
Exit Poll Unggulkan Oposisi atas Blok Netanyahu, Ini Respons Menlu Israel
Exit poll pemilu Israel menempatkan blok oposisi unggul tipis atas kubu sayap kanan yang dikawal Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Meski begitu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar menilai kubu oposisi terlalu dini merayakan hasil tersebut karena belum satu pun kubu mengantongi mayoritas kursi untuk membentuk pemerintahan.
Berdasarkan laporan AFP, Rabu (28/10/2026), hitungan awal exit poll untuk pemilu yang digelar Selasa (27/10) menempatkan kubu oposisi sedikit di depan Partai Likud. Akan tetapi, keunggulan tipis itu belum cukup mengantarkan kubu mana pun meraih mayoritas di parlemen.
Saar Sebut Perayaan Kubu Kiri Terlalu Dini
Menanggapi angka-angka sementara itu, Saar mengimbau kubu oposisi agar tidak gegabah berpesta pora. Ia bahkan menyindir sejumlah komentator yang di matanya terlalu cepat menobatkan oposisi sebagai pemenang.
“Perayaan di kelompok kiri terlalu dini. Kesombongan para komentator yang bias, konyol,” tulis Saar di platform X.
Meski demikian, Saar menegaskan satu temuan yang menurutnya sudah terlihat jelas dari hasil sementara pemilu, yakni posisi Likud sebagai kekuatan partai terbesar di Israel.
“Satu hal tampaknya cukup jelas: Likud adalah partai terbesar di Israel,” ujarnya.
Dalam unggahan yang sama, pria itu turut menautkan video yang merekam kemenangan pertama Likud pada pemilu Israel tahun 1977.
Eisenkot Yakin Rakyat Israel Memilih Perubahan
Kubu oposisi membalas dengan nada berbeda. Kandidat oposisi Gadi Eisenkot meyakini rakyat Israel telah memberikan mandat bagi perubahan. Saat tampil di hadapan para pendukungnya pada Rabu dini hari, tidak lama setelah exit poll dirilis, Eisenkot menyatakan siap merakit pemerintahan baru untuk menggantikan Netanyahu.
“Rakyat telah berbicara menentang kelanjutan pemerintahan Netanyahu,” kata Eisenkot.
Menurutnya, hasil hitungan awal memantulkan hasrat masyarakat Israel untuk menutup era pemerintahan Netanyahu. Karena itu, ia menegaskan bakal mengerahkan seluruh upaya membentuk pemerintahan pengganti.
Dalam pidato yang sama, Eisenkot tidak lupa melancarkan peringatan kepada Netanyahu. Ia menyentuh pernyataan sang PM dalam beberapa hari terakhir yang kembali mengancam akan menyerang Iran. Bagi Eisenkot, urusan keamanan semestinya tidak dijadikan alat kepentingan politik.
“Netanyahu, jangan berani menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politikmu,” tegas Eisenkot.
Kemenangan akhir pemilu Israel masih menunggu hitungan resmi. Sementara itu, kamu bisa menyimak dinamika pemilu dan politik internasional serta berita dunia terkini di tiktak.id.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










