
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai video jalur kereta api di sekitar Stasiun Tanggul, Jember, yang diduga ditutup akibat pelaksanaan Haul Habib Soleh Tanggul. Perusahaan ini menegaskan seluruh perjalanan kereta api di jalur tersebut tetap berjalan normal sesuai jadwal operasional.
Tidak Ada Penutupan Jalur Kereta
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widianto, saat dikonfirmasi Minggu (13/9) menjelaskan bahwa rekaman tersebut diambil di area JPL 91 Stasiun Tanggul, lokasi yang memang berdekatan dengan tempat kegiatan. Meski begitu, haul itu sendiri sebenarnya sudah digelar sejak 5 April 2026.
Ia menegaskan tidak pernah ada penutupan jalur kereta api selama rangkaian acara berlangsung. Pembatas yang tampak dalam video justru merupakan bagian dari pengaturan dan pengamanan jemaah agar tidak memasuki area emplasemen maupun jalur kereta api.
Fungsi Pembatas Kayu dan Bambu
Dalam rekaman yang viral memang terlihat pembatas dari kayu atau bambu. Cahyo menjelaskan benda tersebut dipasang untuk mengarahkan pergerakan jemaah yang datang dalam jumlah besar, bukan untuk menutup jalur.
Pengaturan semacam ini bertujuan menjaga para jemaah tetap berada di zona yang aman, sekaligus memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setiap kali akan ada kereta yang melintas, area di sekitar jalur disterilkan dari aktivitas warga.
Dengan kata lain, yang diatur bukanlah jalurnya, melainkan aktivitas jemaah di sekitar jalur agar tidak berada di ruang operasional kereta api.
Koordinasi dengan Polisi dan Pemkab Jember
Pelaksanaan Haul Habib Soleh Tanggul sebelumnya telah dikoordinasikan bersama Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Jember. Langkah tersebut diambil karena lokasi kegiatan berada di sekitar fasilitas perkeretaapian dan dihadiri jemaah dalam jumlah besar.
Cahyo mengungkapkan pihaknya memahami kegiatan keagamaan semacam ini memiliki arti penting bagi masyarakat. Karena itu, KAI berupaya memastikan acara tetap dapat berlangsung, dengan catatan jemaah tidak berada di area yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka maupun perjalanan kereta api.
Imbauan Cek Informasi ke Kanal Resmi
Merespons viralnya video tersebut, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk tidak buru-buru menarik kesimpulan hanya dari potongan video tanpa memahami konteks secara utuh. Publik diajak bersama-sama menjaga ruang informasi tetap sehat.
Jika menemukan kabar seputar operasional kereta api atau aktivitas di sekitar jalur yang belum jelas kebenarannya, masyarakat diminta mengonfirmasinya lebih dulu melalui kanal resmi KAI. Langkah sederhana ini dinilai penting agar informasi yang tidak utuh tidak berujung pada kesalahpahaman. Info operasional seperti jadwal perjalanan pun sebaiknya selalu dicek dari sumber resmi, misalnya info jadwal kereta api terbaru.
Ke depan, KAI Daop 9 Jember menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, penyelenggara kegiatan, dan masyarakat. Tujuannya agar seluruh aktivitas di sekitar wilayah operasional perkeretaapian dapat berjalan tertib dan aman.
Sumber: cnnindonesia.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










