TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Baleg DPR Target RUU Reforma Agraria Diketok 22 September

Baleg DPR Target RUU Reforma Agraria Diketok 22 September

By Johan Arif
17 September 2026
0
0
Ketua Baleg DPR Bob Hasan dalam Rapat Kerja pembahasan RUU Reforma Agraria

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tengah memacu pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Reforma Agraria. RUU ini ditargetkan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada Selasa, 22 September 2026.

Ketua Baleg DPR, Bob Hasan, memastikan seluruh proses pembahasan harus rampung sebelum rapat kerja pleno yang dijadwalkan pada Senin, 21 September. Apabila belum selesai pada Jumat, 18 September, jadwal akan berlanjut hingga akhir pekan agar target pengesahan tetap tercapai. Dengan begitu, pembahasan RUU ini jelas sedang dikebut untuk tuntas dalam waktu singkat.

“Baik hari Sabtu. Bila mana pun belum selesai, hari Jumat bila mana pun belum selesai, hari Sabtu kita selesaikan sehingga hari Senin, ya,” kata Bob dalam Rapat Kerja (Raker) di Baleg DPR, Rabu, 16 September.

Linimasa Pembahasan Hingga Pengesahan

Jadwal yang dipaparkan Bob menjadi pegangan bagi Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin) untuk menuntaskan pembahasan RUU Reforma Agraria.

“Hari Senin kita apa namanya Timus-Timsin, ya. Ini boleh jadi, semuanya ini bisa diselesaikan pada hari Kamis besok dan Jumat,” ujarnya.

Mengacu pada linimasa tersebut, rapat kerja pleno guna pengambilan keputusan akan digelar pada Senin, 21 September. Dalam forum itu, pandangan-pandangan fraksi menjadi bahan pertimbangan sebelum RUU dibawa ke Rapat Paripurna sehari setelahnya.

“Maka Senin, 21 September sudah rapat kerja pleno untuk pengambilan keputusan. Pandangan fraksi dan sebagainya, dipersilakan untuk disiapkan, ya. Lanjut tanggal 22 sudah disahkan di paripurna, ya. Mudah-mudahan selesai itu. Apakah dapat disetujui, Bapak Ibu?” tutur Bob. Pertanyaan itu langsung dijawab dengan setuju secara kompak oleh para peserta rapat.

Bukan Pengganti UUPA

Sebelumnya, Bob telah menegaskan bahwa kehadiran RUU Reforma Agraria tidak menggantikan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Keduanya, menurutnya, memiliki cakupan pengaturan yang berbeda.

“Beda. Pengaturan Reforma Agraria dengan Undang-Undang Pokok Agraria itu beda,” jelas Bob dalam keterangan resmi, Minggu, 6 September.

Ia menjelaskan bahwa RUU Reforma Agraria hadir untuk menjawab berbagai persoalan agraria yang selama ini belum sepenuhnya tuntas diselesaikan melalui ketentuan yang sudah ada. Sejumlah persoalan bahkan menyentuh sektor dan kawasan di luar cakupan UUPA, salah satunya ranah kehutanan.

“Kalau untuk RUU Reforma Agraria ini memang persoalannya bisa masuk ke ranah kehutanan, ranah yang di luar dari yang diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria. Itulah makanya banyak yang tidak bisa menyelesaikan sengketa,” paparnya.

Karena itulah, menurut Bob, diperlukan aturan baru yang secara khusus mengatur pelaksanaan reforma agraria. Dengan begitu, penyelesaian sengketa tidak lagi terbentur batas pengaturan UUPA, dan persoalan agraria yang selama ini mengendap diharapkan bisa ditangani lebih memadai. RUU ini pun ditargetkan menjadi landasan baru bagi penyelesaian berbagai persoalan agraria di Indonesia.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • SBY Tegaskan Jokowi Punya Hak Tak Suka dengan Anies Baswedan
    Nasional

    SBY Tegaskan Jokowi Punya Hak Tak Suka dengan Anies Baswedan

    30 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • Menteri ATR/BPN Siap Cabut Semua Sertifikat Pagar Laut, Asalkan…
    Nasional

    Menteri ATR/BPN Siap Cabut Semua Sertifikat Pagar Laut, Asalkan…

    5 Februari 2025
    By Joni Sitohang
  • Menyusul GUSDURian, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Kecam Aksi Laskar Intoleran Perusak Citra Solo
    Nasional

    Menyusul GUSDURian, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Kecam Aksi Laskar Intoleran Perusak Citra Solo

    10 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - [Cek Hoaks atau Fakta] Untuk Biayai Ibu Kota Baru, Jokowi Akan Jual Separuh Pulau Kalimantan?
    Nasional

    [Cek Hoaks atau Fakta] Untuk Biayai Ibu Kota Baru, Jokowi Akan Jual Separuh Pulau Kalimantan?

    12 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Elite PAN Merapat ke Rumah Zulhas, Benarkah Bahas Reshuffle?
    Nasional

    Elite PAN Merapat ke Rumah Zulhas, Benarkah Bahas Reshuffle?

    9 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Elektabilitas Masih Paling Top, Anak Buah Prabowo Wacanakan Jokowi Ikut Maju Lagi di Pilpres 2024
    Nasional

    Ibas Kritik Jokowi, Poyuono: Keluarga Besar Pak SBY, Tolong Jangan Cerewet!

    13 Juli 2021
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Mengerikan! Gadis Usia 10 Tahun Tewas Gara-gara Tantangan TikTok
    Teknologi

    Mengerikan! Gadis Usia 10 Tahun Tewas Gara-gara Tantangan TikTok

  • TIKTAK.ID - Philips Luncurkan Teknologi Perawatan Medis Terkoneksi untuk Tingkatkan Layanan Efektif dan Efisien bagi Pasien
    Teknologi

    Philips Luncurkan Teknologi Perawatan Medis Terkoneksi untuk Tingkatkan Layanan Efektif dan Efisien bagi Pasien

  • Keisya Levronka Rilis Lagu ‘Mengejar Matahari’ dengan Aransemen Baru
    Selebriti

    Keisya Levronka Rilis Lagu ‘Mengejar Matahari’ dengan Aransemen Baru

  • Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Beri Karakter Jahat untuk Fedi Nuril
    Selebriti

    Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Beri Karakter Jahat untuk Fedi Nuril

  • Bintangi Film ‘Satu Hari Dengan Ibu’, Vebby Palwinta Ungkap Sulitnya Jadi Ibu
    Selebriti

    Bintangi Film ‘Satu Hari Dengan Ibu’, Vebby Palwinta Ungkap Sulitnya Jadi Ibu

Artikel Terbaru

  • Apa Itu Captcha? Pengertian, Jenis, dan Cara Melewatkannya 16 Oktober 2026
  • Tito Minta Gubernur Sulsel Segera Proses Darmawangsa Jadi Bupati Gowa 16 Oktober 2026
  • Cara Kirim Foto WhatsApp sebagai Dokumen agar Kualitas Utuh 16 Oktober 2026
  • Kepala BPK Jateng Diduga Minta Uang ke Bupati Klaten Terkait WTP 16 Oktober 2026
  • Cara Mematikan Xiaomi Redmi 15c dengan Benar dan Aman 16 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (75)
  • Keuangan (17)
  • Kuliner (1,063)
  • Nasional (7,986)
  • Olahraga (1,140)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,257)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.