Tag: Fitur baru Whatsapp

  • WhatsApp Uji Coba Fitur Sharing Saat Video Call

    WhatsApp Uji Coba Fitur Sharing Saat Video Call

    TIKTAK.ID – WhatsApp tampaknya ingin terus meningkatkan pengalaman pengguna ketika melakukan video call di aplikasi Android. Teranyar, kini WhatsApp tengah menguji coba fitur screen sharing saat pengguna sedang melakukan video call.

    Screen sharing sendiri adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan isi layarnya ke perangkat lain saat video call. Fitur tersebut sudah banyak ditemukan di layanan konferensi video seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, dan lain-lain.

    Adapun fitur screen sharing di WhatsApp pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo di WhatsApp beta untuk Android versi 2.23.10.4. Fitur itu disebut-sebut telah tersedia bagi beta tester yang mengunggah WhatsApp beta untuk Android versi terbaru di Google Play Store.

    Berdasarkan hasil tangkapan layar yang dibagikan oleh WABetaInfo, terdapat ikon baru di menu panggilan video. Bila ikon tersebut ditekan, maka akan mulai membagikan layar atau screen sharing ke pengguna yang sedang video call dengan kalian.

    Jika fitur ini diaktifkan, WhatsApp bakal menampilkan pesan pop-up yang memperingatkan pengguna kalau aplikasi messaging tersebut akan bisa mengakses semua informasi yang ditampilkan di layar.

    Bila pengguna setuju untuk mulai membagikan layar, maka semua hal yang ditampilkan di perangkat kalian akan direkam dan dibagikan dengan penerima, seperti dikutip detik.com dari WABetaInfo, pada Senin (29/5/23).

    Akan tetapi, WABetaInfo menyebut fitur ini mungkin tidak akan tersedia di Android versi lawas. Selain itu, fitur ini mungkin tak dapat digunakan di panggilan grup dengan banyak orang, dan penerima mungkin tidak bisa melihat konten layar yang dibagikan kalau mereka memakai aplikasi WhatsApp versi lawas.

    Tidak hanya fitur screen sharing, update WhatsApp beta untuk Android kali ini juga membawa sedikit perubahan untuk tombol navigasi yang dipindah ke bagian bawah. Tab di bilah navigasi tersebut disusun ulang, sehingga urutannya menjadi Chat, Panggilan, Komunitas, dan Status.

    Fitur screen sharing dan bilah navigasi baru WhatsApp untuk Android sudah dapat dicoba oleh beta tester. Uji coba tersebut pun mengindikasikan fitur-fitur itu bakal segera diluncurkan ke seluruh pengguna dalam waktu dekat.

  • Kenali Fitur WhatsApp Baru ‘Chat yang Dikunci’

    Kenali Fitur WhatsApp Baru ‘Chat yang Dikunci’

    TIKTAK.ID – Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan perbincangan mengenai keberadaan folder baru di aplikasi perpesanan instan WhatsApp (WA). Kolom tersebut adalah “Chat yang dikunci” atau “Locked chat”.

    Berdasarkan twit dari akun base dengan handle @tanyarlfes, folder “Locked chat” tampak berada di bagian paling atas dari daftar obrolan WhatsApp. Folder itu berada tepat di atas folder “Archived”, yang dapat digunakan untuk menyimpan pesan-pesan diarsipkan.

    Seperti dilansir Kompas.com, sebenarnya fitur Lock Chat WA Folder “Chat yang dikunci” merupakan fitur Lock Chat WA. Kabar mengenai WhatsApp akan meluncurkan fitur Lock Chat telah beredar sejak April lalu. Namun fitur ini baru saja diluncurkan WhatsApp ke pengguna secara umum sekitar Selasa kemarin (16/5/23).

    Lock Chat WA memungkinkan pengguna untuk mengunci chat tertentu menggunakan kata sandi atau sistem keamanan biometrik (pemindaian sidik jari atau wajah).

    Fitur Lock Chat WA memiliki fungsi mengamankan pesan-pesan tertentu, sehingga tak mudah diakses atau dibuka oleh orang lain. Sebab, pesan yang dikunci hanya dapat diakses jika pengguna memasukkan password dengan benar.

    Sebetulnya fitur kunci WhatsApp sudah hadir sejak lama, tapi fitur yang mampu mengunci chat tertentu (bukan mengunci aplikasi) baru hadir sekarang. Dengan adanya fitur Lock Chat WA, maka pengguna dapat memilih chat personal atau grup untuk dikunci.

    Ketika dikunci, chat tidak akan lagi ditampilkan di halaman daftar obrolan. Pesan-pesan yang sudah dikunci menggunakan fitur Lock Chat WA bakal dikumpulkan dan tersimpan dalam folder “Chat yang dikunci”.

    Jika ingin memunculkan folder “Locked chat” di WhatsApp seperti yang sedang ramai di media sosial, maka pengguna perlu mengunci chat tertentu terlebih dahulu.

    Untuk mengunci chat WA agar masuk ke folder “Locked chat”, pengguna perlu membuka chat personal atau grup yang ingin dikunci. Kemudian klik nama kontak atau grup untuk membuka halaman profil ruang obrolan. Pada halaman itu, pilih opsi “Chat Lock”, lalu atur sistem keamanan yang bakal dipakai untuk mengunci chat tersebut.

    Sekadar informasi, kini tampaknya sistem keamanan yang bisa dipakai untuk kunci chat hanya pemindaian sidik jari. Jika sudah mengatur sistem keamanan, chat bakal otomatis berpindah ke folder “Locked Chat”. Notifikasi terdapat pesan baru pada chat yang terkunci akan tetap muncul, namun informasi nama pengirim, foto profil pengirim, dan preview pesannya tak ditampilkan.

  • WhatsApp Luncurkan Fitur Pembayaran di Singapura, Indonesia Kapan?

    WhatsApp Luncurkan Fitur Pembayaran di Singapura, Indonesia Kapan?

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui telah merilis fitur pembayaran dalam aplikasinya di Singapura pada pekan lalu, setelah India dan Brasil. Di Singapura, Meta bermitra dengan Stripe guna meluncurkan fitur ini.

    WhatsApp sendiri sudah membangun fitur pembayaran ini memakai Stripe Connect dan Stripe Checkout yang membuat pembayaran dalam aplikasi tersedia secara online dan offline. Dengan adanya fitur itu, pengguna WhatsApp bisa melakukan pembayaran ke sebuah bisnis menggunakan kartu kredit, kartu debit, atau sistem transfer dana PayNow Singapura.

    “Pengguna Singapura kini bisa membayar bisnis lokal untuk barang dan jasa dengan lancar dan aman dalam chat WhatsApp,” ungkap Leading Commerce and FinTech di Meta, Stephane Kasriel, dalam sebuah cuitan, Selasa (9/5/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Kemudian Meta mengatakan fitur untuk menerima pembayaran lewat WhatsApp hanya tersedia untuk beberapa bisnis saat ini. Akan tetapi, mereka berencana memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak bisnis dalam beberapa bulan ke depan. Fitur ini pun memungkinkan sebuah bisnis untuk dapat mengatur fitur ini melalui WhatsApp Business, yang akan memandu mereka untuk mendapatkan akun Stripe.

    Sementara itu, Country Director Meta Indonesia, Pieter Lydian mengaku WhatsApp di Indonesia sudah mengakomodasi pembayaran, namun melalui platform pihak ketiga atau third party.

    “Tepat sekali di Singapura payment telah dirilis. Tapi di Indonesia kalau kita lepaskan dari hal tersebut, itu partner-partner third partynya kita, payment gateway, dan lain sebagainya, sudah bisa dikolaborasikan di dalam platformnya. Platform sourcing, namun dari third party,” terang Pieter dalam acara Meta Business Update and Business Messaging di Jakarta Selatan, Selasa (16/5/23).

    Lantas Head of Industry Meta Indonesia, Aldo Rambie menjelaskan bahwa pembayaran yang dimaksud bersifat off-site. Dia menyatakan soal pembayaran on-site atau dalam aplikasi, dirinya belum bisa berkomentar.

    “Yang dimaksud yaitu off-site, yang mana dari luar kami. Terkait payment ke depannya kami belum bisa komentar,” ucapnya.

    Sebelumnya, WhatsApp pertama kali meluncurkan layanan pembayaran di India dengan menggunakan jaringan Unified Payment Interface (UPI) negara tersebut pada 2020 lalu, dalam mode uji coba. Setelah itu pada 2022, Perusahaan Pembayaran Nasional India mengizinkan Meta untuk memperluas layanan ke 100 juta pengguna.

  • WhatsApp Bakal Rilis ‘Admin Review’, Bisa Laporkan Pengguna yang Spam di Grup

    WhatsApp Bakal Rilis ‘Admin Review’, Bisa Laporkan Pengguna yang Spam di Grup

    TIKTAK.ID – WhatsApp dikabarkan sedang bersiap memperkenalkan fitur baru guna meningkatkan kenyamanan pengguna, khususnya pengguna WhatsApp Group (WA Grup). Fitur yang bernama “Admin Review” ini memungkinkan pengguna untuk melaporkan chat atau pesan di dalam grup ke admin. Misalnya jika anggota grup merasa ada pesan yang dianggap sebagai spam atau menyalahi aturan, maka mereka dapat melaporkan chat tersebut ke admin untuk diulas (review).

    Kehadiran fitur tersebut terendus oleh WA Beta Info, yakni situs yang kerap membocorkan bakal fitur baru WhatsApp. WA Beta Info mengeklaim fitur yang masih dalam tahap pengembangan ini dari pembaruan (update) untuk pengguna WhatsApp Android beta versi 2.23.10.8. Hal itu berarti fitur ini baru digelontorkan untuk pengguna beta (uji coba) saja dan belum diluncurkan resmi kepada publik.

    Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh WA Beta Info, anggota grup dapat mengeklik dan tahan (tap and hold) pesan yang ingin dilaporkan, lalu pilih “Report” (Laporkan). Nantinya, pesan itu bakal langsung diterima admin grup.

    Namun pengguna baru dapat mengirimkan laporan usai admin grup mengaktifkan fitur “Send for Admin Review”. Hanya admin yang punya kendali untuk mengaktifkan fitur lapor pesan tersebut.

    Adapun di dalam pengaturan grup (group settings), admin grup dapat menemukan pengaturan baru yang tertulis “Send for Admin Review”. Laporan gangguan yang dikirim oleh anggota pun bakal diterima oleh admin grup untuk ditinjau kembali.

    “Memungkinkan anggota grup untuk mengirimkan pesan kepada admin grup, agar memberi tinjauan (review),” jelas penjelasan fitur baru tersebut, seperti dikutip KompasTekno dari laman resmi WABetaInfo, Jumat (12/5/23).

    Kemudian WABetaInfo mengaku laporan yang dikeluhkan anggota hanya bisa dilihat dan dibaca oleh admin grup saja. Dengan begitu, anggota grup lain tak dapat melihat siapa yang melaporkan pesan. Admin bisa melihat laporan tersebut lewat “Group Info”. Untuk mengaksesnya, dapat mengeklik profil grup WA, atau klik ikon titik tiga di pojok kanan atas, dan pilih “Group Info”. Jika admin menganggap pesan yang dilaporkan memang melanggar aturan atau spam, maka bisa memilih opsi hapus pesan tersebut untuk semua orang (delete for everyone).

  • WhatsApp Dapat Diakses Langsung Lewat Smartwatch

    WhatsApp Dapat Diakses Langsung Lewat Smartwatch

    TIKTAK.ID – Acara kumpul-kumpul tahunan Google bersama para developer (pengembang), Google I/O 2023 yang diselenggarakan pada Rabu (10/5/23) pukul 12.00 waktu AS turut menjadi ajang perkenalan sejumlah produk dan layanan baru dari Google.

    Dalam acara itu, Google menyampaikan bahwa aplikasi pesan instan WhatsApp telah resmi mendukung sistem operasi (OS) khusus smartwatch buatan Google, WearOS. Hal itu berarti WhatsApp dapat diakses langsung melalui smartwatch yang menjalankan WearOS.

    “Tetap terkoneksi bakal menjadi lebih mudah dengan WhatsApp di (sistem operasi) #WearOS yang akan hadir pada musim panas ini (sekitar Juni-September),” cuit Google lewat akun Twitter dengan handle @WearOSbyGoogle, pada Kamis (11/5/23), seperti dilansir Kompas.com.

    Kemudian masih di twit yang sama, Google mengeklaim aplikasi WhatsApp di perangkat WearOS memungkinkan pengguna untuk membuat pesan baru, membalas pesan menggunakan suara, hingga melakukan panggilan.

    “Anda bisa memulai percakapan, membalas menggunakan suara, hingga melakukan panggilan. Semua itu dapat dilakukan tanpa perlu mengeluarkan ponsel Anda #GoogleIO,” terang Google.

    Google juga membagikan video singkat berdurasi 24 detik yang menunjukkan demonstrasi penggunaan fitur WhatsApp di smartwatch. Dalam video tersebut, pengguna tetap bisa mengakses ruang obrolan (chats) seperti di smartphone ataupun PC/komputer.

    Akan tetapi, mengingat layar smartwatch pada umumnya cukup kecil daripada smartphone, chat yang dimunculkan pun terbatas. Ruang obrolan pada WhatsApp versi WearOS hanya bisa menampilkan satu gelembung pesan (bubble chat).

    Lebih lanjut, WhatsApp menawarkan dua opsi untuk membalas pesan, yaitu menggunakan pesan suara atau teks dengan mengetik di papan ketik (keyboard). Pengguna dapat langsung mengeklik ikon mikrofon bila memilih membalas dengan suara, dan sistem bakal secara otomatis merekam suara. Namun Google tidak menampilkan demonstrasi cara membalas pesan memakai keyboard, sehingga masih belum diketahui bagaimana tampilan dan penggunaan fiturnya.

    Adapun kehadiran aplikasi WhatsApp di smartwatch WearOS tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, lewat channel Meta di Instagram. Pria yang akrab disapa Zuck itu menyebut smartwatch WearOS pertama yang dilengkapi dengan aplikasi WhatsApp akan hadir tahun ini.

  • WhatsApp Uji Coba Fitur Kunci Chat

    WhatsApp Uji Coba Fitur Kunci Chat

    TIKTAK.ID – Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan sedang menguji coba fitur terbaru yang memungkinkan pengguna untuk mengunci dan menyembunyikan chat orang tertentu atau grup tertentu. Chat yang dikunci itu hanya dapat dibuka dengan cara memindai sidik jari pengguna atau memasukkan kode sandi.

    Sebelumnya, aplikasi milik Meta tersebut sempat mengumumkan fitur privasi baru untuk obrolan grup dan kemampuan untuk mengirim pesan audio yang hanya dapat diputar sekali.

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari WABetaInfo, fitur bernama Lock Chat yang masih dalam tahap uji coba ini tersedia dalam WhatsApp beta versi 2.23.8.2. Fitur tersebut pun memungkinkan pengguna untuk mengunci obrolan tertentu memakai sidik jari atau kode sandi.

    Berdasarkan hasil sebuah tangkapan layar dari WABetaInfo, menunjukkan bahwa pengguna dapat mengunci obrolan yang paling pribadi langsung di dalam kontak atau info grup. Usai menambahkan obrolan ke daftar Lock Chat, obrolan itu hanya akan tersedia di layar ini dan nantinya hanya bisa diakses memakai sidik jari atau kode sandi pengguna.

    Fitur tersebut pun dinilai menawarkan lapisan privasi tambahan untuk obrolan sensitif. Sebab, fitur ini memungkinkan pengguna untuk melindungi privasi mereka dengan mencegah orang lain membaca pesan mereka.

    Dengan adanya teknologi ini, juga membantu menjaga kerahasiaan media. Pasalnya, fitur itu memastikan kalau file media seperti foto dan video yang dikirim melalui obrolan yang terkunci tidak secara otomatis disimpan ke galeri HP.

    Untuk diketahui, saat ini fitur terbaru tersebut masih tengah dalam tahap uji coba, sehingga belum dapat diakses pengguna secara luas. Biasanya, sebuah fitur yang diuji coba dirilis ke publik dalam beberapa pekan setelah pengujian. Akan tetapi, tetap tidak menutup kemungkinan sebuah fitur batal dirilis lantaran beberapa alasan tertentu.

    WhatsApp sendiri memang terus menambahkan fitur baru dan meningkatkan platformnya, seperti voice chat, edit pesan, pesan video pendek, disappearing messages, dan banyak lagi.

    Platform tersebut punya lebih dari 2 miliar pengguna secara global dan menjadi salah satu aplikasi perpesanan paling populer di dunia.

  • WhatsApp Kembangkan Fitur untuk Hindari Telepon Spam

    WhatsApp Kembangkan Fitur untuk Hindari Telepon Spam

    TIKTAK.ID – WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru yang dapat membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal. Fitur baru tersebut pun diharapkan mampu membantu pengguna menghindari telepon spam.

    Fitur yang masih dalam tahap pengembangan tersebut ditemukan oleh WABetaInfo. Karena masih dalam tahap pengembangan, fitur ini masih belum tersedia bagi Beta Tester dan baru akan rilis di kemudian hari.

    Berdasarkan hasil tangkapan layar atau screenshot yang dibagikan oleh WABetaInfo, opsi untuk membisukan panggilan dari nomor yang tidak dikenal nantinya bisa diakses melalui pengaturan WhatsApp, seperti dikutip detik.com dari WABetaInfo, pada Senin (6/3/23).

    Jika pengguna mengaktifkan opsi tersebut, maka semua panggilan dari nomor yang tidak dikenal bakal selalu didiamkan. Akan tetapi, panggilan yang masuk dari nomor tidak dikenal akan tetap ditampilkan pada daftar panggilan dan pusat notifikasi.

    Menurut WABetaInfo, fitur baru ini akan punya banyak manfaat. Salah satunya adalah fitur baru ini dapat membantu mengurangi panggilan telepon spam yang mengganggu secara signifikan.

    Terlebih, saat ini telepon spam juga berasal dari penipu yang dapat merugikan pengguna WhatsApp dengan cara mencuri informasi pribadi atau mengelabui pengguna untuk melakukan pembayaran atau memberikan data sensitif.

    WhatsApp sendiri memang telah menyediakan fitur untuk melaporkan dan memblokir nomor spam. Namun dengan adanya bantuan fitur baru ini, pengguna WhatsApp tentu bisa menghindari telepon spam dengan lebih mudah.

    Tidak hanya itu, WABetaInfo menyebut fitur ini juga bisa melindungi kreator Komunitas dari orang tidak dikenal. Seperti diketahui, WhatsApp belum lama ini telah meluncurkan fitur Komunitas yang bisa menggabungkan sejumlah grup dalam satu wadah.

    Akan tetapi fitur ini memiliki masalah besar, lantaran nomor telepon pembuat Komunitas WhatsApp selalu terpampang, tak seperti anggota lainnya yang nomor teleponnya tersembunyi. Hal itu pun membuat pembuat Komunitas terancam dihubungi orang tidak dikenal.

    Kini fitur yang mampu membisukan panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal masih dalam tahap pengembangan. Masih belum diketahui kapan fitur tersebut akan dirilis untuk Beta Tester dan pengguna WhatsApp lainnya.

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Edit Foto Mirip Instagram Stories

    WhatsApp Kembangkan Fitur Edit Foto Mirip Instagram Stories

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui tengah menguji coba drawing tools alias fitur edit foto baru. Fitur baru tersebut pun membuat proses mengedit foto di WhatsApp mirip seperti fitur yang ada di Instagram Stories.

    Fitur baru ini ditemukan oleh WABetaInfo pada WhatsApp beta untuk Android versi 2.23.3.4 dan 23.3.7. Fitur ini disebut-sebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga masih belum tersedia untuk beta tester.

    Seperti dilansir detik.com, fitur baru ini lebih fokus pada editor teks untuk mengedit foto. Nantinya, pengguna dapat menambahkan teks di foto, video, atau GIF dengan gaya yang lebih kreatif. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan oleh WABetaInfo, WhatsApp bakal meluncurkan tiga fitur baru untuk meningkatkan kemampuan editor foto, yakni:

    1. Font baru

    Pengguna akan dapat memilih satu di antara lima font yang disediakan oleh WhatsApp. Lima pilihan font itu yakni Calistoga, Courier Prime, Damian, Exo 2, dan Morning Breeze.

    Sebetulnya pengguna WhatsApp sudah dapat mengganti font untuk teks di foto. Akan tetapi, update kali ini bakal membuat prosesnya jadi lebih mudah, lantaran pengguna hanya perlu memilih salah satu opsi yang tersedia di layar.

    WABetaInfo menyebut font baru ini hanya tersedia untuk mengedit foto di drawing editor. Artinya, font baru ini tidak akan tersedia untuk membuat Status atau mengubah font di chat WhatsApp.

    1. Perataan teks

    Fitur kedua yaitu opsi untuk mengubah perataan teks. Sama seperti di Instagram Stories, pengguna WhatsApp dapat membuat teks di foto menjadi rata kanan, tengah, atau kiri, yang akan memudahkan pengeditan foto yang hendak dikirim.

    1. Latar teks

    Selain itu, WhatsApp berencana merilis opsi untuk mengubah background atau latar teks. Berkat fitur tersebut, pengguna dapat memilih warna latar teks sesuai keinginan.

    Sekadar informasi, font baru dan fitur-fitur lainnya bakal diluncurkan bersamaan dengan editor teks baru dalam update berikutnya. Namun masih belum diketahui kapan WhatsApp akan merilis fitur ini untuk beta tester, dan seluruh penggunanya.

    Selain fitur edit foto baru, WhatsApp juga tengah mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengirimkan foto dalam kualitas aslinya. Pengguna pun tidak perlu lagi khawatir foto yang dikirimkan akan pecah.

  • WhatsApp Uji Coba Rekaman Suara Jadi Status

    WhatsApp Uji Coba Rekaman Suara Jadi Status

    TIKTAK.ID – Saat ini aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan sedang melakukan uji coba yang memungkinkan rekaman suara atau voice note bisa menjadi status.

    Rekaman suara sendiri adalah salah satu media komunikasi yang bisa digunakan oleh pengguna WhatsApp selain teks dan panggilan suara. Umumnya, pengguna memanfaatkan rekaman suara untuk berkomunikasi dengan pengguna lain saat tengah kesulitan untuk mengetik pesan, atau pesan yang hendak diketik terlalu panjang.

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari Business Today, dalam beberapa tahun terakhir, WhatsApp telah memperkenalkan beberapa fitur baru. Di antaranya kemampuan untuk melakukan pembayaran, berbagi lokasi, dan berbagi dokumen.

    Tidak hanya itu, WhatsApp juga sudah meluncurkan versi bisnis untuk aplikasi tersebut, yang disebut WhatsApp Business. Aplikasi ini pun memungkinkan usaha kecil dan menengah untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan klien mereka secara lebih efektif.

    Kemudian platform pesan instan yang berada di bawah raksasa teknologi Meta tersebut sedang mengembangkan fitur yang memungkinkan rekaman suara untuk dibagikan di status. Kehadiran fitur ini nantinya bakal menjadi cara baru untuk berekspresi atau berkomunikasi di kolom status.

    Mengutip WABetainfo, sejumlah pengguna beta yang memakai WhatsApp beta Android versi 2.23.2.8 sudah bisa menikmati fitur ini.

    Melalui sebuah tangkapan layar, WABetainfo membocorkan tampilan rekaman suara yang dapat dipakai sebagai pembaruan status. Fitur tersebut ternyata bisa digunakan dengan mengakses bagian status teks.

    WhatsApp pun disebut-sebut memberi kontrol lebih banyak terhadap rekaman suara pengguna. Di antaranya, terdapat pilihan hapus atau delete rekaman, jika tak sesuai harapan, sebelum membagikannya melalui status. Adapun waktu perekaman maksimum untuk rekaman suara di status ini yaitu 30 detik.

    Sementara itu, pengguna lain perlu memperbarui WhatsApp mereka ke versi paling baru terlebih dahulu jika ingin mendengarkan rekaman suara yang dibagikan melalui status. Sama seperti jalur komunikasi lain, WhatsApp menyatakan bahwa rekaman suara di status ini juga dilindungi oleh fitur end-to-end encryption. Selain itu, seperti status gambar dan video, status rekaman suara juga akan hilang, usai tayang selama 24 jam.

  • WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Chat ke Nomor Sendiri

    WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Chat ke Nomor Sendiri

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang memiliki kebiasaan mengirim pesan ke nomor sendiri untuk menyimpan catatan atau pesan penting. Saat ini pengguna WhatsApp sudah tidak perlu lagi mengikuti cara yang rumit hanya untuk mengirimkan chat ke nomornya sendiri. Hal itu karena tidak lama lagi WhatsApp bakal meluncurkan fitur baru untuk mengirimkan chat ke nomor sendiri.

    Untuk diketahui, selama ini pengguna WhatsApp yang ingin mengirimkan chat ke nomornya sendiri harus memakai metode wa.me. Caranya, pengguna membuka browser lalu mengetik domain wa.me dan diikuti dengan nomornya sendiri. Kemudian baru pengguna akan diarahkan pada aplikasi WhatsApp untuk mengirimkan pesan.

    Namun kini pengguna sudah tak perlu repot-repot membuka browser dan mengetik nomornya sendiri guna mengirimkan pesan ke nomornya sendiri. Sebab, WhatsApp bakal menyediakan opsi tersebut langsung di dalam aplikasi.

    Seperti dikutip detik.com dari WABetaInfo, WhatsApp sudah mulai merilis fitur chat ke nomor sendiri kepada sejumlah beta tester yang beruntung. Bahkan fitur tersebut juga sudah dapat dijajal oleh beta tester di Indonesia.

    Fitur chat ke nomor sendiri ini diketahui sudah mulai tersedia di WhatsApp beta untuk Android versi 2.22.24.11 dan WhatsApp beta untuk iOS versi 22.23.74. Akan tetapi, masih belum diketahui kapan fitur tersebut bakal diluncurkan kepada semua pengguna WhatsApp.

    Untuk menggunakan fitur chat ke nomor sendiri, caranya cukup mudah. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi WhatsApp di ponsel, kemudian ketuk tombol Chat di sudut kanan bawah.

    Setelah itu, pengguna bakal melihat daftar kontak yang ada di ponsel, dan pada bagian paling atas adalah kontak kalian dengan penanda nama kontak diikuti (Anda). Di bagian bawah nama kontak, ada keterangan “Kirim pesan ke diri sendiri”.

    Selanjutnya, pengguna bisa memilih nama kontak, lalu ketik dan kirim pesan seperti biasa. Nama kontak kalian pun bakal muncul di dalam daftar chat WhatsApp. Perlu dicatat, seluruh pesan yang dikirim ke nomor kalian sendiri akan muncul pada semua perangkat yang terhubung dan terlindungi oleh enkripsi end-to-end.