Tag: Menstruasi

  • Apakah Boleh Berhubungan Saat Haid? Ini Jawabannya

    Apakah Boleh Berhubungan Saat Haid? Ini Jawabannya

    Hai teman-teman pembaca yang luar biasa! Siapa di antara kita yang tidak pernah bertanya-tanya tentang hukum berhubungan saat haid? Ini adalah topik yang sering kali menjadi tabu, tetapi kita akan mencoba membahasnya dengan gaya yang segar dan ramah. Jadi, apa sebenarnya yang perlu kita ketahui tentang hal ini?

    Pertama-tama, kita perlu tahu mengapa kita harus membicarakan hal ini. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perspektif agama dan kesehatan terkait berhubungan saat haid. Semua ini sangat penting untuk kesejahteraan kita. Kita akan menjelajahi pandangan dari dua agama besar, Islam dan Kristen, serta implikasi kesehatan dan kenyamanan yang perlu kita pertimbangkan. Jadi, mari kita mulai dengan pandangan dari sudut pandang agama.

    Apa Itu Haid?

    Haid adalah siklus bulanan pada wanita yang terjadi ketika sel telur yang tidak dibuahi dikeluarkan dari rahim bersama dengan lendir dan darah. Haid terjadi setiap 28 hari atau lebih, tergantung pada siklus masing-masing wanita.

    Perspektif Agama Islam tentang Berhubungan Saat Haid

    Dalam Islam, terdapat aturan khusus yang mengatur hubungan seksual saat seorang wanita sedang mengalami menstruasi atau haid. Pandangan ini didasarkan pada hukum syariah dan keyakinan agama Islam. Perspektif Islam tentang berhubungan saat haid adalah sebagai berikut:

    • Larangan Berhubungan Seksual Saat Haid

    Dalam Islam, berhubungan seksual saat seorang wanita sedang haid adalah haram, atau dilarang. Ini adalah hukum yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Hukum ini ditemukan dalam Surah Al-Baqarah (2:222) di mana Allah berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh (menstruasi). Katakanlah, ‘Haidh itu adalah kotoran.’ Karena itu, janganlah kamu mendekati isterimu selama haidh, sebelum dia suci.” (Q.S. Al-Baqarah, 2:222).

    • Alasan-alasan di Balik Larangan Ini

    Kebersihan Ritual

    Salah satu alasan utama di balik larangan ini adalah untuk menjaga kebersihan ritual ibadah. Ketika seorang wanita sedang mengalami haid, dia dianggap dalam keadaan tidak suci, dan hubungan seksual dianggap dapat mengganggu kebersihan ini.

    Kesehatan

    Ada juga aspek kesehatan yang dipertimbangkan. Hubungan seksual saat haid dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan lainnya pada wanita. Larangan ini dianggap sebagai tindakan perlindungan terhadap kesehatan wanita.

    Ibadah

    Selama haid, seorang wanita dilarang melakukan beberapa ibadah tertentu, seperti salat (shalat) dan puasa. Ini adalah waktu istirahat dari kewajiban ibadah tertentu, dan berhubungan seksual selama haid dapat mengganggu kualitas ibadah dan kesucian.

    • Kewajiban Suami

    Suami dalam Islam diinstruksikan untuk menghormati status haid isterinya dan tidak memaksa hubungan seksual selama periode ini. Sebaliknya, dia diharapkan untuk menunjukkan pengertian, dukungan, dan perhatian kepada istrinya selama haid.

    • Masa Haid yang Dijalani

    Wanita diperbolehkan untuk berhubungan seksual dengan suaminya setelah haid selesai, dan dia melakukan mandi besar (mandi junub) sebagai tanda kesucian sebelum kembali menjalani ibadah dan hubungan suami-isteri yang normal.

    Namun, bagaimana pandangan Kristen mengenai hal ini?

    Perspektif Agama Kristen tentang Berhubungan Saat Haid

    Dalam ajaran Kristen, tidak ada peraturan khusus yang secara eksplisit mengatur hubungan seksual selama menstruasi atau haid, seperti yang terdapat dalam agama Islam. Kristen memiliki pandangan yang lebih fleksibel tentang masalah ini dibandingkan dengan beberapa ajaran agama lain. Namun, pendekatan ini dapat bervariasi di antara denominasi dan individual Kristen. Di bawah ini adalah beberapa pandangan umum tentang topik ini dalam konteks Kristen:

    • Tidak Ada Larangan Khusus

    Tidak ada ajaran Kristen yang secara tegas melarang berhubungan seksual selama haid atau menstruasi. Dalam Perjanjian Baru (bagian dari Alkitab Kristen), tidak ada ayat yang secara spesifik membahas masalah ini.

    • Keputusan Pribadi

    Banyak Kristen memandang hubungan seksual sebagai hal yang diatur oleh prinsip-prinsip kasih, saling hormat, dan persetujuan di antara suami dan istri. Oleh karena itu, mereka mungkin menganggap masalah ini sebagai keputusan pribadi yang dapat dibuat oleh pasangan suami-istri.

    • Prinsip Persetujuan

    Prinsip persetujuan adalah penting dalam ajaran Kristen. Ini berarti bahwa hubungan seksual harus berdasarkan kesepakatan bersama antara suami dan istri. Jika salah satu dari mereka merasa tidak nyaman atau tidak ingin berhubungan selama periode haid, maka pasangan tersebut harus saling menghormati dan memahami keputusan satu sama lain.

    • Pertimbangan Kesehatan

    Dalam beberapa kasus, pasangan Kristen mungkin mempertimbangkan faktor kesehatan dalam keputusan mereka. Seperti yang disebutkan sebelumnya, berhubungan seksual selama haid dapat meningkatkan risiko infeksi pada wanita. Oleh karena itu, pasangan mungkin memutuskan untuk menunda aktivitas seksual selama periode haid demi menjaga kesehatan istri.

    • Penafsiran Denominasi

    Penting untuk dicatat bahwa ada banyak denominasi Kristen yang berbeda, dan pandangan tentang berbagai masalah, termasuk hubungan seksual, dapat bervariasi di antara denominasi tersebut. Beberapa denominasi mungkin memiliki pandangan yang lebih konservatif atau tradisional tentang masalah ini, sementara yang lain mungkin lebih fleksibel.

    Dampak Kesehatan dari Berhubungan Saat Haid

    Berhubungan seksual saat sedang haid atau menstruasi dapat memiliki beberapa dampak kesehatan, baik positif maupun negatif. Dampak-dampak ini dapat bervariasi dari individu ke individu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

    • Infeksi
      • Resiko Infeksi

    Berhubungan seksual selama menstruasi dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama jika kebersihan tidak dipelihara dengan baik. Darah menstruasi bisa menjadi lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi, terutama jika kondom tidak digunakan.

      • Resiko Infeksi Tertentu

    Beberapa infeksi seperti infeksi saluran kemih (ISK) dapat lebih mungkin terjadi jika berhubungan selama menstruasi.

    • Masa Haid yang Lebih Lama

    Untuk beberapa wanita, berhubungan seksual saat haid bisa memperpanjang durasi haid. Ini mungkin karena aktivitas seksual dapat memicu pengeluaran lebih banyak darah.

    • Perubahan pH Vagina

    Berhubungan seksual selama menstruasi dapat mengganggu pH vagina, yang dapat menyebabkan masalah seperti iritasi atau perubahan flora bakteri normal.

    • Kenyamanan Pribadi

    Tidak semua wanita merasa nyaman dengan berhubungan seksual selama menstruasi. Beberapa mungkin merasa canggung atau tidak nyaman dengan perdarahan dan darah yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

    • Risiko Penularan Penyakit Menular Seksual (PMS)

    Meskipun risikonya kecil dibandingkan dengan berhubungan seksual tanpa kondom, berhubungan selama menstruasi tetap memiliki risiko penularan penyakit menular seksual, terutama jika salah satu pasangan memiliki PMS.

    Bagaimana Menstruasi Memengaruhi Keinginan Seksual

    Menstruasi juga dapat memengaruhi keinginan seksual. Beberapa wanita mungkin merasa lebih bergairah selama periode, sementara yang lain mungkin merasa kurang tertarik pada aktivitas intim. Ini adalah respons yang normal, dan penting untuk menghormati perasaan pasangan kita. Komunikasi yang baik adalah kunci di sini. Jangan ragu untuk berbicara terbuka tentang bagaimana kita merasa dan apa yang kita inginkan selama periode kita.

    Mari kita lanjutkan dengan membahas pentingnya komunikasi dalam hubungan saat haid dan bagaimana pandangan masyarakat telah berkembang seiring waktu.

    Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan Saat Haid

    Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, termasuk dalam konteks hubungan saat haid. Pasangan harus merasa nyaman untuk berbicara tentang preferensi dan perasaan mereka. Ini adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa kedua belah pihak merasa dihormati dan nyaman selama periode menstruasi. Jangan ragu untuk membuka pembicaraan ini dengan pasangan Anda.

    Pengaruh Budaya dan Perkembangan Sosial

    Perkembangan sosial dan budaya juga memainkan peran penting dalam pandangan masyarakat tentang hubungan saat haid. Budaya tertentu mungkin memiliki pandangan yang lebih konservatif atau lebih liberal tentang hal ini. Penting untuk memahami pengaruh budaya dan perkembangan sosial dalam konteks ini dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi pandangan kita.

    Penting untuk mencoba menemukan titik temu antara pandangan agama, kesehatan, dan masyarakat. Ini adalah tantangan yang kompleks, tetapi dengan komunikasi terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan, kita dapat mencapainya. Masyarakat yang inklusif adalah masyarakat yang memahami bahwa setiap wanita adalah individu dengan kebutuhan dan keyakinan yang berbeda.

    Demikianlah, teman-teman pembaca, pandangan tentang berhubungan saat haid adalah topik yang kompleks, melibatkan aspek agama, kesehatan, sosial, dan budaya. Dengan pemahaman yang lebih baik dan komunikasi yang lebih terbuka, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat dan lebih harmonis selama periode menstruasi kita. Semoga artikel ini membantu Anda memahami lebih dalam tentang hal ini!

  • Tips Redakan Nyeri Haid Secara Alami

    Tips Redakan Nyeri Haid Secara Alami

    TIKTAK.ID – Intensitas nyeri haid bisa berbeda pada masing-masing wanita. Pada sejumlah wanita, rasa nyeri yang muncul terkadang sangat tidak tertahankan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Mengutip NHS, rasa nyeri saat haid akan muncul sebelum hari pertama haid atau dalam masa pramenstruasi, atau saat darah haid keluar. Umumnya, nyeri haid terjadi selama 48 hingga 72 jam dan bisa hilang dengan sendirinya, meski beberapa wanita mengalami rasa nyeri dalam waktu yang lebih lama.

    Jika Anda mengalami nyeri haid yang ringan, dapat mencoba meredakannya sendiri di rumah tanpa perlu mengonsumsi obat apapun.

    Seperti dikutip Kompas.com dari NHS dan Healthline, berikut ini sejumlah cara meredakan nyeri saat haid tanpa obat:

    1. Berhenti merokok, demi mengurangi risiko nyeri haid.
    2. Berolahraga ringan selama masa menstruasi. Misalnya berjalan kaki atau bersepeda.
    3. Menempelkan heating pad atau bantalan penghangat pada perut atau punggung untuk mengurangi rasa nyeri.
    4. Berendam atau mandi menggunakan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan membuat tubuh terasa rileks.
    5. Memijat area di sekitar perut bagian bawah dengan tekanan ringan.
    6. Melakukan gerakan relaksasi, seperti yoga dan pilates.
    7. Mengonsumsi makanan bernutrisi.
    8. Berbaring dengan posisi kaki terangkat atau menekuk lutut.
    9. Mengurangi konsumsi garam, alkohol, kafein, dan gula, untuk mencegah kembung.
    10. Cukup istirahat serta menghindari stres.

    Beberapa cara di atas bisa dicoba sehingga tidak perlu konsumsi obat apapun, terutama bagi Anda yang punya kondisi medis tertentu seperi penyakit ginjal.

    NHS menjelaskan, nyeri haid yang masih ringan dapat diatasi dengan mengonsumsi obat nyeri, seperti ibuprofen dan aspirin. Obat nyeri itu wajib dikonsumsi sesuai anjuran dan tidak disarankan bagi penderita asma atau penyakit lain, seperti gangguan hati dan ginjal.

    Bila cara meredakan nyeri saat haid di atas sudah dicoba dan nyeri yang dirasakan bertambah parah, sebaiknya segera mencari bantuan medis karena bisa jadi salah satu gejala infeksi. Dokter bakal melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab nyeri saat haid dan memberikan obat nyeri haid serta perawatan yang tepat.

  • Ketahui Waktu Normal Wanita Alami Menstruasi

    Ketahui Waktu Normal Wanita Alami Menstruasi

    TIKTAK.ID – Menstruasi memang merupakan hal unik yang hanya dialami oleh wanita. Ada sejumlah wanita yang bisa mengalami menstruasi hanya dalam dua atau tiga hari saja. Akan tetapi, ada juga wanita yang mengalami menstruasi hingga lebih dari satu minggu.

    Ahli Obstetrics and Gynecology, Erin Higgins mengungkapkan bahwa siklus menstruasi yang dialami setiap orang memang bisa berbeda-beda. Dia menjelaskan, rata-rata wanita dapat mengalami dua sampai tujuh hari menstruasi di setiap bulannya.

    “Menstruasi Anda mungkin tidak akan persis sama dari bulan ke bulan. Namun Anda akan melihat polanya,” terang Higgins, seperti dilansir Kompas.com.

    Menurut Higgins, perubahan kecil saat menstruasi bukanlah masalah. Meski begitu, dia menyarankan Anda agar segera memeriksakan diri bila terjadi perubahan besar.

    “Jika ada sedikit variasi, seperti dari tiga hari hingga empat hari, adalah normal. Tetapi bila Anda biasa mengalami tiga hari menstruasi lalu berubah menjadi enam hari, maka segera periksakan diri ke dokter,” tutur Higgins.

    Lebih lanjut, tingkat aliran menstruasi seorang wanita akan tergantung pada banyak faktor, termasuk ketebalan lapisan rahim dan kadar hormon. Higgins mengatakan beberapa orang mengalami menstruasi ringan, tapi ada juga yang deras. Sama halnya dengan lamanya menstruasi, aliran menstruasi pun harus dapat diprediksi.

    “Jika Anda dulu mengalami menstruasi yang berat dan menjadi ringan, atau sebaliknya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter,” ucap Higgins.

    Remaja yang baru saja puber bisa jadi mempunyai siklus dan aliran menstruasi yang tidak bisa diprediksi dalam beberapa waktu. Hal itu terjadi lantaran hubungan antara hipotalamus-hipofisis-ovarium, yang mengontrol siklus menstruasi, masih belum matang. Kemudian saat sudah mencapai usia 20 tahunan, siklus menstruasi akan dapat lebih mudah diprediksi.

    Namun pada tahun-tahun menjelang menopause, ada banyak wanita mengalami perubahan dalam aliran menstruasi dan panjang siklus menstruasi mereka. Masa transisi itu disebut dengan istilah perimenopause, yang dapat terjadi selama satu atau dua tahun.

    Bila Anda berusia 40 tahunan hingga 50 tahunan, siklus menstruasi Anda biasanya sulit diprekdisi karena Anda tengah berada di masa perimenopause.

  • Tips Atasi Mood Swing Saat PMS

    Tips Atasi Mood Swing Saat PMS

    TIKTAK.ID – Perubahan suasana hati atau mood swing merupakan salah satu tanda-tanda Pre-Menstrual Syndrome (PMS). Umumnya saat memasuki masa PMS menjelang haid, wanita menjadi sering marah, gampang menangis tanpa sebab jelas, atau mudah bersedih.

    Medical News Today menjelaskan, penyebab sebelum haid sejumlah wanita sering marah, gampang menangis, atau perasaannya jadi lebih sensitif adalah akibat perubahan hormon. Apalagi jika sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, atau bipolar.

    Tidak hanya itu, tanda-tanda PMS lain di antaranya sakit kepala, perubahan nafsu makan, payudara sakit, tidak enak badan, mual, atau perut terasa kembung.

    Untuk mengatasi mood swing saat PMS secara alami, sebaiknya lakukan beberapa perubahan gaya hidup jadi lebih sehat.

    Anda pun perlu melakukan langkah berikut di minggu-minggu sebelum jadwal menstruasi untuk menanggulangi perubahan suasana hati.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tipsnya:
    Berolahraga
    Aktivitas fisik intens seperti olahraga akan membantu meningkatkan suasana hati supaya lebih positif. Sebab usai berolahraga, otak menghasilkan hormon endorfin yang membuat perasaaan senang dan bahagia.

    Anda hanya perlu melakoni olahfisik ringan seperti jalan kaki, lari, bersepeda, atau berenang.

    Makan dengan porsi kecil dan lebih sering
    Perubahan pola makan disebut dapat berdampak pada suasana hati. Wanita yang makan berlebihan, khususnya makanan tinggi karbohidrat dan gula, akan membuat gula darah melonjak. Perubahan kadar gula darah secara tiba-tiba tersebut pun bakal memperburuk gejala PMS. Untuk itu, Anda bisa mencoba mengganti pola makan dengan porsi kecil tapi lebih sering, empat atau lima kali sehari.

    Mengonsumsi makanan tinggi kalsium
    Berdasarkan sebuah uji klinis, makan asupan yang banyak mengandung kalsium akan membantu meningkatkan suasana hati. Contoh makanan mengandung banyak kalsium yakni susu, yogurt, keju, bayam, sawi, kangkung, atau ikan teri.

    Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6
    Anda perlu makan makanan tinggi vitamin B6 untuk mengatasi mood swing. Asupan tinggi vitamin B6 di antaranya ikan, ayam, dan aneka buah-buahan.

    Menghindari asupan tinggi kafein dan tinggi gula
    Selama PMS, wanita sebaiknya tidak banyak mengonsumsi asupan tinggi kafein seperti kopi, teh, cokelat, atau soda, supaya emosinya lebih terjaga.

    Hindari pula asupan tinggi gula seperti segala jenis minuman manis, kue, hidangan penutup, es krim, dan lainnya.

  • Berikut 5 Obat Alami yang Manjur Redakan Nyeri Haid

    Berikut 5 Obat Alami yang Manjur Redakan Nyeri Haid

    TIKTAK.ID – Umumnya, sejumlah wanita merasakan nyeri haid di awal periode menstruasi. Jika wanita merasakan sakit perut saat haid yang sangat parah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

    Namun, apabila nyeri haid yang terkait perubahan hormon, biasanya dapat dihilangkan dengan sejumlah pengobatan sederhana ala rumahan.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah obat nyeri haid alami yang bisa dicoba.

    1. Jahe
      Jahe disebut bisa membantu menghilangkan nyeri haid. Menurut penelitian pada 2009, wanita yang mengonsumsi jahe sebanyak 250 miligram selama tiga hari sejak awal haid terbukti efeknya sama seperti minum obat nyeri haid atau penghilang rasa sakit.

    Kemudian penelitian lain pada 2012 juga menganalisis efek samping penggunaan bubuk akar jahe pada 120 wanita yang mengalami nyeri haid sedang atau berat. Hasil penelitian tersebut, wanita yang mengonsumsi ramuan alami ini selama dua hari sebelum menstruasi mengalami nyeri haid yang lebih ringan.

    1. Adas
      Adas diketahui mengandung senyawa dengan efek antikejang bernama anethole. Senyawa tersebut akan membantu meredakan sakit perut saat menstruasi.

    Menurut penelitian pada 2015, wanita yang mengalami nyeri haid ringan sampai sedang dan mengonsumsi ekstrak adas merasakan rasa sakitnya berkurang seperti saat minum obat penghilang rasa sakit.

    1. Teh herbal
      Mengutip Everyday Health, teh herbal seperti chamomile dan peppermint bisa menghilangkan nyeri haid. Seduhan bahan alami tersebut bahkan sudah digunakan oleh sejumlah wanita dari berbagai budaya sejak beberapa abad silam.

    Selain itu, kedua teh herbal itu juga sering direkomendasikan bagi wanita yang sedang haid karena memberikan efek menenangkan bagi tubuh.

    1. Makanan tinggi magnesium
      Makanan yang tinggi magnesium seperti kacang almond, bayam, yogurt, dan selai kacang, bisa membantu menghilangkan nyeri haid. Namun bila wanita ingin mengonsumsi suplemen magnesium, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui dosis yang dibutuhkan dengan tepat.
    2. Minyak esensial
      Untuk menghilangkan nyeri haid, Anda bisa mengolesi bagian perut yang sakit dengan minyak atsiri atau minyak esensial, seperti lavender, sage, dan marjoram.

    Sebaiknya gunakan minyak esensial yang berkualitas tinggi agar lebih aman. Pastikan pula Anda mengencerkan minyak esensial murni dengan krim, losion, atau minyak pengencer tanpa pewangi untuk menghindari iritasi.

  • Waktu Ideal Ganti Pembalut Saat Haid

    Waktu Ideal Ganti Pembalut Saat Haid

    TIKTAK.ID – Umumnya, wanita menggunakan pembalut untuk menampung darah haid. Terdapat beragam jenis pembalut, ada yang dibuat sekali pakai dan ada pula jenis pembalut kain yang dapat digunakan secara berulang.

    Terlepas dari beragam jenisnya, sebaiknya pembalut wanita diganti secara berkala demi menjaga kebersihan dan kesehatan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Kid’sHealth, pembalut perlu diganti secara berkala untuk mencegah penumpukan bakteri, bau, dan darah haid bocor.

    Akan tetapi, sejumlah wanita ada yang baru rajin mengganti pembalut hanya saat darah haid yang keluar cukup banyak. Padahal, idealnya mengganti pembalut perlu dilakukan tiap tiga sampai empat jam sekali, dan tak terkecuali saat darah haid tinggal sedikit.

    Pada prinsipnya, pembalut yang lebih sering diganti, akan lebih sehat. Selain itu, sebelum tidur wanita juga perlu menggunakan pembalut bersih, yang akan digunakan istirahat semalaman atau paling lama selama enam jam. Kemudian segera ganti dengan pembalut bersih ketika sudah bangun tidur.

    Perlu diketahui, pembalut yang tak kunjung diganti lebih dari lima jam umumnya sudah mengeluarkan bau tak sedap. Tidak hanya itu, penggunaan pembalut yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko sindrom syok toksik. Meski langka, namun penyakit ini berbahaya.

    Mengutip Verywell Health, bakteri bisa tumbuh pada pembalut atau tampon yang tak kunjung diganti. Semakin lama pembalut digunakan, maka bakteri yang berkembang di sana pun makin banyak.

    Lantas bakteri itu bisa masuk ke dalam tubuh melalui vagina, lalu menyerang aliran darah, melepaskan racun, dan menyebabkan penyakit yang berdampak fatal.

    Bakteri yang berpotensi fatal terkait sindrom syok toksik menstruasi yakni jenis Staphylococcus aureus atau streptococcus grup A.

    Oleh sebab itu, setiap wanita yang sedang haid perlu mengetahui gejala sindrom syok toksik. Biasanya, gejala penyakit ini muncul dalam waktu tiga sampai empat hari sejak haid dimulai.

    Berikut ini tanda dan gejalanya:
    Demam, dan terkadang sampai menggigil
    Jantung berdetak cepat
    Tekanan darah rendah, bisa sampai pusing saat berdiri setelah duduk
    Warna kulit berubah seperti terbakar sinar matahari
    Terdapat kemerahan pada jaringan mulut, mata, atau vagina

    Sedangkan gejala sindrom syok toksik yang kurang umum lainnya adalah muntah, diare, dan nyeri otot.

    Jika wanita mengalami gejala di atas ketika tengah haid, maka segera dapatkan perawatan medis.

  • Tanpa Disadari, 8 Hal ini Ternyata Bisa Membuatmu Dehidrasi

    Tanpa Disadari, 8 Hal ini Ternyata Bisa Membuatmu Dehidrasi

    TIKTAK.ID – Masalah kesehatan yang kerap dialami oleh manusia, salah satunya adalah dehidrasi. Hal ini biasanya disebabkan kurangnya asupan air atau munculnya masalah kesehatan dan kondisi lain yang juga berpengaruh terhadap dehidrasi, seperti keluar keringat yang sangat banyak pada saat berolahraga.

    Bila kondisi seperti ini tidak segera ditangani dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan yang lebih berat, bahkan berisiko kematian.

    Seperti dirilis Boldsky, kejadian sederhana sehari-hari dan tanpa kamu sadari dapat menjadi penyebab terjadinya dehidrasi di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Diare
    Diare merupakan hal yang rentan dialami oleh banyak orang dan berpotensi dehidrasi, sebab banyaknya cairan tubuh yang juga ikut keluar. Inilah yang membuat diare kronis bisa memunculkan masalah kesehatan yang fatal.

    Baca juga: Manfaat Mandi Air Dingin untuk Kesehatan

    2. Menstruasi
    Menstruasi yang dialami oleh wanita juga menjadi salah satu penyebab dehidrasi. Hal ini karena hormon yang tidak seimbang pada saat menstruasi dapat membuat terjadinya masalah dehidrasi.

    3. Stres
    Pada saat stres, maka hormon kortisol akan berpengaruh pada tubuh. Sebab, hormon stres dapat membuat lemah semua cairan di dalam tubuh. Hal tersebut yang kemudian membuatmu mengalami dehidrasi.

    Halaman selanjutnya…