Tag: Perawatan kulit

  • Konsumsi Makanan ini Agar Kulit Sehat Bercahaya

    Konsumsi Makanan ini Agar Kulit Sehat Bercahaya

    TIKTAK.ID – Makanan apa yang kita konsumsi bisa menentukan kesehatan tubuh, termasuk kulit. Bila Anda ingin memiliki kulit sehat bercahaya, maka perlu makan makanan dengan kandungan zat yang dibutuhkan, seperti vitamin C dan kolagen.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu kulit sehat bercahaya:

    1. Tomat
      Mengutip Stuff, tomat mengandung kolagen alami yang mampu menjaga kulit sehat bercahaya dan kencang. Melalui Eat This, Dr Marie Jhin, MD, dokter kulit bersertifikat dengan Premier Dermatology di San Carlos, California mengklaim makanan berbasis tomat juga bisa membantu menghilangkan jerawat.

    Hal itu karena tomat mengandung likopen dan fitokimia. Zat-zat tersebut bisa membantu meningkatan kekuatan kolagen dan melawan efek oksidasi sinar UV dengan menghilangkan radikal bebas yang membuat penuaan kulit.

    1. Stroberi
      Stuff menyatakan buah yang mengandung lebih banyak vitamin C seperti stroberi bisa membuat kulit sehat bercahaya. Sebab, vitamin C sangat penting untuk tubuh memproduksi kolagen, sehingga meningkatkan elastisitas dan kekenyalan kulit, serta membuat terlihat muda dan segar.

    “Buah dan sayuran mengandung vitamin, antioksidan, dan senyawa lain yang dapat membantu membangun kolagen yang kuat. Bahkan juga membantu melindungi dari sinar UV yang berbahaya,” ungkap Dr Jessica Wu, MD, dokter kulit dari Los Angeles, lewat Eat This.

    1. Jeruk
      Menurut Eat This, jeruk merupakan salah satu makanan sumber vitamin C yang paling terkenal dan terbaik untuk membuat kulit sehat bercahaya. Joan Salge Blake, seorang profesor nutrisi di Universitas Boston, merekomendasikan buah jeruk apa pun supaya tubuh memperoleh vitamin C.

    Sementara ahli makanan terdaftar untuk MyNetDiary, Brenda Braslow menjelaskan, antioksidan kuat dalam jeruk terbukti melindungi kulit dari stres oksidatif. Dia pun menilai kekurangan vitamin C dapat berdampak negatif pada kulit.

    1. Blueberry
      Eat This menyebut blueberry termasuk salah satu buah yang kaya antioksidan. Buah tersebut pun mampu membantu melawan radikal bebas yang merusak sel.

    “Blueberry mengandung senyawa tanaman dalam jumlah tinggi yang dikenal sebagai antosianin yang mempunyai sifat antioksidan kuat,” tutur Dr Rachael Burns, seorang dokter kulit dari Sönd di Inggris.

    Dr Burns menganggap seiring bertambahnya usia, maka kemampuan alami tubuh untuk melawan radikal bebas juga akan berkurang. Hal itu membuat sel-sel kulit mulai melemah dan menunjukkan tanda-tanda penuaan.

  • Konsumsi Makanan ini untuk Kesehatan Kulit

    Konsumsi Makanan ini untuk Kesehatan Kulit

    TIKTAK.ID – Pola makan yang buruk bisa merusak metabolisme, menyebabkan penambahan berat badan, dan merusak organ, seperti jantung dan hati. Pola makan ini pun dapat memengaruhi organ lainnya, termasuk kulit. Untuk itu, seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu demi kesehatan kulit.

    Penelitian menyatakan bahwa beberapa makanan, seperti ikan, alpukat, kenari, dan beberapa makanan lainnya bisa menjaga kesehatan kulit.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline, berikut ini sejumlah makanan yang baik untuk kesehatan kulit.

    1. Ikan berlemak
      Ikan berlemak disebut-sebut kaya akan asam lemak Omega-3, sehingga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Asam lemak Omega-3 sendiri dapat membantu menjaga kulit tetap tebal, kenyal, dan lembab. Sebaliknya, kekurangan asam lemak Omega-3 akan membuat kulit kering. Lemak Omega-3 dalam ikan bahkan mampu mengurangi peradangan yang menyebabkan kemerahan dan jerawat.
    2. Alpukat
      Alpukat mengandung lemak sehat yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Mendapatkan cukup lemak pun sangat penting menjaga kulit tetap elastis dan lembap.

    Berdasarkan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 700 wanita, asupan tinggi lemak total -terutama jenis lemak sehat yang ditemukan dalam alpukat- dikaitkan dengan kulit yang lebih kenyal. Bukti awal pun mengklaim alpukat mengandung senyawa yang akan membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

    1. Kenari
      Kenari termasuk makanan yang sangat baik untuk kesehatan kulit, karena menjadi sumber asam lemak esensial yang baik. Asam lemak esensial sendiri adalah lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh.

    Kenari pun dianggap mengandung asam lemak Omega-3 dan Omega-6 yang lebih kaya ketimbang jenis kacang lainnya. Sebab, kenari mengandung rasio yang baik dari asam lemak ini, sehingga membantu melawan respons peradangan potensial terhadap Omega-6 yang berlebihan.

    1. Ubi jalar
      Beta karoten merupakan nutrisi yang biasa ditemukan pada tanaman. Senyawa tersebut berfungsi sebagai provitamin A, yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

    Beta karoten kerap ditemukan dalam jeruk dan sayuran seperti wortel, bayam, dan ubi jalar. Ubi jalar sendiri termasuk sumber yang sangat baik. Dalam satu porsi 1/2 cangkir (100 gram) ubi jalar panggang, mengandung cukup beta karoten untuk menyediakan lebih dari enam kali DV vitamin A.

    Karotenoid seperti beta karoten pun mampu membantu menjaga kesehatan kulit dengan bertindak sebagai tabir surya alami. Zat itu bermanfaat mencegah kulit terbakar sinar matahari, kematian sel, serta kulit kering dan berkerut.

  • Pakai Baby Oil untuk Skincare, Amankah?

    Pakai Baby Oil untuk Skincare, Amankah?

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang menggunakan baby oil untuk perawatan kulit (skincare). Mereka meyakini dengan memanfaatkan baby oil untuk wajah, akan membuat tampilan parasnya bisa semakin mulus seperti kulit bayi. Namun apakah baby oil aman digunakan untuk wajah?

    Mengutip Women’s Health, bagi orang dewasa, baby oil jamak digunakan sebagai pelembab untuk kulit tubuh. Baby oil juga memiliki beberapa manfaat untuk wajah, seperti menghapus bekas make-up, mencegah ruam sehabis bercukur, melembabkan bibir, dan menghilangkan mata panda.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline, baby oil merupakan minyak berbasis mineral buatan. Bahan itu kerap digunakan sebagai material dasar pembuatan produk pelembab atau skincare.

    Sama seperti petroleum jelly, baby oil pun terbuat dari produk sampingan hasil penyulingan minyak. Kemudian produk itu diproses lebih lanjut, ditambahkan pewangi dan bahan lainnya, sehingga aman digunakan sebagai produk perawatan kulit.

    Pada dasarnya, minyak berbasis mineral mempunyai manfaat serupa dengan minyak kelapa. Anda pun dapat memanfaatkannya untuk melembabkan bagian tubuh yang kering seperti di siku, kaki, dengkul, dan lainnya.

    Meski begitu, menggunakan baby oil sebagai masker wajah tidak disarankan, terutama bagi kulit wajah sensitif dan berjerawat. Hal itu karena bahan dasar minyak dalam baby oil bisa menyumbat pori-pori kulit, yang dapat memicu timbulnya jerawat. Kandungan pewangi dalam baby oil juga berpotensi mengiritasi pemilik kulit wajah sensitif.

    Namun bagi pemilik kulit wajah cenderung normal atau tidak bermasalah, bisa memanfaatkan baby oil untuk perawatan wajah, asalkan pemakaiannya tidak berlebihan.

    Sebaiknya kamu tetap berhati-hati sebelum menggunakan baby oil untuk wajah.

    Sebab, sejumlah orang mengalami reaksi alergi usai menggunakan baby oil untuk wajah. Oleh sebab itu, sebelum menggunakannya, coba oleskan baby oil di siku bagian dalam dan biarkan semalaman. Setelah itu periksa apakah kulit jadi kemerahan, gatal, atau muncul tanda iritasi kulit lainnya. Jika aman, maka Anda bisa melanjutkan.

    Perlu dicatat, hindari menggunakan baby oil untuk alis dan bulu mata. Tidak hanya itu, selalu cuci tangan pakai sabun sebelum menyentuh wajah dan mata setelah kontak dengan baby oil.

  • Beberapa Makanan Penyebab Jerawat yang Wajib Dihindari

    Beberapa Makanan Penyebab Jerawat yang Wajib Dihindari

    TIKTAK.ID – Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit peradangan kronis dari kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, papul, kista, dan pustula.

    Terdapat banyak faktor yang berkontribusi pada perkembangan jerawat, seperti faktor genetik, lingkungan, hormonal, stres emosional, trauma, kosmetik, obat-obatan, serta makanan.

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics pada Maret 2013, diet atau pola makan memainkan peran penting dalam perkembangan jerawat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa kemungkinan makanan penyebab jerawat yang perlu Anda waspadai:
    Gula dan karbohidrat olahan
    Makanan yang kaya akan karbohidrat olahan di antaranya roti, biskuit, sereal atau makanan penutup yang dibuat dengan tepung putih, pasta yang terbuat dari tepung terigu, nasi putih dan bihun, soda dan minuman manis, serta pemanis seperti gula tebu, sirup maple, madu atau agave.

    Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology pada 2012, orang yang sering mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko 30 persen lebih besar terkena jerawat. Sementara yang secara teratur makan kue memiliki risiko 20 persen lebih besar daripada orang yang tidak melakukannya.

    Hal itu karena karbohidrat olahan bisa diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, sehingga bisa cepat pula meningkatkan kadar gula darah. Kemudian ketika gula darah naik, kadar insulin juga akan meningkat untuk membantu mengantarkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke sel Anda.

    Kadar insulin yang tinggi tersebut tidak baik untuk kulit, karena membuat hormon androgen lebih aktif dan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Imbasnya, jerawat bisa berkembang dengan membuat sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dan meningkatkan produksi sebum.

    Produk olahan susu
    Penelitian menemukan adanya hubungan antara produk olahan susu dan keparahan jerawat pada remaja. Pasalnya, susu bisa meningkatkan kadar insulin, terlepas dari efeknya pada gula darah, yang dapat memperburuk keparahan jerawat.

    Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji kaya akan kalori, lemak, dan karbohidrat olahan. Makanan jenis ini pun dapat meningkatkan risiko jerawat.

    Sebuah studi terhadap lebih dari 5.000 remaja dan orang dewasa muda di Tiongkok mengungkapkan, diet tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan risiko 43 persen pada perkembangan jerawat.

  • Tips Cegah Kulit Kering Saat Puasa

    Tips Cegah Kulit Kering Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Saat berpuasa, biasanya kulit mengalami dehidrasi yang lebih cepat dari biasanya, apalagi jika Ramadan jatuh pada musim kemarau yang panas. Hal itu pun bisa membuat kulit terasa lebih kering dan tak jarang terlihat lebih kusam.

    Meski begitu, terdapat beberapa cara untuk membuat kulit tetap sehat selama menjalani ibadah puasa.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tipsnya.
    Minum cukup air
    Cara terbaik mengatasi dehidrasi yang terjadi pada kulit yakni cukup minum air.

    Pastikan Anda minum minimal 2 liter air putih di antara waktu berbuka puasa hingga sahur.

    Mengutip Alarabiya, sebaiknya Anda juga membatasi konsumsi jus, soda, teh, dan kopi. Pasalnya, jenis minuman tersebut mengandung kafein, yang bisa merangsang pembuangan urine sehingga membuat Anda lebih cepat dehidrasi.

    Menggunakan pelembap
    Emirates Woman menyatakan, untuk mengatasi kulit yang berpotensi dehidrasi, maka pastikan untuk menggunakan pelembap setidaknya dua kali sehari atau lebih.

    Anda bisa memilih pelembap atau serum yang mengandung hyaluronic acid. Sebab, kandungan tersebut mampu menahan air hingga 1.000 kali lipat beratnya, sehingga bisa membantu kulit mempertahankan kelembapannya.

    Selain itu, Anda juga bisa menggunakan face mist seperti air mawar. Semprotkan ke arah wajah dan biarkan mengering dengan sendirinya, untuk membantu mendinginkan kulit dan memberikan hidrasi yang diperlukan sepanjang hari.

    Menghindari riasan yang tebal
    Sebaiknya Anda menggunakan riasan yang lebih ringan saat berpuasa, untuk menghindari dehidrasi kulit. Hal itu karena riasan yang tebal dengan kombinasi sinar matahari yang kuat, akan membuat kulit bermasalah. Imbasnya, jerawat pun bermunculan. Anda pun dapat menggantinya dengan tabir surya serta beberapa produk make up yang melembapkan.

    Memperhatikan asupan makanan
    Anda dapat mulai mengurangi kebiasaan memakan apa saja saat waktu berbuka tiba. Sebab, ada banyak makanan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kulit. Oleh sebab itu, kita perlu menghindari makanan yang mengandung terlalu banyak garam dan gula.

    Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi sayur dan kacang-kacangan. Jenis makanan ini mengandung antioksidan, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Tidak hanya memberikan nutrisi dan hidrasi bagi kulit, melainkan juga memiliki efek anti-aging.

  • Es Batu Bisa Hilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

    Es Batu Bisa Hilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Banyak orang menganggap es batu berkhasiat untuk menghilangkan mata panda dan memperkecil pori-pori kulit. Ada pula yang percaya es batu dapat menghilangkan jerawat.

    Mengutip Medical News Today, manfaat es batu untuk jerawat utamanya dapat mengatasi peradangan. Dengan mengompres menggunakan es batu, bisa mengurangi gejala kemerahan dan pembengkakan di sekitar benjolan jerawat.

    Jerawat terbentuk saat sebum dan sel kulit mati menyumbat folikel rambut, menjebak minyak berlebih, dan sel kulit mati bercampur dengan bakteri di bawah kulit. Kemudian dinding kelenjar rambut atau folikel yang tersumbat ini bisa pecah, dan isinya tumpah ke jaringan kulit di sekitarnya. Kondisi ini pun rawan menyebabkan jerawat bermunculan dan kulit sekitar benjolan meradang.

    Es batu dapat membantu mengurangi kemerahan dan nyeri pada jerawat yang meradang; termasuk jenis pustula, papula, nodul, dan kista. Akan tetapi, kompres es batu tidak dapat membantu mengatasi jerawat yang tidak meradang, seperti jenis komedo.

    Selain itu, kompres dingin dengan es batu hanya bisa mengurangi peradangan dan mengurangi nyeri pada jerawat, tetapi tidak bisa menghilangkan biang jerawat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline, cara menghilangkan peradangan jerawat dengan es batu yakni mencuci sampai bersih area berjerawat yang akan dikompres dengan es batu. Namun hindari mengoleskan es batu langsung ke kulit karena bisa memicu ruam.

    Sebaiknya bungkus lebih dulu es batu dengan kain yang lembut dan bersih sebelum ditempelkan ke kulit. Kemudian kompres es batu selama 30 detik hingga satu menit. Beri jeda sebentar sampai mati rasa hilang, baru kompres lagi bagian tubuh yang berjerawat dengan es batu.

    Jangan mengompres area yang berjerawat terlalu lama, karena bisa mengganggu kelancaran aliran darah dan merusak jaringan kulit.

    Tidak hanya itu, hindari mengompres jerawat dengan es batu apabila muncul tanda iritasi seperti ruam, kemerahan meluas, mati rasa tak kunjung hilang, dan warna kulit berubah.

    Perlu diingat, mengompres dingin dengan es batu saja tak bisa menghilangkan jerawat sampai tuntas, sehingga tetap perlu menggunakan obat jerawat, atau bahan alami seperti minyak tea tree, witch hazel, sampai lidah buaya.

  • Cara Hilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami

    Cara Hilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami

    TIKTAK.ID – Bekas luka sering kali membuat seseorang jadi tak percaya diri. Untuk mengatasi hal itu, cara menghilangkan bekas luka perlu dilakukan, apalagi jika luka muncul di bagian tubuh yang sering terlihat orang lain. Misalnya di tangan, wajah, atau kaki.

    Sebenarnya, bekas luka bisa dicegah dengan perawatan luka yang benar. Pertama, selalu jaga kebersihan dan kelembapan luka. Anda bisa menggunakan krim pelembab agar luka tak meninggalkan bekas atau bisa menggunakan perban agar kebersihan luka tetap terjamin.

    Selain itu, hindari paparan sinar matahari dengan rajin memakai sunscreen. Saat luka mulai mengering, jangan menggaruk atau melepas keropeng karena bisa membuat luka semakin berbekas.

    Jika bekas luka tetap ada, Anda bisa menggunakan cara-cara berikut untuk menghilangkannya.

    Vitamin C
    Mengutip Bright Side, vitamin C adalah bahan alami untuk menghilangkan bekas luka. Jenis vitamin ini bisa meningkatkan produksi kolagen di bawah permukaan kulit sehingga bekas luka bisa cepat hilang.

    Selain meningkatkan produksi kolagen, vitamin C juga berfungsi untuk meningkatkan elastisitas dan mengurangi kemerahan pada kulit yang luka. Anda bisa menggunakan vitamin C untuk menghilangkan luka dalam bentuk cairan yang diminum atau krim yang dioleskan pada bekas luka.

    Minyak Kelapa
    Sama seperti vitamin C, minyak kelapa juga mampu meningkatkan produksi kolagen di kulit karena mengandung lauric, capric acid, dan caprylic acid. Selain minyak kelapa, Anda juga bisa menggunakan olive oil sebagai pengganti.

    Olive oil mengandung vitamin yang berguna untuk melembapkan kulit sehingga luka bisa sembuh lebih cepat. Caranya, oleskan minyak kelapa atau olive oil pada bekas luka selama lima hingga 10 menit. Anda bisa melakukannya beberapa kali dalam sehari.

    Cuka Apel dan Madu
    Cara menghilangkan bekas luka juga bisa Anda lakukan dengan memakai madu dan cuka apel.

    Untuk menghilangkan bekas luka akibat jerawat, Bright Side merekomendasikan pemakaian cuka apel dan madu. Kedua bahan itu mengandung antimikroba dan antioksidan yang mampu menyembuhkan luka. Gunakan campuran dua bahan itu selama 10 menit lalu bilas dengan air.

    Bawang Merah
    Cara menghilangkan bekas luka juga bisa Anda lakukan dengan memakai ekstrak bawang merah. Bahan alami ini mengandung antiinflamasi, antioksidan, serta antibakteri sehingga cocok dioleskan pada bekas luka agar proses penyembuhan lebih cepat. Anda bisa memakai ekstrak bawang merah sebanyak tiga kali dalam sehari.

  • Penyebab ‘Jerawat Batu’ di Dagu dan Cara Mengatasinya

    Penyebab ‘Jerawat Batu’ di Dagu dan Cara Mengatasinya

    TIKTAK.ID – Umumnya, “jerawat batu” merupakan kondisi jerawat yang paling membandel dan sulit dihilangkan serta meninggalkan bekas luka.

    “Jerawat batu” bisa muncul di area wajah mana saja, termasuk di dagu.

    Salah satu penyebab “jerawat batu” di dagu yakni kebiasaan buruk yang dilakukan secara berulang seperti tidak menjaga kebersihan wajah secara maksimal. Selain itu, perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab “jerawat batu” di dagu muncul.

    Biasanya jerawat di dagu ini muncul ketika kamu sedang haid atau menstruasi. Namun penyebab “jerawat batu” di dagu karena hormon ini sulit dicegah. Sebab, ketika kadar hormon androgen mengalami peningkatan, kelenjar minyak akan memproduksi minyak secara berlebihan. Hal itu yang menyebabkan pori-pori di wajah dapat tersumbat dan jerawat muncul.

    Pada perempuan, peningkatan hormon androgen biasa terjadi ketika memasuki masa pubertas dan akan menstruasi. Perempuan yang hormonnya tidak seimbang dan memiliki masalah sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga lebih mungkin mengalami jerawat di dagu.

    Meski begitu, laki-laki juga bisa mengalami “jerawat batu” di dagu. Biasanya, hal itu disebabkan kebiasaan mencukur. Kebiasaan ini dapat membuat rambut di sekitar dagu tumbuh ke dalam kulit, sehingga terjadi peradangan berupa benjolan yang bentuknya seperti jerawat. Jika begitu, maka pemberian obat dengan sabun antijerawat tentu tidak akan berhasil secara maksimal.

    Kamu perlu lebih rajin dan telaten membersihkan wajah. Kamu pun bisa memeriksakan ke dokter kulit jika jerawat di dagu sudah mulai parah dan banyak.

    Selain itu, kamu bisa mengobati dengan menggunakan obat jerawat yang mengandung retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topical atau oles. Namun, jenis obat tersebut dapat menimbulkan iritasi dan efek samping, sehingga perlu menggunakannya di bawah pengawasan dokter.

    Atau bisa juga menggunakan pengobatan rumahan yang lebih aman untuk mengatasi “jerawat batu” di dagu. Cobalah gunakan produk yang mengandung asam salisilat dan triklosan yang bersifat antibakteri untuk mencegah penyumbatan pori-pori.

    Sebaiknya hindari kebiasaan memencet jerawat di dagu. Jika ingin meredakan peradangan dan mengempiskannya, bisa dengan mengompres dagu menggunakan air dingin selama 5 menit.

  • Begini Cara Atasi Masalah Kulit Wajah Akibat Pakai Masker

    Begini Cara Atasi Masalah Kulit Wajah Akibat Pakai Masker

    TIKTAK.ID – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), semua orang yang beraktivitas di luar ruangan diwajibkan mengenakan masker. Namun, hal itu bisa berdampak negatif pada kondisi kulit wajah.

    Dokter estetika dari IDS CLinic, YX Lum, membenarkan bahwa pemakaian masker akan memberi dampak negatif untuk kulit wajah.

    “Orang dengan kulit wajah berminyak akan rentan berjerawat saat memakai masker. Begitu pula dengan pemilik kulit sensitif atau eksim, bisa menimbulkan ruam dan kering saat memakai masker,” terangnya, seperti dilansir Kompas.com.

    Ia melanjutkan, penderita rosacea juga berisiko mengalami pembengkakan yang lebih parah saat memakai masker. Rosacea sendiri merupakan gangguan kulit wajah yang ditandai dengan kulit kemerahan dan bintik yang menyerupai jerawat.

    Meski begitu, ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini.

    Berikut ini sejumlah tips menjaga kesehatan kulit agar tehindar dari efek samping pemakaian masker:

    1. Lakukan persiapan
    Kulit yang tipis dapat mudah teriritasi ketika terkena kotoran atau minyak di wajah. Risiko iritasi ini pun semakin tinggi saat kulit terkena kotoran yang terperangkap di masker.

    Pasalnya, udara yang kita hirup akan terperangkap di bawah masker dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kemudian hal itu memicu iritasi dan jerawat.

    Oleh karena itu, Dr Lum menyarankan sebelum memakai masker untuk membersihkan kulit menggunakan pembersih yang lembut. Kemudian Anda dapat menggunakan toner, antioksidan tropikal, dan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit.

    Anda juga bisa menggunakan produk-produk yang dapat melindungi kulit dari polutan dan partikel berbahaya lainnya.

    2. Gunakan tabir surya
    Setelah memakai pembersih, toner, antioksidan dan pelembab, langkah terakhir adalah mengenakan tabir surya. Sebab, meski memakai masker, efek radiasi sinar ultraviolet tetap bisa mengenai kulit wajah kita.

    3. Pemakaian makeup
    Pilihlah riasan yang tidak menutup pori-pori kulit. Dr Lum menyatakan beberapa alas bedak biasanya mengandung bahan yang menyumbat pori-pori. Ia menilai hal itu berbahaya karena kondisi kelembaban kulit juga meningkat saat memakai masker. Apalagi masker biasanya menutupi lebih dari setengah bagian wajah.

    “Akan lebih baik jika kita hanya menggunakan riasan mata supaya meminimalisir penyumbatan pori-pori,” tuturnya.

    4. Perawatan usai memakai masker
    Dr Lum menyarankan kita untuk membersihkan wajah secara menyeluruh setelah melepas masker. Hal itu untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan bakteri di wajah. Kemudian tambahkan pelembab untuk menghindari kulit kering.

  • Kalau Tak Suka Jerawatan Jangan Gemar Begadang, Memang Apa Hubungannya?

    Kalau Tak Suka Jerawatan Jangan Gemar Begadang, Memang Apa Hubungannya?

    TIKTAK.ID – Sering begadang dan kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika jadwal tidur yang berantakan tersebut berlangsung dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas, masalah jantung, dan diabetes.

    Selain berdampak jangka panjang, begadang memicu timbulnya jerawat bagi pemilik kulit bermasalah.

    Dikutip Kompas.com dari On Health, kebiasaan begadang atau kurang tidur merupakan satu dari tiga pemicu utama jerawat. Penyebab jerawat lainnya yakni stres dan produksi minyak atau keringat berlebihan.

    Kebiasaan begadang dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengontrol jam biologis tubuh, sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon. Dampaknya bisa beragam, termasuk keseimbangan kimia kulit yang terganggu dan jerawat jadi bermunculan.

    “Tidur itu penting untuk semua sistem tubuh dapat berfungsi dengan optimal,” ujar dokter kulit Judith Hellman, MD, seperti dilansir Sleep.org.

    Hellman mengatakan begadang dan terganggunya pola tidur dapat memicu pelepasan hormon kortisol. Ia menjelaskan, begitu hormon ini keluar, maka tubuh bisa mengalami reaksi peradangan, termasuk di kulit. Akibatnya, peradangan bisa menyebabkan jerawat, psoriasis, sampai eksim.

    Tak hanya itu, kadar hormon stres di dalam tubuh yang meningkat membuat sistem daya tahan tubuh tidak stabil. Hal itu pun memperburuk masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim.

    Oleh sebab itu, perlu adanya upaya perubahan gaya hidup sebagai cara untuk menghilangkan jerawat. Web MD memaparkan beberapa kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mencegah jerawat terus bermunculan.

    Memperbaiki pola tidur
    Jika tengah bergelut dengan masalah jerawat, ada baiknya mulai memperhatikan pola tidur. Jangan tidur terlalu larut malam agar bisa bangun dalam kondisi bugar pada pagi harinya. Sebaiknya tidur dalam waktu yang cukup setidaknya selama tujuh jam setiap malam.

    Menghindari stres
    Selain menghindari begadang, cara menghilangkan jerawat yang cukup penting adalah meminimalkan stres. Pasalnya, stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh.

    Pelepasan hormon kortisol akan membuat kelenjar minyak aktif dan produksinya meningkat. Kondisi tersebut rentan memicu tumbuhnya jerawat.

    Membersihkan muka saat berkeringat dan terdapat minyak berlebih
    Berolahraga, melakukan aktivitas fisik, dan kegiatan yang menguras energi dapat membuat keringat berlebih. Kondisi itu pun ideal jadi ladang pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

    Oleh karena itu, setelah berkeringat usahakan untuk selalu membersihkannya. Anda dapat menggunakan sabun yang bebas minyak dan nonkomedogenik atau tidak menyumbat pori.

    Kemudian jagalah kebersihan area berjerawat dengan rutin mengganti pakaian dan sarung bantal secara berkala.