Tag: Pilpres 2024

  • Menimbang Peluang Prabowo vs Anies Bila Berhadapan di Pilpres 2024

    Menimbang Peluang Prabowo vs Anies Bila Berhadapan di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Pengamat politik Adi Prayitno menilai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebagai dua sosok potensial yang akan berlaga di ajang Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Menurutnya, Prabowo dan Anies memiliki keunggulan sekaligus catatan masing-masing.

    “Politik kita memang dinamis, namun jalan panjang menuju Pilpres 2024 bisa diteropong dari sekarang. Jauh sebelum ini, survei yang saya gagas menyebut nama Prabowo dan Anies unggul di antara figur lainnya, relatif memiliki elektabilitas di atas rata-rata,” ujar Adi, seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (15/5/20).

    Adi mengatakan Prabowo saat ini jelas memiliki panggung. Tidak hanya dipercaya menempati posisi Menteri Pertahanan, Prabowo juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
    Baca juga : Amien Rais Buka-bukaan Soal Prabowo Versus Anies pada Pilpres 2024

    Namun Adi menyatakan terdapat catatan kritis terkait Prabowo. Ia menyangsikan kemungkinan Prabowo akan mencalonkan diri di Pilpres untuk keempat kalinya. Pasalnya, pada 2009 Prabowo menjadi kandidat calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri, kemudian menjadi kandidat calon presiden di Pilpres 2014 dan 2019.

    Menurut Adi, jika memang Prabowo hendak mencalonkan diri, maka tidak menutup kemungkinan akan mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, Adi menyebut Gerindra dan PDIP punya garis sejarah masa lalu yang kuat, termasuk dalam hal membawa Jokowi ke Jakarta.

    Ia melanjutkan, PDIP dan Gerindra pernah bersama-sama menjadi oposisi, bahkan PDIP yang membuka pintu lebar bagi Prabowo masuk ke koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia memprediksi salah satu opsi pada simulasi kandidat nanti, yakni Prabowo dipasangkan dengan Ketua DPR, Puan Maharani.

    Baca juga : Sengkarut Anies vs Menteri Jokowi, Aktivis Sosial: Kita ini Hadapi Wabah Covid atau Pilpres?

    Dosen Komunikasi Politik di UIN Syarif Hidayatullah itu menjelaskan, biasanya ada simulasi pencalonan. Hal itu dilakukan dengan mengetes ke pasar apakah calon yang diusung marketable, elektabilitasnya leading, serta kalkulasi dan simulasinya cocok.

    Halaman selanjutnya…

  • Amien Rais Buka-bukaan Soal Prabowo Versus Anies pada Pilpres 2024

    Amien Rais Buka-bukaan Soal Prabowo Versus Anies pada Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Amien Rais buka-bukaan mengenai posisi politik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang sudah berseberangan di Pilpres 2014. Menurut Amien, saat itu Anies menyebut Prabowo didukung oleh mafia.

    “Anies tega mengatakan bahwa Pak Prabowo didukung mafia. Kemudian ia membawa tasnya Pak Jokowi ke mana-mana, akhirnya jadi Mendiknas (Mendikbud). Setelah itu dia dikeluarkan oleh Pak Jokowi, lalu mengalahkan Ahok,” ujar Amien melalui akun channel Youtube Pengacara Refly Harun, seperti dilansir Republika.co.id.

    Amien mengatakan, bisa saja Anies ketika maju dalam Pilpres 2024 lewat kekuatan di luar kelompok yang selama ini mendukungnya. Maksudnya, kata Amien, Anies bisa saja maju bukan dengan kekuatan yang memenangkannya di Pilgub DKI 2017.

    Baca juga : Popularitas Jenderal yang Jadi Idola Ahok ini Bikin Soeharto Iri, Pernah Gebrak Meja di Rumah Cendana

    Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan Prabowo bakal menjadi lawan Anies karena situasi politik bisa berubah kapan pun.

    “Sekarang sudah mulai ada kontak-kontak dengan kelompok yang dulu tidak terbayangkan. Tapi ini masih kata orang, saya belum cek betul. Jadi, bolehlah nanti itu pasangan wapresnya mungkin Mbak Puan wapres, atau mungkin ada skenario lain, saya tak bisa mengatakan,” ucapnya.

    Ketika ditanya apakah Amien akan mendukung Prabowo lagi, Amien menjawab dirinya belum pernah bertemu lagi dengan Prabowo. Amien menyatakan ia manusia bebas, dan tak pernah harus mengunggulkan seseorang.

    Baca juga : Ombudsman Ingatkan Anies Soal Dampak Fatal jika Paksa Terapkan Pergub PSBB

    Setelah itu, Refly mengajukan pertanyaan ke Amien tentang sikap Prabowo yang berubah setelah sengketa Pilpres 2019 berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK). Amien menyebut ekologi Prabowo memang ada di dunia militer, sehingga ketika Prabowo ditawari Jokowi sebagai Menhan, akhirnya tawaran itu diterima.

    Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mengaku pernah meminta klarifikasi ke Prabowo tentang mengapa mengambil langkah politik di luar dugaan dengan mau membantu rivalnya di Pilpres 2014 dan 2019 itu. Prabowo menjawab pertanyaan Amien dengan mengatakan kalau ia memang masih bermanfaat bagi bangsa, maka siap mengabdi selama masih hidup.

    Amien melanjutkan, berdasarkan hasil lembaga survei, Prabowo sekarang menjadi tokoh paling populer dengan meraih 48 persen. Kemudian Anies menyusul dengan hasil polling sekitar 14 persen.

  • Prediksi Ahok Maju Pilpres 2024, Relawan Jokowi Sebut Roy Suryo Kayak Dukun

    Prediksi Ahok Maju Pilpres 2024, Relawan Jokowi Sebut Roy Suryo Kayak Dukun

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi, Tigor Doris Sitorus, menyindir keras politisi Roy Suryo. Pasalnya, Roy Suryo memprediksi Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan maju dalam pemilihan umum presiden pada tahun 2024 mendatang.

    Tigor menyebut Roy Suryo mirip tukang ramal karena memprediksi sesuatu di luar kapasitas. Ia juga mengingatkan Roy Suryo bahwa agenda Pilpres 2024 masih lama, sehingga tidak tepat membicarakan hal tersebut sekarang.

    “Roy seperti dukun atau tukang ramal, karena ia takut akan masa depan yang belum terjadi. Dalam memberikan analisa politik, juga harus ada ilmunya. Menyanyikan Indonesia Raya saja salah, maka Roy tidak punya kapasitas untuk menggurui,” ujar Tigor di Jakarta, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Senin (4/5/20).

    Baca juga : Anies Dikalahkan Ganjar dalam Survei, LIPI: Itu Sudah Diatur

    Seperti telah diberitakan, Roy Suryo menyetujui cuitan akun Aline Yoana Tan di Twitter mengenai Ahok tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meski harga minyak dunia sedang anjlok. Akun itu menyebut hal itu karena Ahok tengah mengumpulkan uang untuk modal kampanye Capres pada Pilpres 2024 mendatang.

    “Ahok sedang mengumpulkan uang untuk kampanye calon presiden 2024,” tulis akun @TanYoana.

    Menurut Aline, jangankan menurunkan harga BBM, menggratiskan toilet SPBU saja Ahok tidak bisa. Ia melanjutkan, jika mau melihat muka maling negara maka tidak perlu pakai KPK, melainkan cukup menyebut nama Ahok, dan para maling akan kejang-kejang.

    Baca juga : BPK Sebut Pengelolaan Subsidi Angkutan Umum DKI Era Anies Berpotensi Tak Efektif dan Tak Efisien

    Kemudian Roy Suryo menyebut dirinya setuju dengan pernyataan akun @TanYoana.

    “Saya setuju 1000% dengan apa yang disampaikan @TanYoana. Mulai dari penunjukan Ahok yang kontroversial, gaji yang tidak masuk akal. Selain itu cara-cara pencitraan dirinya yang menjijikkan, tata bahasanya yang tidak sopan, dan sikapnya yang abai serta arogan,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga di Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu.

    Roy Suryo kemudian mengungkapkan hal yang paing ia sesali adalah isu mengenai Ahok bakal maju sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2024 mendatang. Ia menyebut hal itu keterlaluan.

    Baca juga : Buntut Kritik pada DPR, Anak Buah Prabowo Janji Bongkar Dugaan Skandal Najwa Shihab di Program Andalan Jokowi

    “Kalau memang benar Ahok mau maju pada 2024, hal itu benar-benar keterlaluan,” ucapnya.

  • Serang Ahok, Roy Suryo Akui Kecewa dan Jijik Soal Penunjukan Komut Pertamina hingga Kabar Ahok Maju Pilpres 2024

    Serang Ahok, Roy Suryo Akui Kecewa dan Jijik Soal Penunjukan Komut Pertamina hingga Kabar Ahok Maju Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, atau yang biasa akrab disapa Roy Suryo, menyoroti soal Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Melalui akun Twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Kamis (30/4/20), Roy Suryo mengatakan sangat setuju dengan pernyataan yang disampaikan oleh Aline Yoana Tan tentang Ahok.

    Menteri Pemuda dan Olahraga yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu mengaku dirinya kecewa dengan penunjukan langsung Ahok sebagai Komisaris Utama yang sangat kontroversial. Ia pun menyebut gaji yang diterima Ahok tidak masuk akal, yakni sebesar Rp3,2 miliar per bulan.

    Baca juga: Mendadak Heboh, di Medsos Ada Sayembara Foto Wisuda Jokowi Berhadiah Motor Ducati Senilai Rp 500 Juta

    “Tweeps, saya setuju 1000% dengan apa yg disampaikan @TanYoana. Mulai dari Penunjukannya yg kontroversial, gaji yang tidak masuk akal, cara-cara pencitraan dirinya yang menjijikkan, tata bahasanya yang tidak sopan, serta sikapnya yang abai dan arogan,” cuit Roy Suryo, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Tak hanya itu, Roy Suryo menyatakan hal yang paling ia sesali adalah isu mengenai Ahok bakal maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

    “Kalau memang mau maju pada 2024, itu benar-benar keterlaluan”, cuitnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Arief Poyuono: 2024 Prabowo Menang Asal Lawan Tokoh yang Ada Sekarang, kecuali Muncul Satrio Piningit

    Arief Poyuono: 2024 Prabowo Menang Asal Lawan Tokoh yang Ada Sekarang, kecuali Muncul Satrio Piningit

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono meyakini Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mempunyai kans untuk menang pada Pilpres mendatang.

    “Kalau melawan tokoh-tokoh yang ada saat ini, kecuali muncul tokoh yang merupakan satrio piningit,” ungkap Arief saat menjadi pembicara pada acara diskusi publik di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

    Satrio piningit merupakan tokoh yang muncul dari bawah dan dekat dengan rakyat. Namun, Arief mengaku tidak tahu siapa yang nanti akan muncul menjadi satrio piningit.

    Baca juga: Menakar Peluang Prabowo di Pilpres 2024, Menang atau Kalah?

    Berbeda dengan Arief, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra memprediksi Prabowo akan berat menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Bahkan, Prabowo disebut berpotensi kalah pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

    Hal itu diungkapkan Dedi dalam diskusi dengan tema “Political Outlook 2024: Regenarasi Elit Politik Indonesia Masa Depan” di D’Consulate Resto, Jalan Wahid Hasyim.

    Berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya, Dedi mengatakan 16,4 persen responden menyebutkan Prabowo akan menang jika maju menjadi Capres, 9,9 tergantung pasangan, 9,2 ragu-ragu, dan 64,5 persen respons menyatakan Prabowo akan kalah pada Pilpres mendatang.

    Halaman selanjutnya…

  • Menakar Peluang Prabowo di Pilpres 2024, Menang atau Kalah?

    Menakar Peluang Prabowo di Pilpres 2024, Menang atau Kalah?

    TIKTAK.ID – Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengalami kenaikan signifikan sebagai calon presiden dalam pemilu mendatang. Hal ini berdasarkan hasil survei nasional yang digelar Cyrus Network terhadap 1.230 responden pada 24-30 Januari 2020.

    “Dari sisi kontestasi politik, dalam simulasi tujuh nama tokoh, Prabowo kembali muncul sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi, yakni 24 persen,” ujar CEO Cyrus Network Eko Dafid Afianto dalam pemaparan rilis survei di Gondangdia, Jakarta Pusat, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (13/3/20).

    Selain Prabowo, nama lain yang juga masuk yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Baca juga: Waduh, Trump Ancam Sanksi Indonesia Usai Prabowo Minta Rusia Tuntaskan Transaksi 11 Jet Sukhoi

    Eko mengatakan kondisi ini juga didukung pandangan responden atas portofolio Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Dia pun membadingkan elektabilitas Prabowo saat ini dengan elektabilitasnya pada Juli 2019 lalu.

    “Saat itu, elektabilitas Prabowo hanya menduduki posisi ketiga dengan 16 persen, di bawah Sandiaga Uno (23 persen) dan Anies Baswedan (19 persen),” jelas Eko.

    Eko melanjutkan, saat ini Sandiaga masih populer dan mendapat dukungan yang signifikan, hanya saja elektabilitas pengusaha itu kini turun menjadi 19 persen. Di sisi lain, elektabilitas Anies menurun tajam jika dibandingkan hasil survei pada 19 Juli lalu.

    “Elektabilitas Anies menurun tajam dibandingkan kondisi pada Juli 2019, yaitu 19 persen ke 13 persen,” kata Eko.

    Halaman selanjutnya…

  • Survey IPO: Prabowo Diyakini Kalah Lagi Jika Kembali ‘Nyapres’ di 2024, Kok Bisa?

    Survey IPO: Prabowo Diyakini Kalah Lagi Jika Kembali ‘Nyapres’ di 2024, Kok Bisa?

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diprediksi akan mengalami kekalahan apabila kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hal itu terlihat berdasarkan hasil survei yang digelar oleh Indonesia Political Opinion (IPO).

    “Sejak 2019 sampai 2020, bahkan di awal 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, trennya menurun. Jadi ini kalau dilanjutkan, lebih besar potensinya untuk kalah dibandingkan yang menang,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (13/3/20).

    Baca juga: Menang Bersama Anies, Kalah Bareng Prabowo, Sandiaga Uno Ngaku Hartanya Habis untuk Politik

    IPO mencatat 64,5 persen dari total 1.600 responden meyakini Prabowo akan kalah, sementara peluang kemenangannya hanya sebesar 16,4 persen. Sementara responden yang ragu-ragu atas kemenangan Prabowo sebesar 9,2 persen dan tergantung pasangan sebesar 9,9 persen.

    Dalam survei itu, Prabowo masuk dalam deretan klaster tokoh lama bersama Menko Polhukam Mahfud MD dan politisi PKS Hidayat Nur Wahid. Setelah itu, disusul Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, politisi PAN Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

    Halaman selanjutnya…

  • Menang Bersama Anies, Kalah Bareng Prabowo, Sandiaga Uno Ngaku Hartanya Habis untuk Politik

    Menang Bersama Anies, Kalah Bareng Prabowo, Sandiaga Uno Ngaku Hartanya Habis untuk Politik

    TIKTAK.ID – Sandiaga Uno mengaku hartanya telah turun drastis untuk modal mengikuti dua agenda politik. Pertama, ketika meraih kemenangan bersama Anies Baswedan dalam Pilgub DKI Jakarta, dan saat takluk dari Presiden Joko Widodo saat berpasangan dengan Prabowo Subianto.

    Pasalnya, Sandiaga mengaku dirinya membiayai sebagian besar kampanye yang dilakoninya saat Pilgub DKI Jakarta dan Pilpres 2019. Hal itu disampaikannya dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (12/3/20).

    Pada kesempatan itu, awalnya Sandiaga mengimbau semua pihak yang tak ingin merugi untuk tak masuk ke ranah politik. Pendiri PT Saratoga itu menyatakan untuk masuk ke dunia politik memerlukan biaya yang tak sedikit.

    Baca juga: Bantah Dukung Sandiaga Jadi Ketum Partai, Gerindra Satu Suara Tetap Prabowo

    “Yang nonton acara Indy, kalau mau tetap di list (orang terkaya), jangan masuk politik. Pasti menukik tajam setelah itu, karena politik kan pasti ada biaya,” ujar Sandiaga, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Sandiaga kemudian mengungkit kembali soal Pilgub DKI dan Pilpres yang dulu pernah diikutinya. Menurutnya, ia ingin terbuka dan transparan saat berpolitik, termasuk soal dana yang digelontorkannya untuk mencalonkan diri. Ia pun mengaku nilai saham yang dimilikinya turun drastis semenjak terjun ke dunia politik.

    “Kemarin waktu Pilgub dan Pilpres, saya mendanai sebagian besar dari kampanye kita. Itu semua tercatat di Bursa Efek Indonesia hasil penjualan saham saya, maupun juga di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan laporan penurunan kepemilikan saham,” ungkap Sandiaga.

    Baca juga: Klaim Sandiaga Didukung DPD Gerindra Jadi Ketum Geser Prabowo, Dibantah Sufmi Dasco. Gerindra Pecah?

    Meskipun begitu, Sandiaga tidak memungkiri jika penurunan ekonomi yang dialaminya merupakan bentuk konsekuensi yang harus dihadapi. Ia mengimbau jika mau masuk politik agar tidak gampang terbawa perasaan.

    Sadiaga juga menyebut politik merupakan tempat bagi mereka yang ingin mengabdi pada Negara. Sementara tempat untuk mencari keuntungan, berada di bidang usaha.

    “Kalau mau jadi untung, mau jadi kaya, itu tempatnya ya di dunia usaha. Tapi kalau mau melayani publik dan berkontribusi kepada bangsa dan Negara, ya tempatnya ada di ranah publik, politik,” tuturnya.

  • Rocky Gerung: Ahok Lebih Mungkin Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mengapa?

    Rocky Gerung: Ahok Lebih Mungkin Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mengapa?

    TIKTAK.ID – Akademisi cum aktivis Rocky Gerung menyatakan ketidakmungkinan eks Gubernur DKI Jakarta Ahok menjadi lawan Anies Baswedan di 2024. Ia mengungkapkan pernyataan tersebut melalui akun YouTube resminya, Kamis (12/3/20).

    “Secara sosiologis tidak mungkin, secara antropologis juga ajaib. Secara psikologis, semua orang tahu kekuatan Ahok sebagai pendorong perubahan, tapi bukan sebagai orang yang memimpin. Analisis akademik itu agak susah,” ujar Rocky, seperti dilansir Suara.com.

    Rocky menyebut jika Ahok dipaksakan menjadi kandidat calon di pemilu 2024, maka ada target tertentu oleh para oligarki.

    Baca juga: Agar Anies Tetap Eksis hingga 2024 Meski Lengser dari DKI 2022, Begini Trik Rocky Gerung

    “Kalau dia dipaksakan, maka artinya ada target jangka pendek yang hendak dipakai oleh oligarki. Ada suara gendang yang lebih kuat, sehingga Ahok tampil ulang sebagai lagu lama dengan aransemen baru,” lanjut Rocky.

    Untuk itu, Rocky menilai yang lebih memungkinkan adalah menjadikan Ahok sebagai pendamping Anies Baswedan.

    “Kalau kami berpikir, sejak sekarang berarti Ahok ditaruh di situ untuk mendamipingi Anies Baswedan,” kata Rocky.

    Sebenarnya, Rocky beranggapan menampilkan Ahok sebagai kandidat 2024 bukan hal yang tidak diperbolehkan, dan tidak ada masalah. Menurutnya, Ahok tetap warga negara yang boleh memakai hak warganegaranya.

    Baca juga: Kerap Dibully, Rocky Gerung Sarankan Anies Main TikTok Saja

    Halaman selanjutnya…

  • PKS Minta Jokowi Tak Berlagak Sok Jadi Roro Jonggrang dalam Urusan Pindah Ibu Kota

    PKS Minta Jokowi Tak Berlagak Sok Jadi Roro Jonggrang dalam Urusan Pindah Ibu Kota

    TIKTAK.ID – Dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemindahan Ibu Kota baru dari Jakarta ke Kalimantan Timur tiba-tiba seolah menjadi program utama. Padahal sebelumnya tak pernah ada dalam janji kampanye Jokowi saat Pilpres. Tak heran bila program tersebut menuai kritikan karena terkesan dipaksakan dan tanpa pertimbangan yang matang.

    Kritikan itu diungkapkan oleh kubu oposisi, yakni Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. Anggota DPR itu mengaku heran dengan rencana Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru pengganti Jakarta. Pasalnya, ia menilai sejauh ini tak ada Rancangan Undang-Undang IKN yang disepakati dengan DPR.

    Baca juga: Sosok Bos Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi, Masinton Pasaribu Prediksi Pakai Urutan Abjad, Azwar Anas atau Ahok?

    “RUU IKN belum masuk ke DPR hingga akhir masa persidangan akhir Februari lalu. Kedua, dengan tidak adanya RUU IKN, maka naskah akademis pun belum dapat dikaji secara mendalam,” ujar Mardani, Senin (9/3/20) malam, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id.

    Menurut Mardani, dalam proses pembangunan IKN baru harus menyertakan pertimbangan dari aspek sosiologis, teknis, ekologis, dan ekonomisnya. Selain itu, ia mengatakan penting adanya perencanaan dan studi kelayakan yang matang.

    Mardani menganalogikan pemindahan Ibu Kota ke Kaltim ini seperti cerita rakyat yang populer dari Jawa Tengah, Roro Jonggrang. Dalam cerita rakyat tersebut, Roro Jonggrang meminta syarat pembangunan 1.000 candi dalam waktu satu malam.

    Baca juga: [CEK HOAKS ATAU FAKTA] Suku Dayak Dukung Penuh Ahok Jadi Penguasa Ibu Kota Baru??

    Halaman selanjutnya…