TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Olahraga
Home›Olahraga›Profil Tontowi Ahmad: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet

Profil Tontowi Ahmad: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet

By Mahdi Yahya
14 Oktober 2026
0
0
Tontowi Ahmad pebulutangkis Indonesia di lapangan

Contents

  • 1. Panduan: Profil Tontowi Ahmad: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet
    • 1.1. Biodata dalam Profil Tontowi Ahmad
    • 1.2. Profil dan Masa Awal Karier Tontowi Ahmad
    • 1.3. Profil Tontowi Ahmad dan Kemitraan dengan Liliyana Natsir
    • 1.4. Emas Olimpiade Rio 2016: Momen Terbesar
    • 1.5. Daftar Prestasi dalam Profil Tontowi Ahmad
    • 1.6. Kehidupan Pribadi dan Setelah Pensiun
    • 1.7. Fakta Menarik tentang Tontowi Ahmad

Panduan: Profil Tontowi Ahmad: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet

Profil Tontowi Ahmad wajib dikenal siapa pun yang mengikuti sejarah kejayaan bulu tangis Indonesia. Tontowi Ahmad adalah pebulutangkis profesional Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Emas tersebut ia dapat bersama Liliyana Natsir di nomor ganda campuran. Kemenangan bersejarah itu menjadi emas Olimpiade pertama Indonesia di nomor ganda campuran. Kemenangan itu juga menempatkan nama Tontowi Ahmad dalam barisan legenda bulu tangis tanah air.

Karier Tontowi Ahmad memang tidak bisa dipisahkan dari sosok Liliyana Natsir. Pasangan yang dipasangkan sejak 2010 itu langsung menorehkan capaian luar biasa. Pada tahun pertama perpasangan mereka, Tontowi dan Liliyana memenangkan tujuh gelar BWF Grand Prix Gold secara beruntun. Jejak gemilang itu berlanjut hingga gelar juara dunia dan medali emas Olimpiade, sebelum keduanya pensiun pada 2019.

Bagi pembaca yang ingin mengenal sosok atlet ini secara utuh, artikel ini merangkum tiga hal utama. Ketiganya meliputi biodata lengkap, perjalanan karier, serta daftar prestasi Tontowi Ahmad dari berbagai ajang internasional. Baca juga profil legenda lain seperti Taufik Hidayat atau Praveen Jordan untuk melihat generasi pebulutangkis ganda Indonesia dari masa ke masa.

Biodata dalam Profil Tontowi Ahmad

Sebelum membahas perjalanan kariernya, berikut tabel biodata Tontowi Ahmad yang dirangkum dari profil resmi di Wikipedia dan data federasi:

NoAtributDetail
1Nama LengkapTontowi Ahmad
2Tanggal Lahir18 Juli 1987
3Tempat LahirSumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah
4Tinggi Badan183 cm
5Tangan DominanKanan
6SpesialisasiGanda campuran
7Klub AwalPB Djarum (bergabung 2005)
8Pelatih TerkenalRichard Mainaky
9Partner UtamaLiliyana Natsir
10Pasangan HidupMichelle Nabila Harminc (menikah 2 Agustus 2014)
11AnakDanish Arsenio Ahmad
12Prestasi TertinggiEmas Olimpiade Rio 2016, ranking dunia No. 1

Profil dan Masa Awal Karier Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad lahir pada 18 Juli 1987 di Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berbeda dengan banyak atlet bulu tangis yang lahir di kota besar, masa kecil Tontowi berlangsung di pedesaan yang sederhana. Dari sana ia tumbuh menjadi anak yang gigih dan gemar berolahraga. Panggilan hidupnya akhirnya ditemukan di lapangan bulu tangis.

Perjalanan serius dalam profil Tontowi Ahmad dimulai ketika ia bergabung dengan PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 2005. Klub legendaris itu memang terkenal sebagai pabrik bakat pebulutangkis Indonesia, dan Tontowi menjadi salah satu produk terbaiknya. Di bawah bimbingan pelatih-pelatih PB Djarum, ia mengasah teknik dasar dan kedisiplinan yang kelak menjadi fondasi kariernya di tingkat nasional.

Saat muda, Tontowi Ahmad lebih dulu dikenal di nomor ganda putra sebelum akhirnya menemukan panggung utamanya di ganda campuran. Perpindahan nomor ini menjadi titik balik penting. Dalam ganda campuran, gaya bermainnya yang tenang namun tajam di depan jaring menemukan pasangan yang sempurna dengan seorang pemain yang sama-sama cerdas dalam membaca permainan.

Baca juga: berawal dari hobi, Apriyani Rahayu jadi pebulutangkis profesional untuk kisah inspiratif atlet bulu tangis Indonesia lainnya.

Profil Tontowi Ahmad dan Kemitraan dengan Liliyana Natsir

Titik balik terbesar dalam profil Tontowi Ahmad terjadi pada 2010, ketika pelatih memutuskannya untuk dipasangkan dengan Liliyana Natsir, pebulutangkis ganda campuran berpengalaman yang sebelumnya telah meraih gelar dunia bersama pasangan lama. Banyak orang awalnya meragukan pasangan baru ini, namun hasilnya sebaliknya.

Tahun 2010 menjadi awal yang nyaris sempurna. Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menaklukkan tujuh gelar juara BWF Grand Prix Gold secara berturut-turut, sebuah rekor menakjubkan untuk pasangan yang baru saja dibentuk. Kemenangan beruntun itu membuat mereka cepat menembus puncak peringkat dunia ganda campuran dan menjadi pasangan yang paling ditakuti lawan pada awal dasawarsa 2010-an.

Keunggulan pasangan ini terletak pada kecocokan gaya bermain. Liliyana Natsir dikenal ulung dalam pengaturan tempo dan serangan jaring. Sementara itu, Tontowi Ahmad menampilkan pertahanan kokoh serta serangan tajam dari posisi belakang. Kombinasi tersebut membuat mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan dari China dan Denmark yang saat itu mendominasi ganda campuran dunia.

Kemitraan yang bertahan hampir satu dasawarsa itu membuat Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dikenal sebagai salah satu pasangan ganda campuran terbaik dalam sejarah bulu tangis Indonesia. Hubungan profesional mereka juga terbukti tahan uji: keduanya tetap kompak hingga momen terbesar di Olimpiade 2016, lalu sama-sama pensiun pada 2019.

Emas Olimpiade Rio 2016: Momen Terbesar

Tidak ada babak dalam profil Tontowi Ahmad yang lebih berkilau daripada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Di arena Riocentro Pavilion, pasangan Indonesia ini berjalan konsisten sejak fase grup. Mereka menang telak atas lawan dari Australia dan Thailand. Lalu mereka mengalahkan wakil Malaysia di penyisihan dan melaju tanpa kekalahan hingga final.

Di laga puncak, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir kembali berhadapan dengan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying, yang sebelumnya mereka kalahkan di fase grup. Tontowi dan Liliyana tampil dominan dan menang dengan skor 21-14 dan 21-12. Medali emas ganda campuran itu menjadi emas Olimpiade pertama Indonesia pada nomor tersebut, sekaligus menambah panjang daftar kejayaan Indonesia di Olimpiade.

Kemenangan itu juga bermakna lebih dalam: ini adalah emas Olimpiade pertama Indonesia sejak Anggun dan Tontowi bersama pasangan legendaris Liliyana meraih emas di Rio. Seluruh Indonesia merayakan kemenangan tersebut, dan nama Tontowi Ahmad langsung masuk ke dalam buku sejarah olahraga nasional sebagai salah satu dari sedikit atlet Indonesia yang memperoleh emas Olimpiade.

Hingga kini dalam profil Tontowi Ahmad, prestasi Olimpiade 2016 tersebut tetap menjadi tonggak paling dikenang dari karier Tontowi Ahmad. Namanya sering disebut setiap kali pembicaraan menyentuh pasangan ganda campuran terhebat yang pernah dimiliki Indonesia.

Daftar Prestasi dalam Profil Tontowi Ahmad

Sepanjang karier profesionalnya, Tontowi Ahmad mengoleksi medali dari hampir semua ajang besar. Berikut daftar prestasi utamanya:

AjangTahunHasil
Olimpiade Rio de Janeiro2016Emas (ganda campuran)
Kejuaraan Dunia BWF, Guangzhou2013Emas (ganda campuran)
Kejuaraan Dunia BWF, Glasgow2017Emas (ganda campuran)
Kejuaraan Dunia BWF, London2011Perunggu (ganda campuran)
Kejuaraan Dunia BWF, Jakarta2015Perunggu (ganda campuran)
Asian Games Incheon2014Perak (ganda campuran)
Asian Games Jakarta–Palembang2018Perak (beregu putra), Perunggu (ganda campuran)
Asian Games Guangzhou2010Perunggu (beregu putra)
Kejuaraan Asia, Wuhan2015Emas (ganda campuran)
SEA Games Jakarta–Palembang2011Emas (ganda campuran dan beregu putra)

Profil Tontowi Ahmad mencakup pula banyak gelar lain di luar tabel. Selain medali pada tabel di atas, Tontowi Ahmad juga mengoleksi puluhan gelar turnamen internasional bersama Liliyana Natsir, mulai dari All England hingga rangkaian turnamen Superseries di berbagai negara. Pasangan ini bahkan tiga kali lolos ke final BWF Superseries Finals, ajang tahunan yang mempertemukan pasangan-pasangan terbaik dunia.

Rekor profil Tontowi Ahmad lain yang menonjol adalah peringkat dunia nomor satu ganda campuran yang mereka raih pada 27 April 2018, menjelang akhir karier bersama. Pencapaian itu membuktikan bahwa konsistensi pasangan ini bertahan hampir satu dasawarsa penuh, sesuatu yang jarang terjadi di dunia bulu tangis dengan intensitas kompetisi yang begitu tinggi.

Kehidupan Pribadi dan Setelah Pensiun

Di luar lapangan, profil Tontowi Ahmad menampilkan sosok pribadi yang sederhana. Ia menikah dengan Michelle Nabila Harminc pada 2 Agustus 2014, dan pasangan ini dikaruniai seorang anak bernama Danish Arsenio Ahmad. Meski menjadi atlet papan atas, Tontowi terkenal tidak menyukai pameran dan lebih memilih menjaga kehidupan pribadinya tetap rendah profil.

Setelah pensiun dari tim nasional pada 2019, profil Tontowi Ahmad tetap tidak jauh dari dunia bulu tangis. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan atlet muda serta menjadi bagian dari ekosistem pelatihan bulu tangis Indonesia. Pengalaman lintas generasinya yang panjang, dari era Superseries hingga era World Tour, menjadikan dirinya sumber inspirasi. Pasangan ganda campuran baru Indonesia banyak mengambil teladan dari perjalanan kariernya.

Kontribusinya bagi olahraga nasional juga diakui secara resmi. Bersama sejumlah atlet berprestasi lain, Tontowi menerima penghargaan dan apresiasi dari pemerintah Indonesia atas dedikasinya mengangkat nama bangsa di pentas dunia. Sosok yang lahir di Banyumas ini kini kerap tampil di berbagai acara olahraga serta berbagi pengalaman kepada generasi pebulutangkis muda. Rincian data statistik resminya juga dapat dilihat di profil Wikipedia.

Fakta Menarik tentang Tontowi Ahmad

Beragam fakta menarik menyertai profil Tontowi Ahmad yang mungkin belum banyak diketahui pembaca: karier Tontowi Ahmad yang mungkin belum banyak diketahui pembaca:

  1. Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir memenangkan tujuh gelar beruntun pada tahun pertama mereka dipasangkan pada 2010.
  2. Medali emas Olimpiade 2016 adalah emas Olimpiade pertama Indonesia di nomor ganda campuran.
  3. Ia pernah dipasangkan dengan pemain lain sebelum akhirnya menemukan kecocokan terbaik bersama Liliyana Natsir.
  4. Tontowi bergabung dengan PB Djarum sejak 2005, klub yang juga melahirkan banyak legenda bulu tangis Indonesia.
  5. Pasangan Tontowi-Liliyana mencapai ranking dunia nomor satu ganda campuran pada 27 April 2018.
  6. Di final Olimpiade 2016, mereka menang telak 21-14 dan 21-12 atas pasangan Malaysia.
  7. Selain ganda campuran, Tontowi juga pernah memperkuat regu putra Indonesia di Asian Games dan SEA Games.
  8. Ia menikah pada 2014, jauh sebelum pensiun, dan tetap fokus menjaga performa di lapangan.
  9. Setelah pensiun pada 2019, Tontowi aktif terlibat dalam pembinaan atlet muda Indonesia.
  10. Tontowi adalah salah satu dari sedikit pebulutangkis Indonesia yang memenangkan medali pada tiga edisi Asian Games berbeda.

Dengan seluruh capaian dalam profil Tontowi Ahmad tersebut, profil Tontowi Ahmad layak dikenang sebagai kisah inspiratif seorang anak dari Banyumas yang berhasil menaklukkan puncak dunia bulu tangis melalui kerja keras dan kemitraan yang luar biasa.

Related articles More from author

  • Barcelona Siapkan Rencana Khusus Sambut Kembalinya Philippe Coutinho dari Bayern Munchen
    Olahraga

    Barcelona Siapkan Rencana Khusus Sambut Kembalinya Philippe Coutinho dari Bayern Munchen

    31 Januari 2020
    By Mahdi Yahya
  • Pochettino Sempat Mengira Kabar Messi ke PSG Hanya Lelucon
    Olahraga

    Pochettino Sempat Mengira Kabar Messi ke PSG Hanya Lelucon

    16 Oktober 2021
    By Mahdi Yahya
  • Kembali Cetak Rekor, Mungkinkah Erling Haaland Jadi Cristiano Ronaldo Masa Depan?
    Olahraga

    Kembali Cetak Rekor, Mungkinkah Erling Haaland Jadi Cristiano Ronaldo Masa Depan?

    19 Februari 2020
    By Mahdi Yahya
  • Valentino Rossi Pernah Dicap 'Pembalap Paling Culas' Gara-gara Kelakuannya ini
    Olahraga

    Valentino Rossi Pernah Dicap ‘Pembalap Paling Culas’ Gara-gara Kelakuannya ini

    9 Oktober 2020
    By Mahdi Yahya
  • Bantai Myanmar, Ini Pemain Timnas U-22 yang Bersinar
    Olahraga

    Bantai Myanmar, Ini Pemain Timnas U-22 yang Bersinar

    7 Mei 2023
    By Mahdi Yahya
  • Shin Tae Yong Bela Iriawan, Ini Kata PSSI
    Olahraga

    Shin Tae Yong Bela Iriawan, Ini Kata PSSI

    21 Oktober 2022
    By Mahdi Yahya

Berita Menarik Lainnya

  • Lewat Tes Terbarunya, Presiden Brasil Kembali Dinyatakan Positif Covid-19
    Internasional

    Lewat Tes Terbarunya, Presiden Brasil Kembali Dinyatakan Positif Covid-19

  • Samsung Galaxy 25 Edge, Ultra-tipis dan Ringan
    Teknologi

    Samsung Galaxy 25 Edge, Ultra-tipis dan Ringan

  • Australia Penghasil Gas Alam Terbesar
    Internasional

    Salip Qatar, Australia Menjadi Produsen Gas Alam Nomor Wahid

  • Lampu Hijau Sandiaga Uno Saat Dapat Tawaran Gabung PKS
    Nasional

    Lampu Hijau Sandiaga Uno Saat Dapat Tawaran Gabung PKS

  • IDAI Ungkap Alasan Campak dan Difteri Lebih Mendesak dari Hantavirus
    Nasional

    IDAI Ungkap Alasan Campak dan Difteri Lebih Mendesak dari Hantavirus

Artikel Terbaru

  • 7 Cara Menyimpan Alpukat Agar Cepat Matang dan Tidak Cepat Busuk 14 Oktober 2026
  • Profil Tontowi Ahmad: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet 14 Oktober 2026
  • Pemprov Bali Terapkan WFH 3 Hari Buntut Antrean BBM 14 Oktober 2026
  • Apa Itu Kode OTP? Cara Kerja dan Cara Menjaginya dari Penipuan 14 Oktober 2026
  • Diduga Terkait OTT KPK, Ini Aturan Dana Siap Pakai untuk Bencana di BNPB 14 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (72)
  • Keuangan (16)
  • Kuliner (1,063)
  • Nasional (7,981)
  • Olahraga (1,140)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,251)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.