Tag: Jokowi Mania

  • Disindir Hasto Soal Dukungan Berubah-ubah, JoMan: Karena PDIP Tak Capreskan Ganjar

    Disindir Hasto Soal Dukungan Berubah-ubah, JoMan: Karena PDIP Tak Capreskan Ganjar

    TIKTAK.ID – Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa PDIP tidak mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) dalam ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

    Pria yang akrab disapa Noel tersebut menyebut hal itulah yang membuatnya batal mendukung Ganjar dan berpaling mendukung Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Noel menegaskan bahwa dirinya tidak akan berpaling ke Prabowo bila Ganjar telah diumumkan sebagai Capres oleh PDIP.

    Noel menyampaikan pernyataan itu untuk menanggapi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menuding sikap JoMan berubah-ubah.

    Baca juga : Dijuluki Saudara Lama, PKS Jawab Kemungkinan Kembali Berkoalisi dengan Gerindra

    “Pertama, Mas Ganjar tidak nyapres. Kedua, PDIP tidak mencapreskan Ganjar gitu karena memang faktanya hingga detik ini itu, kecuali Mas Ganjar nyapres lantas saya ke Mas Ganjar,” ujar Noel pada, Senin (20/2/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut Noel, pihaknya sudah sejak lama mengingatkan PDIP mengenai hal itu. Dia menjelaskan, jika Ganjar tidak kunjung diumumkan sebagai Capres, maka ia akan menarik dukungannya.

    “Sudah berkali-kali saya ultimatum kalau tidak, ya sudah, saya memilih Pak Prabowo kan sudah lama di media. Itu sikap saya,” tutur Noel.

    Baca juga : Surya Paloh Temui AHY, Persiapkan Deklarasi Usung Anies sebelum Ramadan?

    Kemudian Noel pun mengaku heran dengan Hasto. Pasalnya, kata Noel, dirinya menjadi merasa serba salah, baik ketika masih mendukung Ganjar maupun tidak.

    “Saya enggak ngerti, saat saya tidak mendukung Ganjar orang nyerang saya, dulu pas saya dukung Ganjar mereka-mereka juga nyerang saya,” ucap Noel.

    Perlu diketahui, Hasto sempat menyindir manuver JoMan yang mendukung Prabowo di Pilpres 2024. Bahkan Hasto mengibaratkan mereka dengan istilah pagi kedelai, sore tempe. Ia menganalogikan istilah tersebut dengan sikap relawan yang berubah-ubah dalam menyatakan dukungannya.

    Baca juga : Peluang Duet Prabowo-Puan Terbuka, Cak Imin Bakal Legowo?

    “Ya, kalau di Jawa itu ada istilah pagi kedelai sore tempe, biasa berubah-ubah,” terang Hasto di Lebak, Banten, pada Minggu (19/2/23).

    Hasto pun menilai aktivitas relawan yang berubah-ubah tanpa konsistensi itu seperti berdiri tanpa pijakan yang kuat dan kokoh. Padahal, dia menganggap dalam menyatakan dukungan terhadap seseorang, haruslah kokoh dan berprinsip.

  • Sempat Dukung Ganjar, Relawan Jokowi Mania Akhirnya Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    Sempat Dukung Ganjar, Relawan Jokowi Mania Akhirnya Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) memutuskan untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden (Capres) 2024 mendatang. Kelompok pimpinan Immanuel Ebenezer tersebut sebelumnya telah membubarkan relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania lantaran batal mendukung Ganjar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    JoMan melakukan deklarasi terhadap Prabowo di Kantor DPP di bilangan Jakarta Selatan, pada Rabu, (15/2/23).

    “Tegak lurus kita adalah kepada Pak Prabowo Subianto. Dukungan bulat ini semoga juga dapat diikuti oleh kawan-kawan DPC, DPD, semua,” ujar Ketua Umum Relawan JoMan Immanuel Ebenezer usai deklarasi, pada Rabu (15/2/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Pilih Beda Jalan di Pilpres 2024, Amien Rais Curhat Tak Pernah Digubris Saat Hubungi Prabowo

    Pria yang akrab disapa Noel itu menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini, JoMan bakal menjalin komunikasi dengan Prabowo terkait dukungan tersebut.

    “Kami akan mengundang kawan-kawan memberikan dukungan bulat kami kepada Pak Prabowo,” ungkap Noel.

    JoMan sendiri adalah relawan pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. Noel pun menyebut Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan perubahan haluan dukungan pada Pilpres 2024.

    Baca juga : Tanggapan Anies Usai Politikus NasDem Sebut Ada Institusi Negara Ganggu Agenda Safari Politik

    “Saya rasa Presiden Jokowi sangat demokratik, karena relawannya demokratik,” ucap Noel.

    Noel mengaku akan mempertimbangkan perubahan nama organisasi tersebut.

    “Perubahan nama akan kami pertimbangkan, dan hal itu akan dijawab usai bertemu dengan Prabowo,” tutur Noel.

    Adapun Prabowo merupakan calon presiden dari Partai Gerindra. Gerindra sudah menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tapi sampai saat ini masih belum melakukan deklarasi Capres.

    Baca juga : Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    Sebelumnya, JoMan sempat bertransformasi menjadi Ganjar Pranowo (GP) Mania. Kelompok relawan tersebut mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024. Akan tetapi pada pekan lalu, GP Mania sudah dibubarkan.

    Noel mengungkapkan alasannya menarik dukungan karena Ganjar dianggap minim gagasan.

    “Iya kita dengan ini tidak mendukung lagi Ganjar, karena tidak ada nilai lebih yang ditonjolkan oleh Ganjar sebagai Capres dalam hal gagasan maupun program untuk membangun Indonesia ke depannya,” tegas Noel di Kantor DPP JoMan di Jalan Panglima Polim VII No 140, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/2/23).

    Baca juga : Muncul Isu Duet Prabowo-Khofifah, PKB: Tak Ada Opsi Selain Cak Imin

    Tidak hanya itu, Noel menilai penampilan Ganjar di media sosial dan dalam kehidupan kesehariannya, berbeda terbalik dan tidak seperti yang dipikirkan oleh banyak orang.

  • Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    TIKTAK.ID – Ketua Jokowi Mania (Joman) sekaligus mantan pendiri Ganjar Pranowo (GP) Mania, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mengadakan konferens pers hari ini. Noel menyampaikan hal itu setelah mendatangi NasDem Tower pada Selasa (14/2/23).

    Menurut Noel, Rabu (15/2/23) pukul 13.00 WIB hari ini adalah momentum yang tepat bagi Joman untuk menjelaskan arah perjuangan politiknya, usai tidak lagi mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

    “Besok (hari ini) kita akan mengadakan konferensi pers, dan arah politik kita 2024 akan kita tentukan. Kita bakal lakukan konferensi pers saya akan undang kawan-kawan arah politik kita 2024 akan kita tentukan besok hari,” terang Noel di NasDem Tower, seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Muncul Isu Duet Prabowo-Khofifah, PKB: Tak Ada Opsi Selain Cak Imin

    Meski begitu, Noel mengaku tidak ingin mengungkapkan sosok tunggal yang akan ia dukung. Dia hanya menyebut sosok tersebut di antaranya yaitu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Ketua DPR Puan Maharani.

    “Kriteria, pertama itu sosok perempuan (Puan), kedua latar belakang militer (Prabowo), dan ketiga mantan rektor (Anies),” ucap Noel.

    Untuk diketahui, Noel melakukan pertemuan dengan Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya dan Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali.

    Baca juga : Ribuan ‘Pasukan Tempur’ Pemilu 2024 dari PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno, Ganjar Tak Ikut?

    “Yang pasti gini, kita berdiskusi dengan basis kejujuran, jadi satu sama lain tak ada saling curiga,” jelas Noel seusai pertemuan.

    Sebelumnya, kelompok pendukung Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Mania atau GP Mania akhirnya membubarkan diri. Pembubaran tersebut diumumkan langsung oleh Noel di Jakarta, pada Kamis, 9 Februari 2023 lalu. Dia menyatakan pembubaran tersebut berlaku secara keseluruhan, baik DPP, DPD, DPC, PAC, maupun ranting.

    “Berdasarkan kajian yang serius dan mendalam, DPP Joman kini tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 dan sekaligus membubarkan organisasi relawan Ganjar Pranowo Mania di seluruh Indonesia,” ujar Noel dalam konferensi pers, mengutip Tempo.co.

    Baca juga : Partai Ummat Minta Maaf Soal Pelecehan Seksual pada Jurnalis Saat Rakernas

    Usai bubar, kelompok tersebut menegaskan tidak lagi mendukung Ganjar maju sebagai Capres. Mereka pun mengaku tidak bertanggung jawab secara hukum dan politik jika ada yang menggunakan nama GP Mania.

  • Joman Tuding Projo Ingin Jerumuskan Jokowi Lewat Wacana ‘3 Periode’

    Joman Tuding Projo Ingin Jerumuskan Jokowi Lewat Wacana ‘3 Periode’

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Imanuel Ebenezer mengatakan bahwa dirinya menolak usulan Projo yang menyebut semua relawan sepakat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan masa jabatan hingga tiga periode.

    “Usulan Jokowi tiga periode merupakan produk haram bagi demokrasi. Joman menyatakan wacana tersebut sesat dan menjerumuskan,” tegas pria yang akrab disapa Noel itu dalam keterangannya, seperti dilansir CNN Indonesia, pada Kamis (1/9/22).

    Bahkan Noel menganggap Projo justru ingin menjerumuskan Jokowi dengan wacana tiga periode tersebut.

    Baca juga : 6 Calon Pj Gubernur Pengganti Anies Usulan DPRD dan Kemendagri Diserahkan ke Jokowi

    Noel menjelaskan, Indonesia saat ini menganut sistem demokrasi di mana rakyat memilih presiden secara langsung. Untuk itu, kata Noel, perpanjangan masa jabatan presiden tidak boleh ada di parlemen.

    “Yang lebih buruk, Budi Arie [Ketum Projo], adalah aktor yang pernah ada ketika kawan-kawan mahasiswa berjuang di era Reformasi. Dia menyaksikan sendiri bagaimana menjatuhkan Soeharto. Tapi dia malah menginginkan kita kembali ke Orde Baru dan orde otoritarian,” tutur Noel.

    Kemudian Noel mendesak Projo sebagai pihak pengusul Jokowi tiga periode agar membaca ulang sejarah dunia dan Indonesia. Dia mengklaim ada banyak rezim di dunia yang berkuasa panjang akhirnya didemo dan jatuh dengan mengerikan. Dia pun mengaku pihaknya tidak menginginkan bila Jokowi mengalami nasib yang sama.

    Baca juga : Survei SSC: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Jatim

    “Kita lihat saja kejatuhan Saddam Husein, Moamar Khadafi, Soeharto, dan lainnya. Belum lagi para pemimpin yang diisolasi dunia lantaran berkuasa panjang. Semua itu dimulai dari memperpanjang kekuasaannya,” ucap Noel.

    Noel lantas meyakini kalau Jokowi juga tidak menginginkan berkuasa kembali. Dia menerangkan, Jokowi hanya berharap munculnya pemimpin baru yang dapat seirama dan melanjutkan program-program pemerintahannya. Oleh sebab itu, Noel berharap tidak ada lagi gagasan Jokowi tiga periode dan tak boleh dilanjutkan.

    “Ini produk haram bagi demokrasi, sangat berbahaya,” ungkap Noel.

    Baca juga : DPRD DKI Sepakat Gelar Rapat Paripurna Pemberhentian Anies September 2022

    Untuk diketahui, Ketum Projo Budi Arie sempat mengklaim semua relawan sepakat Jokowi melanjutkan masa jabatan hingga tiga periode. Dia pun berpendapat Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) seharusnya tak perlu dilanjutkan, karena relawan sudah satu suara mendukung Jokowi pada 2024.

  • Kisruh 2 Kelompok Relawan Jokowi Projo vs Joman, Apa Sebabnya?

    Kisruh 2 Kelompok Relawan Jokowi Projo vs Joman, Apa Sebabnya?

    TIKTAK.ID – Dua organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Projo dan Jokowi Mania (Joman), diketahui adu mulut terkait dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi Calon Presiden (Capres) 2024 mendatang.

    Awalnya, Projo dan 16 organisasi relawan Jokowi sempat mengumumkan Musyawarah Rakyat Indonesia. Joman sendiri tidak ikut serta dalam acara yang digelar untuk menjaring nama calon presiden tersebut.

    Kemudian Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer menyampaikan bahwa pihaknya tidak perlu berdiskusi lagi. Sebab, dia mengaku sudah mengarahkan dukungan kepada Ganjar sejak dua tahun lalu.

    Baca juga : (Cek Hoaks atau Fakta) Jokowi Perintahkan Tembak di Tempat Dua Intelijen Malaysia

    “Kami tak ikut karena sudah lebih dulu mendeklarasikan dukungan untuk Mas Ganjar,” ungkap Immanuel, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Selasa (26/7/22).

    Lantas pernyataan Immanuel direspons oleh Bendahara Umum Projo, Panel Barus. Panel mengakui dirinya memang sengaja tidak mengundang Joman. Dia menyebut Musyawarah Rakyat Indonesia terbuka bagi organisasi relawan yang bersedia ikut arahan Jokowi. Dia juga menuding Joman sudah tidak mengikuti arahan Jokowi.

    “Ini tidak mengikuti arahan Pak Jokowi supaya ojo kesusu (tidak terburu-buru). Dia bukan lagi relawan Jokowi, tapi dia relawan Capres baru,” tegas Panel.

    Baca juga : Waketum MUI Klaim Revolusi Akhlak ala Habib Rizieq Sesuai Keinginan Jokowi

    Panel menyebut Projo dan 16 organisasi relawan patuh terhadap arahan Jokowi. Untuk itu, kata Panel, mereka belum menyatakan dukungan terhadap Capres mana pun. Tujuh belas organisasi relawan tersebut memilih menggelar musyawarah rakyat dan menjaring aspirasi dari 34 provinsi sebelum mendeklarasikan dukungan.

    “Kalau basis tindakan kita kan pasti arahan dari Presiden, terutama Projo, basis bertindaknya pasti arahan Presiden,” terangnya.

    Setelah itu, Immanuel membantah tudingan Panel. Dia mengklaim Joman setia kepada cita-cita yang diusung oleh Jokowi.

    Baca juga : Ternyata ACT Belokkan Dana Boeing Rp10 Miliar ke Koperasi 212

    Menurut Immanuel, pihaknya menjaga cita-cita tersebut dengan cara mencari sosok penerus Jokowi. Dia pun meyakini organisasi relawan pendukung Jokowi lainnya juga bakal mengikuti jejak Joman.

    “Ujung-ujungnya mereka akan ikut mendukung Ganjar kok, lihat saja nanti. Kita ini lebih maju cara berpikirnya,” ucap Immanuel.

    Untuk diketahui, beberapa organisasi relawan Jokowi sudah mengagendakan gelaran Musyawarah Rakyat (Musra) di seluruh provinsi di Indonesia. Acara tersebut guna menentukan calon presiden (Capres) yang didukung pada Pilpres 2024 mendatang. Musyawarah itu bakal dibuka di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Agustus dan berakhir di Jakarta pada Maret 2023.

  • Relawan Jokowi Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo di Sumbar

    Relawan Jokowi Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo di Sumbar

    TIKTAK.ID – Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania di Sumatera Barat mendeklarasikan diri mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi calon presiden. Deklarasi tersebut dipimpin oleh Ketua Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer.

    “Para relawan GP 1 Sumbar sudah beberapa bulan terakhir ini berkumpul, mereka memiliki aspirasi memenangkan Ganjar di Sumbar,” terang Noel, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (15/2/22).

    Menurut Noel, deklarasi itu murni keinginan masyarakat Sumatera Barat. Dia pun menyebut Ganjar sudah mengetahui kegiatan tersebut dan tidak mempermasalahkannya.

    Baca juga : Soal JHT 56 Tahun, KSPI: Menaker Ida Fauziyah telah Melawan Presiden Jokowi

    Noel menjelaskan, deklarasi GP 1 Sumatera Barat termasuk kejutan karena daerah itu dianggap sangat sulit untuk menjadi wilayah lumbung suara bagi tokoh nasionalis. Dia mengklaim aspirasi masyarakat Sumatera Barat untuk mendorong Ganjar sangat besar.

    “Hal itu menunjukkan kalau Ganjar diterima masyarakat tradisional religius. Masyarakat Minangkabau punya mimpi-mimpi terhadap pemimpin yang dekat di mata rakyat,” tutur Noel.

    Kemudian Noel berharap agar para relawan GP 1 Sumatera Barat dapat konsisten bergerak ke kota atau kabupaten lain. Dia mengatakan keinginan deklarasi GP 1 juga sudah ada dari daerah lainnya.

    Baca juga : Deputi IV KSP Sebut Jokowi Bakal Tunjuk ASN sebagai Pj Gantikan Anies Cs

    “Dari GP 1 pusat tentu sangat menyokong penuh deklarasi ini, bahkan sudah banyak permintaan lain di wilayah Sumatera, Kalimantan, untuk melakukan hal yang sama,” ucap Noel.

    Untuk diketahui, berdasarkan hasil lembaga survei nasional, Ganjar sebelumnya selalu menempati posisi teratas sebagai Capres 2024.

    Contohnya Survei Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) pada 12 November hingga 4 Desember menyatakan Ganjar unggul dengan elektabilitas 17,2 persen. Selanjutnya disusul Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dengan 14,6 persen, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan 9,1 persen.

    Baca juga : Tanggapi Soal Kepala Daerah Tak Sambut Puan, Ganjar: Saya Paling Depan

    Lantas dokumen hasil survei KedaiKOPI memaparkan, elektabilitas Anies pada klaster Kepala Daerah ini sebesar 37,4 persen, unggul atas Ganjar yang meraih 34,5 persen. Di urutan ketiga terdapat nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 13,8 persen, dan di urutan keempat ada nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang meraih angka 7,3 persen.

  • Relawan Jokowi Mania Polisikan Ubedillah Badrun yang Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK

    Relawan Jokowi Mania Polisikan Ubedillah Badrun yang Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK

    TIKTAK.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) diketahui melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (14/1/22). Hal itu merupakan imbas dari langkah Ubedillah yang melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Jika hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoaks saja, tapi tak mau tanggung jawab, ya repot. Dia harus berani pikul beban itu, berani tidak di pengadilan Ubed bertanggung jawab,” ujar Ketua Umum Relawan JoMan, Immanuel Ebenezer, seperti dilansir KOMPAS.TV.

    Immanuel mengatakan bahwa bisnis yang dilakukan oleh keluarga Jokowi tidak ada kaitannya dengan kejadian pembakaran hutan di Indonesia.

    Baca juga : Putra Jokowi vs Putra SBY, Lebih Tajir Siapa?

    “Ini hanya pesanan saja, untuk itu kita laporkan ke Polda. Dia harus tanggung jawab, dan jika perlu dengan bos-nya si politisi hitam juga harus dipanggil juga,” ucap Immanuel.

    Immanuel pun meyakini polisi nantinya dapat menelusuri siapa yang memberikan pesanan tersebut.

    “Pasti omong lah itu, pokoknya dalangnya juga harus ikut diseret. Masak dosen tapi bicaranya melantur,” sambungnya.

    Seperti telah diberitakan, Ubedillah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait tindak pidana korupsi dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

    Baca juga : Pelapor Dua Putra Jokowi ke KPK Bisa Kena Hukuman 7 Tahun Penjara

    “Kami mendesak KPK untuk menyelidiki dan meminta KPK agar menjadi terang benderang. Bila perlu Presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini,” tegas Ubedilah, Senin (10/1/22).

    Menurut Ubedillah, laporannya terhadap Gibran dan Kaesang ke KPK didasari atas relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan. Dia menjelaskan, pada 2015, ada perusahaan besar bernama PT SM yang sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai sebesar Rp7,9 triliun.

    Akan tetapi, Ubedillah mengklaim dalam perkembangannya, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan sebesar Rp78 miliar.

    Baca juga : Klaim Dijamin Ratusan Ulama, Bahar Smith Minta Penangguhan Penahanan

    “Hal itu terjadi pada Februari 2019, usai anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” papar Ubedillah.

  • Jokowi Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Begini Respons JoMan

    Jokowi Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Begini Respons JoMan

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan menolak perpanjangan durasi masa jabatan dua tahun. Merespons hal itu, relawan Jokowi Mania (JoMan) mendukung keputusan Jokowi.

    “Kita tegak lurus, dong, karena ini kan perintah. Jadi kita kawal penuh keputusan itu,” ujar Imanuel Ebenezer atau Noel melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/9/21), seperti dilansir detik.com.

    Menurut Noel, Jokowi adalah orang yang sangat prodemokrasi. Oleh sebab itu, dia meyakini Jokowi akan menjalankan aturan sesuai konstitusi.

    Baca juga : Elektabilitas Partai dan AHY Menanjak, Demokrat: Jadi Oposisi Sudah Tepat

    “Jokowi menunjukkan dirinya seorang demokrat yang prodemokrasi, walaupun sebenarnya ada banyak masalah di era pandemi, tapi dia tetap konsisten menjalankan perintah konstitusi,” tutur Noel.

    Kemudian Noel mengaku telah mendengar kabar Jokowi menolak rencana penambahan ataupun perpanjangan masa jabatan presiden. Dia pun mengatakan siap mendukung keputusan Jokowi.

    “Mengenai amendemen periodisasi presiden, beliau (Jokowi) sudah mengeluarkan pernyataan untuk penolakan. Begitu juga tidak pernah berpikir menambah masa jabatan dua tahun lagi, jadi saya tegak lurus,” tegas Noel.

    Baca juga : Sebut Putusan Pengadilan ‘Zalim dan Pandir’, Rizieq Shihab Siap Ajukan Kasasi

    Noel dan sejumlah tokoh relawan lainnya pun berencana menyampaikan pernyataan Jokowi ke seluruh Jokowi Mania. Noel mengklaim pihaknya akan giat mengampanyekan penolakan perpanjangan masa jabatan presiden itu ke bawah.

    Sebelumnya, JoMan sempat mendukung perpanjangan masa jabatan presiden akibat pandemi Covid-19. Hal itu menyusul wacana amendemen UUD 1945 yang kemudian merembet ke isu perpanjangan masa jabatan presiden.

    “Durasi jabatan presiden ditambah selama 2-3 tahun bisa menjadi solusi. Hal ini berbeda dengan wacana presiden tiga periode yang harus melalui Pemilu. Sementara dana Pemilu dapat digunakan dulu untuk stimulan ekonomi dan sosial,” ucap Noel kepada wartawan, Kamis (2/9/21).

    Baca juga : DPR Pertanyakan Peran Polisi Siber Usai Data Jokowi Bocor

    Noel menjelaskan, penambahan durasi jabatan presiden berbeda dengan wacana presiden tiga periode. Ia sendiri menolak presiden tiga periode.

    Noel menyebut gagasan penambahan masa jabatan presiden memerlukan amendemen UUD 1945. Ia memaparkan, perubahan konstitusi harus diusulkan minimal oleh sepertiga jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat atau 237 dari 711 anggota DPR dan DPD. Ia menganggap hal itu bukan perkara sulit, asal partai-partai setuju.

    “Bila masa jabatan diperpanjang 2 atau 3 tahun, maka otomatis jabatan DPR dan DPD beserta di bawahnya juga diperpanjang,” ungkapnya.

  • Kritik Baliho Puan, Jokowi Mania: Sumbangkan Saja Buat Rakyat yang Kesusahan

    Kritik Baliho Puan, Jokowi Mania: Sumbangkan Saja Buat Rakyat yang Kesusahan

    TIKTAK.ID – Anggota Dewan dari Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam parlemen beserta daerah berbondong-bondong memasang baliho Ketua DPR RI, Puan Maharani. Kelompok relawan Joko Widodo (Jokowi), Jokowi Mania atau JoMan, memberikan saran agar alokasi pemasangan baliho Puan itu disumbangkan ke warga.

    “Elite PDIP akhirnya menyambut tantang JoMan, namun persoalannya dalam kondisi pandemi ini etiskah seorang Ketua DPR dan elite-elite di PDIP melakukan hal semacam itu serta ini benar-benar kontraproduktif dengan situasi sekarang,” terang Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, sebagaimana dilansir Detik, Senin (2/8/21).

    Noel memandang pemasangan baliho yang menampilkan Puan telah menelan biaya besar. Sehingga lantaran itulah, Noel memberikan saran bagi kader PDIP supaya biaya pemasangan baliho itu disumbangkan bagi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri atau Isoman.

    Baca juga : Ma’ruf Amin: 605 Kiai dan Ulama di Indonesia Meninggal Selama Pandemi

    “Lantaran kita lihat satu baliho atau pasang reklame di jalan-jalan itu tentu bakal menelan biaya tinggi dan saran kami lebih baik elite-elite di PDIP patungan gajinya untuk mereka yang Isoman yang tak memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, saran kita sumbangkan saja uang mereka buat rakyat yang tengah kesusahan dibanding pasang-pasang baliho,” sebutnya.

    Noel menghendaki Puan dan kader PDIP memerhatikan warga yang mengalami efek pandemi daripada berbondong-bondong memasang baliho. Biaya baliho menurut Noel dapat dipergunakan pula untuk paket sembako dan obat.

    “Semestinya sekelas Ketua DPR RI dapat menghadirkan keberpihakannya bukan menghadirkan baliho-baliho di masa pandemi, alangkah baiknya uang pasang balihonya dibuat jadi paket sembako atau beli obat untuk rakyat yang tengah kesusahan,” tambahnya.

    Baca juga : Munarman Bakal Dibela 212 Pengacara

    Baliho yang menampilkan foto Puan Maharani disertai tagline “Kepak Sayap Kebhinnekaan” terlihat banyak terpampang di berbagai tempat termasuk tepi jalan sampai jembatan penyeberangan.

    Menurut anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno bahwa pemasangan baliho Puan dilakukan sebagai bentuk kegembiraan.

    “Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 Ketua DPR dalam sejarah RI,” ujar Hendrawan, Senin (2/8/21).

  • Relawan Anies Bantah Dekati Jokowi Mania

    Relawan Anies Bantah Dekati Jokowi Mania

    TIKTAK.ID – Sebagian relawan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bantah dekati Jokowi Mania (JoMan) guna menarik dukungan untuk Pilpres 2024. Relawan Anies menyatakan tidak pernah menjalin komunikasi bersama JoMan.

    Relawan Jaringan Warga (Jawara) Anies-Sandi, yang berdiri jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, sempat menyuarakan dukungan agar Anies nyapres. Namun, hingga saat ini tidak berlangsung komunikasi bersama relawan JoMan guna menghimpun dukungan.

    “Sampai sejauh ini kami tidak ada komunikasi secara intens dengan sahabat-sahabat kami dari Jokowi Mania atau dari unsur elemen relawan Pak Jokowi yang lain,” ujar Koordinator Relawan Jawara Anies-Sandi, Sanny Irsan sebagaimana dilansir CNNIndonesia, Selasa (15/6/21).

    Baca juga : Sederet Tokoh Anyar Kandidat Capres 2024

    Sanny mengungkapkan bahwa pihaknya perlu memperoleh restu dari sejumlah tokoh kalau hendak menjalin kerja sama dengan relawan Jokowi, khususnya JoMan.

    “Karena kami juga harus berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dengan banyak tokoh dan simpul masyarakat di Jakarta Utara,” sebutnya.

    Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Nasional Milenials 24, Muhammad Ramli Rahim juga menampik sudah berkomunikasi dengan relawan JoMan dalam menjalin dukungan.

    Baca juga : Hasil Survei SMRC: 75,6 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

    Ramli menyatakan kelompok simpatisan Anies yang lain, misalnya Relawan Turun Tangan, juga belum pernah meminta dukungan pada JoMan.

    “Kami tidak pernah mendekati relawan Jokowi Mania dan setahu saya tidak ada relawan Anies yang mendekati relawan Jokowi,” ungkapnya.

    Ungkapan sebagian relawan Anies Baswedan itu membantah pernyataan Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer. Lantaran, Immanuel menyatakan terdapat kelompok relawan Anies yang mendekat ke pihaknya supaya menghimpun dukungan untuk Pilpres 2024.

    Baca juga : Tak Minat Usung Ganjar, PAN dan PPP Klaim Sudah Punya Tokoh untuk Pilpres 2024

    “Iya [didekati relawan Anies]. Bisa. Saya katakan iya. Soal didekati, kita tak mau berbohong kepada publik bahwa beberapa tokoh politik mulai merapat ke Jokowi Mania,” ungkapnya.

    Kabar seputar dukungan sejumlah relawan berawal dari pernyataan Presiden Jokowi pada Senin kemarin (15/6/21). Dia mengungkapkan beberapa relawan telah meminta arahan seputar Pilpres 2024.

    Dia mengarahkan relawan Jokowi tersebut supaya bersabar terlebih dahulu walau terdapat kelompok yang merayu agar memperoleh dukungan.

    Baca juga : Tagar #DeklarasiTemanGanjar Jauh Lebih Besar Dibanding Percakapan tentang Anies-RK

    “Sekarang saja telah ada relawan Jokowi yang ditarik-tarik untuk mendukung si A. Telah ada yang dirayu-rayu supaya mendukung si B, dan dirangkul oleh si C, dan seterusnya. Namun masih lebih banyak lagi relawan yang masih menunggu,” sebut Jokowi.