Tag: kanker

  • Waspadai Gejala Kanker Payudara Selain Benjolan

    Waspadai Gejala Kanker Payudara Selain Benjolan

    TIKTAK.ID – Sebagian orang mungkin sudah tahu kalau benjolan di payudara menandakan kanker. Akan tetapi, terdapat sejumlah tanda lain yang wajib kita ketahui sebelum kanker semakin parah.

    Kanker payudara atau carcinoma mammae sendiri adalah kondisi saat suatu kanker terbentuk di sel-sel payudara.

    Pada beberapa kasus, kanker payudara mungkin tak menimbulkan gejala apapun. Oleh sebab itu, jika ingin mengetahui kondisi kesehatan payudara, kita perlu melakukan pemeriksaan atau skrining yang direkomendasikan oleh dokter.

    Biasanya, seseorang mengenali kondisi kanker payudara jika menemukan benjolan di payudara mereka. Namun tak semua penderita kanker payudara menemukan benjolan.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini gejala lain yang perlu Anda waspadai:

    1. Terjadi perubahan tekstur kulit
      Kanker payudara bisa menyebabkan perubahan dan peradangan pada sel kulit. Bila kondisi tersebut dibiarkan, maka akan membuat tekstur kulit mengalami perubahan. Contoh perubahan teksturnya adalah kulit bersisik di sekitar puting dan aerola, kulit seperti terbakar matahari alias menghitam atau sangat kering, dan penebalan kulit di berbagai bagian payudara. Dalam beberapa kasus, perubahan tekstur kulit juga disertai kondisi gatal-gatal yang cukup mengganggu.
    2. Puting susu mengeluarkan cairan
      Cairan yang keluar dari puting susu secara tiba-tiba tentu akan membuat seorang wanita merasa bingung dan khawatir, apalagi jika tidak sedang hamil atau dalam masa menyusui. Mengutip Medical News Today, cairan susu yang berkaitan dengan kanker punya beragam warna, di antaranya bening, putih susu, kuning, hijau, atau merah (mengandung darah).

    Jika kedua puting sama-sama mengeluarkan cairan, hal itu bisa saja menandakan kedua payudara Anda sudah terkena kanker. Meski begitu, cairan dari puting susu tidak selalu disebabkan karena kanker. Penggunaan KB, obat-obatan, dan infeksi juga dapat mengakibatkan cairan keluar dari puting.

    1. Lesung pipit di payudara
      Lesung pipit di kulit payudara dapat menandakan peradangan kanker payudara. Sebab, sel kanker bisa menimbulkan penumpukan cairan getah bening di payudara yang menyebabkan pembengkakan dan lesung pada kulit.
    2. Benjolan di kelenjar getah bening
      Kelenjar getah bening merupakan kumpulan kecil jaringan sistem kekebalan yang menyaring cairan dan menangkap sel-sel yang berpotensi membahayakan tubuh. Misalnya bakteri, virus, dan sel kanker.

    Sel kanker yang pertama kali menempel di payudara akan menjalar ke daerah kelenjar getah bening di ketiak. Perubahan kelenjar getah bening di ketiak lantaran kanker biasanya berupa benjolan kecil, keras, bengkak, dan mungkin terasa lembut ketika disentuh.

    Akan tetapi, jaringan getah bening juga bisa berubah akibat infeksi payudara atau penyakit lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan kanker. Untuk itu, sebaiknya Anda mengunjungi dokter jika ingin mengetahui penyebab pasti benjolan di ketiak.

  • Inilah Mitos-mitos Menakutkan Seputar Kanker

    Inilah Mitos-mitos Menakutkan Seputar Kanker

    TIKTAK.ID – Kanker telah dikenal sebagai penyakit kronis mematikan yang sulit disembuhkan. Padahal, ada harapan besar bagi pasien kanker agar bisa kembali sembuh dan beraktivitas seperti biasa.

    Ahli onkologi Michael McNamara mengatakan bahwa banyak orang percaya mitos buruk tentang kanker yang tidak akurat. Ia menyebut seringkali mitos itu bahkan lebih menakutkan ketimbang kenyataan yang mereka hadapi.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini berbagai mitos menakutkan mengenai kanker yang tidak perlu kita percaya lagi:

    1. Kanker selalu berakibat fatal
      Sebagian besar bentuk kanker, tergantung kapan mereka terdeteksi, bisa diobati dan disembuhkan, termasuk pada stadium lanjut.

    “Tidak hanya menyembuhkan kanker testis lanjut dan limfoma (penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin), sebagian besar bentuk awal kanker payudara, usus besar, prostat dan kulit, termasuk melanoma juga masih ada harapan sembuh,” terang McNamara.

    1. Kanker bisa membuat rambut rontok
      Kanker tidak akan membuat rambut Anda rontok. Penyebab rambut rontok yaitu metode pegobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi. Akan tetapi, ada juga pengobatan kemoterapi yang tidak menyebabkan rambut rontok.

    “Saya memperkirakan sekitar setengah dari kemoterapi yang kami pakai tidak menyebabkan kerontokan rambut,” ujar McNamara.

    Ada banyak pula obat khusus pasien kanker yang tidak membuat rambut rontok.

    1. Kanker selalu menyakitkan
      Terdapat beberapa kanker yang tidak pernah menyebabkan rasa sakit. Perawatan paliatif dan manajemen nyeri menjadi aspek besar dari perawatan kanker, sehingga rasa sakitnya berkurang. Meski begitu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter saat mengalami rasa sakit di bagian tubuh tertentu ketika sedang menjalani perawatan kanker.
    2. Kanker selalu harus segera diobati
      “Karena Anda mendapatkan diagnosis kanker, maka tidak berarti harus segera diobati, kita masih bisa menunggu. Itu memang sulit untuk diceritakan kepada beberapa orang dan sulit bagi mereka untuk mengerti,” ungkap McNamara.
    3. Kanker terjadi karena faktor genetik
      Bila Anda mempunyai anggota keluarga yang menderita kanker, memang meningkatkan risiko Anda bisa terkena kanker tertentu, seperti kanker payudara atau usus besar. Namun sejumlah orang memiliki riwayat kanker keluarga yang sangat kuat, atau anggota keluarga yang didiagnosis pada usia yang sangat muda. Keduanya menunjukkan terdapat gen kanker yang diturunkan, seperti gen kanker payudara BRCA1.

    Akan tetapi, tidak selamanya kanker terjadi akibat faktor genetik. Kebanyakan orang dengan kanker tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarga, dan kebanyakan orang dengan riwayat keluarga kanker tidak pernah mengembangkan penyakit ini.

  • Benarkah Makanan Gosong Bisa Sebabkan Kanker?

    Benarkah Makanan Gosong Bisa Sebabkan Kanker?

    TIKTAK.ID – Banyak orang beranggapan bahwa menyantap makanan gosong dapat menyebabkan kanker. Namun benarkan informasi tersebut?

    Makanan yang gosong diketahui mengandung satu molekul tertentu yang berbahaya bagi tubuh, yaitu akrilamida. Biasanya, molekul itu muncul pada makanan yang dimasak dengan suhu tinggi.

    Akrilamida sendiri dapat terbentuk pada makanan kaya karbohidrat dan makanan yang dipanaskan di atas suhu 120 derajat celcius.

    Akrilamida juga bisa terbentuk dalam reaksi antara asam amino alami asparagine dan beberapa karbohidrat (yang terjadi secara alami). Namun molekul yang bersifat toksik ini tidak terdapat pada makanan mentah atau direbus.

    Ketika masuk ke dalam tubuh, akrilamida akan berubah menjadi molekul lain, salah satunya glikidamida, yang memiliki sifat karsinogenik. Glikidamida tersebut pun bisa mengikat diri ke DNA atau protein, seperti hemoglobin.

    Seperti dilansir Kompas.com, berdasarkan riset pada hewan, terbukti paparan akrilamida yang tinggi dapat menyebabkan toksisitas pada sistem saraf, mutasi dan kerusakan kromosom, serta karsinogenisitas. Meski begitu, efek yang sama masih belum terbukti pada manusia.

    Riset membuktikan akrilamida yang terkandung dalam makanan tidak menyebabkan risiko kanker pada manusia. Kemudian beberapa peneliti mengklaim akrilamida juga bisa meningkatkan risiko kanker ginjal, endometrium, dan ovarium. Akan tetapi, bukti-bukti yang ada masih terbatas dan tidak konsisten.

    Perlu dicatat, ibu hamil yang terkena paparan akrilamida dalam dosis tinggi juga bisa menganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya. Hal itu dapat mengakibatkan janin bisa terlahir dengan kondisi berat badan lahir rendah.

    Kemudian studi di antara pekerja yang terpapar akrilamida juga memperlihatkan adanya peningkatan risiko perubahan neurologis, termasuk sebagian besar perifer, juga sistem saraf pusat. Meski dalam banyak kasus gejala ini tetap dapat disembuhkan.

    Oleh sebab itu, untuk mencegah risiko kanker dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, sebaiknya kita memasak makanan hingga menguning, bukan hingga berubah warna menjadi kecokelatan atau menghitam. Cara tersebut dapat berguna untuk membatasi pembentukan akrilamida.

    Selain itu, risiko kanker juga bisa dihindari dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

    Sebaiknya mulai memilih untuk fokus pada konsumsi buah, sayur, makanan berserat tinggi, serta batasi konsumsi daging merah dan daging olahan serta makanan berkalori tinggi.

  • Hidup Hanya dengan Satu Ginjal, Vidi Aldiano Terpaksa Hindari Minuman Favoritnya

    Hidup Hanya dengan Satu Ginjal, Vidi Aldiano Terpaksa Hindari Minuman Favoritnya

    TIKTAK.ID – Saat ini, Vidi Aldiano dikabarkan hidup dengan hanya satu ginjal. Hal ini karena ia mengidap penyakit kanker, yang bahkan sudah masuk pada stadium tiga sehingga terpaksa harus diangkat salah satu ginjalnya.

    Meski hidup dengan satu ginjal, namun dokter yang menangani Vidi Aldiano sama sekali tidak pernah melarangnya untuk berhenti mengonsumi makanan atau minuman tertentu. Namun, dokter membatasi asupan makanan dan juga minuman yang telah dikonsumsi sebelumnya.

    Baca juga: Ashraf Sinclair Suami Bunga Citra Lestari Meninggal Dunia, Sederet Selebriti Ungkapkan Belasungkawa

    “Untuk pantangan pada makanan atau minuman, dokter Singapura itu sebenarnya tidak menyuruh saya untuk pantang makanan apapun atau minum apapun, jadi terserah. Ia hanya mengatakan, yang penting tidak kebanyakan,” buka Vidi Aldiano dalam video yang diunggah di Channel YouTubenya.

    Meski tidak mempunyai pantangan dalam hal makan dan minum, Vidi mengaku akan memperbaiki pola hidupnya. Salah satunya adalah menerapkan pola hidup sehat mulai saat ini. Bahkan ia berjanji akan berhenti mengonsumi minuman kegemarannya, yakni teh dan kopi demi menjaga kesehatannya.

    “Namun, misalnya kalau saya harus mengurangi makanan saat ini juga, yang saya kurangin adalah mungkin lebih pada ke daging ya, khususnya daging merah. Saat ini saya mengurangi sekali red meat, sebab ginjal itu kan memproses protein, saat ini saya lebih mengonsumsi ayam dan ikan,” imbuh Vidi.

    Baca juga: Beri Support Langsung, Iis Dahlia Sambangi Bocah Korban Perundungan di Malang

    “Kemudian untuk minumannya, saya saat ini juga hanya minum air putih saja. Jadi, saya sebelumnya yang sangat suka dengan kopi, harus agak dikurangin, dan juga teh. Sehingga, saat ini saya hanya minum air putih,” jelas pria berusia 29 tahun tersebut.

    Seperti diketahui, Vidi Aldiano sempat melakukan operasi pengangkatan ginjal pada 13 Desember 2019 lalu. Ia menjalani operasi tersebut di salah satu rumah sakit di Singapura.

    Sebelum melakukan operasi, Vidi mengabarkan kepada fansnya di Indonesia lewat media sosial agar mendoakan kelancaran pengangkatan ginjalnya tersebut.

  • Ini Jenis Kanker yang Bisa Disebabkan Faktor Keturunan

    Ini Jenis Kanker yang Bisa Disebabkan Faktor Keturunan

    TIKTAK.ID – Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit ini kerap dialami oleh orang-orang yang usianya di atas 60 tahun. Akan tetapi, bukan berarti anak-anak tidak akan terkena risiko penyakit tersebut.

    Seperti diketahui, leukimia atau kanker darah menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh anak-anak. Leukimia sendiri merupakan penyakit kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, termasuk tulang sumsum.

    Ada beberapa jenis Leukimia. Mulai dari leukimia limfoblastik akut, leukimia myeloid akut, dan leukimia limfisitik kronis. Pada dasarnya, gejala umum penyakit ini adalah penurunan berat badan, kelelahan, kerap mengalami infeksi, mudah berdarah, dan memar.

    Baca juga: Akibat Salah Duga, 3 Penyakit ini Kerap Dianggap Demam Biasa

    Ari Fahrial Syam yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangkusumo mengatakan bahwa penyakit kanker biasanya dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, ia menambahkan bahwa beberapa kasus penyakit kanker dikarenakan faktor keluarga. Artinya, cikal bakal penyakit kanker telah dimiliki oleh anak sejak dilahirkan.

    “Kanker pada anak sangat jarang terjadi. Tapi leukimia merupakan jenis kanker yang kerap dialami oleh anak-anak,” ujar Ari Fahrial Syam.

    Halaman selanjutnya…

  • Sistem Kecerdasan Buatan Google Deteksi Kanker Payudara Lebih Akurat Ketimbang Dokter

    Sistem Kecerdasan Buatan Google Deteksi Kanker Payudara Lebih Akurat Ketimbang Dokter

    TIKTAK.ID – Tak pernah berhenti berinovasi, kali ini raksasa teknologi Google mengklaim telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi keberadaan kanker payudara lebih akurat ketimbang yang bisa dilakukan oleh dokter.

    Temuan terbaru ini lahir dari kolaborasi Google dengan para peneliti kanker dan diterbitkan di jurnal ilmiah Nature.

    Untuk mendeteksi kanker, Google menggunakan puluhan ribu mammogram dari wanita di Inggris dan Amerika serikat (AS). Penelitian awal yang dilakukan menunjukan hasil deteksi yang lebih akurat daripada ahli radiologi.

    Baca juga: Lama Menghilang, BlackBerry Banting Setir Bikin Motor Listrik

    Menurut hasil penelitian, dengan menggunakan teknologi AI dapat menghasilkan lebih sedikit positif palsu (hasil tes menunjukan adanya kanker padahal tidak ada) dan negatif palsu (hasil tes menunjukan tidak adanya kanker padahal ada namun tidak terdeteksi).

    Disebutkan bahwa dibanding dengan dokter ahli, teknologi ini berhasil mengurangi positif palsu sebesar 5,7% untuk subjek dari AS dan 1,2% untuk subjek Inggris. Pada kasus negatif palsu, berhasil dikurangi hingga 9,4% untuk subjek dari AS dan 2,7% untuk subjek dari Inggris.

    Dikutip dari CNN pada Senin (6/1/20), Professor Ara Darzi, Director of the Cancer Research UK Imperial Centre, mengatakan, “Ini adalah salah satu penemuan transformasional yang Anda miliki, yang dapat mengganggu cara kami melakukan penyaringan dalam hal meningkatkan akurasi dan produktivitas.”

    Meski begitu, Darzi menegaskan temuan ini tidak akan menggantikan peran dokter.

    Baca juga: Penampakan iPhone Termahal di Dunia, Harganya Rp1,3 Miliar

    “Teknologi AI ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan yang akan menguatkan hasil deteksi secara keseluruhan,” tambahnya.

    Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mencatat, angka kanker payudara mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk dan rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

    Dengan adanya teknologi terbaru yang dapat melakukan deteksi dini, diharapkan mampu mencegah dan mengendalikan kanker payudara.

  • Jalan Kaki Rutin Bantu Cegah 7 Jenis Kanker

    Jalan Kaki Rutin Bantu Cegah 7 Jenis Kanker

    TIKTAK.ID – Dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, olahraga menjadi salah satu solusi yang dinilai tepat selama ini. Sebab, olahraga memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

    Sejumlah pakar mengatakan bahwa orang dewasa disarankan untuk melakukan olahraga aerobik ringan selama 150 menit dan aerobik berat selama 75 menit.

    Berdasarkan informasi dari Medical Daily, anjuran olahraga tersebut dapat membantu mencegah datangnya 7 jenis penyakit kanker.

    Baca juga: 8 Kesalahan Tanpa Sadar yang Kerap Dilakukan Saat Berolahraga

    Hasil penelitian menyebutkan bahwa olahraga ringan, paling tidak jalan kaki selama 20 menit secara rutin yang dilakukan wanita bisa menurunkan risiko penyakit myeloma, non Hodgkin limfoma, dan kanker usus, payudara, ginjal, serta hati.

    Hasil tersebut didapat dari sekitar 750.000 orang dewasa di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Mereka mengukurnya dari efek olahraga ringan seperti berjalan dan bersepeda santai yang kemudian dibandingkan dengan aktivitas ringan seperti tennis atau joging.

    Jika seseorang melakukan olahraga sesuai dengan anjuran selama 2,5 jam, maka akan memiliki risiko 18% lebih rendah mengalami kanker hati. Namun, risiko tersebut menjadi meningkat 27% ketika melakukan aktivitas selama 5 jam per pekan.

    Baca juga: Begini Dampak Rutin Berolahraga terhadap Kesehatan Otak

    Sementara itu, pada wanita akan mengalami penurunan risiko penyakit kanker payudara sebesar 6% jika melakukan olahraga ringan selama 150 menit. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 10% jika berolahraga selama 5 jam setiap pekan.

    Olahraga ringan pria dan wanita akan mengalami penurunan risiko kanker ginjal 11% hingga 17%. Bahkan keduanya bisa menurunkan risiko kanker darah myeloma hingga 19%.

    Untuk kanker usus, pria akan mengalami penurunan risiko sebesar 14% jika melakukan olahraga seperti yang disarankan tadi. Artinya, meningkatnya aktivitas fisik dalam setiap pekan otomatis akan mengurangi risiko kanker.

    “Hal menarik pada temuan ini adalah keterlibatan olahraga ringan seperti berjalan kaki, ternyata memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Bahkan bisa terhindar dari risiko sejumlah jenis kanker,” ungkap Alpa Patel, seorang peneliti dari American Cancer Society.

  • Viral Tes Dempetkan Dua Kuku Jari Bisa Ungkap Risiko Kanker Paru, Percaya?

    Viral Tes Dempetkan Dua Kuku Jari Bisa Ungkap Risiko Kanker Paru, Percaya?

    TIKTAK.ID – Ternyata tak semua penyakit kanker disebut punya gejala yang jelas pada tahap awal. Seorang perawat onkologi di Inggris, menyatakan ada cara atau tes mudah untuk mengetahui seseorang mengidap kanker, khususnya pada pengidap kanker paru-paru.

    Tes bernama Schamroth Window test, itu dilakukan dengan mendempetkan kuku jari tulunjuk kanan dan kiri. Kemudian lihat, apakah ada celah dari kedua kuku yang ditempelkan tersebut. Bila ada celah berbentuk menyerupai berlian pada bagian atas kedua kuku, hal tersebut bisa diartikan sebagai kondisi normal.

    Namun bagaimana jika tidak ada celah? Tidak ada celah bukannya langsung diagnosa mengidap penyakit kanker, melainkan bisa menjadi tanda munculnya masalah pada kesehatan.

    Baca juga: 7 Penyebab Tidak Terduga Keringat Berlebih

    “Selama ini banyak orang yang menderita kanker paru-paru tidak tahu bahwa jari-jari mereka berdenyut, kecuali mereka mempunyai cara atau tahu dan waspada dengan hal tersebut. Namun dengan Schamroth Window test menjadi sangat mudah memeriksa kondisi yang mungkin akan berpotensi menjadi masalah di kemudian hari nanti,” terang perawat onkologi, Emma Norton di Inggris seperti dilansir dari Huffington Post.

    Ia menambahkan, tenaga medis profesional dapat menggunakan tes ini sebagai metode potensial untuk melihat kondisi pasien. Hal ini karena berdasar Cancer Research UK, sekitar 87% penderita kanker paru-paru bukan sel kecil, tidak punya celah pada bagian atas kuku ketika melakukan Schamroth Window test.

    Baca juga: 7 Makanan Berbahaya Yang Sebabkan Masalah Pada Ibu Ketika Awal Kehamilan

    Para ahli menyebut tumor yang menghasilkan hormon yang membuat cairan kemudian menumpuk di kuku jari, dalam beberapa tahap. Pertama dimulai dari dasar kuku yang menjadi lembut dan kulit di sampingnya menjadi berkilau. Lalu kuku juga bisa melengkung dari kondisi normal ketika dilihat dari samping. Kondisi semacam inilah yang menurut para ahli mesti diwaspadai.

    Bagaimana menurut Anda?

  • Teknologi Olah Makanan, Aman atau Tidak?

    Teknologi Olah Makanan, Aman atau Tidak?

    TIKTAK.ID – Para ilmuwan tak henti-hentinya mengembangkan teknologi pada era yang serba praktis ini, khususnya dalam memajukan kehidupan manusia. Bahkan makanan juga menjadi salah satu sasaran pengembangannya. Bahan kimiawi juga semakin banyak masuk ke dalam makanan.

    Lalu, kandungan apa saja yang dibuat dan dikembangkan para ilmuwan tersebut? Apakah hal itu memberi dampak yang baik bagi tubuh manusia? Berikut penjelasannya.

    Baca juga: Pasca 2020, Layanan Cloud Print Bakal ‘Dibunuh’ Google

    Produk Genetik Modified Organism (GMO)
    Produk Genetik Modified Organism atau GMO sendiri merupakan makanan dari rekayasa genetika. Makanan itu diketahui akan mengalami perubahan DNA melalui proses bioteknologi modern. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah, baik dari rasa, warna, hingga bentuk.

    Munculnya produk tersebut berawal dari kebutuhan pangan yang memadai, dari sisi kuantitas atau kualitas. Biasanya, rekayasa genetika kerap ditemukan pada berbagai makanan seperti telur, ayam, daging sapi, bahkan buah-buahan.

    Pemanis dan Pewarna Buatan
    Pemanis atau pewarna buatan sudah jelas berasal dari bahan alami dan diproses menggunakan bahan sintetik dan kimia. Bahkan tak jarang, pemanis atau pewarna murni dihasilkan dari proses kimiawi.

    Baca juga: Ini Dia 5 Drone Murah Untuk Pemula, Mulai Ryze Tello Hingga Cheerson CX-10

    Halaman selanjutnya…