TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Rusia: Jerman Masih ‘Dijajah’ AS

Rusia: Jerman Masih ‘Dijajah’ AS

By William Putra Wijaya
16 Februari 2022
539
0
Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova

TIKTAK.ID – Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova pada Selasa (8/2/22) mengatakan bahwa AS masih menduduki Jerman, dan sekutu NATO-nya itu telah menyerahkan semua kedaulatannya ke Washington tanpa diberi hak untuk berbicara mengenai masalah-masalah negerinya sendiri seperti perjanjian energi Nord Stream 2.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk respons pembicaraan Presiden AS, Joe Biden yang meminta Jerman menghentikan jalur pipa gas Rusia Nord Stream 2 selama kunjungan Kanselir Jerman, Olaf Scholz ke Washington pada Senin kemarin. Zakharova menegaskan bahwa Berlin masih tetap di bawah kendali Washington lama setelah berakhirnya Perang Dingin.

“Jerman, menurut sejumlah karakteristik yang relevan –ini bukan pendapat saya, atau pendapat Rusia, ini menurut istilah dan metrik politologis– tetap, dengan satu atau lain cara, negara yang diduduki: 30.000 [pasukan] Amerika ditempatkan di sana,” katanya kepada RT.

Zakharova menambahkan, “Duta Besar Amerika untuk Jerman, yang seharusnya bekerja di sana untuk meningkatkan hubungan bilateral, memberi perintah kepada pejabat Jerman.”

Richard Grenell, yang merupakan Duta Besar AS untuk Berlin selama kepresidenan Trump, “memberi mereka perintah secara harfiah setiap hari tentang apa yang harus dilakukan Jerman terkait sejumlah masalah seperti Nord Stream 2.”

Jerman diperlakukan seperti “hanya sebuah protektorat” oleh AS, kata Zakharova, menambahkan bahwa ini tidak hanya sebuah bentuk ancaman finansial, tetapi “didukung oleh 30.000 sepatu bot [tentara] Amerika di lapangan”.

Mengapa Berlin membiarkan dirinya diperlakukan seperti ini adalah pertanyaan untuk ditanyakan kepada Jerman, tetapi “kenyataannya adalah bahwa itu bukan hubungan yang setara”, kata Zakharova.

Upaya Washington untuk memblokir Berlin membeli gas alam Rusia melalui pipa Nord Stream 2 menunjukkan penghinaan total terhadap kepentingan Jerman, jelasnya.

“Jerman membutuhkan gas ini bukan karena mereka menyukai Rusia atau ingin menyenangkan kita –mereka hanya membutuhkannya, itu yang memberi peningkatan ekonomi mereka, itu adalah sumber daya yang menjadi sandaran pengembangan industri mereka, itulah yang mereka butuhkan untuk hidup, pada dasarnya… masalah vital.”

Sebaliknya, Washington berusaha mempersenjatai Jerman agar membeli gas alam cair (LNG) dari AS. Namun, harga LNG Amerika jauh lebih tinggi, sehingga AS mengatakan kepada Jerman untuk mengenakan pajak lebih tinggi kepada rakyatnya dan menutupi perbedaan melalui subsidi, menurut Jubir Rusia itu.

“Pembicaraan macam apa itu? Pasar bebas apa yang Anda bicarakan? Atau ekonomi liberal, atau WTO?” tanyanya retoris, dan mencatat bahwa ini benar-benar menggunakan energi sebagai pengaruh politik –persis seperti apa yang AS tuduh ingin dilakukan Rusia.

“Inilah tepatnya yang telah dilakukan AS kepada sekutu terdekatnya, bukan kepada saingan atau musuh, tetapi kepada mitra NATO-nya sendiri… Tidak ada yang mengizinkan mereka merdeka atau berdaulat macam apa pun.”

Dalam pandangan Zakharova, seluruh Eropa tidak lebih baik. Dia menunjuk kepemimpinan AS yang berbasis anggota NATO Eropa dan memerintahkan mereka untuk membelanjakan 2 persen dari PDB mereka untuk militer atau lainnya.

“Dan mereka berbicara seperti itu kepada semua orang,” kata Zakharova. Rusia, China dan beberapa negara lain menolak untuk diperintah, katanya. “Tetapi kebanyakan dari mereka, jika Anda mengambil contoh UE, menyerah begitu saja. Sudah lama tidak ada pembicaraan tentang kepentingan berdaulat.”

Rusia, sebaliknya, menolak untuk diajak bicara seperti ini. “Anda dapat membeli dari siapa saja yang menyukainya –tetapi kami tidak, jadi Anda tidak akan berbicara seperti itu kepada kami,” kata Zakharova. “Jika Anda melanggar sesuatu yang menyangkut kepentingan kami dan bertentangan dengan hukum internasional, Anda akan menerima ganjaran sebagai balasannya.”

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniJermanJubir Kementerian Luar Negeri RusiaKonflik AS-RusiaMaria ZakharovaNATORusia

Related articles More from author

  • Jumlah Positif Corona di Arab Saudi Tembus 50 Ribu Kasus
    Internasional

    Jumlah Positif Corona di Arab Saudi Tembus 50 Ribu Kasus

    18 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Frustrasi pada Tabiat Bandel Pasukannya, Jepang Putuskan Lockdown Pangkalan Militer Amerika Serikat di Okinawa
    Internasional

    Frustrasi pada Tabiat Bandel Pasukannya, Jepang Putuskan Lockdown Pangkalan Militer Amerika Serikat di Okinawa

    16 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Badan Pertahanan Sipil Jerman Akui Ekonomi Negara akan Kacau Jika Stop Gas dari Rusia
    Internasional

    Badan Pertahanan Sipil Jerman Akui Ekonomi Negara akan Kacau Jika Stop Gas dari Rusia

    1 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Inteljen AS Tuduh Rusia Campur Tangan Pemilu, Biden Ancam Putin
    Internasional

    Intelijen AS Tuduh Rusia Campur Tangan Pemilu, Biden Ancam Putin

    18 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • ‘Hujan Duit’ di AS Sebabkan Jalan Tol Macet Total
    Internasional

    ‘Hujan Duit’ di AS Sebabkan Jalan Tol Macet Total

    24 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Peneliti: Warga Sipil yang Tewas di Afghanistan Meningkat Sampai 330 Persen
    Internasional

    Peneliti: Warga Sipil yang Tewas di Afghanistan Meningkat Sampai 330 Persen

    10 Desember 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ketahui Perbedaan TV Analog dan Digital
    Teknologi

    Ketahui Perbedaan TV Analog dan Digital

  • Ogah Usung Anies di 2024, PKS Pilih Dukung Salim Segaf Al-Jufri
    Nasional

    Ogah Usung Anies di 2024, PKS Pilih Dukung Salim Segaf Al-Jufri

  • Hasil Musra NU Mojokerto Tuai Protes PBNU, Cak Imin Buka Suara
    Nasional

    Hasil Musra NU Mojokerto Tuai Protes PBNU, Cak Imin Buka Suara

  • Komisi I Sebut DPR Berhak Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
    Nasional

    Komisi I Sebut DPR Berhak Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

  • Gus Sholah Wafat
    Nasional

    Gus Sholah Adik Mendiang Gus Dur Wafat Usai Alami Aritmia atau Gangguan Irama Jantung

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.