
BMKG: Kabut Asap Masih Balut Sumatera Utara, Diprakirakan Bertahan Tiga Hari
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Jumat (16/10). Lembaga meteorologi memperkirakan kondisi ini tidak akan segera reda dan diprakirakan berlangsung hingga tiga hari ke depan.
Dua Titik Panas Terdeteksi di Asahan dan Padanglawas Utara
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa hasil pemantauan citra satelit mencatat dua titik panas (hotspot) berkategori sedang di Sumatera Utara selama periode 24 jam pada 15 Oktober 2026.
Hendro menyebut kedua titik panas itu terdeteksi di Kabupaten Asahan dan Padanglawas Utara.
Pemantauan satelit pada Jumat (16/10) pukul 10.00 WIB juga memperlihatkan sebaran asap yang mencakup hampir seluruh wilayah Sumut. Dari hasil analisis, arah angin bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut sampai utara.
Diduga Asap Kiriman dari Sumatera Selatan dan Kalimantan
Pola pergerakan angin tersebut, menurut Hendro, mengindikasikan asap yang menutupi Sumatera Utara kemungkinan besar merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa angin.
Meski demikian, ia menegaskan penentuan sumber asal asap tidak dapat dilakukan secara serta-merta. Diperlukan analisis lanjutan dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer serta data pendukung lainnya agar kesimpulannya lebih akurat.
Dari sisi kualitas udara, hasil pemantauan menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berada pada kategori sedang. Kondisi ini tetap perlu diwaspadai mengingat paparan asap berkelanjutan bisa berdampak pada kesehatan pernapasan. Baca juga: dampak karhutla terhadap kesehatan pernapasan.
Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada Jumat (16/10) pukul 10.00 WIB mencatat penurunan jarak pandang dengan rentang 1 hingga 3 kilometer.
Hendro memperkirakan kondisi tersebut akan tetap berlangsung hingga tiga hari ke depan. Penurunan visibilitas seperti ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat maupun udara, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Simak pula tips aman berkendara saat jarak pandang rendah.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Menghadapi situasi ini, masyarakat yang berada di kawasan dengan jarak pandang terbatas akibat kabut dan asap dianjurkan untuk:
- Berhati-hati saat berkendara serta mengurangi kecepatan
- Menjaga jarak aman antarkendaraan
- Menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan
- Membatasi aktivitas di luar ruangan bila kualitas udara memburuk
- Memakai masker yang sesuai guna menekan paparan partikel asap
Hendro turut menyampaikan pesan bagi para kepala daerah untuk berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat dalam mengantisipasi dampak sebaran asap, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Ia berpesan agar masyarakat terus memantau informasi resmi yang dirilis Balai Besar MKG Wilayah I Medan. Pembaruan kondisi terkini seputar sebaran asap dan cuaca di berbagai daerah dapat diikuti melalui informasi cuaca BMKG terkini.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










