
Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, menjadi lokasi pembukaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026 pada Sabtu (12/9). Acara tersebut berlangsung meriah dan mempertemukan sejumlah kepala daerah dari berbagai penjuru tanah air.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Pesan itu ia sampaikan melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Ruang Kebersamaan Lintas Latar Belakang
Luthfi menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat yang telah mempercayakan Jateng sebagai tuan rumah event bergengsi tersebut.
Baginya, MTQ jauh dari sekadar lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ajang ini dipandang sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat lintas agama maupun latar belakang.
“Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Luthfi.
Kehadiran 14 Gubernur dan 7 Wagub
Nuansa kebersamaan itu semakin terasa dengan hadirnya belasan kepala daerah. Sebanyak 14 gubernur turut meramaikan acara, di antaranya Rudy Mas’ud (Kaltim), Khofifah Indar Parawansa (Jatim), Mahyeldi Ansharullah (Sumbar), Ansar Ahmad (Kepri), Al Haris (Jambi), Helmi Hasan (Bengkulu), Lalu Muhammad Iqbal (NTB), Emanuel Melkiades Laka Lena (NTT), Suhardi Duka (Sulbar), Andi Sumangerukka (Sultra), Hendrik Lewerissa (Maluku), Sherly Tjoanda Laos (Malut), dan Elisa Kambu (Papua Barat Daya).
Mereka didampingi tujuh wakil gubernur, yakni KGPAA Paku Alam X (DIY), Vasko Ruseimy (Sumbar), Jihan Nurlela (Lampung), Surya (Sumut), Edy Pratowo (Kalteng), Mohammad Lakotani (Papua Barat), serta Taj Yasin Maimoen (Jateng).
2.242 Peserta Berlomba dari 37 Provinsi
Dari sisi peserta, kafilah dari 37 provinsi akan saling beradu kemampuan dengan total 2.242 orang. Kompetisi mencakup 8 cabang yang terbagi ke dalam 24 golongan dan 48 kategori musabaqah.
Luthfi menegaskan bahwa MTQ Nasional kali ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk soal gelar juara.
“MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apapun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara, karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.
Perputaran Ekonomi Hampir Rp 1,2 Triliun
Kehadiran para kepala daerah dan kafilah dari seluruh Indonesia diyakini akan menggerakkan roda ekonomi Kota Semarang dan Jateng. Pasalnya, masing-masing daerah membawa produk UMKM unggulan untuk dipamerkan hingga 20 September 2026.
“MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp 1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini,” paparnya.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut menyampaikan apresiasi atas kemeriahan MTQ Nasional XXXI yang digelar di Semarang.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi bukti bahwa MTQ Nasional mampu menjembatani keberagaman dan mempererat persatuan masyarakat Indonesia.
Sumber: detik.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










