Tag: Gaya hidup sehat

  • Manfaat Gaya Hidup Aktif, Kontrol Berat Badan Hingga Tingkatkan Peluang Panjang Umur

    Manfaat Gaya Hidup Aktif, Kontrol Berat Badan Hingga Tingkatkan Peluang Panjang Umur

    TIKTAK.ID – Gaya hidup aktif mampu memberikan banyak manfaat, mulai dari mengontrol berat badan hingga meningkatkan peluang hidup panjang umur. Dr Antonius Andi Kurniawan, Sp.K.Om menyebut gaya hidup aktif semakin digemari oleh masyarakat Indonesia saat ini.

    “Tahun ini menurut saya sudah semakin meningkat (tren gaya hidup aktif). Jika kita bicara event lari, semakin banyak (peserta), dan kalau kita bicara Gelora Bung Karno (orang yang jalan kaki), semakin ramai, terutama di Jakarta,” ujar dr Andi, seperti dikutip Kompas.com dari Antara pada Jumat (17/1/25).

    Disarikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mayo Clinic, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berikut ini beberapa manfaat menerapkan gaya hidup yang rutin bergerak:

    Baca juga : Kenali Pentingnya Vaksinasi MMR Sebelum Menikah atau Bepergian

    Mengelola berat badan

    Salah satu manfaat gaya hidup aktif yaitu membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih atau membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Ketika Anda berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik lainnya, tubuh dapat membakar kalori. Semakin intens aktivitas fisik, maka semakin banyak pula kalori yang bisa dibakar.

    Menguatkan tulang dan otot

    Seiring bertambahnya usia, maka kekuatan tulang dan otot semakin menurun. Oleh sebab itu, penguatan otot penting bagi orang dewasa yang lebih tua. Manfaat gaya hidup aktif dengan rutin berjalan kaki mampu meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya massa tulang, serta menurangi risiko keretakan tulang.

    Baca juga : Kenali Manfaat Rucking, Jalan Kaki dengan Beban di Punggung

    Mengurangi risiko penyakit

    Gaya hidup aktif dapat memperbaiki banyak hal, termasuk menurunkan berat badan, meningatkan kadar kolesterol baik (kolesterol HDL), dan menurunkan trigliserida. Kombinasi itu akan menjaga aliran darah Anda tetap lancar, yang menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yang disebut penyakit kardiovaskular.

    Aktivitas fisik teratur dapat membantu mencegah atau mengelola banyak masalah kesehatan, termasuk stroke, sindrom metabolik, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes tipe 2, depresi, kecemasan, banyak jenis kanker, hingga radang sendi.

    Meningkatkan peluang hidup panjang umur

    Baca juga : Kenali Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan

    Berjalan kaki lebih banyak dari hari ke hari pada akhirnya akan membantu meningkatkan peluang hidup panjang umur dengan menurunkan risiko kematian dini akibat semua penyebab. Berdasarkan hasil sebuah penelitian, untuk orang dewasa yang berusia di bawah 60 tahun, risiko kematian dini menurun dengan menerapkan kebiasaan berjalan kaki sekitar 8.000 hingga 10.000 langkah per hari. Sedangkan untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, risiko kematian dini dapat menurun dengan sekitar 6.000 hingga 8.000 langkah per hari.

  • Lakukan Kebiasaan Baik Ini untuk Turunkan Kolesterol

    Lakukan Kebiasaan Baik Ini untuk Turunkan Kolesterol

    TIKTAK.ID – Tak sedikit orang yang didiagnosis punya level kolesterol yang tinggi. Padahal, kondisi itu bisa sangat berbahaya karena berpotensi menjadi salah satu penyebab dari penyakit jantung.

    Jika Anda didiagnosis kolesterol tinggi oleh dokter, biasanya Anda akan disarankan untuk berolahraga dan mengonsumsi obat. Selain itu, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol.

    1. Menghentikan asupan lemak trans

    Lemak trans adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan jumlah LDL dan mengurangi jumlah HDL di dalam tubuh, sehingga tidak akan membantu menurunkan kolesterol. Seperti dikutip Kompas.com dari WebMD, mengonsumsi lemak trans akan meningkatkan peluang seseorang sakit jantung dan mengalami stroke.

    Menurut Mayo Clinic, lemak trans terkandung pada makanan yang diolah menggunakan minyak terhidrogenasi, yakni minyak cair yang dipadatkan sehingga menambah level hidrogen yang dikandung. Minyak ini memang lebih murah dan tidak mudah untuk basi, sehingga sering digunakan mengolah makanan supaya umur simpannya lebih lama.

    Beberapa daftar makanan yang memakai lemak trans di antaranya pizza beku, makanan yang digoreng seperti french fries, donat, dan ayam goreng, margarin stik, dan lainnya.

    1. Mengurangi berat badan

    Bila Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, maka mengurangi sedikit berat badan akan menurunkan LDL.

    Healthline menjelaskan, menurunkan sedikit berat badan bisa sangat berpengaruh pada jumlah kolesterol dalam tubuh. Anda tak perlu melakukan diet ketat, karena mengurangi sekitar 5 hingga 10 persen dari berat badan sudah sangat berpengaruh pada penurunan level kolesterol.

    1. Mulai berolahraga

    Dengan melakukan olahraga secara rutin, bakal membuat badan lebih sehat dan membantu meningkatkan level HDL di dalam tubuh. Healthline menyebut melakukan olahraga aerobik selama 30 hingga 60 menit per hari bakal sangat membantu. Bahkan WebMD menjelaskan, memulai dengan berolahraga selama 10 menit per hari saja sebagai permulaan dapat berkontribusi dalam meningkatkan HDL.

    1. Menambah asupan serat

    Makanan yang mengandung serat larut akan membantu mencegah tubuh menyerap kolesterol. Beberapa jenis makanan yang disarankan yaitu oatmeal, apel, buah plum, kacang merah, kubis, pir, dan biji-bijian.

    Mengonsumsi serat sebanyak 5 hingga 10 gram setiap hari terbukti akan menurunkan level LDL di dalam tubuh.

  • Tren Makanan Organik, Benarkah Lebih Sehat?

    Tren Makanan Organik, Benarkah Lebih Sehat?

    TIKTAK.ID – Dalam beberapa tahun ini, popularitas makanan organik makin meningkat, seiring dengan kesadaran untuk hidup sehat dengan mengubah gaya hidup dan pola makan.

    Makanan organik sendiri merupakan bahan pangan yang ditanam tanpa sebagian besar pupuk dan pestisida sintetis. Sedangkan untuk produk hewani organik, yakni bebas antibiotik dan hormon.

    Tren mengonsumsi makanan organik membuat swalayan dan rumah makan ikut menawarkan jenis makanan ini sebagai pengalaman yang baru. Walaupun harganya lebih mahal, tapi makanan organik sering dinilai lebih bergizi dan lebih aman dibanding bahan pangan reguler. Akan tetapi, benarkah makanan organik lebih sehat?

    Mengutip health.ucdavis.edu, makanan organik tidak lebih sehat dalam hal nutrisi. Artinya, Anda masih bisa mendapatkan berbagai manfaat kesehatan yang sama dengan bahan pangan reguler.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Departemen Ilmu Gizi dan Pangan di Wayne State University AS, David Klurfeld, PhD.

    “Masih sangat sedikit informasi tentang hasil kesehatan aktual dengan mengonsumsi produk pangan organik,” ujar Klurfeld seperti dikutip Kompas.com dari Web MD.

    “Kami pun tidak cukup tahu untuk mengatakan bahwa yang satu (makanan organik) lebih baik dari yang lain,” imbuhnya.

    Meski belum terbukti lebih baik secara nutrisi, namun ada pendapat bahwa konsumsi makanan organik jauh lebih aman dibandingkan bahan pangan reguler. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan penggunaan pestisida dan pupuk sintetis.

    “Jika Anda berbicara mengenai pestisida, buktinya cukup meyakinkan (makanan organik lebih aman). Selain itu, peluang Anda mendapatkan residu pestisida jauh lebih sedikit dalam makanan organik,” terang Profesor Ilmu Tanah di Washington State University, John Reganold.

    Kemudian berdasarkan data Departemen Pertanian AS (USDA), makanan organik memiliki lebih sedikit residu pestisida dibandingkan produk yang ditanam secara konvensional. Hal itu dapat menurunkan risiko terkait gangguan perkembangan saraf dan kanker.

    Namun health.harvard.edu menyatakan jumlah (residu) kedua jenis bahan pangan tersebut berada dalam tingkat konsumsi yang aman.

    Pestisida sintetis juga bukan satu-satunya ancaman dalam keamanan pangan, tapi justru yang perlu diwaspadai dalam bahan pangan yakni racun alami yang dihasilkan oleh tanaman itu sendiri.

    Sebab, ketika produksi pangan organik menjauhi insektisida dan herbisida sintetis, maka tanaman organik berpotensi menghadapi lebih banyak hama dan gulma. Hal itu pun dapat membuat tanaman organik menghasilkan lebih banyak racun.

  • Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Penyakit Jantung

    Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Penyakit Jantung

    TIKTAK.ID – Serangan jantung sering dianggap menakutkan oleh banyak orang karena bisa terjadi sewaktu-waktu. Penyakit ini terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung.

    Pada 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat serangan jantung. Meski begitu, masih banyak orang tidak melindungi diri mereka untuk menghindari penyakit ini.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Heart.org, salah satu kontributor terbesar dari kondisi ini yakni kurangnya komitmen terhadap gaya hidup sehat jantung. Gaya hidup sendiri merupakan pertahanan terbaik untuk mencegah berbagai penyakit jantung dan stroke.

    “Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular adalah cara terbaik dalam mencegah serangan jantung,” ujar Dr. Deepak L. Bhatt, Direktur Eksekutif program kardiovaskular intervensi di Brigham yang berafiliasi dengan Harvard dan Pusat Jantung & Vaskular Rumah Sakit Wanita, mengutip health.harvard.edu.

    Mengubah gaya hidup pun menjadi cara paling mudah untuk mencegah serangan jantung.

    Berikut ini sejumlah perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan:
    Berhenti/tidak merokok
    Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lama kelamaan bisa merusak jantung dan pembuluh darah Anda. Bahkan, jika Anda telah berhenti merokok bertahun-tahun, kesehatan jantung Anda masih berisiko. Hal ini akan bergantung pada seberapa sering merokok dan berapa lama Anda berhenti.

    Berdasarkan penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), perokok pasif atau orang yang kerap terkena paparan asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan peluang terkena penyakit kardiovaskular sebesar 25 hingga 30 persen.

    Menjaga kadar kolesterol
    Anda perlu menjaga kadar kolesterol tetap terkontrol agar terhindar dari serangan jantung. Pasalnya, semakin banyak kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) yang mengambang di sekitar aliran darah, maka dapat meningkatkan kemungkinan pengendapan di dalam arteri koroner.

    Endapan lemak tersebut bisa menjadi plak yang membatasi aliran darah. Kondisi itu pun akan menjadi lebih parah jika plak pecah dan mendorong pembentukan gumpalan darah. Jika begitu, probabilitas serangan jantung meningkat bahkan hingga berpotensi fatal.

    Selain itu, perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit jantung yakni mengelola tekanan darah, cukup tidur, berlatih manajemen stres, menjaga pola makan dan berat badan, serta rutin berolahraga.

  • Racikan Susu Oat, Susu Nabati yang Makin Populer

    Racikan Susu Oat, Susu Nabati yang Makin Populer

    TIKTAK.ID – Gaya hidup sehat saat ini kian populer. Sebagian orang mulai berganti kebiasaan dari mengonsumsi produk makanan hewani ke nabati, salah satunya susu.

    Susu oat akhir-akhir ini populer bagi pelaku vegan dan vegetarian. Susu oat juga sesuai untuk orang yang mempunyai intoleransi laktosa (tak dapat mengonsumsi produk susu atau asupan yang mempunyai kandungan laktosa).

    Oat yang biasa dibuat untuk oatmeal ini dipandang sebagai salah satu makanan sehat, karena memiliki kandungan lebih dari 50 nutrisi yang dibutuhkan tubuh, di antaranya karbohidrat, serat, lemak, protein, vitamin B1, B2, B3, B5, B9, kalsium, magnesium, folat, fosfor, mangan, kalium, serta zat besi.

    Jika mau, kamu pun dapat meracik susu oat atau susu gandum utuh sendiri di rumah tanpa harus membeli.

    Berikut ini cara meracik susu oat sebagaimana dimuat Metro.co.uk yang dikutip Kompas Selasa (8/9/20), yang dapat kamu coba sendiri.

    Persiapkan bahan-bahan berikut ini untuk membuat Susu Oat:

    Garam
    Air dingin
    Ekstrak vanili (opsional)
    Rolled Oats (gandum utuh)
    Bahan pemanis sesuai selera (opsional)

    Selanjutnya, ikuti langkah-langkah pembuatan Susu Oat:

    1. Takar oat sesuai kebutuhan, dengan perbandingan terhadap air empat kali lebih banyak. Sehingga kalau memakai satu cangkir oat bakal memerlukan empat cangkir air.

    2. Lalu campurkan oat, air, sedikit garam, pemanis, sertakan ekstrak vanila menggunakan takaran setengah sendok teh, atau mengikuti selera.

    3. Tuang dan campurkan semua bahan menggunakan blender atau food processor hingga tergilas atau tercampur halus sampai menjadi krim lembut.

    4. Saring hasil campuran yang diblender tadi menggunakan saringan halus atau kain katun tipis. Kalau masih ada gumpalan yang tidak tersaring saat pertama kali, saring lagi hingga gumpalannya sirna atau bisa disaring.

    5. Coba rasakan terlebih dahulu susunya. Jika rasanya kurang sesuai, dapat ditambahkan bahan lainnya. Misalnya ingin Susu Oat rasa cokelat, dapat diberikan tambahan cokelat.

    6. Simpan Susu Oat di kulkas. Susu tersebut dapat bertahan sekitar seminggu.

    7. Setiap hendak diminum, kocok terlebih dahulu.

    Selamat menikmati!