Tag: Hamas

  • Ikut Dukung Palestina, Anggota DPR Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Sidang Paripurna

    Ikut Dukung Palestina, Anggota DPR Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Sidang Paripurna

    TIKTAK.ID – Anggota DPR diketahui kompak memakai syal bergambar bendera Palestina dalam rapat paripurna ke-8;DPR RI, pada Selasa (31/10/23). Pimpinan DPR menyampaikan komitmen dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

    Menurut Ketua DPR RI, Puan Maharani, parlemen Indonesia terus mendorong Pemerintah agar segera mengambil langkah diplomasi, guna memberikan keadilan untuk Palestina, serta berakhirnya penjajahan berkepanjangan Israel atas Palestina yang terus dilawan kelompok pejuang Hamas.

    “Merespons konflik bersenjata yang terjadi antara Israel dengan kelompok militan Palestina, Hamas, yang sudah menewaskan ribuan orang, DPR RI terus mendorong Pemerintah supaya mengambil langkah diplomasi dalam mendukung penyelesaian yang adil bagi Palestina,” ujar Puan dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, seperti dikutip Republika.co.id dari siaran langsung YouTube DPR RI, pada Selasa (31/10/23).

    Baca juga : RI Tegaskan Agresi Israel di Gaza sebagai Kejahatan Kemanusiaan

    Adapun isu soal Palestina yang disampaikan oleh Puan dalam sidang paripurna itu disebut-sebut sebagai salah satu hal yang menjadi atensi DPR RI dalam masa persidangan II Tahun Sidang 2023-2024. Puan menyatakan legislatif terus mendorong eksekutif untuk menyuarakan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

    “Serta terus menyuarakan pengakuan internasional terhadap kedaulatan dan kemerdekaan rakyat Palestina,” ungkap Puan, disambut gemuruh tepuk tangan para anggota dewan.

    Puan mengeklaim pihaknya bakal konsisten menyuarakan pengakuan internasional terhadap kedaulatan rakyat Palestina. Dia mengaku pada masa persidangan, DPR RI melakukan serangkaian bilateral dengan berbagai negara, yaitu Korea Selatan, Afrika Selatan, Polandia, dan Uni Eropa.

    Baca juga : Misi ‘Asta Cita’ Prabowo-Gibran Jika Menang Pilpres 2024: Perketat Masuknya Tenaga Kerja Asing

    “DPR RI bakal terus berupaya untuk dapat melaksanakan tugas diplomasi antarparlemen. Dengan begitu, Indonesia punya posisi politik luar negeri yang semakin kuat,” jelas Puan.

    Seperti diketahui, konflik Palestina-Israel terus bergulir hingga saat ini. Berdasarkan laporan AP News, terdapat sekitar 8.000 orang di Palestina meninggal dunia akibat serangan udara Israel, dan sebagian besar dari korban merupakan perempuan dan anak-anak.

    Sementara itu, di berbagai negara, masyarakat dunia menyuarakan simpati dan kepedulian pada rakyat Palestina dengan melakukan upaya demonstrasi. Termasuk di Indonesia, ribuan orang melakukan aksi dukung Palestina di depan Kedubes AS di Jakarta Pusat pada Sabtu (28/10/23), sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi Israel di Palestina.

  • FIFA Tolak Tawaran Aljazair Jadi Kandang Sementara Timnas Palestina

    FIFA Tolak Tawaran Aljazair Jadi Kandang Sementara Timnas Palestina

    TIKTAK.ID – Aljazair dikabarkan telah menawarkan diri untuk dapat menjadi kandang sementara bagi Timnas Palestina di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Akan tetapi, tawaran Aljazair tersebut ditolak oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

    Untuk diketahui, konflik antara Hamas dan Israel di jalur Gaza turut berdampak pada Timnas Palestina. Palestina pun kemungkinan masih tidak dapat bermain di negaranya, lantaran masalah keamanan.

    Timnas Palestina sendiri terakhir kali memainkan laga kandang di nagara mereka pada 2019 silam. Setelah itu, mereka harus bermain di negara lain ketika melangsungkan pertandingan kandang.

    Seperti dilansir detikcom, Palestina bakal kembali menjalani laga kandang pada 21 November mendatang, ketika menghadapi Australia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Aljazair lantas menawarkan kepada Asosiasi Sepak bola Palestina, bersedia untuk menjadi kandang sementara pasukan Makram Daboub.

    Akan tetapi, mengutip Insideworldfootball, keinginan Aljazair untuk menjadi kandang sementara Palestina ini ditentang oleh FIFA. FIFA dan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) memutuskan melarang Palestina untuk bermain di luar Asia.

    Aturan FIFA memang menyatakan Timnas negara tidak boleh memainkan laga Kualifikasi Piala Dunia di luar wilayah geografis konfederasinya. Adapun Timnas Palestina berada di bawah naungan AFC, sehingga mereka harus tetap memainkan laga kandang di Asia, walaupun tak bisa bermain di negara sendiri.

    Usai larangan FIFA ini muncul, masih belum dipastikan di mana Palestina akan bertanding menjamu Australia. Situasi tentu bakal menganggu persiapan Palestina maupun Australia.

    Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia juga sempat menawarkan bantuan venue pertandingan kepada Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Kualifikasi Piala Asia 2027.

    Metro Malaysia melaporkan bahwa Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Adam Adli Abd Halim mengaku akan memberikan kesempatan kepada Palestina untuk memakai stadion di Malaysia untuk melawan Australia.

    “Kami [Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia] sudah melakukan kontak dengan Kedutaan Besar Palestina dan memberikan tawaran untuk menggelar pertandingan antara Palestina dan Australia di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Cheras bulan depan,” jelas Adam, mengutip CNNIndonesia.com.

  • Kecam Serangan Israel di Gaza, IDAI Desak Lindungi Hak Anak-anak

    Kecam Serangan Israel di Gaza, IDAI Desak Lindungi Hak Anak-anak

    TIKTAK.ID – Perang di jalur Gaza antara Israel dan Palestina semakin memburuk. Bahkan setiap harinya, korban terus berjatuhan dari tentara hingga warga sipil, termasuk anak-anak.

    Perang tersebut pun dikabarkan sudah masuk ke dalam tindakan tragis, yakni pengeboman pada tempat tinggal. Merespons hal itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan ucapan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada korban yang terdampak perang Gaza di Palestina.

    Kemudian IDAI juga menyatakan mengutuk keras tindakan tragis yang terjadi di Gaza, yaitu pengeboman yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap bangunan-bangunan tempat tinggal, konvoi pengungsi, dan rumah sakit di wilayah tersebut.

    Baca juga : Jokowi Restui Mahfud MD Dampingi Ganjar di Pilpres 2024

    “Tragedi kemanusiaan ini sudah menyebabkan banyak kematian dan kerugian yang signifikan pada penduduk sipil, termasuk populasi yang rentan seperti pasien yang sedang di rawat di rumah sakit”, tulis IDAI melalui akun Instagram miliknya @idai_ig, pada Rabu (18/10/23), seperti dilansir Okezone.com.

    Menurut IDAI, banyaknya anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan tersebut, menyebabkan tindakan ini melanggar hak asasi manusia, Konvensi Jenewa, dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

    Untuk itu, sebagai bentuk solidaritas, IDAI menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk pihak yang berwenang di seluruh dunia, agar segera menanggapi situasi ini, dan menuntut pertanggung jawaban dari pihak yang terlibat dalam tindakan ini.

    Baca juga : Diisukan Bakal Deklarasi Jadi Cawapres Prabowo, Erick Thohir Masih Dampingi Jokowi ke Tiongkok

    “Kita perlu melindungi hak-hak anak dan memastikan keselamatan anak-anak,” terang IDAI.

    IDAI menjelaskan bahwa warga sipil khususnya anak-anak memerlukan perlindungan dari kekerasan lebih lanjut. Mereka menyebut pasokan kemanusiaan, termasuk kebutuhan pokok, makanan, obat-obatan, dan ketersediaan tempat tinggal, harus terjamin.

    IDAI menegaskan bahwa sebagai organisasi seluruh dokter spesialis anak di Indonesia, pihaknya mendukung upaya-upaya untuk melindungi dan mengadvokasi hak asasi manusia serta mendukung upaya-upaya perdamaian yang berkelanjutan.

    Baca juga : Mahfud MD Resmi Cawapres Ganjar, Pengamat: PDIP Ingin Buktikan Tak Bergantung dengan Jokowi 

    Perlu diketahui, setidaknya 500 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza pada Selasa (17/10/23). Hal itu menjadi insiden paling mematikan sejak rezim penjajah tersebut melancarkan serangan sejak 7 Oktober lalu.

    Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun mengecam serangan udara itu. Dia menyebutnya sebagai tindakan “genosida” dan “bencana kemanusiaan”, mengutip CNBCIndonesia.com dari Al Jazeera.

  • RI Ajak Negara-negara OKI Gelar Pertemuan Khusus Bahas Palestina

    RI Ajak Negara-negara OKI Gelar Pertemuan Khusus Bahas Palestina

    TIKTAK.ID – Indonesia terus bergerak aktif demi mencari solusi atas perang yang terjadi antara kelompok pejuang Palestina Hamas dan militer Israel, yang kembali meletus pada 7 Oktober lalu.

    Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi yaitu terus melakukan komunikasi dengan para Menlu negara sahabat. Komunikasi tersebut dilakukan untuk menggalang suara supaya segera diambil langkah untuk menghindari risiko bencana kemanusiaan yang semakin memburuk dalam perang Israel-Hamas.

    “Indonesia dan beberapa negara OKI mengusulkan segera dilakukan Pertemuan Khusus Tingkat Menteri,” begitu keterangan Kementerian Luar Negeri di X, media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada Senin (16/10/23), seperti dilansir Metrotvnews.com. Sekadar informasi, OKI, atau biasa juga disebut OIC, merujuk pada Organisasi Kerja Sama Islam.

    Baca juga : Soal Peluang Gibran Jadi Cawapres Usai Putusan MK, Jokowi: Saya Tak Ikut Campur

    Pertemuan Luar Biasa Tingkat Menteri OKI yang membahas situasi di Palestina dilaksanakan di Jeddah, Arab Saudi pada 18 Oktober 2023.

    “Menlu RI akan terbang langsung dari Beijing untuk menghadiri pertemuan tersebut,” lanjut pernyataan Kemenlu RI.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza pada Senin ini melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza telah bertambah menjadi sebanyak 2.750 orang. Selain itu, jumlah korban luka juga bertambah menjadi 9.700 orang.

    Baca juga : PKS: Koalisi Perubahan Siap Umumkan Ketua BAJA AMIN dalam Waktu Dekat

    Dalam pernyataan sebelumnya, Kemenkes Gaza sempat menyebut lebih dari 750 anak-anak termasuk di antara korban tewas serangan Israel. Otoritas kesehatan Palestina sendiri mengungkapkan bahwa terdapat 58 korban jiwa di Tepi Barat, dan sedikitnya 1.250 orang terluka.

    Tak hanya itu, LSM Defence for Children International (DCI) mengungkapkan bahwa jumlah kematian anak-anak Palestina disebut telah melampaui 1.000 orang, sejak Israel melancarkan serangan udara mematikan selama lebih sepekan di Gaza sejak 7 Oktober lalu.

    Mengutip Republika.co.id dari laman Middle East Eye, pada Rabu (18/10/23), DCI menyatakan pemboman Israel di wilayah yang terkepung itu sudah menewaskan lebih dari 100 anak per hari, atau satu anak setiap 15 menit. DCI pun menilai dampak emosional bagi anak-anak atas peristiwa perang ini sangat besar.

  • JK Minta Semua Masjid Bacakan Qunut Nazilah untuk Keselamatan Warga Palestina

    JK Minta Semua Masjid Bacakan Qunut Nazilah untuk Keselamatan Warga Palestina

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Dewan Masjid (DMI) Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengimbau semua masjid di Indonesia untuk membaca Qunut Nazilah, demi keselamatan warga Palestina di Jalur Gaza. JK menyebut DMI bakal membuat edaran yang meminta masjid untuk membaca Qunut Nazilah.

    “Kita keluarkan edaran supaya semua masjid melaksanakan Qunut Nazilah untuk mendoakan keselamatan rakyat Palestina dan perdamaian di sana,” ujar JK di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/10/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Qunut Nazilah sendiri adalah doa yang diucapkan ketika iktidal dalam salat saat seseorang atau kelompok tertentu mengalami musibah, pandemi, wabah, atau semacamnya.

    Baca juga : Singgung Politik Kemanusiaan, PDIP Harap Keluarga dan Loyalis Gus Dur Dukung Ganjar

    “Seluruh Masjid Indonesia demi keselamatan rakyat Palestina serta perdamaian,” tutur JK.

    Seperti diketahui, kini jalur Gaza tengah berkecamuk, usai milisi Palestina, Hamas, menyerang pasukan Israel di kawasan tersebut akhir pekan lalu. Hamas telah melancarkan serangan pada Sabtu (7/10/23) dengan menyebutnya sebagai operasi Badai Al-Aqsa guna mengakhiri pendudukan terakhir di bumi.

    Namun pasukan Israel tidak tinggal diam dan membalas serangan Hamas dengan melancarkan Operasi Pedang Besi. Operasi Israel tersebut pun menargetkan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza.

    Baca juga : Terkait Peluang Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Ketum Golkar: Tunggu MK

    Israel memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza. Mereka bahkan memutus pasokan air, bahan bakar, listrik, dan makanan ke wilayah tersebut dan lebih dari 2 juta penduduknya.

    Aksi saling serang ini terus berlanjut hingga saat ini. Ratusan jiwa tewas akibat serangan tersebut. Saluran TV Israel melaporkan bahwa setidaknya 900 orang warga Israel meninggal dunia, sedangkan 2.600 lainnya luka-luka. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan lebih dari 600 warga Palestina tewas dan 3.726 lainnya terluka.

    Lebih lanjut, kelompok militan Lebanon, Hizbullah, mengaku menyerang Israel dengan rudal di perbatasan. Hal itu sontak memicu serangan balasan dari Israel.

    Baca juga : Demokrat Bocorkan 4 Kandidat Kuat Pendamping Prabowo di 2024, Tidak Ada Nama AHY

    “Serangan ini merupakan respons yang menentukan atas agresi yang menewaskan tiga pejuang Hizbullah,” jelas kelompok tersebut, mengutip CNBCIndonesia.com dari outlet media al-Manar yang berafiliasi dengan Hizbullah.

    Kelompok militan itu juga mengeklaim mereka tegas dalam membalas serangan Israel di Lebanon. Khususnya saat para martir tewas dalam serangan tersebut.

  • JK Bela Palestina Soal Serangan ke Israel: Tindakan Luar Biasa Untuk Kemerdekaan

    JK Bela Palestina Soal Serangan ke Israel: Tindakan Luar Biasa Untuk Kemerdekaan

    TIKTAK.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK buka suara terkait serangan kelompok militan Palestina Hamas berskala besar ke Israel. JK menilai serangan tersebut luar biasa untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan.

    “Iya, oh iya tentu itu suatu tindakan yang luar biasa, dilakukan demi kebebasan dan kemerdekaan,” ujar JK di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/10/23), seperti dilansir detikcom.

    Kemudian JK memuji serangan yang dilakukan tersebut. Dia mengatakan bahwa serangan yang dilakukan itu cermat, dengan perencanaan yang baik.

    Baca juga : Gerindra Beberkan Akan Ada Pertemuan Prabowo dan PSI 

    “Tentu pejuang-pejuang yang sudah merencanakannya luar biasa kerahasiaannya, tidak diketahui oleh Israel, jarang terjadi, dan itu berani, cermat dan perencanaan luar biasa,” ucap JK.

    Indonesia sendiri telah menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya konflik militan Palestina Hamas dengan Israel yang mengakibatkan korban tewas ratusan jiwa. Indonesia juga mendesak agar kekerasan tersebut dapat segera dihentikan.

    “Indonesia sangat prihatin atas meningkatnya eskalasi konflik antara Palestina-Israel. Indonesia mendesak supaya tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia,” tegas Kementerian Luar Negeri Indonesia, lewat akun media sosial X, Minggu (8/10/23).

    Baca juga : Prabowo Dapat Dukungan Lagi, Kali ini dari Alumni Pelajar Islam Indonesia

    Menurut Kemenlu RI, akar konflik harus segera diselesaikan. RI menyatakan hal itu harus diselesaikan sesuai parameter yang telah disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    “Akar konflik tersebut, yakni pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, harus diselesaikan, sesuai parameter yang sudah disepakati PBB,” imbuhnya.

    Mengutip Antaranews.com, serangan Hamas di Gaza terjadi secara mendadak pada Sabtu (7/10/23). Mereka menggempur Israel dari berbagai penjuru, baik udara, darat, maupun laut. Adapun kejutan tersebut bertepatan dengan perayaan Simchat Torah, salah satu hari paling menggembirakan dalam kalender Yahudi.

    Baca juga : Jokowi Ungkap 3 Tipe Pemimpin yang Tak Boleh Dipilih Masyarakat

    Kemudian dalam sejumlah laporan, korban tewas di kedua pihak sudah lebih dari 250 orang. Sementara korban luka lebih dari 1.500 orang.

    Sekadar informasi, hal-hal pemicu ketegangan sudah lama berkecamuk antara Israel dan Palestina. Di antaranya soal kompleks Masjidil Aqsa yang sensitif, yang disucikan oleh umat Islam dan Yahudi, serta tetap menjadi inti emosional dari konflik kedua negara.

  • Petinggi Hamas Kunjungi Lebanon, Bahas Kondisi Israel yang Makin Lemah

    Petinggi Hamas Kunjungi Lebanon, Bahas Kondisi Israel yang Makin Lemah

    TIKTAK.ID – Petinggi Hamas, Saleh al-Arouri, diketahui mengunjungi Lebanon pada pekan ini. Di sana, ia mengolok-olok Israel yang kini tengah didera kekacauan, baik dari dalam maupun di luar negeri.

    Mulanya, Arouri menyinggung soal tembakan roket dari kubu di negara-negara tetangga, seperti Suriah dan Lebanon, usai polisi Israel menyerang jemaah Muslim yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsa pekan lalu.

    Arouri mengatakan bahwa tembakan roket dari negara-negara tersebut adalah “bukti kalau ada orang-orang yang akan melindungi Masjid Al Aqsa”.

    “Pasukan Perlawanan memiliki kekuatan dan niat untuk menghentikan agresi terhadap masjid itu dan mereka akan berupaya membebaskannya,” ujar Arouri, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Sekadar informasi, Arouri merupakan bagian delegasi dari kelompok Palestina yang terbang ke Lebanon untuk bertemu dengan pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah.

    Dalam pertemuan tersebut, turut hadir delegasi dari kelompok Palestina lainnya dari Jalur Gaza yang kerap menyerang Israel, yakni Jihad Islam. Mereka bertemu guna membahas peningkatan ketegangan antara warga Israel dan Palestina setelah terjadi insiden penyerangan di Masjid Al Aqsa.

    Tidak hanya masalah Al Aqsa, kisruh politik dalam negeri Israel juga tidak luput dari pembicaraan Arouri ketika menggelar konferensi pers pada Rabu (12/4/23). Dalam kesempatan tersebut, Arouri menyoroti gelombang demonstrasi besar-besaran di Israel lantaran rezim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana merombak sistem peradilan.

    Menurut laporan Reuters, Israel memang tengah didera konflik politik besar yang membuat popularitas Netanyahu terjun bebas. Arouri bahkan mengeklaim Israel saat ini dalam “krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia menilai Israel dalam kondisi lemah, sedangkan Perlawanan yang dibangun dari Jalur Gaza dan Lebanon semakin kuat.

    “[Krisis itu] memicu perpecahan internal. Sedangkan Poros Perlawanan mencapai momentum dan perkembangan di Kawasan mendukungnya,” jelas Arouri, mengutip Haaretz.

    Senada dengan Arouri, Kepala Dewan Implementasi Keputusan Hizbullah, Sefi Eddin menyebut posisi Poros Perlawanan terhadap Israel saat ini sangat kuat.

    “Poros Perlawanan kini bersatu untuk satu tujuan, penghancuran Israel dan satu-satunya cara untuk melakukannya yaitu dengan perlawanan militer,” tegas Sefi Eddin.

  • Hamas Surati Jokowi Minta Galang Dukungan Internasional untuk Palestina

    Hamas Surati Jokowi Minta Galang Dukungan Internasional untuk Palestina

    TIKTAK.ID – Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh Selasa (18/5/21) menyurati Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), meminta Indonesia mengerahkan dukungan internasional melawan agresi Israel di Indonesia, berdasar laporan kantor berita Anadolu.

    “Kami meminta Anda agar secepatnya bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional, dan mengambil sikap yang jelas dan tegas guna menekan pendudukan Israel sehingga segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza yang terkepung”, tulis Haniyeh dalam suratnya, sebagaimana dilansir Tempo mengutip dari Anadolu, 20 Mei 2021.

    Haniyeh juga menghendaki Presiden Jokowi menekan Israel atas pelanggaran di Yerusalem, termasuk permukiman ilegal, pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, serta tindakan mengganggu di Masjid Al Aqsa.

    Sementara itu, dalam pernyataan bersama dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Presiden Joko Widodo mengutuk keras penjajahan Israel terhadap Palestina.

    Ketiga negara tersebut juga mengecam keras pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan dilakoni oleh Israel, serta mendesak tindakan kolektif guna mendapatkan pertanggungjawaban terhadap pelanggaran tersebut.

    Sementara Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi serta delegasi RI untuk PBB pun ikut memperjuangkan gencatan senjata Israel dan Palestina melalui rapat Dewan Keamanan PBB di New York.

    Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Alphyanto menyatakan Indonesia mendesak penghentian tindak kekerasan atau gencatan senjata, bukan hanya temporer, namun seterusnya.

    Langkah diplomatik menjelang gencatan senjata dalam konflik Israel-Palestina kian meningkat pada Kamis (20/5/21) sesudah Presiden AS, Joe Biden menggaungkan de-eskalasi, namun Israel tetap menghujani Gaza dengan bom udara dan peluncuran roket Hamas kembali berlangsung seusai jeda.

    Seorang pejabat senior dari kelompok militan Hamas memperhitungkan gencatan senjata dalam hari-hari berikutnya, sebagaimana dilansir Reuters. Seorang menteri Israel menyatakan Israel bakal memberhentikan serangannya asalkan sudah meraih tujuannya.

    Israel terus menyerang melalui udara di Gaza yang dipenuhi pendukung Hamas, dengan menyatakan pihaknya hendak menghalangi kelompok Islam dari serangan di masa depan sesudah konflik masa ini berhenti.

    Terhitung sejak pertempuran 10 Mei, otoritas kesehatan di Gaza menyebutkan terdapat 228 korban jiwa dan ribuan warga Palestina lainnya terluka akibat pengeboman udara Israel.

  • Takut Hamas Menang, Diam-diam Israel Paksa Mahmoud Abbas Batalkan Pemilu Palestina

    Takut Hamas Menang, Diam-diam Israel Paksa Mahmoud Abbas Batalkan Pemilu Palestina

    TIKTAK.ID – Kepala Badan Keamanan Israel, Shin Bet, Nadav Argaman diam-diam telah bertemu Pemimpin Otoritas Palestina (PA), Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Presiden Fatah, Mahmoud Abbas.

    Dalam pertemuan itu, Argaman mendesak Abbas membatalkan Pemilu Palestina.

    Informasi itu dilaporkan media Israel Channel 13. “Argaman bertemu dengan Abbas di Ramallah selama dua pekan terakhir”, ungkap laporan Times of Israel.

    “Dia mendesak Abbas membatalkan Pemilu jika Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas mengambil bagian”, papar laporan Times of Israel.

    Anadolu Agency melaporkan saluran TV Israel yang mengklaim Argaman memperingatkan Abbas tentang upaya Palestina mendorong penyelidikan kejahatan Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

    Argaman juga mengancam Abbas terkait rencana Fatah masuk dalam daftar bersama dengan Hamas untuk Pemilu parlemen serta membentuk pemerintahan koalisi dengan Hamas.

    Times of Israel melaporkan badan penyiaran publik Kan Israel melaporkan Nadav Argaman ditolak oleh Kepala Otoritas Palestina.

    Anadolu Agency mengutip TV Israel yang menyatakan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) datang secara diam-diam di Ramallah selama dua pekan terakhir dan memberikan tiga peringatan yang sama.

    Hamas saat ini mengontrol Jalur Gaza yang diblokade Israel. Dukungan rakyat Palestina terhadap Hamas sangat besar sehingga membuat Israel ketakutan Pemilu itu akan kembali dimenangkan Hamas.

  • Setelah 15 Tahun, Hamas-Fatah Sepakat Adakan Pemilu Nasional di Palestina

    Setelah 15 Tahun, Hamas-Fatah Sepakat Adakan Pemilu Nasional di Palestina

    TIKTAK.ID – Hamas yang menguasai wilayah Gaza dan Fatah yang berpusat di Tepi Barat setuju untuk mengadakan pemilihan umum Palestina pertama setelah hampir 15 tahun, kata para pejabat dari kedua belah pihak kepada AFP, Kamis (24/9/20).

    Pemungutan suara akan dijadwalkan dalam enam bulan ke depan di bawah kesepakatan yang dicapai antara Pemimpin Fatah, Mahmud Abbas dan Kepala Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

    “Kami telah sepakat untuk pertama-tama mengadakan pemilihan legislatif, kemudian pemilihan presiden Otoritas Palestina, dan terakhir Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina,” kata Jibril Rajub, seorang pejabat senior Fatah.

    Pemilihan parlemen Palestina terakhir kali diadakan pada 2006 ketika Hamas menang telak secara tak terduga.

    Seorang pejabat tinggi Hamas, Saleh al-Arouri mengatakan bahwa kesepakatan itu dicapai selama pertemuan yang diadakan di Turki.

    “Kali ini kami mencapai konsensus yang nyata,” katanya, berbicara kepada AFP melalui saluran telepon dari Istanbul.

    “Perpecahan telah merusak tujuan nasional kami dan kami sedang bekerja untuk mengakhirinya,” Arouri menambahkan.

    Kedua belah pihak membentuk Pemerintah Persatuan setelah pemungutan suara 2006, tetapi segera bubar dan memicu meletusnya bentrokan berdarah di Jalur Gaza antara kedua belah pihak pada tahun berikutnya.

    Hamas sejak itu memerintah Gaza, sementara Fatah menjalankan Otoritas Palestina yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat.

    Berbagai upaya rekonsiliasi telah diupayakan, namun tetap saja gagal menutup keretakan, termasuk perjanjian pertukaran tahanan pada 2012 dan Pemerintahan Persatuan yang berumur pendek pada dua tahun kemudian.

    Sementara pembicaraan baru-baru ini dipicu oleh dua negara Arab —Uni Emirat Arab dan Bahrain— yang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel dan disebut oleh Palestina sebagai sebuah pengkhianatan.

    Kesepakatan dua negara Arab tersebut mengabaikan konsensus Arab yang selama puluhan tahun dipegang teguh bahwa hubungan dengan negara Yahudi tidak boleh dinormalisasi sampai telah ditandatangani kesepakatan damai yang komprehensif dengan Palestina.

    Sebagai ungkapan rasa kekecewaannya, Palestina akhirnya mundur dari kursi Ketua Pertemuan Liga Arab.

    Sebelumnya, pada awal bulan ini, Palestina gagal membujuk Liga Arab untuk mengutuk negara-negara yang mulai menormalisasi hubungannya dengan Israel.

    Palestina seharusnya memimpin pertemuan Liga Arab selama enam bulan ke depan, tetapi Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan pada konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat bahwa mereka tidak lagi menginginkan posisi itu.

    “Palestina telah memutuskan melepas haknya untuk memimpin dewan Liga [Menteri Luar Negeri] pada sesi saat ini. Tidak ada kehormatan melihat orang Arab terburu-buru memutuskan untuk normalisasi selama masa kepresidenannya,” kata Maliki.