TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu Terbesar di RI Berkapasitas 1,2 Ton, Ini Kronologinya

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu Terbesar di RI Berkapasitas 1,2 Ton, Ini Kronologinya

By Johan Arif
24 Oktober 2026
0
0
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu Terbesar di RI Berkapasitas 1,2 Ton, Ini Kronologinya

Contents

  • 1. Lab Sabu Terbesar di RI Mampu Produksi 1,2 Ton Narkotika, Ini Detik-Detik Pengungkapannya
    • 1.1. Berawal dari Pantauan Jaringan Asal Tiongkok
    • 1.2. Dua WNA Jadi “Koki Utama” Lab Sabu
    • 1.3. Metamfetamin Cair Disamarkan dalam Kaleng
    • 1.4. Jejak Tersangka hingga Samalanga, Bireuen

Lab Sabu Terbesar di RI Mampu Produksi 1,2 Ton Narkotika, Ini Detik-Detik Pengungkapannya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan rangkaian penyelidikan hingga penindakan terhadap laboratorium narkotika rahasia (clandestine lab) yang dinilai sebagai yang terbesar di Indonesia. Fasilitas itu diduga sanggup memproduksi narkotika hingga 1,2 ton.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan jaringan narkotika asal Tiongkok yang mulai dijebol sejak Februari 2026. Dari pemantauan itu, penyelidik berhasil melacak jalur pengiriman bahan baku, pergerakan sejumlah tersangka, hingga kesiapan produksi narkotika di Aceh.

Berawal dari Pantauan Jaringan Asal Tiongkok

Dalam konferensi pers di Pidie, Aceh, Jumat (23/10), Kapolri menjelaskan bahwa pada Februari 2026 jaringan tersebut terdeteksi mengangkut ratusan kilogram metamfetamin cair (liquid methamphetamine). Rute yang dilalui dimulai dari Myanmar utara, menyusuri Laos dan Thailand, sebelum bahan itu akhirnya tiba di Banda Aceh pada 18 Mei 2026.

Penelusuran lanjutan mengarahkan penyidik pada dua warga negara China yang diduga berperan sebagai peracik utama. Keduanya berinisial LJ (45) dan XM (42).

Dua WNA Jadi “Koki Utama” Lab Sabu

Berdasarkan hasil penyelidikan, LJ dan XM berangkat dari Yunnan, China, lalu transit di Malaysia sebelum memasuki Banda Aceh pada 24 Mei 2026. Selama sepuluh hari, keduanya menginap di sebuah hotel di Banda Aceh sambil melakukan survei terhadap situasi setempat, sebelum kembali ke Malaysia pada 2 Juni 2026.

Kapolri menyebut kedua tersangka itu sebagai “koki utama” atau ahli kimia yang ditugaskan meracik narkotika di laboratorium rahasia tersebut.

Metamfetamin Cair Disamarkan dalam Kaleng

Pada akhir Juli 2026, jaringan itu kembali menjalankan pengiriman bahan baku melalui rute yang sama seperti tahap pertama. Volume metamfetamin cair yang dikirim pada tahap kedua ini diperkirakan mendekati satu ton.

Agar lolos dari pemeriksaan petugas, cairan tersebut sengaja dibungkus dalam kaleng hijau bermerek Itanpro sehingga tampak seperti produk umum yang beredar di pasaran.

Jejak Tersangka hingga Samalanga, Bireuen

Memasuki Oktober 2026, pergerakan para pelaku kembali terpantau. LJ dan XM berangkat dari Kunming, China, menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dan tiba pada 15 Oktober 2026 pukul 14.40 waktu setempat. Di sana mereka bertemu dengan tersangka B, seorang warga negara Indonesia, serta memperoleh bantuan akomodasi dan penginapan dari tersangka MN.

Penyelidikan berlanjut pada 16 Oktober dengan pemantauan perjalanan tersangka B dari Kuala Lumpur menuju Banda Aceh. Setibanya di Indonesia, B kemudian bergerak menuju Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh. Sehari berselang, LJ, XM, dan MN menyusul tiba, menuntut jejak pergerakan para tersangka hingga akhirnya dibongkar total oleh polisi.

Rangkaian kronologi tersebut memperlihatkan betapa canggihnya modus yang dirancang jaringan internasional ini, mulai dari penyelundupan bahan baku lintas negara hingga penyamaran kemasan. Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan laboratorium narkotika terbesar yang pernah ditangani kepolisian, sejalan dengan upaya intensif pemberantasan peredaran gelap narkotika yang kian masif. Baca juga: modus penyelundupan narkotika lintas negara dan kronologi penangkapan bandar sabu internasional.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Sejumlah Kota Indonesia 'Dipanggang Bara', Ternyata Ini Penyebabnya
    NasionalViral

    Sejumlah Kota Indonesia ‘Dipanggang Bara’, Ternyata Ini Penyebabnya

    23 Oktober 2019
    By Johan Arif
  • Mantu Jokowi Tunjuk Tukang Kukur Kelapa Jadi Bos PD Pasar Medan
    Nasional

    Mantu Jokowi Tunjuk Tukang Kukur Kelapa Jadi Bos PD Pasar Medan

    20 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Giring Instruksikan Kader PSI Fokus Menangkan Duet Ganjar-Yeni Wahid di Pilpres
    Nasional

    Giring Instruksikan Kader PSI Fokus Menangkan Duet Ganjar-Yeni Wahid di Pilpres

    22 Oktober 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Kemenkominfo Sarankan Dewas TVRI Ralat SK Pemberhentian Helmy Yahya
    Nasional

    Kemenkominfo Sarankan Dewas TVRI Ralat SK Pemberhentian Helmy Yahya

    8 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • Demokrat Klaim Simbol Perubahan Saat Ini Hanya Anies dan AHY
    Nasional

    Demokrat Klaim Simbol Perubahan Saat Ini Hanya Anies dan AHY

    19 Januari 2023
    By Joni Sitohang
  • Silaturahmi ke Ponpes Langitan Tuban, Prabowo Dengarkan Masukan 68 Kiai
    Nasional

    Silaturahmi ke Ponpes Langitan Tuban, Prabowo Dengarkan Masukan 68 Kiai

    1 Desember 2023
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Trump Teken Sanksi untuk Pejabat Pengadilan Pidana Internasional
    Internasional

    Trump Teken Sanksi untuk Pejabat Pengadilan Pidana Internasional

  • Sekjen Gerindra: Pengabdian Prabowo untuk Bangsa dan Negara Tak Perlu Diragukan
    Nasional

    Sekjen Gerindra: Pengabdian Prabowo untuk Bangsa dan Negara Tak Perlu Diragukan

  • TIKTAK.ID - Bisa Deteksi Corona dalam 15 Menit, Alat dari China ini Akan Dibeli RI
    Nasional

    Bisa Deteksi Corona dalam 15 Menit, Alat dari China ini Akan Dibeli RI

  • Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan
    Internasional

    Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan

  • Asus Luncurkan Vivobook Pro 16X, Laptop Harga 23 Juta untuk Kreator
    Internasional

    Asus Luncurkan Vivobook Pro 16X, Laptop Harga 23 Juta untuk Kreator

Artikel Terbaru

  • Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu Terbesar di RI Berkapasitas 1,2 Ton, Ini Kronologinya 24 Oktober 2026
  • Cara Simpan Video TikTok ke Galeri HP dengan Mudah untuk Pemula 24 Oktober 2026
  • 10 Makanan Penyehat Hati yang Mudah Ditemukan Sehari-hari 24 Oktober 2026
  • Cara Mengaktifkan Mode Do Not Disturb di HP Android dengan Mudah 24 Oktober 2026
  • HP vivo Y11d: Spesifikasi dan Harga Baterai 6500 mAh 23 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (85)
  • Keuangan (20)
  • Kuliner (1,066)
  • Nasional (8,009)
  • Olahraga (1,144)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,278)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.