Tag: Pilpres 2024

  • Pengamat Prediksi Sosok yang Bakal Digandeng Anies di Pilpres 2024, Siapa Saja?

    Pengamat Prediksi Sosok yang Bakal Digandeng Anies di Pilpres 2024, Siapa Saja?

    TIKTAK.ID – Pengamat politik, Syahganda Nainggolan mengungkap kemungkinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan maju di Pilpres 2024. Ia bahkan memprediksi orang-orang yang bakal digandeng Anies.

    Syahganda menilai hingga kini Anies belum punya saingan seimbang untuk maju mencalonkan diri sebagai presiden selanjutnya. Hal itu disampaikan Syahganda melalui tayangan YouTube Realita TV, Sabtu (8/3/20).

    Mulanya, Syahganda mengungkap kemungkinan Anies bakal menggandeng Sandiaga Uno hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jika benar begitu, menurutnya Anies akan didukung empat partai di Pilpres 2024.

    “Maka itu kemungkinan empat partai akan bergabung di sana, yakni PKS, PAN, Demokrat, dan NasDem. Itu sudah cukup membuat satu kubu,” ujar Syahganda, dilansir Tribunnews.com.

    Baca juga: Agar Anies Tetap Eksis hingga 2024 Meski Lengser dari DKI 2022, Begini Trik Rocky Gerung

    Selain itu, Syahganda juga memprediksi kubu pesaing Anies di Pilpres 2024. Ia menyatakan kubu pesaing itu adalah Megawati Soekarnoputri mengusung Puan Maharani, serta Prabowo Subianto.

    “Tinggal Jokowi. Mungkin akan mendukung Tito dan Airlangga, misal seperti itu,” ucapnya.

    Syahganda kemudian mengungkap pujiannya terhadap Anies yang dinilainya tak pernah memiliki niat untuk menipu rakyat.

    “Dari sisi yang saya bilang tadi, memang Anies ini enggak pernah ada pikiran korupsi, enggak pernah ada pikiran nipu rakyat,” tegas Syahganda.

    Dalam tayangan tersebut, sebelumnya Pengamat Politik Hendri Satrio blak-blakan menyinggung alasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selalu mengkritisi Anies. Ia menjelaskan, satu di antaranya yakni karena PSI tak berani secara langsung mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Halaman selanjutnya…

  • Demokrat Temui Anies, Pengamat: Penjajakan Pilpres 2024 dan Muluskan Karir AHY

    Demokrat Temui Anies, Pengamat: Penjajakan Pilpres 2024 dan Muluskan Karir AHY

    TIKTAK.ID – Pengamat politik dari Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menyebut kedatangan petinggi Demokrat menemui Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebagai langkah awal penjajakan pencarian tokoh yang bakal diusung sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

    Apalagi, menurut Ujang, Anies pernah menjadi peserta Konvensi Demokrat pada Pemilu 2014 lalu.

    “Demokrat ingin menjajakan Anies, untuk Pilpres 2024,” ujar Ujang, seperti dilansir Tempo, Minggu (8/3/20).

    Baca juga: Usai Bertemu Golkar, SBY: Demokrat Siap Dukung Penuh Presiden Jokowi

    Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan bersama dewan pengurus partai untuk menemui Anies di Balai Kota DKI, Kamis (5/3/20) kemarin.

    Ujang mengatakan, Demokrat melihat Anies berpotensi menjadi calon presiden pada pemilu mendatang. Menurutnya, langkah Demokrat dalam menjaring tokoh perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya hadangan terhadap karier politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pemilu 2024.

    “Bisa jadi saat AHY terhadang kekuatan lawan politiknya, maka Demokrat menjajaki tokoh lain, yang salah satunya Anies,” ungkap Ujang.

    Baca juga: Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    Halaman selanjutnya…

  • Rocky Gerung: Percuma Saja Bully Anies Kalau Faktanya Tak Ada Kandidat Sekuat Anies

    Rocky Gerung: Percuma Saja Bully Anies Kalau Faktanya Tak Ada Kandidat Sekuat Anies

    TIKTAK.ID – Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik berlimpahnya kebencian kepada Gubernur Anies Baswedan yang acap kali dilontarkan haters dan buzzer di media sosial. Dalam pengamatannya, upaya mereka yang anti-Anies tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap potensi Anies sebagai calon presiden 2024.

    Ia pun menyoroti survei yang menurutnya bagian dari upaya menjatuhkan tingkat keterpilihan Anies Baswedan.

    Rocky bilang hampir semua hasil survei yang dikeluarkan selama ini memang ingin menjatuhkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tapi sayangnya mereka belum juga menyediakan calon lain sebagai alternatif pengganti gubernur Ibu Kota tersebut.

    Dicuplik dari channel YouTube Rocky Gerung Official Rabu (4/3/20), Rocky menjelaskan, kalau faktanya memang tidak ada kandidat lain selain Anies, maka tak ada gunanya juga bagi para pembenci Anies merusak elektabilitas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di masa awal Kabinet Presiden Jokowi itu.

    “Mestinya buzzer anti-Anies, logikanya demikian, gak ada gunanya turunkan elektabilitas Anies kalau memang gak ada pesaingnya,” ujar Rocky.

    Baca juga: Pakai Dalih Corona, PSI dan PDIP Tekan Anies Batalkan Formula E, Ternyata Moto GP Argentina Tetap Lanjut

    Halaman selanjutnya…

  • Wakil Ketua MPR Prediksi Prabowo-Puan Diusung PDIP-Gerindra di Pilpres 2024

    Wakil Ketua MPR Prediksi Prabowo-Puan Diusung PDIP-Gerindra di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Pilpres 2024 masih jauh. Pemerintahan Jokowi-Amin juga baru berjalan 4 bulan. Namun sepertinya, sebagian rakyat dan elit politik sudah tak sabar lagi ingin segera ganti presiden. Terbukti, dengan makin santernya wacana dan ramalan tentang beberapa pasangan calon yang bakal berlaga di Pilpres 2024 tersebut.

    Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad menyebut kontestasi Pilpres 2024 bakal diwarnai dengan banyak kandidat. Dalam hitungan Fadel, kandidat yang akan mengikuti Pilpres 2024 sebanyak tiga pasangan.

    “Jadi ini bakal ramai. Bakal tiga sampai empat,” kata Fadel saat berdiskusi dengan warga Gorontalo di Kedai Kopi Dino, Kelurahan Biawao, Kota Gorontalo, Sabtu (29/2/20).

    Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    Fadel memprediksi, partai yang akan berkoalisi untuk Pilpres 2024 yakni Gerindra dengan PDIP. Dua partai tersebut kemungkinan akan mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai pasangan Capres-Cawapres.

    “Kemungkinan ada beberapa koalisi. Kemungkinan PDIP gabung ke Gerindra. Kedua partai akan mengusung Prabowo sama Puan,” ucap pria Ternate itu.

    Lebih lanjut, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga akan maju sebagai Capres pada Pilpres 2024. Kemungkinan Anies maju karena diusung oleh Nasdem. Nantinya, kata dia, Anies akan berdampingan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Gus Ami.

    Halaman selanjutnya…

  • Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad memprediksi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diikuti tiga pasangan calon (paslon). Fadel mengatakan kontestasi Pilpres 2024 akan lebih seru dibanding Pilpres 2019.

    Mantan politikus Partai Golkar ini juga menyatakan saat ini partai-partai politik tengah menjajaki koalisi untuk mengusung calon presiden-wakil presiden.

    “PDIP akan koalisi dengan Gerindra, Prabowo Subianto akan dipasangkan dengan Puan Maharani,” ujar Fadel saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Gorontalo di warung kopi Dino, Kota Gorontalo, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Sabtu (29/2/20) pagi.

    Baca juga: PSI Ajak Partai Politik dan Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024

    Selain koalisi PDIP dengan Gerindra yang akan memasangkan Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua DPR, Puan Maharani, Fadel menyebut akan muncul nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

    Fadel mengaku Anies akan diusung oleh Partai Nasdem. Menurutnya, Anies yang tidak memiliki partai harus dipasangkan dengan tokoh partai. Hal itulah, kata Fadel, yang membuat Anies kemungkinan akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

    Fadel mengklaim di internal Partai Golkar sendiri saat ini masih menggodok Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto untuk diajukan menjadi capres. Tokoh masyarakat Gorontalo itu juga mengakui terdapat aspirasi dari masyarakat Gorontalo untuk mendorong Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel menjadi salah satu capres-cawapres.

    Baca juga: Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan

    Halaman selanjutnya…

  • Dianggap Partai Gurem ‘Nafsu Besar Tenaga Kurang’, Koalisi Jokowi Respons Dingin Sesumbar ‘Jegal Anies’ ala PSI

    Dianggap Partai Gurem ‘Nafsu Besar Tenaga Kurang’, Koalisi Jokowi Respons Dingin Sesumbar ‘Jegal Anies’ ala PSI

    TIKTAK.ID – Bersamaan dengan rilis beberapa lembaga survei yang menempatkan nama Anies Baswedan sebagai “kuda hitam” Pilpres 2024 mendatang, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni justru terang-terangan mengajak masyarakat menjegal mantan menteri Jokowi yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurutnya, Anies adalah tipikal politikus yang memanfaatkan sentimen agama yang mengakibatkan perpecahan masyarakat, juga “simbol populisme”.

    “Saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius mengadang figur yang fokus pada isu populisme ini,” ujar Raja Juli, Minggu (23/2/20) kemarin.

    Raja Juli tak menjelaskan apa yang ia maksud dengan populis di sini. Dalam artikel The Conversation, dua prinsip inti populisme adalah klaim bicara atas nama rakyat atau orang biasa, dan orang biasa ini berada di posisi yang berlawanan dengan elite. Nah, jika dicermati, maka Presiden Joko Widodo, politikus yang dibela Raja Juli dan partainya, sebenarnya dalam derajat tertentu juga layak dilabeli populis.

    Baca juga: Disindir Ahok Soal ‘Partai Kecil Ngomong Gede’, PSI Malah Jawab Begini

    Raja Juli lantas menyerukan seluruh partai mendorong politikus berhaluan nasionalis seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju.

    Banyak pihak menilai keinginan Raja Juli dan PSI patut disebut ambisius. Pasalnya, jika merujuk pada sejumlah hasil survei, Anies Baswedan adalah sosok yang memiliki kans untuk maju bahkan memenangi Pemilihan Presiden 2024.

    Survei Indo Barometer yang dirilis Minggu lalu, misalnya, menempatkan mantan Rektor Universitas Paramadina ini di urutan kedua bakal calon presiden dengan elektabilitas tertinggi.

    Elektabilitas Anies 14,3 persen, hanya kalah dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang meraup elektabilitas 22,5 persen. Sementara nama yang disebut Raja Juli jauh tertinggal.

    Halaman selanjutnya…

  • Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan

    Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan

    TIKTAK.ID – Nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masuk dalam bursa capres terkuat pada Pilpres 2024 versi lembaga survei Indo Barometer. Selain Prabowo, terdapat nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang masuk dalam bursa capres itu.

    Menanggapi hal itu, eks Wagub DKI Jakarta pendamping Anies dan Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno mengajak masyarakat menahan diri. Pasalnya, Sandiaga menyebut periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja dimulai.

    “Baru saja ini selesai, baru saja kita merajut kebangsaan kita, baru saja ada satu inovasi yang luar biasa. Di mana Pak Presiden Jokowi merangkul mantan rivalnya Pak Prabowo untuk bergabung. Baru saja pemerintahan ini terbentuk dan memulai kerjanya, belum sampai 6 bulan kita sudah bicara suatu hal yang mesti sangat jauh, gitu lho,” ujar Sandiaga setelah memberi kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, dilansir Detik.com, Senin (24/2/20).

    Baca juga: Massa 212 Tuntut Ahok Mundur dari Pertamina, Begini Respons Erick Thohir dan Sandiaga Uno

    Sandiaga mengakui dirinya tidak ingin masuk dalam satu diskursus, apalagi diskursus yang penuh dengan ketidakpastian, hypothetical, dan berpotensi memecah-belah bangsa lagi. Ia melanjutkan, hal disebabkan pendukung A tidak akan akur dengan pendukungnya B, dan pendukung B mencoba menarik pendukung C.

    Menurut Sandiaga, saat ini Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan Kabinet Jokowi, dan Anies masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai kini yang terpenting adalah memberi kesempatan kepada masing-masing pihak yang masuk bursa capres untuk menunaikan tugas saat ini.

    Halaman selanjutnya…

  • Prabowo Tetap Capres 2024 Terkuat Versi Banyak Survei, Disusul Anies Baswedan di Posisi Kedua

    Prabowo Tetap Capres 2024 Terkuat Versi Banyak Survei, Disusul Anies Baswedan di Posisi Kedua

    TIKTAK.ID – Sebelumnya, survei membuktikan bahwa Prabowo Subianto layak dinobatkan sebagai “Menteri Terbaik” di Kabinet Indonesia Maju. Terbaru, Ketua Umum Partai Gerindra itu kembali merajai beberapa hasil survei terkait kandidat kuat Pilpres 2024. Pria yang kini menjabat Menteri Pertahanan itu unggul dalam hasil survei Indo Barometer dan Paramater Politik Indonesia yang dirilis berbarengan pada Minggu (23/2/20).

    Versi Indo Barometer, Prabowo unggul sebagai Capres terkuat pada Pilpres 2024. Tak tanggung-tanggung, dia mengungguli sedikitnya 22 nama elite populer di kalangan masyarakat dalam survei yang dilakukan dalam rentang 9-15 Januari 2020 tersebut.

    “Prabowo meraih 22,5 persen, disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 7,7 persen, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 6,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari dalam paparannya di Jakarta, Minggu (23/2/20).

    Baca juga: Kumpulkan Pendukungnya di Istana Bogor, Jokowi Diskusikan Menteri yang Bakal Direshuffle

    Survei Indo Barometer dilakukan terhadap 1.200 responden yang sudah memiliki hak pilih. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan (margin of error) mencapai 2,83 persen.

    Terpisah, Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) turut menempatkan Prabowo Subianto sebagai Capres dengan elektabilitas tertinggi pada Pilpres 2024.

    Halaman selanjutnya…

  • Dibilang Tak Mungkin Jadi Presiden, Ahok: Pasti Mungkin Dong!

    Dibilang Tak Mungkin Jadi Presiden, Ahok: Pasti Mungkin Dong!

    TIKTAK.ID – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengatakan tidak mengincar jabatan tertentu saat ia kembali terjun ke dunia politik dengan bergabung ke partai PDI Perjuangan. Meski begitu, ia memandang jabatan merupakan akibat dari sebuah perjuangan politik yang ia lakukan.

    Bahkan, lanjut Ahok, bukan tidak mungkin jika dirinya menjadi presiden pada masa mendatang. Hal itu diungkapkannya saat acara peluncuran buku “Panggil Saya BTP, Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob” di Jakarta, Senin (17/2/20).

    “Saya tidak menginginkan sebuah jabatan. Saya hanya ingin ketika terjadi pelanggaran, saya memperjuangkan (para korban, red.) itu. Nah kalau memperjuangkan itu, eksesnya adalah menjadi presiden, tapi bukan saya mengincar kursi presiden. Orang bilang, tidak mungkin kamu jadi presiden, pasti mungkin dong minimal presiden direktur,” ujar Ahok yang disambut gelak tawa peserta bedah buku, dilansir Tribunnews.com.

    Baca juga: Menyoal MRT yang Tak Tersambung Transjakarta Layang, Anies Sindir Ahok?

    Namun Ahok mengatakan belum mengetahui akan maju pada pemilihan presiden 2024 mendatang atau tidak, karena pencalonan tersebut merupakan wewenang partai politik. Ia sendiri tidak menempati jabatan struktural di kepengurusan PDI Perjuangan.

    Sementara itu, pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk menyatakan peluang Ahok untuk bersaing dalam pemilihan presiden 2024 masih ada. Menurutnya, masyarakat Jakarta saat ini menyesal telah menghukum Ahok secara berlebihan karena melihat prestasi Ahok yang masih lebih baik jika dibandingkan dengan gubernur saat ini.

    Halaman selanjutnya…

  • Jika #2024GantiPresiden, Ibu Kota RI Batal Pindah ke Kaltim?

    Jika #2024GantiPresiden, Ibu Kota RI Batal Pindah ke Kaltim?

    TIKTAK.ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengatakan program utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin (Ma’ruf), yaitu pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, perlu dilindungi payung hukum konstitusi yang dijabarkan dalam Tap MPR RI.

    Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dalam media visit ke PT Trans Digital Media, Jakarta, Rabu (12/2/20) petang. Basarah beralasan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak memberikan satu kepastian kontinuitas pembangunan nasional.

    Menurut Basarah, basis pembangunan yang tertuang dalam UU Nomor 25/2004 merupakan visi, misi, dan program setiap calon presiden. Sehingga, lanjutnya, ketika mereka terpilih maka visi dan misi itu menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres).

    “Kalau Jokowi berhenti dan pembangunan pemindahan Ibu Kota belum selesai kemudian berganti partai (partai politik asal presiden), akan muncul ego sektoral. Untuk apa saya melanjutkan legasinya PDIP. Begitu presiden berikutnya tidak melanjutkan, maka triliunan anggaran negara akan musnah,” ujar Basarah, dilansir CNBCIndonesia.com.

    Basarah yang juga merupakan politikus PDIP itu mencontohkan megaproyek kompleks Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang. Ia menyebut proyek itu adalah program utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini mangkrak lantaran kasus dugaan korupsi dalam pembangunan kompleks tersebut.

    “Kita tidak tahu nanti presiden terpilih mau bikin apa. Tiba-tiba Jokowi memindakan Ibu Kota, kita kaget-kaget karena di visi-misinya tidak ada. Tapi apakah itu dilarang? Tidak, karena UU SPPN tidak melarang itu,” terangnya.

    Oleh karena itu, kata Basarah, perlu adanya perencanaan pembangunan yang jelas. Dengan begitu, payung hukum pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang dituangkan dalam satu payung hukum konstitusi, dan dijabarkan dalam satu ketetapan MPR sehingga mengikat.

    Menurut Basarah, dengan adanya ketetapan MPR tersebut, maka siapapun capres, gubernur, bupati dan wali kota, boleh mengajukan visi-misi varian pembangunan. Tetapi road map pembangunan nasional, dan hal-hal fundamental ini tidak boleh mereka ganti seenaknya.

    Hal senada juga disampaikan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Bambang menilai pemindahan Ibu Kota yang digagas Jokowi bukan tidak mungkin digagalkan oleh siapapun yang kelak terpilih sebagai presiden. Bambang pun mengusulkan agar program-program unggulan itu dituangkan dalam Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).