakhir di London, Inggris tenggara dan Inggris timur.

    Sekitar dua pertiga orang yang dites positif di area ini menderita varian baru -tetapi ini hanya perkiraan, kata Kantor Statistik Nasional (ONS).

    Namun, belum ada bukti bahwa varian baru itu lebih mematikan, dan vaksin terkemuka yang dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir masih bisa efektif, kata para ahli.

  • Tokoh Oposisi Venezuela Kabur ke Spanyol

    Tokoh Oposisi Venezuela Kabur ke Spanyol

    TIKTAK.ID – Tokoh oposisi terkemuka Venezuela, Leopoldo López, dikabarkan telah meninggalkan Kedutaan Besar Spanyol di Caracas setelah berlindung di sana sejak April 2019 dan kini secara diam-diam telah meninggalkan negara itu, kata keluarganya.

    Dikutip dari BBC, ayah López mengatakan bahwa dia telah pergi ke Kolombia dan sekarang menuju Spanyol.

    Mantan Wali Kota Chacao (2000-2008) ini berlindung di Kedutaan setelah tampil bersama pemimpin oposisi Juan Guaido dan menyerukan pemberontakan untuk menggulingkan Presiden Nicolás Maduro.

    Dia ditangkap pada 2014 dengan tuduhan menghasut masyarakat untuk melakukan demonstrasi politik yang disertai kekerasan.

    López, yang berulang kali membantah tuduhan tersebut, menerima hukuman penjara 14 tahun di penjara militer.

    Namun pada 2017, López -mantan Wali Kota lulusan Harvard yang telah dicegah oleh pemerintah untuk mencalonkan diri- dipindahkan ke tahanan rumah.

    Pria 49 tahun ini berada dalam tahanan rumah ketika dibebaskan tahun lalu oleh agen keamanan yang mendukung kelompok oposisi.

    Pengadilan Venezuela kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan López, dan menyatakan bahwa dia telah melanggar persyaratan tahanan rumahnya. Dikatakan López harus menjalani sisa hukuman 14 tahunnya di penjara.

    Dia kemudian bersembunyi di kediaman Duta Besar Spanyol di Ibu Kota Venezuela.

    Pada Sabtu (24/10/20) kemarin, ayahnya yang juga dipanggil Leopoldo López, mengatakan bahwa putranya telah meninggalkan Kedutaan “sekitar dua hari yang lalu” dan pada Jumat kemarin melintasi perbatasan untuk ke Kolombia. Dia menambahkan bahwa putranya tengah menuju ke Ibu Kota Spanyol, Madrid untuk bertemu kembali dengan istri dan ketiga anaknya.

    Terkait dengan kabar kaburnya López, Pemerintah Maduro belum memberikan komentarnya.

    Negara itu telah dilanda krisis politik dan ekonomi selama bertahun-tahun.

    Bulan lalu, meletus demonstrasi dengan turunnya ratusan orang di seluruh negeri yang dipicu oleh kemarahan yang meningkat atas seringnya pemadaman listrik dan kekurangan bahan bakar dan air minum.

    Penduduk menuduh Pemerintah Venezuela mengabaikan negara bagian di pedalaman negara itu -mereka mengatakan Pemerintah Pusat mengalihkan pasokan ke Caracas, di tempat Pemerintah berada.

  • Ekonomi Zona Euro Tercatat Menderita Kontraksi Paling Parah Akibat Corona

    Ekonomi Zona Euro Tercatat Menderita Kontraksi Paling Parah Akibat Corona

    TIKTAK.ID – Perekonomian Spanyol anjlok ke dalam resesi terdalam pada zaman modern akibat pandemi virus Corona. Ekonomi negara itu menyusut sekitar 18,5 persen pada periode April-Juni, sebelumnya turun 5,2 persen dalam tiga bulan pertama pada tahun ini.

    Spanyol merupakan negara terburuk di zona Euro, dengan penurunan PDB secara keseluruhan mencapai rekor 12,1 persen.

    Ekonomi Prancis juga terpukul tidak kalah parah, dengan PDB mereka terjun 13,8 persen pada kuartal kedua.

    Badan statistik Prancis mengatakan titik terendah terjadi pada April lalu. Kemudian dengan pemulihan bertahap pada Mei dan Juni ketika kuncian pembatasan dikendorkan, namun aktivitas ekonomi mereka masih jauh di bawah normal.

    Italia, yang merupakan salah satu negara Eropa pertama yang terkena pandemi, telah melaporkan keterpurukan ekonomi yang sama, dengan ekonomi berkontraksi sebesar 12,4 persen. Namun, penurunannya tak separah seperti yang diperkirakan.

    Di seluruh negara Uni Eropa, ekonomi terkontraksi sebesar 11,9 persen.

    Badan resmi Eurostat mengatakan penurunan itu adalah yang terbesar sejak mulai pencatatan angka-angka perekonomian pada 1995.

    Dalam kasus di Spanyol, sekelompok industri jasa yang mencakup transportasi, restoran, dan akomodasi mengalami penurunan lebih dari 50 persen pada paruh pertama pada 2020.

    Bahkan Jerman, ikut terpukul paling keras, meskipun situasi kesehatan di negara itu tidak terlalu parah dan pariwisatanya tak terlalu terdampak. Jerman terus konsisten mengurangi kasus Corona di negara mereka. Mereka juga merupakan eksportir barang besar dan perdagangan global yang sangat terganggu akibat pandemi.

    Amerika dan Jerman megumumkan kemerosotan terbesar ekspor nasional pada Kamis lalu, akibat dari dampak ekonomi global yang tergulung oleh wabah pandemi Covid-19.

    Ekonomi Amerika merosot paling tajam dalam beberapa dekade terakhir dengan perekonomian mereka menyusut pada tingkat tahunan antara April dan Juni sebesar 32,9 persen.

    Jerman melaporkan penurunan kuartalan terdalam perekonomian mereka, karena total produksi barang dan jasanya turun hingga 10,1 persen.

    Perekonomian Spanyol, yang nyungsep lebih buruk dari perkiraan, telah memusnahkan pertumbuhan ekonomi mereka enam tahun terakhir.

    Aktivitas ekonomi di Spanyol telah menurun dengan total lebih dari seperlima sepanjang tahun ini. Industri jasa termasuk transportasi, restoran dan akomodasi merupakan yang terdampak paling parah, karena mereka paling terpengaruh oleh pembatasan pergerakan yang diberlakukan untuk memerangi pandemi.

    Spanyol telah menderita dengan jumlah kematian akibat krisis kesehatan, dan dampak dramatis yang sama pada ekonomi sebagai hal yang tak terhindarkan, kata koresponden ekonomi World Service BBC, Andrew Walker.

    Meskipun banyak pembatasan aktivitas komersial di Spanyol kini telah dikendorkan, namun, rebound apa pun pasti akan terganggu oleh kebangkitan infeksi virus Corona baru-baru ini di beberapa wilayah di Spanyol.

  • Rossi Kecewa Saat Tampil Buruk di MotoGP Spanyol 2020, Yamaha Siap Cari Solusi Terbaik

    Rossi Kecewa Saat Tampil Buruk di MotoGP Spanyol 2020, Yamaha Siap Cari Solusi Terbaik

    TIKTAK.ID – Pembalap tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi tengah kecewa usai tampil di sesi latihan bebas MotoGP Spanyol 2020 yang berlangsung pada Jumat (17/7/20). Pasalnya, hasil yang didapatkan ternyata sangat jauh dari ekspektasi yang sudah direncanakan Rossi.

    Sebelumnya, Rossi sudah menargetkan hasil terbaik untuk MotoGP Spanyol 2020. Rossi mau memulai musim yang baru itu dengan mulus agar bisa lancar melanjutkan balapan-balapan setelahnya.

    Namun Rossi justru tampil sangat buruk. Ia pun gagal masuk ke dalam 10 besar pembalap tercepat ketika tampil di dua kali sesi latihan bebas yang berlangsung di Sirkuit Jerez tersebut.

    Pada sesi pertama, rekan setim Maverick Vinales itu hanya bisa menempati urutan ke-13. Kemudian pada sesi latihan bebas kedua, kecepatan Rossi menurun drastis karena daya cengkeraman ban belakang motornya hilang akibat kondisi lintasan yang panas. Akibatnya, Rossi hanya bisa berada di urutan ke-20. Kedua hasil itu yang membuat Rossi kecewa dengan performanya.

    Kemudian Yamaha mengatakan tak mau hasil tersebut terulang lagi di sesi latihan bebas hari kedua.

    Berdasarkan pemaparan Manager Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, timnya bakal mencari solusi terbaik atas masalah yang dihadapi Rossi saat ini. Apalagi, ia menilai permasalahan Rossi kali ini hampir sama seperti yang pernah mereka rasakan musim lalu.

    Meregalli menyebut seharusnya Yamaha mampu dengan cepat menemukan solusi agar Rossi bisa kembali melaju dengan cepat. Terlebih pada hari kedua sangatlah penting karena bakal melakoni sesi kualifikasi untuk menentukan posisi balapan akhir pekan nanti.

    “Kami akan terus bekerja keras dari sore sampai malam hari untuk dapat menemukan solusi terbaik. Semua itu agar dapat membuat dia (Rossi) merasa jauh lebih nyaman lagi di sesi latihan bebas ketiga,” ujar Meregalli, dikutip Okezone.com dari Crash, Sabtu (18/7/20).

    Meregalli mengaku berharap kejadian serupa tidak terjadi saat Rossi tampil mengikuti sesi latihan bebas ketiga, keempat dan kualifikasi. Ia ingin melihat Rossi meraih hasil manis pada sesi tersebut yang berlangsung pada Sabtu (18/7/20).

  • Peneliti Bilang Target Ideal Herd Immunnity Masih Jauh dari Harapan

    Peneliti Bilang Target Ideal Herd Immunnity Masih Jauh dari Harapan

    TIKTAK.ID – Sebuah studi di Spanyol terkait Herd Immunnity atau kekebalan komunitas, sepertinya masih jauh dari angan-angan. Hasil penelitian itu menunjukkan hanya 5 persen dari populasi di Spanyol yang mengembangkan antibodi, tulis jurnal medis Lancet pada Senin (6/7/20).

    Temuan itu mencatat 95 persen dari populasi di Spanyol masih sangat rentan terhadap virus Corona. Kekebalan komunitas dapat dicapai ketika cukup banyak Populasi yang terinfeksi virus untuk menghentikan peredarannya.

    Pusat Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan kepada CNN bahwa penelitian itu merupakan penelitian terbesar yang pernah dilakukan di antara belasan studi serologis terkait virus Corona yang dilakukan oleh negara-negara Eropa. Penelitian itu mengambil sampel representatif nasional dengan lebih dari 61.000 peserta.

    Temuan ini memperkuat studi antibodi sebelumnya yang melibatkan 2.766 peserta di Jenewa Swiss, yang diterbitkan di Lancet pada 11 Juni lalu.

    Penelitian serupa juga dilakukan di China dan Amerika Serikat. Temuan kunci dari perwakilan kelompok ini adalah bahwa sebagian besar populasi sepertinya tidak kebal terhadap Covid-19, meskipun di daerah dengan sirkulasi virus yang luas, tulis Lancet yang diterbitkan bersama dengan studi di Spanyol.

    “Sangat jelas dalam temuan ini, bahwa setiap pendekatan yang diusulkan untuk mencapai kekebalan kawanan melalui infeksi alami tidak hanya sangat tidak etis, tetapi juga tidak akan berhasil,” kata penulis komentar Lancet sekaligus Kepala Pusat Jenewa untuk Penyakit Virus Berkembang, Isabella Eckerle, dan seorang ahli virus di University of Geneva, Benjamin Meyer.

    Dokter tidak yakin apakah memiliki antibodi terhadap virus Corona berarti seseorang tidak dapat terinfeksi lagi. Tidak jelas berapa lama atau seberapa baik antibodi melindungi seseorang dari virus.

    Studi peer-review di Spanyol dimulai pada April ketika negara itu melakukan karantina ketat, dan dilakukan oleh lembaga penelitian dan epidemiologi pemerintah terkemuka.

    “Seroprevalensi yang relatif rendah diamati dalam konteks epidemi yang intens di Spanyol dapat berfungsi sebagai referensi bagi negara lain. Saat ini, kekebalan kawanan sulit dicapai tanpa berdampak banyaknya kematian dalam populasi yang rentan dan membebani sistem kesehatan secara berlebihan”, tulis laporan itu.

    Penulis utama studi Spanyol, Marina Pollán, yang merupakan Direktur Pusat Nasional untuk Epidemiologi, mengatakan kepada CNN, “Beberapa ahli telah menghitung bahwa sekitar 60% dari seroprevalensi mungkin berarti telah terjadi kekebalan komunitas. Tapi kami masih sangat jauh dari angka itu.”

    Spanyol telah menjadi salah satu negara di Eropa yang paling terpukul oleh virus Corona, dengan lebih dari 28.000 kematian dan 250.000 kasus.

    Lancet menerbitkan hasil fase pertama studi Spanyol, yang dilakukan dari 27 April hingga 11 Mei, yang menunjukkan prevalensi antibodi nasional sebesar 5%.

    Tetapi wilayah metropolitan Madrid, yang paling terpukul oleh Covid-19 di negara ini, memiliki prevalensi lebih dari 10%, dan Barcelona yang merupakan perkotaan padat memiliki 7%, sementara banyak provinsi pesisir lainnya memiliki angka yang jauh lebih rendah.

    Demikian pula, prevalensi di Jenewa adalah 10,8% dalam sebuah penelitian di Swiss yang dilakukan dari April hingga awal Mei, Lancet melaporkan.

    “Dengan sebagian besar populasi naif karena infeksi, sirkulasi virus dapat dengan cepat kembali ke dimensi pandemi awal dalam gelombang kedua setelah langkah-langkah pencegahan dibuka kembali,” komentar penulis Lancet Eckerle dan Meyer menulis tentang temuan tersebut.

    Hasil fase studi kedua Spanyol dirilis pada 4 Juni, menunjukkan prevalensi nasional 5,2%, hanya sedikit lebih tinggi dari pada fase pertama. Hasil dari fase ketiga dan terakhir diumumkan kepada publik pada Senin kemarin; mereka menunjukkan bahwa prevalensi nasional tetap di 5,2%, kata Pollán.

  • Spanyol Kewalahan Urus Ribuan Jenazah Korban Covid-19

    Spanyol Kewalahan Urus Ribuan Jenazah Korban Covid-19

    TIKTAK.ID – Spanyol tak hanya kalang kabut menghadapi wabah Covid-19 yang menyebar sangat cepat, namun kini mereka juga mendapat kesulitan untuk memakamkan para korban yang jumlahnya ribuan. Akibatnya gelanggang es di Madrid diubah menjadi kamar mayat, seperti yang dilaporkan CNN.

    Mayat-mayat itu diangkut kendaraan militer ke Palacio de Hielo, atau Istana Es, di lingkungan Hortaleza Madrid. Hal itu disampaikan kantor presiden wilayah Madrid kepada CNN, Selasa (24/3/20).

    Otoritas Madrid mengatakan bahwa tindakan ini hanya untuk sementara waktu, sebagai sebuah tindakan darurat dan luar biasa.

    Baca juga : Sekitar 60 Jenazah Ditemukan dalam Truk Peti Kemas di Mozambik

    Sementara itu layanan pemakaman di kota Madrid mengumumkan dalam sebuah rilisnya pada Senin kemarin bahwa mereka akan berhenti mengumpulkan mayat-mayat korban Covid-19. Alasannya, karena pekerja mereka tak memiliki alat pelindung yang memadai. Layanan pemakaman merupakan penyedia utama di Madrid, mereka mengelola 14 pemakaman, dua panti jenazah dan dua krematorium.

    Layanan pemakaman itu mengatakan mereka akan menerima pelayanan untuk korban virus Corona seperti biasa dengan catatan, bila mayat-mayat yang mereka terima telah tertutup dalam peti mati.

    Sampai saat ini Spanyol menduduki peringkat keempat penderita wabah Covid-19 terbesar di dunia. Setelah China, Italia dan Amerika. Namun menduduki peringkat ketiga dalam jumlah korban meninggal dunia. Negara Matador ini mengonfirmasi sekitar 39.673 kasus dan 2.696 jumlah kematian.

    Baca juga : Putin Klaim Rusia Berhasil Lawan Virus Corona

    Madrid merupakan salah satu pusat epidemi di Spanyol. Presiden wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, mengatakan pada pekan lalu bahwa 80% dari populasi di kota itu terinfeksi Covid-19.

    Halaman selanjutnya…