
Sebelumnya, Selasa lalu, tujuh tentara Afghanistan tewas dalam serangan Taliban ke sebuah pangkalan militer di provinsi utara Balkh. Dan pada Kamis lalu, pasukan Afghanistan menewaskan 13 anggota kelompok Taliban dalam sebuah serangan ke wilayah kelompok Taliban di provinsi Oruzgan.
Di wilayah lain, pada hari yang sama pasukan koalisi internasional menyerang posisi Taliban di Daykundi yang menewaskan 4 anggota Taliban.
Musim dingin pernah ditandai sebagai kendornya peperangan yang dikenal dengan “musim pertempuran”, sebab banyak pejuang Taliban yang kembali ke desa mereka saat banyaknya salju dan es, membuat serangan lebih sulit untuk dilakukan.
Baca juga: Balas Perlakuan Washington, Duterte Larang Dua Senator AS Masuk Filipina
Namun dalam beberapa tahun terakhir, perbedaan antara musim itu tak lagi berpengaruh pada perperangan.
Kekerasan mematikan terus mencengkeram Afghanistan bahkan ketika AS dan Taliban bernegosiasi. Pembicaraan yang putus nyambung itu bertujuan untuk mengurangi jumlah militer Amerika di Afghansitan. Sebagai imbalannya, para pemberontak memastikan situasi keamanan menjadi lebih baik.
Sejak tentara Amerika mendarat di Afghanistan 18 tahun lalu, puluhan ribu warga sipil Afghanistan, anggota pasukan keamanan dan 2.400 personel militer AS tewas.










