Tag: Natrium

  • Ini Alasan Kurangi Garam Bisa Turunkan Berat Badan

    Ini Alasan Kurangi Garam Bisa Turunkan Berat Badan

    TIKTAK.ID – Mengurangi konsumsi garam termasuk salah satu cara menurunkan berat badan secara efektif. Healthline menyebut mengonsumsi garam berlebihan dapat menambah berat badan, karena makanan yang tinggi garam sering kali tinggi kalori. Contohnya, makanan cepat saji, gorengan, pasta krim, dan pizza, biasanya sangat tinggi garam dan kalori.

    Menurut hasil penelitian, asupan garam yang tinggi bisa meningkatkan risiko obesitas terlepas dari asupan kalorinya. Untuk itu, mengurangi konsumsi garam secara proporsional akan membantu Anda menurunkan berat badan.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan bahwa konsumsi garam yang diperlukan tubuh untuk berfungsi idealnya 5 gram garam (1 sendok teh) atau 2.000 miligram natrium/sodium per orang per hari.

    Baca juga : Simak Penjelasan Medis Delirium yang Diangkat dalam Drama Korea ‘Light Shop’

    Seperti dikutip Kompas.com dari Times of India, berikut ini beberapa alasan mengurangi konsumsi garam bisa membantu menurunkan berat badan:

    Retensi air berkurang

    Konsumsi garam yang tinggi biasanya menyebabkan retensi air, sehingga membuat Anda merasa kembung dan lebih berat. Dengan mengurangi konsumsi garam, maka tubuh bakal melepaskan kelebihan air, sehingga berat badan pun turun dengan cepat.

    Memperbaiki kontrol nafsu makan

    Baca juga : Ketahui Manfaat Rutin Konsumsi Bawang Hitam

    Garam bisa meningkatkan rasa makanan, yang mendorong makan berlebihan. Bila Anda mengurangi konsumsi garam, maka Anda mungkin jadi lebih peka terhadap rasa alami makanan dan lebih mengenali rasa kenyang.

    Meningkatkan penyerapan nutrisi

    Garam memiliki kandungan natrium. Kadar natrium yang tinggi mampu mengganggu penyerapan nutrisi penting. Dengan menerapkan pola makan rendah garam, Anda berpotensi meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin dan mineral, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan metabolisme yang efektif. Pada akhirnya, itu semua akan mendukung penurunan berat badan Anda.

    Meningkatkan aktivitas fisik

    Baca juga : Ternyata Buah Durian Punya Beragam Manfaat untuk Kesehatan

    Jika mengonsumsi garam berlebihan, tubuh terbebani oleh berat air. Dengan mengurangi konsumsi garam, tubuh tak terbebani oleh berat air yang berlebihan. Perubahan tersebut pun mendukung Anda untuk lebih aktif bergerak, sehingga berkontribusi untuk menurunkan berat badan.

    Memilih makanan yang lebih sehat

    Umumnya, diet rendah garam mendorong untuk mengonsumsi makanan lebih sehat, seperti makan makanan utuh, rendah kalori, dan tinggi nutrisi. Perubahan pola makan yang lebih rendah garam bakal berkontribusi terhadap manajemen berat badan yang lebih sehat juga.

  • Ketahui Makanan Tinggi Natrium

    Ketahui Makanan Tinggi Natrium

    TIKTAK.ID – Natrium selama ini dikenal banyak diperoleh tubuh dari konsumsi garam dapur. Garam meja sendiri terdiri dari 40 persen natrium. Tapi tak hanya ditemukan dalam garam langsung, natrium atau sodium biasanya ditambahkan ke dalam makanan untuk rasa dan sebagai bagian dari beberapa pengawet dan adiktif makanan.

    Selain itu, sejumlah bahan makanan juga diketahui dapat secara alami menawarkan asupan natrium.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini berbagai makanan tinggi natrium yang perlu diketahui:

    1. Udang

    Mengutip Health Line, baik udang beku maupun udang dalam kemasan biasanya mengandung garam tambahan sebagai rasa dan pengawet yang kaya akan natrium. Contohnya natrium tripolifosfat ditambahkan untuk membantu meminimalkan kehilangan kelembapan selama pencairan.

    Dalam satu porsi 3 ons (85 gram) udang beku kurang lebih mengandung 800 mg natrium atau 35 persen dari jumlah kebutuhan natrium harian untuk orang dewasa. Sedangkan satu porsi 3 ons (85 gram) udang segar tanpa garam dan zat tambahan hanya mengandung 101 mg natrium atau 4 persen dari jumlah kebutuhan natrium untuk orang dewasa.

    1. Puding instan

    Meski puding instan tidak terasa asin, namun mengandung banyak natrium yang disembunyikan dalam campurannya. Natrium tersebut diperoleh dari garam dan zat tambahan yang mengandung natrium, seperti disodium fosfat dan tetrasodium pirofosfat yang berfungsi membantu mengentalkan puding instan. Dalam 25 gram campuran puding vanilla instan menawarkan 350 mg natrium, atau 15 persen dari jumlah kebutuhan natrium harian.

    1. Keju

    Keju memang merupakan sumber kalsium dan sumber protein yang sangat baik untuk tubuh, tapi juga relatif tinggi garam. Dalam satu porsi (113 gram) keju cottage, rata-rata mengandung 350 mg natrium atau 15 persen dari jumlah kebutuhan natrium harian.

    Selain meningkatkan rasa, garam pada keju juga berkontribusi pada tekstur dan fungsi sebagai pengawet.

    1. Jus kemasan

    Minum jus buah atau sayuran menjadi salah satu cara yang mudah untuk memperoleh nutrisi dari makanan sehat ini. Namun bila membaca label nutrisi, Anda akan menemukan banyak sodium dari minuman jus dalam kemasan.

    Satu porsi jus dalam kemasan (240 ml) bisa mengandung 405 mg sodium atau 17 persen dari jumlah kebutuhan natrium harian. Namun sejumlah merek jus dalam kemasan menawarkan versi rendah natrium, yang berarti tak boleh memiliki lebih dari 140 mg natrium per penyajian sesuai dengan saran FDA.

  • Kenali Fungsi Natrium untuk Kesehatan

    Kenali Fungsi Natrium untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Natrium merupakan salah satu jenis mineral penting yang diperlukan tubuh. Supaya kinerja tubuh tidak terganggu, maka tubuh perlu natrium dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan atau kekurangan.

    Natrium kebanyakan disimpan di dalam darah dan cairan di sekitar sel.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah fungsi natrium yang penting bagi tubuh.

    Mempertahankan volume darah

    Mengutip NetMeds, kadar natrium di dalam tubuh dapat memengaruhi jumlah cairan dalam darah dan di sekitar sel. Saat volume darah terlalu banyak, maka organ tubuh seperti jantung, pembuluh darah, dan ginjal, akan bahu-membahu merangsang ginjal supaya mengeluarkan cairan dan natrium melalui urine. Hal itu membuat volume darah kembali normal dan tekanan darah yang melonjak kembali normal.

    Sebaliknya, jika tubuh kekurangan cairan dan volume darah, tubuh akan memberikan kode pada ginjal agar menahan natrium dan mengeluarkan kalium. Ketika natrium dipertahankan, urine yang dikeluarkan pun menjadi lebih sedikit dan volume darah dapat kembali normal.

    Mempertahankan keseimbangan cairan

    MSDManual menjelaskan, natrium penting untuk mempertahankan keseimbangan cairan, khususnya pada kalangan lansia.

    Seiring bertambahnya usia, tubuh bakal mengalami penurunan kemampuan dalam menjaga keseimbangan cairan. Kondisi tersebut akibat berkurangnya rasa haus, penurunan fungsi ginjal, tubuh lansia cenderung menyimpan cairan lebih sedikit, hingga efek samping obat tertentu.

    Menunjang kinerja saraf dan otot

    Sebagai elektrolit, natrium berperan memfasilitasi kontraksi otot dan pengiriman sinyal sel saraf. Natrium sendiri bekerja sama dengan kalium, guna memicu kontraksi otot dan impuls saraf. Ketika dirangsang, ion kalium keluar dari sel saat ion natrium masuk. Proses transisi tersebut pun menghasilkan sinyal listrik atau impuls saraf.

    Proses serupa terjadi selama kontraksi otot. Karena fungsi natrium sangat penting, maka Anda perlu memastikan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ini, jangan berlebihan dan kekurangan.

    Natrium memang banyak keluar dari tubuh ketika kencing dan berkeringat. Meski begitu, tubuh bisa kembali mendapat asupan nutrisi ini dari sumber yang sehat seperti makan buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, dan susu rendah sodium. Sementara kelebihan natrium berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sampai penyakit ginjal.

  • Segudang Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan

    Segudang Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Air kelapa dikenal memiliki segudang manfaat kesehatan. Sebab, air kelapa mengandung karbohidrat dan protein, serta unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti Kalium, Natrium, Kalsium, Magnesium, Zat Besi, Fosfor dan Sulfur. Selain itu, air kelapa juga mengandung berbagai vitamin.

    Hasil riset Manisha DebMandal dari KPC Medical College and Hospital, Kolkata India dan Shyamapada Mandal dari Department of Zoology, Gurudas College Kolkata India mengungkapkan, air kelapa bisa mempercepat penyerapan obat dan mempermudah obat itu mencapai tingkat konsentrasi puncak dalam darah. Hal itu karena efek elektrolit yang terdapat pada air kelapa.

    Seperti dilansir Kompas.com Asian Pacific Journal of Tropical Medicine menyatakan air kelapa mempunyai kandungan asam amino bebas, L-arginine. Semua zat itu mampu mengurangi radikal bebas, dan mengandung vitamin C yang mengurangi peroksidasi lipid. Kemudian air kelapa juga memiliki efek cardioprotective pada myocardial infarction karena mengandung ion mineral, terutama potassium.

    Menurut dokter spesialis gizi klinis RS Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, kandungan macronutrient dan micronutrient pada air kelapa memang sangat besar. Ia mengatakan secara macronutrient, sebagian besar bentuknya adalah karbohidrat.

    Juwalita menjelaskan, sekitar 94 persen kelapa berisi air, 5 persen karbohidrat terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa, sekitar 0,02 persen protein, dan sebagian kecil sekali lemak. Bila diamati micronutrient-nya, kandungan yang menonjol pada air kelapa yaitu Vitamin B, yang terdiri dari B1, B2, B3, B5, B6, B7, dan B9 atau Folat.

    “Vitamin B, terutama B6 dan Folat, dapat sangat berperan pada sistem imun secara keseluruhan,” ujar Juwalita.

    Menurutnya, sistem imunitas tubuh manusia memang sangat kompleks. Mulai dari luar seperti kulit, saluran pernapasan, bulu-bulu getar di saluran pernapasan, kemudian masuk lagi ke dalam ada sel-sel imun yang melawan patogen atau penyebab penyakit.

    Juwalita menilai jika melihat perannya, vitamin B6 berperan besar dalam sistem imun. Ia memaparkan kemungkinan besar orang yang mengonsumsi air kelapa akan memperoleh manfaat dari support vitamin yang ada di dalamnya, sehingga membantu memenuhi kebutuhan vitamin B.