Tag: Anies-AHY

  • Terima Kunjungan 80 Purnawirawan TNI-Polri, AHY Panen Dukungan Jadi Cawapres Anies

    Terima Kunjungan 80 Purnawirawan TNI-Polri, AHY Panen Dukungan Jadi Cawapres Anies

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengeklaim menerima dukungan yang diberikan oleh sejumlah purnawirawan TNI-Polri, supaya dirinya menjadi calon wakil presiden (Cawapres) dari Anies Baswedan. AHY menyampaikan hal itu ketika menerima kunjungan 80 purnawirawan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (1/4/23).

    “Kami juga menangkap kegelisahan para senior semua yang hadir hari ini, mudah-mudahan dapat kita ubah pada saatnya nanti di 2024,” ungkap AHY, seperti dilansir Kompas.com, pada Minggu (2/4/23).

    AHY mengakui kalau dukungan tersebut amat berarti untuk memenangkan kontestasi elektoral 2024. Sebab, kata AHY, para purnawirawan siap berjuang untuk membantu perjuangan Partai Demokrat bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

    Baca juga : Kepala Otorita Beri Kabar Baik, 16 Negara Ingin Investasi di Proyek IKN

    “Bahwa bersama-sama saya, di belakang saya, terdapat patriot-patriot, ada senior-senior yang siap mendukung. Bahkan bukan hanya restu, melainkan juga ikut bertempur bersama pada saatnya nanti,” tutur AHY.

    Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut para purnawirawan juga mengikuti buka puasa bersama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Lebih lanjut, AHY mengatakan sangat berterima kasih karena para purnawirawan mau memberikan dukungannya.

    Baca juga : Pertemuan Tertutup Jokowi-KIB-KKIR Siapkan Koalisi Besar, Untuk Lawan Anies?

    “Apresiasi kami kepada Bapak-bapak sekalian, yang sudah mendedikasikan waktu, tenaga, serta pikiran untuk kembali berada di garda terdepan, demi memperjuangkan perubahan dan perbaikan,” ucap AHY.

    Sekadar informasi, salah satu purnawirawan TNI-Polri yang hadir yakni Letjen TNI (Purn) Ediwan Prabowo, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan dan Sekretaris Pribadi Presiden RI pada 2011 silam. Ediwan sendiri adalah inisiator dari Aliansi Masyarakat Pro (Maspro) Anies-AHY yang berdiri pada 5 Maret 2023.

    Saat ini Demokrat sudah bergabung bersama KPP yang juga dihuni oleh Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketiga parpol tersebut pun telah sepakat untuk menyerahkan penentuan Cawapres di tangan Anies, yang sudah diusung untuk menjadi calon presiden (Capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Baca juga : Soal PK ke Mahkamah Agung, AHY Sinyalir Moeldoko Ingin Gagalkan Pencapresan Anies dan Bubarkan Koalisi Perubahan

    Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Bali, I Made Mudarta meyakini Anies mampu memenangi pertarungan Pilpres 2024, dengan syarat kursi Cawapres diisi oleh AHY.

    “Tentu di Demokrat sudah final kami sepakat secara nasional untuk mengusung Ketua Umum AHY calon wakil presiden mendampingi Anies Rasyid Baswedan,” tegas Mudarta di Kantor DPD Demokrat Bali, Senin (3/4/23), mengutip detik.com.

  • Paslon Ini yang Bisa Kalahkan Duet Anies-AHY Menurut Survey LSI Denny JA

    Paslon Ini yang Bisa Kalahkan Duet Anies-AHY Menurut Survey LSI Denny JA

    TIKTAK.ID – Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut duet Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden paling populer saat ini.

    Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, popularitas pasangan Ganjar-Airlangga mampu mengalahkan duet Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta duet Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

    “Ganjar-Airlangga memperoleh 30 persen, Prabowo-Puan 23,9 persen, dan Anies-AHY 22,8 persen,” ungkap peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dalam jumpa pers, Senin (10/10/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Demokrat: AHY Pemimpin Berani, Anies Cerdas dan Berprestasi

    Begitu pula ketika melawan duet Prabowo dan Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dan duet Anies-Puan, pasangan Ganjar-Airlangga tetap menjadi yang paling populer.

    “Ganjar-Airlangga meraih 31,1 persen, Prabowo-Cak imin 29,6 persen, dan Anies-Puan 14,1 persen,” terang Adjie.

    Menurut Adjie, duet Ganjar-Airlangga unggul di lima kantong besar pemilih, yakni pemilih agama Islam, pemilih suku Jawa, pemilih wong cilik berdasarkan pendidikan, pemilih wong cilik berdasarkan pendapatan, dan pemilih dari pengguna media sosial Facebook.

    Baca juga : Tragedi Kanjuruhan Diduga Kejahatan Sistematis, TPF Koalisi Masyarakat Sipil Ungkap Kejanggalan Ini

    Adjie mengatakan bahwa Ganjar-Airlangga unggul di pemilih Islam 28,4 persen, di pemilih Jawa 45 persen, pemilih wong cilik berdasarkan pendidikan tamat SD ke bawah 30,2 persen, dan pemilih wong cilik berdasarkan pendidikan tamat SMP ke bawah 36 persen.

    “Pemilih wong cilik berdasarkan pendapatan Rp2 juta/bulan 29,9 persen, pemilih wong cilik berdasarkan pendapatan Rp3 juta-Rp4 juta/bulan 33,1 persen, dan pemilih dari pengguna media sosial Facebook 34,3 persen,” ucap Adjie.

    Meski begitu, Adjie menyatakan duet Ganjar-Airlangga dapat terwujud bila PDIP bergabung bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang saat ini beranggotakan Golkar, PAN, dan PPP. Dia menilai langkah PDIP bergabung dengan KIB juga berpotensi membentuk Pemerintahan yang kuat.

    Baca juga : Intens Temui Ketum Parpol, Jokowi Ngaku Bahas Krisis Global Hingga Pemilu 2024

    “PDIP dan Golkar tidak hanya mewakili dua partai terbesar hasil Pemilu terakhir 2019, melainkan juga mewakili dua segmen pemilih terbesar: nasionalis yakni PDIP dan Golkar, dan Islam yakni PAN dan PPP,” jelas Adjie.

  • Simulasi Anies-AHY Tumbangkan Puan-Ganjar di Jawa

    Simulasi Anies-AHY Tumbangkan Puan-Ganjar di Jawa

    TIKTAK.ID – Hasil survei The Republic Institute menyatakan bahwa pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) unggul dalam simulasi tiga calon Capres dan Cawapres untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Pulau Jawa.

    Kedua pasangan tersebut mampu mengalahkan pasangan Ketua DPR, Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kemudian di urutan ketiga diduduki oleh pasangan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

    “Bila Pilpres 2024 ada 3 pasangan, pasangan Anies-AHY menduduki peringkat pertama dengan nilai 28,7 persen, Ganjar-Puan 27,6 persen, dan Prabowo-Imin 22,4 persen,” ujar Peneliti utama The Republic Institute, Sufyanto di Kemang, Jakarta, pada Selasa (4/10/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Jokowi Minta Mahfud Usut Kanjuruhan Lebih Cepat: Barangnya Kelihatan Semua

    Menurut Sufyanto, Anies-AHY menjadi pasangan unggul jika Panglima TNI, Andika Perkasa tidak dipasangkan dengan Puan atau ikut kontestasi Pilpres. Hal itu karena suara Andika bakal bergeser ke Anies-AHY. Sedangkan pasangan Ganjar-Puan memperoleh persentase 27,6 persen lantaran pemilihnya masih di lumbung yang sama.

    Berdasarkan sebaran lokasi peta politiknya, pasangan Anies-AHY berhasil unggul di daerah Banten. Di Banten, mereka meraih suara sebanyak 34,5 persen, sementara Ganjar dan Puan hanya mendapatkan 22,1 persen.

    Akan tetapi di Yogyakarya, pasangan Anies-AHY ternyata kalah dibanding Ganjar-Puan. Di provinsi tersebut, Anies-AHY hanya mendapat 21,4 persen, sedangkan Puan-Ganjar mendapat 28,6 persen.

    Baca juga : Tak Dukung Deklarasi Anies Jadi Capres Nasdem, Apa Alasan PA 212?

    Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 28 Agustus-12 September 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni Multistage Random Sampling.

    Kriteria responden dalam survei ini merupakan warga yang punya hak pilih pada Pemilu 2024. Jumlah responden survei tersebut sebanyak 1.200 orang. Adapun margin of error hasil survei ini yaitu 2,8 persen.

    Sufyanto menyatakan bahwa peta pemilih di Pulau Jawa menjadi penentu peta politik Nasional. Sebagaimana diketahui, penduduk Pulau Jawa adalah yang terbanyak bila dibandingkan dengan pulau lainnya.

    Baca juga : NasDem Deklarasi Capres, Demokrat-PKS Tawarkan AHY hingga Aher Dampingi Anies

    Sekadar informasi, AHY sempat mengaku punya banyak kecocokan dengan sosok Anies Baswedan.

    “Alhamdulillah ada banyak kecocokan. Banyak kesamaan pemikiran, banyak juga hal yang kita diskusikan mengenai berbagai isu. Isu-isu kebangsaan, dan isu rakyat,” ucap AHY di Bantul, DIY, Selasa (4/10/22), mengutip CNNIndonesia.com.

  • Pengamat Prediksi Duet Anies-AHY Bakal Jadi Primadona di 2024

    Pengamat Prediksi Duet Anies-AHY Bakal Jadi Primadona di 2024

    TIKTAK.ID – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga mengungkapkan bahwa pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki potensi menjadi primadona dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Kemudian Jamiluddin menjelaskan, terdapat empat alasan pasangan Anies-AHY menjadi pasangan yang kompetitif untuk diusung pada Pilpres 2024.

    “Pertama, Anies-AHY berasal dari sipil dan militer. Pemimpin perpaduan tersebut masih menjadi dambaan sebagian besar masyarakat Indonesia,” ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Kamis (28/7/22), seperti dilansir Republika.id.

    Baca juga : Anwar Abbas Tak Akan Turuti Permintaan Ma’ruf Amin Soal MUI Dilarang Urusi Pilpres

    Jamiluddin mengatakan keinginan sebagian masyarakat untuk menghadirkan duet sipil-militer menguat kembali, lantaran kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini dianggap mengecewakan. Dia mengklaim sebagian masyarakat menilai kepemimpinan sekarang relatif lemah dan tidak mampu meminimalkan polarisasi.

    “Dua, duet Anies-AHY adalah perpaduan senior dan junior, dilihat dari usia. Perpaduan itu mencerminkan pemilih di Indonesia,” tutur Jamiluddin.

    Menurut Jamiluddin, Pilpres 2024 mendatang akan didominasi oleh pemilih milenial. Dia menyatakan para milenial berpeluang besar memilih pemimpin yang tak terlalu jauh dengan usianya. Untuk itu, kata Jamiluddin, perpaduan usia Anies-AHY memenuhi keinginan sebagian besar para milenial.

    Baca juga : Ahok Putuskan Bakal Laporkan Pengacara Brigadir J Minggu Depan

    “Tiga, duet Anies-AHY sama-sama terdidik, prestasi akademiknya pun sangat membanggakan. Jadi duet ini berpeluang akan sangat inovatif dalam memajukan Indonesia ke depan,” terangnya.

    Jamiluddin berpendapat duet Anies-AHY bisa menjadi harapan bagi pemilih terdidik dan para milenial. Dia menduga kelompok pemilih seperti ini biasanya menginginkan terobosan baru (inovatif), dan duet Anies-AHY mampu memenuhi kriteria itu.

    Keempat, Jamiluddin menyebut duet Anies-AHY terbukti punya elektabilitas tinggi. Hal itu berdasarkan hasil simulasi pasangan Capres oleh sejumlah lembaga survei yang kredibel. Duet Anies-AHY sendiri termasuk yang kompetitif dan berpeluang menang jika diusung pada Pilpres 2024.

    Baca juga : Mantan Wamen dari PSI Dukung Anies Jadi Presiden

    Dia melanjutkan, hal itu yang membuat kompetitornya melalui para buzzer dan elite politik kerap merundung Anies-AHY.

    “Target mereka yakni mendegradasikan Anies-AHY supaya elektabilitasnya terjun payung,” ucap mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

  • Survei Pilpres 2024: Pasangan Anies-AHY Saingan Terberat Ganjar-Emil

    Survei Pilpres 2024: Pasangan Anies-AHY Saingan Terberat Ganjar-Emil

    TIKTAK.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dinyatakan unggul jika dipasangkan dengan tokoh calon wakil presiden (Cawapres) potensial mana pun dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Pernyataan tersebut diperoleh berdasarkan survei Charta Politika dengan metode wawancara tatap muka terhadap sebanyak 1.200 responden di seluruh wilayah tingkat kelurahan atau desa pada 25 Mei sampai 2 Juni. Survei tersebut memakai metode multistage random sampling dengan margin of error 2,83 persen.

    Dari empat simulasi pasangan Capres-Cawapres, diketahui persaingan paling ketat terjadi bila Ganjar berpasangan dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil melawan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar.

    Baca juga : Tolak Wacana Jokowi 3 Periode, Projo Singgung Lengsernya Soeharto

    “Ganjar-Ridwan memperoleh 36,5 persen, Anies-AHY 28,8 persen, dan Prabowo-Muhaimin 24,8 persen,” demikian dokumen hasil survei Charta Politika, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (13/6/22).

    Kemudian pada simulasi Ganjar berpasangan dengan Menparekraf Sandiaga Uno, mendapatkan 36,7 persen. Mereka disusul oleh Anies dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendapatkan 28,2 persen, serta Prabowo berpasangan dengan Ketua DPR, Puan Maharani yang meraih 24,6 persen.

    Simulasi selanjutnya, Ganjar dipasangkan dengan Menteri BUMN, Erick Thohir menghasilkan tingkat keterpilihan sebesar 35,3 persen. Setelah itu disusul Anies-Puan sebesar 25,3 persen, serta Prabowo-Muhaimin 23,7 persen.

    Baca juga : Heboh Pria di Probolinggo Ngaku Nabi

    Sedangkan pada simulasi terakhir, Ganjar dipasangkan dengan Panglima TNI, Andika Perkasa menghasilkan tingkat keterpilihan 34 persen. Disusul oleh duet Anies dengan Gubernur Jawa Timur, (Jatim) Khofifah Indar Parawansa yang dapat tingkat keterpilihan 27,3 persen, dan Prabowo-Puan di 24,7 persen.

    Sekadar informasi, hasil survei Poltracking Indonesia sebelumnya menyebut pasangan Ganjar dan Erick punya elektabilitas sebagai Capres-Cawapres paling tinggi jika dibandingkan pasangan lainnya. Ganjar-Erick diklaim memiliki elektabilitas 27,6 persen, mengungguli Prabowo Subianto-Puan Maharani dengan elektabilitas sebesar 20,7 persen.

    “Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan 17,9 persen,” jelas Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/22).

  • Pengamat Politik Prediksi Prabowo Akan Relakan Anies-AHY di Pilpres 2024

    Pengamat Politik Prediksi Prabowo Akan Relakan Anies-AHY di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disebut-sebut bakal memperoleh tiket untuk maju dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Partai pengusung Anies pun dinilai sama dengan partai yang mendukungnya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 silam.

    “Akan terulang lagi partai-partai yang mendukung Anies di Pilpres, seperti yang terjadi pada Pilgub DKI yang lalu. Anies akan didukung oleh partai-partai seperti PKS, Gerindra, dan Demokrat, mengapa begitu? Sebab, partai-partai akan mendukung calon yang berpeluang kuat menang dalam Pilpres,” ungkap Pengamat Politik, Moh. Naufal Dunggio, Rabu (1/6/22), seperti dilansir Tribunnews.com.

    Naufal mengatakan bahwa Demokrat ikut bergabung lantaran Anies akan berpasangan dengan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menyebut pasangan tokoh muda itu sebagai duet maut.

    Baca juga : PDIP vs Ganjar Makin Panas, KIB Tak Ingin Manfaatkan Situasi

    “Dua anak muda yang kuat, satu sipil dan yang satu militer. Perpaduan yang cocok dalam mengatasi persoalan bangsa. Ego (Prabowo) sebagai orang tua itu bakal dipaksa legowo untuk menyerahkan persoalan bangsa ini kepada kedua anak muda ini,” ucap Naufal.

    Naufal menduga Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Letjen (Purn) Prabowo Subianto juga akan legowo memberikan kesempatan kepada dua tokoh muda itu untuk tampil.

    “Sudah pasti Pak Prabowo akan legowo kalau juniornya yang maju. Pak Prabowo adalah seorang kesatria yang paten, bukan jenderal kaleng-kaleng,” terang Naufal.

    Baca juga : BNPT Dorong Penerbitan Larangan Paham Radikal Usai Konvoi Dukung Khilafah Bermunculan

    Terlebih, kata Naufal, Prabowo sudah tiga kali maju dalam Pilpres. Akan tetapi, Prabowo selalu menelan kegagalan dan merasa dicurangi.

    “Jadi kita biarkan saja Pak Prabowo istirahat di hari tuanya dengan menyerahkan kepemimpinan bangsa ini kepada yang lebih muda, pintar, dan sudah teruji kepemimpinannya,” tutur Naufal.

    Menurut Naufal, dukungan Prabowo kepada pasangan Anies-AHY juga tak lepas dari adanya komunikasi dengan mantan Presiden Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri Partai Demokrat.

    Baca juga : MUI Jabar Sebut Aksi Konvoi Ajakan Khilafatul Muslimin Tak Terlalu Mengkhawatirkan

    “Pembicaraan antarjenderal berbeda dengan sipil. Kalau antar sipil yang dibicarakan hanya mencari kekuasaan, namun kalau sesama jenderal yang didiskusikan yakni kemajuan dan keamanan bangsa dan negara,” ujarnya.

    Kemudian Naufal meyakini jika Gerindra, PKS, dan Demokrat berkoalisi sebagai pengusung Anies-AHY, maka duet tersebut akan memenangkan Pilpres.

    Dia melanjutkan, hal itu karena besarnya peluang untuk menang, sehingga partai-partai lain mau tidak mau juga akan ikut bergabung.

  • Demokrat Sebut Lebih Cocok AHY-Anies Ketimbang Anies-AHY untuk Pilpres 2024

    Demokrat Sebut Lebih Cocok AHY-Anies Ketimbang Anies-AHY untuk Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Wacana untuk memasangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau Anies-AHY, disambut berbeda oleh Demokrat Jakarta. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Jakpus mengatakan bahwa AHY lebih cocok jadi presiden didampingi oleh Anies dengan AHY-Anies.

    Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat diamanahkan kepada Taufiqurrahman, mengaku secara pribadi sangat mendukung pencalonan AHY yang dipasangkan dengan Anies. Akan tetapi, dia menilai posisi yang pas yakni AHY-Anies, dengan AHY sebagai calon presidennya.

    “Yang cocok adalah AHY-Anies. Hal itu merupakan suatu keniscayaan karena dukungan masyarakat sangat besar. Faktor-faktor yang menimbulkan dukungan masyarakat ini pun cukup banyak,” ujar Taufiqurrahman kepada wartawan, Jumat (27/5/22), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : PDIP Tanggapi Koalisi Golkar-PAN-PPP

    Kemudian Taufiq menjelaskan alasan posisi AHY lebih cocok sebagai Capres. Dia menyebut salah satu alasan di antaranya posisi AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dia juga menganggap kondisi negara saat ini tidak baik-baik saja, sehingga memerlukan pemimpin yang sanggup memperbaiki tatanan kehidupan bernegara yang berkeadilan.

    “Utamanya pemimpin yang bisa memperbaiki ekonomi masyarakat dan negara, penegakan hukum, serta merekatkan kembali seluruh elemen bangsa,” tutur Taufiqurrahman.

    Menurut Taufiqurrahman, pasangan AHY-Anies punya tingkat kecerdasan yang sangat tinggi, baik secara intelektual maupun spiritual. Dia juga meyakini pasangan AHY-Anies sebagai tokoh-tokoh muda yang punya semangat juang tinggi dan keberanian.

    Baca juga : Merasa Kehilangan Buya Syafii, Ahok: Beliau Teladan Rawat Kebhinekaan

    “Selain itu, AHY-Anies mempunyai kemampuan memajukan Indonesia dalam pergaulan politik Internasional,” terang Taufiqurrahman.

    Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta, Mujiyono, telah mengajak Anies untuk masuk ke partai politik. Dia menyampaikan untuk proyeksi Pilpres 2024 ke depan, bisa saja mengusung Anies dengan AHY. Mujiyono lantas menyampaikan dorongan menduetkan Anies dan AHY sebagai Capres dan Cawapres, karena AHY memiliki mesin politik yang kuat di partainya.

    “Karena kami punya sarana, mungkin bisa untuk sekarang startingnya Anies-AHY, lantaran Anies elektabilitasnya lebih tinggi. Namun jika nanti Pak Anies sudah tidak jadi Gubernur kan bisa turun,” tutur Mujiyono dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/22), mengutip Wartaekonomi.co.id.

  • Jika Golkar Gabung Demokrat, Pengamat Sarankan Usung Anies-AHY

    Jika Golkar Gabung Demokrat, Pengamat Sarankan Usung Anies-AHY

    TIKTAK.ID – Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam mengatakan bahwa peluang terbentuknya koalisi Partai Golkar dan Demokrat sangat terbuka. Terlebih, Ahmad menilai keduanya adalah partai nasionalis-tengah yang cenderung tidak terjebak di antara dua arus mainstream kiri (PDIP) dan mainstream kanan (PKS-Gerindra).

    “Kekuatan Golkar-Demokrat dapat menguatkan poros koalisi nasionalis-tengah yang berkarakter moderat. Dengan begitu, rakyat tidak lagi terpolarisasi dan dibentur-benturkan oleh praktik eksploitasi politik identitas yang selama Pilpres 2019 dinikmati oleh PDIP, PKS, serta Gerindra,” ujar Ahmad, seperti dilansir Republika, Ahad (8/5/22).

    Akan tetapi, Ahmad menganggap koalisi itu bakal dihadapkan dengan tantangan dalam penentuan komposisi calon presiden dan calon wakil presiden. Dia menjelaskan, bila koalisi mengunci mati posisi calon presiden dipegang oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto, maka hal tersebut agak problematik. Sebab, kata Ahmad, popularitas dan elektabilitas Airlangga masih cukup rendah.

    Baca juga : Meski Sudah Kantongi Restu Anies, Partai Buruh Tetap Batal Aksi May Day di JIS

    “Alternatif yang bisa dilakukan yakni Airlangga menjadi king maker dalam pembentukan koalisi dengan mendorong tokoh muda seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju ke Pilpres 2024 mendatang,” terang Ahmad.

    Menurut Ahmad, upaya dalam mendorong Ganjar agak problematik karena menciptakan resistensi politik dari PDIP. Oleh sebab itu, Ahmad berpendapat pasangan yang paling mungkin diusung koalisi tersebut yaitu Anies-AHY.

    “Maka alternatif pasangan Anies-AHY yang sudah terbukti memiliki bekal elektabilitas memadai dalam sejumlah simulasi pasangan Capres-Cawapres. Golkar bisa ikut mengusungnya,” ucap Ahmad.

    Baca juga : KPK Rilis Daftar Kekayaan Anies Baswedan: Harta Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Utang Bengkak Jadi Rp7,6 M

    Sementara itu, Deputi Analisis Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution mengklaim ada banyak pihak yang ingin menduetkan AHY dengan Anies. Namun dia menyebut Demokrat masih menunggu parpol lain yang ingin mengusung Anies.

    Syahrial menyampaikan hal itu lewat thread atau utas di akun Twitter @syahrial_nst pada Minggu (8/5/22).

    Syahrial melanjutkan, selain dengan Anies, terdapat pula hasrat sejumlah pihak untuk menduetkan AHY-Ganjar Pranowo 2024 mendatang.

    Baca juga : NasDem Janji Umumkan Nama Capres 2024 yang Bakal Diusung pada 17 Juni

    “Banyak yang ingin menduetkan Mas @AgusYudhoyono dengan Mas @aniesbaswedan dalam Pilpres 2024. Jika itu sebuah harapan, maka hanya AHY yang paling firmed, lantaran beliau pengendali @PDemokrat. Kita masih menunggu parpol mana yang bakal menggendong Anies?” ungkap Syahrial, mengutip detik.com.

  • Duet Prabowo-Puan Menang Tipis dari Anies-AHY di Survei SMRC

    Duet Prabowo-Puan Menang Tipis dari Anies-AHY di Survei SMRC

    TIKTAK.ID – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa persaingan ketat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bakal terjadi bila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berduet dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, dan berhadapan dengan duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Tidak hanya itu, persaingan ketat juga akan terjadi jika Prabowo-Puan berhadapan dengan duet Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

    Hasil tersebut diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan SMRC terhadap sebanyak 1.220 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling terhadap warga negara yang sudah punya hak pilih pada 13 hingga 20 Maret 2022.

    Baca juga : Megawati Tegas Tolak Penundaan Pemilu, PKB Jalan Terus

    Response rate survei itu sebesar 1.027 atau 84 persen yang dianalisis. Kemudian margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar 3,12 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Menurut pendiri SMRC, Saiful Mujani, duet Prabowo-Puan berhasil menang dengan selisih sekitar 3 persen jika berhadapan dengan duet Anies-AHY.

    “Prabowo-Puan memperoleh 41 persen, dan Anies-AHY 37,9 persen. Terdapat 21 persen yang belum menentukan pilihan. Suara dua pasangan ini dianggap seimbang karena selisihnya di bawah margin of error. Dukungan pada dua pasangan tersebut secara statistik tak berbeda secara signifikan,” ujar Saiful dalam paparan hasil surveinya yang dirilis pada Kamis (21/4/22), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Baca juga : Israel Serang Rakyat Palestina di Al-Aqsa, Fadli Zon Desak PBB Ambil Langkah

    Saiful pun mengklaim duet Prabowo-Puan bakal kalah bila berhadapan dengan Ganjar-Airlangga dengan selisih suara 1 persen. Sebab, kata Saiful, Prabowo-Puan didukung 39,3 persen, dan dukungan pada Ganjar-Airlangga 40,3 persen suara. Meski begitu, dia mengakui masih ada 20,5 persen yang belum menentukan pilihan dalam simulasi tersebut.

    Lebih lanjut, Saiful menyatakan pasangan yang akan keluar sebagai pemenang di Pilpres 2024 masih belum bisa diperkirakan hingga saat ini. Akan tetapi, dia memprediksi Prabowo akan menaikkan suara lebih berat ketimbang Ganjar atau Anies.

    “Saya kira pada akhir tahun, kemungkinan pasangan ini akan semakin mengerucut,” ungkap Saiful.

  • Simulasi Pilpres 2024, Hasil Survei Indomatrik: Prabowo-Puan Tertinggi Diikuti Anies-AHY

    Simulasi Pilpres 2024, Hasil Survei Indomatrik: Prabowo-Puan Tertinggi Diikuti Anies-AHY

    TIKTAK.ID – Beberapa nama tokoh telah dihubungkan dengan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

    Misalnya Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI, Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, memperoleh dukungan tertinggi dalam simulasi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

    Hal tersebut mengacu hasil survei Indomatrik bertema “Persepsi & Perilaku Publik terhadap Tingkat Elektabilitas Pasangan Capres/Cawapres RI yang Potensial Maju Didukung Partai 2024”.

    Menurut Direktur Eksekutif Indomatrik Husin Yazid, tentang Pilpres 2024, sebagian besar pemilih bakal memberikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani dengan besar dukungan pemilih 27,85 persen.

    Disusul oleh urutan kedua yaitu pasangan birokrat dan militer Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan persentase dukungan pemilih 17,55 persen.

    Pasangan politikus Golkar dan PKB, Airlangga Hartarto-Muhaimin Iskandar berada di posisi ketiga dengan perolehan 8,64 persen.

    Hasil survei tersebut dipaparkan Husin Yazid pada Jumat (23/4/21).

    “Pemilih yang masih belum memutuskan tetapi bakal mengikuti perhelatan Pilpres yang berlangsung di 2024, sebesar 45,96 persen,” sebutnya.

    Sosok pasangan pada urutan tersebut mengacu aturan normatif dan asumsi lembaga Indomatrik.

    Ada 5 hal yang menjadi acuannya, terdiri dari, pertama UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

    Kedua, asumsi nama-nama sosok atau figur yang berpeluang besar bakal dicalonkan oleh partainya.

    Ketiga, asumsi tokoh terkenal yang digadang-gadang dan disuarakan oleh PKS dan Nasdem, yaitu figur Anies Baswedan.

    Keempat, asumsi peluang terjalinnya koalisi.

    Kelima, asumsi potensi memimpin koalisi.

    “Lantaran partai besar dianggap mampu memimpin koalisi berdampak mempunyai pengaruh dan dukungan besar dari rakyat,” urainya.

    Husin memandang, survei lembaganya memberikan gambaran simulasi asumsi potensi terjalinnya koalisi antara Partai Gerindra dan PDIP dengan besar peluang 31,90 persen dari hasil surveinya.

    Figuritas dari sosok diwakili Prabowo Subianto bersama putri Megawati Sukarnoputri, Puan Maharani.

    “Sosok Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar, sebagai asumsi terbangunnya koalisi partai Golkar (Golongan Karya), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), bersama PPP (Partai Persatuan Pembangunan) sekitar 26,52 persen,” lanjutnya.