Tag: Jerawat

  • Masker Alami untuk Hilangkan Jerawat, Gampang Dicoba di Rumah

    Masker Alami untuk Hilangkan Jerawat, Gampang Dicoba di Rumah

    TIKTAK.ID – Wajah berjerawat tidak hanya menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman, namun juga bisa mengurangi rasa percaya diri. Beberapa bahan alami disebut-sebut bisa digunakan sebagai masker organik untuk mengatasi jerawat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari berbagai sumber, berikut ini ragam pilihan bahan masker alami untuk menghilangkan jerawat yang dapat Anda coba di rumah:

    1. Masker madu dan kayu manis

    Health Line menyatakan madu dan kayu manis merupakan sumber antioksidan yang sangat baik.

    Studi menyatakan menerapkan antioksidan pada kulit lebih efektif mengurangi jerawat ketimbang benzoil peroksida dan retinoid. Antioksidan yang diteliti yakni vitamin B3, asam lemak linoleat (omega-6) dan natrium ascorbyl fosfat (SAP), yang merupakan turunan vitamin C.

    Antioksidan spesifik tersebut tak ditemukan dalam madu dan kayu manis. Namun ada kemungkinan antioksidan lain yang terkandung di dalam dua bahan alami itu punya efek yang sama.

    Selain itu, madu dan kayu manis bersifat antibakteri dan bisa mengurangi peradangan, yang merupakan dua faktor yang memicu jerawat.

    Untuk membuat masker madu dan kayu manis, campurkan 2 sendok makan madu dan 1 sendok teh kayu manis. Oleskan masker ke wajah yang sudah dibersihkan, lalu biarkan selama 10-15 menit. Bilas masker hingga bersih dan tepuk-tepuk wajah sampai kering.

    1. Masker teh hijau

    Teh hijau kaya akan antioksidan, sehingga meminumnya dapat meningkatkan kesehatan. Belum ada penelitian yang mengungkap manfaat minum teh hijau saat muncul jerawat, namun menerapkannya langsung ke kulit terbukti membantu menghilangkan jerawat.

    Cara membuat masker teh hijau adalah menyeduh teh hijau dalam air mendidih selama 3-4 menit, lalu biarkan teh menjadi dingin. Dengan menggunakan bola kapas, oleskan teh ke kulit atau tuangkan ke dalam botol semprot untuk disemprotkan. Biarkan sampai mengering, lalu bilas dengan air dan keringkan.

    1. Masker lidah buaya

    Lidah buaya disebut-sebut mengandung asam salisilat dan sulfur, yang sudah digunakan secara luas untuk mengobati jerawat.

    Beberapa penelitian menjelaskan, mengoleskan asam salisilat ke kulit mampu secara signifikan mengurangi jerawat. Begitu pula dengan penerapan sulfur, terbukti bisa menjadi pengobatan jerawat yang efektif.

  • Tips Atasi Jerawat Akibat Pakai Masker

    Tips Atasi Jerawat Akibat Pakai Masker

    TIKTAK.ID – Sejak pandemi virus Corona (Covid-19) melanda, penggunaan masker sudah menjadi bagian sehari-hari. Namun memakai masker dapat menimbulkan permasalahan tersendiri, terutama bagi mereka yang rentan berjerawat. Iritasi lokal dari masker Anda, ditambah dengan stres akibat pandemi, bisa membuat jerawat menjadi lebih parah.

    Memakai masker bisa menimbulkan jerawat karena ketika Anda bernapas atau berbicara, maka masker akan membuat udara terperangkap. Udara itu pun menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap, yang merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan ragi, bakteri, dan flora lainnya. Oleh sebab itu, ketidakseimbangan bakteri dan gesekan dari masker bisa memicu timbulnya jerawat, rosacea, dan dermatitis perioral.

    Lantas bagaimana cara mengatasi jerawat akibat memakai masker?

    Seperti dilansir Kompas.com, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal itu. Berikut ini di antaranya:

    1. Memilih pembersih wajah yang lembut
      Pembersih wajah dengan kandungan yang lembut akan membantu menghilangkan minyak berlebih, keringat, dan bakteri.

    Sebaiknya hindari memakai pembersih yang memiliki kandungan alkohol atau parfum karena hal itu bisa memicu iritasi.

    Kemudian bila jerawat lebih parah, sebaiknya mencoba pembersih yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat. Sementara jika Anda memiliki kulit sensitif, lebih baik tanyakan kepada dokter tentang jenis pembersih terbaik bagi kulit Anda.

    1. Menggunakan pelembab noncomedogenic
      Setelah mencuci muka, segera oleskan pelembap untuk menjaga kulit wajah tetap terhidrasi.

    Anda bisa memakai produk noncomedogenic, sehingga kemungkinan besar pelembap itu tidak akan menyumbat pori-pori Anda.

    1. Mengoleskan krim kortison dan pelembap dengan ceramides
      Bila jerawat disertai iritasi dan kulit kasar, maka Anda dapat mengoleskan krim kortison ringan ke area itu bersama dengan pelembap yang mengandung ceramide. Cara tersebut akan membantu melindungi kulit Anda dan mengurangi rasa gatal dan iritasi.
    2. Menghindari make up sementara waktu
      Untuk mencegah jerawat makin meradang, sebaiknya hindari riasan wajah ketika sedang berjerawat. Pasalnya, produk kecantikan seperti alas bedak, concealer, dan perona pipi akan menyumbat pori-pori, sehingga dapat memperlama penyembuhan jerawat.
  • Manfaat dan Efek Samping Pakai Niacinamide dan Retinol Bersamaan

    Manfaat dan Efek Samping Pakai Niacinamide dan Retinol Bersamaan

    TIKTAK.ID – Niacinamide dan retinol adalah merupakan bahan perawatan kulit yang dikenal mampu membantu memperbaiki noda kulit dan jerawat, meratakan warna kulit, dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Namun Anda mungkin bertanya-tanya apakah menggunakan kedua bahan ini bersamaan dapat lebih efektif dan apakah aman menggabungkannya?

    Healthline menyatakan tidak semua bahan perawatan kulit bisa dikombinasikan dengan baik, karena bisa bereaksi negatif atau mengurangi manfaat bahan. Namun untungnya, mencampur niacinamide dan retinol aman, bahkan mempunyai banyak manfaat.

    Seperti dilansir Kompas.com, niacinamide sendiri merupakan bentuk niacin (vitamin B3) yang larut dalam air. Kandungan ini termasuk salah satu dari delapan vitamin B yang diperlukan agar kulit tetap sehat.

    Sementara retinol adalah bentuk retinoid yang dijual bebas (OTC). Dalam perawatan kulit, retinol menjadi bahan yang sering digunakan dalam produk untuk membantu meminimalkan atau mengobati jerawat, tanda-tanda penuaan, dan hiperpigmentasi. Akan tetapi, retinol kerap dikaitkan dengan efek samping, seperti menyebabkan iritasi dan peradangan.

    Memakai produk perawatan yang mengandung niacinamide dan retinol bersamaan, memiliki beberapa manfaat. Menurut sebuah studi laboratorium pada 2008, jika mencampur niacinamide dengan asam retonik (RA), maka niacinamide akan mengurangi iritasi dan kekeringan yang disebabkan RA.

    Kemudian studi pada 2017 menyatakan krim retinol dengan bahan pelembab, termasuk niacinamide, akan menimbulkan iritasi lebih sedikit ketimbang formula yang hanya mengandung retinol. Artinya, bila Anda memakai produk yang mengandung niacinamide dan retinol, efek samping yang timbul akan lebih ringan daripada menggunakan produk dengan kandungan retinol saja.

    Selain itu, studi juga menyebut formula yang mengandung niacinamide dan retinol bermanfaat bagi kulit. Sebuah studi pada 2016 mengungkapkan, krim retinol dengan niacinamide, hexylresorcinol, dan resveratrol mampu memperbaiki warna kulit dan tanda-tanda penuaan.

    Penelitian lain pada 2012 juga mengklaim menggunakan retinol, nicotinamide, dan 7-dehydrocholesterol bersama-sama aman dan efektif untuk jerawat.

    Sedangkan untuk efek samping menggunakan niacinamide dan retinol bersamaan, hingga kini tidak ada penelitian khusus mengenai efek samping dari penggunaan dua bahan tersebut. Gabungan produk ini dianggap aman untuk sebagian besar jenis kulit, namun tetap ada kemungkinan efek buruk, khususnya bila Anda sensitif terhadap retinol.

  • Beberapa Makanan Penyebab Jerawat yang Wajib Dihindari

    Beberapa Makanan Penyebab Jerawat yang Wajib Dihindari

    TIKTAK.ID – Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit peradangan kronis dari kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, papul, kista, dan pustula.

    Terdapat banyak faktor yang berkontribusi pada perkembangan jerawat, seperti faktor genetik, lingkungan, hormonal, stres emosional, trauma, kosmetik, obat-obatan, serta makanan.

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics pada Maret 2013, diet atau pola makan memainkan peran penting dalam perkembangan jerawat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa kemungkinan makanan penyebab jerawat yang perlu Anda waspadai:
    Gula dan karbohidrat olahan
    Makanan yang kaya akan karbohidrat olahan di antaranya roti, biskuit, sereal atau makanan penutup yang dibuat dengan tepung putih, pasta yang terbuat dari tepung terigu, nasi putih dan bihun, soda dan minuman manis, serta pemanis seperti gula tebu, sirup maple, madu atau agave.

    Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology pada 2012, orang yang sering mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko 30 persen lebih besar terkena jerawat. Sementara yang secara teratur makan kue memiliki risiko 20 persen lebih besar daripada orang yang tidak melakukannya.

    Hal itu karena karbohidrat olahan bisa diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, sehingga bisa cepat pula meningkatkan kadar gula darah. Kemudian ketika gula darah naik, kadar insulin juga akan meningkat untuk membantu mengantarkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke sel Anda.

    Kadar insulin yang tinggi tersebut tidak baik untuk kulit, karena membuat hormon androgen lebih aktif dan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Imbasnya, jerawat bisa berkembang dengan membuat sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dan meningkatkan produksi sebum.

    Produk olahan susu
    Penelitian menemukan adanya hubungan antara produk olahan susu dan keparahan jerawat pada remaja. Pasalnya, susu bisa meningkatkan kadar insulin, terlepas dari efeknya pada gula darah, yang dapat memperburuk keparahan jerawat.

    Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji kaya akan kalori, lemak, dan karbohidrat olahan. Makanan jenis ini pun dapat meningkatkan risiko jerawat.

    Sebuah studi terhadap lebih dari 5.000 remaja dan orang dewasa muda di Tiongkok mengungkapkan, diet tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan risiko 43 persen pada perkembangan jerawat.

  • Es Batu Bisa Hilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

    Es Batu Bisa Hilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Banyak orang menganggap es batu berkhasiat untuk menghilangkan mata panda dan memperkecil pori-pori kulit. Ada pula yang percaya es batu dapat menghilangkan jerawat.

    Mengutip Medical News Today, manfaat es batu untuk jerawat utamanya dapat mengatasi peradangan. Dengan mengompres menggunakan es batu, bisa mengurangi gejala kemerahan dan pembengkakan di sekitar benjolan jerawat.

    Jerawat terbentuk saat sebum dan sel kulit mati menyumbat folikel rambut, menjebak minyak berlebih, dan sel kulit mati bercampur dengan bakteri di bawah kulit. Kemudian dinding kelenjar rambut atau folikel yang tersumbat ini bisa pecah, dan isinya tumpah ke jaringan kulit di sekitarnya. Kondisi ini pun rawan menyebabkan jerawat bermunculan dan kulit sekitar benjolan meradang.

    Es batu dapat membantu mengurangi kemerahan dan nyeri pada jerawat yang meradang; termasuk jenis pustula, papula, nodul, dan kista. Akan tetapi, kompres es batu tidak dapat membantu mengatasi jerawat yang tidak meradang, seperti jenis komedo.

    Selain itu, kompres dingin dengan es batu hanya bisa mengurangi peradangan dan mengurangi nyeri pada jerawat, tetapi tidak bisa menghilangkan biang jerawat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline, cara menghilangkan peradangan jerawat dengan es batu yakni mencuci sampai bersih area berjerawat yang akan dikompres dengan es batu. Namun hindari mengoleskan es batu langsung ke kulit karena bisa memicu ruam.

    Sebaiknya bungkus lebih dulu es batu dengan kain yang lembut dan bersih sebelum ditempelkan ke kulit. Kemudian kompres es batu selama 30 detik hingga satu menit. Beri jeda sebentar sampai mati rasa hilang, baru kompres lagi bagian tubuh yang berjerawat dengan es batu.

    Jangan mengompres area yang berjerawat terlalu lama, karena bisa mengganggu kelancaran aliran darah dan merusak jaringan kulit.

    Tidak hanya itu, hindari mengompres jerawat dengan es batu apabila muncul tanda iritasi seperti ruam, kemerahan meluas, mati rasa tak kunjung hilang, dan warna kulit berubah.

    Perlu diingat, mengompres dingin dengan es batu saja tak bisa menghilangkan jerawat sampai tuntas, sehingga tetap perlu menggunakan obat jerawat, atau bahan alami seperti minyak tea tree, witch hazel, sampai lidah buaya.

  • Bahaya Obati Jerawat Pakai Pasta Gigi

    Bahaya Obati Jerawat Pakai Pasta Gigi

    TIKTAK.ID – Banyak orang berusaha mengatasi jerawat dengan berbagai cara, termasuk menggunakan bahan alami atau bahan praktis yang tersedia di rumah, seperti pasta gigi. Pasta gigi kerap digunakan sejumlah orang karena setelah menggunakan pasta gigi semalaman, kulit yang meradang akibat jerawat bisa langsung mengering.

    Akan tetapi, ahli dermatologi dari Yale University AS, Mona Gohara, MD mengatakan penggunaan pasta gigi untuk menghilangkan jerawat bisa berbahaya. Dokter Gohara menjelaskan, pasta gigi mengandung beberapa bahan yang tidak aman untuk kulit wajah. Beberapa bahan yang berbahaya bagi kulit wajah di antaranya alkohol, mentol, soda kue, dan hidrogen peroksida.

    “Bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan iritasi pada kulit wajah,” ujar Dokter Gohara, seperti dikutip Kompas.com dari Cosmopolitan.

    Lebih lanjut, Dokter Gohara memaparkan, bahaya pasta gigi untuk jerawat tak mandek di situ saja. Ia menyatakan setelah kulit teriritasi akibat penggunaan pasta gigi, maka pelindung kulit pun jadi ikut rusak.

    “Jika pelindung kulit sudah rusak, produksi minyak bisa meningkat dan rentan membuat pori-pori tersumbat, komedo, kulit berminyak, jerawat,” tutur Dokter Gohara.

    Kemudian Dokter Gohara menyebut efek jerawat yang menjadi kering setelah diolesi pasta gigi sebenarnya tidak menyelesaikan akar persoalan biang jerawat.

    “Yang kering hanya di bagian lapisan kulit bagian atas, sementara bakteri biang jerawat yang berada di dalam kulit masih belum benar-benar mati terkena pasta gigi,” ucap Dokter Gohara.

    Dokter Gohara menerangkan, alih-alih menggunakan pasta gigi untuk menghilangkan jerawat, ada beberapa cara yang efektif untuk mengatasi problem kulit.

    Mengutip Medical News Today, sebaiknya menggunakan beberapa jenis obat jerawat yang direkomendasikan oleh dokter ahli kulit.

    Beberapa obat jerawat tersebut ada yang berupa gel, krim, pembersih, dan lainnya. Obat jerawat itu biasanya mengandung bahan aktif, seperti asam salisilat, benzoil peroksida, asam alfa hidroksi, sulfur, atau arang.

    Tidak hanya itu, ada pula beberapa obat jerawat yang menggunakan bahan alami seperti tea tree, lidah buaya, serta probiotik dan prebiotik.

  • Kalau Tak Suka Jerawatan Jangan Gemar Begadang, Memang Apa Hubungannya?

    Kalau Tak Suka Jerawatan Jangan Gemar Begadang, Memang Apa Hubungannya?

    TIKTAK.ID – Sering begadang dan kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika jadwal tidur yang berantakan tersebut berlangsung dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas, masalah jantung, dan diabetes.

    Selain berdampak jangka panjang, begadang memicu timbulnya jerawat bagi pemilik kulit bermasalah.

    Dikutip Kompas.com dari On Health, kebiasaan begadang atau kurang tidur merupakan satu dari tiga pemicu utama jerawat. Penyebab jerawat lainnya yakni stres dan produksi minyak atau keringat berlebihan.

    Kebiasaan begadang dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengontrol jam biologis tubuh, sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon. Dampaknya bisa beragam, termasuk keseimbangan kimia kulit yang terganggu dan jerawat jadi bermunculan.

    “Tidur itu penting untuk semua sistem tubuh dapat berfungsi dengan optimal,” ujar dokter kulit Judith Hellman, MD, seperti dilansir Sleep.org.

    Hellman mengatakan begadang dan terganggunya pola tidur dapat memicu pelepasan hormon kortisol. Ia menjelaskan, begitu hormon ini keluar, maka tubuh bisa mengalami reaksi peradangan, termasuk di kulit. Akibatnya, peradangan bisa menyebabkan jerawat, psoriasis, sampai eksim.

    Tak hanya itu, kadar hormon stres di dalam tubuh yang meningkat membuat sistem daya tahan tubuh tidak stabil. Hal itu pun memperburuk masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim.

    Oleh sebab itu, perlu adanya upaya perubahan gaya hidup sebagai cara untuk menghilangkan jerawat. Web MD memaparkan beberapa kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mencegah jerawat terus bermunculan.

    Memperbaiki pola tidur
    Jika tengah bergelut dengan masalah jerawat, ada baiknya mulai memperhatikan pola tidur. Jangan tidur terlalu larut malam agar bisa bangun dalam kondisi bugar pada pagi harinya. Sebaiknya tidur dalam waktu yang cukup setidaknya selama tujuh jam setiap malam.

    Menghindari stres
    Selain menghindari begadang, cara menghilangkan jerawat yang cukup penting adalah meminimalkan stres. Pasalnya, stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh.

    Pelepasan hormon kortisol akan membuat kelenjar minyak aktif dan produksinya meningkat. Kondisi tersebut rentan memicu tumbuhnya jerawat.

    Membersihkan muka saat berkeringat dan terdapat minyak berlebih
    Berolahraga, melakukan aktivitas fisik, dan kegiatan yang menguras energi dapat membuat keringat berlebih. Kondisi itu pun ideal jadi ladang pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

    Oleh karena itu, setelah berkeringat usahakan untuk selalu membersihkannya. Anda dapat menggunakan sabun yang bebas minyak dan nonkomedogenik atau tidak menyumbat pori.

    Kemudian jagalah kebersihan area berjerawat dengan rutin mengganti pakaian dan sarung bantal secara berkala.

  • Jangan Anggap Sepele, Malas Mandi Bisa Bikin ‘Mandul’

    Jangan Anggap Sepele, Malas Mandi Bisa Bikin ‘Mandul’

    TIKTAK.ID – Kemungkinan besar, banyak orang yang pernah merasakan malas mandi. Bisa karena lelah, cuaca dingin, atau karena sedang waktu libur. Namun tanpa disadari, hal sepele seperti ini ternyata mempunyai dampak yang besar bagi kesehatan.

    Sebab, mandi merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilakukan oleh seseorang agar bisa menghilangkan kotoran, bakteri, dan kuman yang ada pada tubuh. Umumnya, seseorang akan mandi sehari dua kali. Namun, jika tidak mandi, maka akan berdampak besar pada tubuh. Berikut dampak tidak mandi bagi kesehatan:

    Baca juga: 8 Kesalahan Tanpa Sadar yang Kerap Dilakukan Saat Berolahraga

    Muncul Infeksi dari Kuman
    Sepanjang hari, Anda melakukan banyak aktivitas dan berhubungan atau bersentuhan langsung dengan sejumlah benda. Mulai dari uang, transportasi umum, ponsel, dan lain sebagainya. Ketika Anda malas mandi dan Anda memiliki goresan di tubuh, mungkin akan terjadi infeksi dan tidak terawat. Dengan tidak mandi, bakteri akan tetap berada di kulit. Parahnya, hal ini berisiko terkena sejumlah jenis infeksi yang disebabkan oleh kuman.

    Rambut Sangat Berminyak
    Ketika Anda tidak mandi, sudah jelas rambut Anda rasanya akan sangat berminyak. Hal ini karena Anda tidak mencuci rambut selama beberapa hari dan rambut akan terlihat lembap. Akibatnya, sel-sel kulit akan menjadi kotor dan mati. Kemudian menumpuk dan membuat kulit kepada terasa gatal dan kering. Pada akhirya, kondisi ini akan membuat ketombe muncul.

    Baca juga: Jangan Bilang ‘Jangan’ Kepada Si Kecil Ya, Ganti dengan 7 Kalimat Baik ini Agar Hatinya Tak Luka

    Muncul Jerawat Pada Bagian Tubuh
    Jarang mandi akan membuat semua kotoran, keringat, kuman, dan sel-sel kulit mati akan menumpuk pada tubuh Anda. Hal tersebut yang kemudian menimbulkan jerawat pada bagian tubuh, biasanya akan muncul pada punggung. Selain itu, terkadang juga akan membentuk kerak seperti tanah yang padat serta bercak-bercak coklat pada area kulit.

    Mengurangi Tingkat Kesuburan Reproduksi
    Dengan tidak mandi, akan membuat diri Anda terkena infeksi, kulit kusam, dan masih banyak lagi. Namun, tidak mandi juga berisiko kehilangan kesempatan untuk memperkuat kesuburan. Berdasar penelitian, mandi dengan air dingin pada pagi hari membuat produksi hormon testostegon pada pria akan semakin meningkat. Begitu juga dengan hormon estrogen pada wanita.

    Baca juga: Konsumsi Antibiotik Tak Terkendali Bikin Indonesia Rentan Jadi Sumber Bakteri Resisten